Kalsel
Dibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
JAYAPURA, SuaraBorneo.com – Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-40, yang dilaksanakan di Istora Papua Bangkit, Kota Jayapura, Papua pada Selasa (23/7) pagi.
Puncak peringatan ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Istri Wakil Presiden, Wury Ma’ruf Amin, dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Organisasi Aksi Solidaritas Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM)
Hadir dengan menggunakan topi rumbai khas Papua, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan disambut oleh ribuan anak Papua yang menggunakan baju adat dan diiringi dengan alunan instrument musik asli Papua.
Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah menyampaikan rasa bahagianya karena dapat berhadir bersama kurang lebih 6 ribu anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-40 di Papua.
Acil Odah juga menyampaikan pesan agar anak-anak Banua Kalsel khususnya selalu semangat dalam mengenyam Pendidikan demi menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, sebagai bagian upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
“Alhamdulillah. Senang sekali bisa berhadir langsung pada Puncak Perayaan Hari Anak Nasional ke-40 ini, bersama kurang lebih 6 ribu anak-anak dari Papua dan juga dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan dengan semangat Hari Anak Nasional ini, anak-anak kita khususnya di Banua Kalsel, semakin semangat meraih pendidikan dan menjadi generasi yang berprestasi dan berkualitas,” harap Acil Odah.
“Dan juga momen ini dapat menjadi pengingat bagi kita para orang tua, untuk melindungi dan memenuhi hak anak-anak kita, sebagai penerus bangsa, dan bagian dari upaya untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” sambung Acil Odah.
Sementara itu, Pj Gubernur Provinsi Papua, Muhammad Rumasukun dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Presiden dan Ibu Negara di tanah Papua.
“Seluruh masyarakat Papua menyampaikan selamat datang kembali, dan terima kasih atas pelaksanaan Puncak Hari Anak Nasional ke-40 di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayapura. Ini merupakan momen penting untuk mengingatkan kita semua akan tanggung jawab bersama dalam melindungi, mendidik dan membahagiakan anak-anak kita,” sampainya.
Ketua Umum OASE KIM, Tri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa sejak 1984 tanggal 23 Juli ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional, dengan tujuan mengingatkan dan penghargaan untuk anak, yang merupakan aset berharga untuk dan penerus bangsa.
“Mengusung tema “Suara Anak Membangun Bangsa”, kegiatan ini kita laksanakan sebagai bentuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang,” sampainya.
Tri juga mengatakan bahwa dihadirkan sekitar 6 ribu anak dari jenjang TK hingga SMA dari Papua dan juga perwakilan anak dari seluruh Provinsi di Indonesia yang masing-masing didampingi oleh Istri Gubernur atau Ketua TP PKK Provinsi.
Sebagai rangkaian puncak peringatan, ditampilkan penyampaian suara anak Indonesia oleh 38 perwakilan anak dari forum Indonesia, penampilan anak-anak berbakat matematika, baris berbaris oleh Pocil atau Polisi Cilik, marching band, menyanyi dan desain kostum kreatif. Pemberian beasiswa Program Indonesia Pintar serta penghargaan kepada anak berprestasi.
Untuk memeriahkan acara, Presiden dan Ibu Negara juga memanggil dan memberikan pertanyaan kepada sejumlah anak peserta acara, dan memberikan hadiah.
Puncak acara ditampilkan 2.600 anak-anak yang menari kolosal tari pergaulan tanah Papua, yang juga menciptakan Rekor MURI anak-anak menari terbanyak, diiringi musik medley Papua.
Tema yang diangkat pada HAN ke-40 ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
Papua dipilih sebagai lokasi pelaksanaan agar kemeriahan perayaan HAN juga dapat dirasakan oleh anak-anak di daerah terpencil dan terluar. [ad/adpim]
Bagikan keJakarta
Momentum Penguatan UMKM Kalsel Melalui Perluasan Pasar
JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.
Semangat penguatan UMKM tersebut turut bergema di Kalimantan Selatan. Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong UMKM naik kelas turut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengembangan UMKM binaan seperti Digdaya UMKM, Festival Kuliner Banua 2026 pada 17–19 Juli 2026, serta Pamor Borneo 2026 pada 7–9 Agustus 2026 di Banjarmasin dan Kalsel Expo 2026 pada 12–17 Agustus 2026 di Banjarbaru yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat daya saing UMKM Kalimantan Selatan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 500 ribu UMKM yang turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah, sehingga penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan secara konsisten mendorong UMKM daerah naik kelas melalui tiga pilar pengembangan, yaitu penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan.
Pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan juga diarahkan untuk mendorong praktik usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut tercemin melalui pengembangan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan yang mengusung produk berbasis produk ramah lingkungan serta melibatkan kelompok perempuan, komunitas lokal dan generasi muda. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM daerah untuk tidak hanya tumbuh dari sisi usaha, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.
Pada gelaran KKI 2026, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut ambil bagian menampilkan produk unggulan Bumi Lambung Mangkurat. Sebanyak 7 (tujuh) UMKM asal Kalimantan Selatan hadir secara luring di Hall A dan B JICC, Jakarta, dengan produk yang ditampilkan merepresentasikan kekayaan Banua, mulai dari wastra khas Kalimantan Selatan seperti kain Sasirangan premium dan ecoprint, kerajinan kayu ulin dan anyaman purun, hingga makanan dan minuman olahan berbasis komoditas lokal seperti sorgum dan kopi liberika khas Kabupaten Tapin. Keikutsertaan ini membuka ruang bagi UMKM Kalimantan Selatan untuk memperluas jaringan pasar melalui business matching pembiayaan, ekspor, dan value chain, sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada pengunjung nasional, mitra usaha, dan duta besar negara sahabat.
Selama 4 hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa. [Rls/BI]
Bagikan keEkonomi
KKI 2026, Gerakan Korporasi Gandeng UMKM Kalsel
JAKARTA, SuaraBorneo.com – Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja. Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas”, di JICC Jakarta (20/8). Talkshow digelar sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, gelaran Bank Indonesia bersinergi dengan otoritas dan penggiat UMKM. KKI 2026 mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare yang artinya Berdaya Bersama-sama.
Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi. “UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas. Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.
Gerakan Korporasi Gandeng UMKM menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha. Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas. Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 antara lain melalui fasilitasi business matching, yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.
Sepanjang tahun 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memfasilitasi business matching ekspor kepada 2 UMKM dengan nilai sebesar Rp2,08M dan business matching pembiayaan kepada 112 UMKM dengan nilai sebesar Rp8,7M hingga bulan Agustus 2026. Hal tersebut mempertegas komitmen Bank Indonesia untuk terus memperluas akses pembiayaan terhadap UMKM di daerah untuk memperluas pasar dan mengembangkan usahanya dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata. Sinergi ini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif.
Akselerasi pembiayaan terus berjalan di Kalimantan Selatan, tercermin dari realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur dengan skema mikro mendominasi sebesar Rp1,76 triliun, serta ditopang pembiayaan Ultra Mikro (UMi) senilai Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur. Penguatan juga dilakukan melalui pelatihan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) kepada pelaku UMKM dan pendataan pelaku usaha yang potensial dibiayai melalui aplikasi BISAID. Lebih lanjut, sinergi lintas instansi terus dilakukan, antara lain bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan untuk mendorong legalitas usaha UMKM agar semakin dipercaya lembaga keuangan dan Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Selatan untuk pembinaan pelaku usaha ultra mikro dan pra sejahtera.
Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan wz dan korporasi untuk terus meningkatkan intermediasi untuk mendukung sektor riil, terutama UMKM. Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM diharapkan semakin banyak UMKM terhubung dengan rantai nilai, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh dan naik kelas. Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama mendorong UMKM naik kelas, memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. [Rls-BI]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Kolaborasi dengan BAZNAS Kota Banjarmasin Salurkan Bantuan Beasiswa
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjarmasin kembali menunjukkan kepeduliannya di bidang pendidikan. Keduanya bersinergi menyalurkan bantuan beasiswa Cendikia jenjang S1 dan bantuan pendidikan bagi pelajar tingkat SD hingga SMP sederajat, di Aula Sekber Khatib Dayyan, Kamis (20/8/2026).
Total, ada 10 mahasiswa S1 yang menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus menjadi sarjana, dengan rincian 5 mahasiswa Uniska, 4 mahasiswa UIN Antasari, dan 1 mahasiswa Poliban. Total dana yang disalurkan untuk jenjang ini mencapai Rp29,5 juta.
Sementara itu, untuk tingkat SD, SMP, dan sederajat, bantuan pendidikan diberikan kepada 35 orang anak dengan total dana mencapai Rp30,7 juta. Seluruh bantuan ini disalurkan secara praktis dan aman melalui rekening Tabungan Simpanan Pelajar.
Ketua BAZNAS Kota Banjarmasin, Riduan Masykur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UPZ Bank Kalsel atas sinergi yang terus terjalin dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan pembinaan SDM di Banjarmasin.
“Bantuan ini adalah bagian dari Program Banjarmasin Cerdas melalui komponen Baznas Cendikia. Target kita tahun ini ada 300 orang penerima manfaat. Dan tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah, misalnya untuk anak-anak korban kebakaran,” ungkap Riduan.
Ia juga mengimbau masyarakat luas serta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya ke BAZNAS. “Semakin banyak dana yang masuk, semakin banyak kaum dhuafa yang bisa kita bantu. Terima kasih kepada para dermawan dan ASN, semoga Allah memberikan keberkahan,” tambahnya.
Kepala Bank Kalsel Kantor Cabang Pembantu (KCP) Syariah Gatot Subroto, Farid menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung program pendidikan ini. “Kita sudah bekerja sama lama dengan BAZNAS. Melalui kolaborasi ini, penyaluran dana dari UPZ Bank Kalsel bisa terlaksana dengan baik dan tepat sasaran untuk keperluan pendidikan anak-anak kita,” kata Farid.
Kehadiran program ini turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang turut hadir dalam acara penyerahan simbolis, berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
“Bantuan ini bukan sekadar urusan materi, melainkan wujud nyata perhatian dan kepedulian di Kota Banjarmasin agar anak-anak kita terus bersekolah dan meraih cita-citanya. Gunakan ini untuk kebutuhan pendidikan, tingkatkan prestasi, dan yang paling penting, bangun karakter yang baik. Jadilah orang yang sukses dan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta Kota Banjarmasin tercinta,” pesan Ichrom. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Momentum Hari Kemerdekaan RI, Bank Kalsel Kolaborasi dengan Telkomsel Hadirkan Promo Spesial Bagi Nasabah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Bank Kalsel berkolaborasi dengan Telkomsel menghadirkan promo spesial bagi nasabah yang melakukan transaksi melalui Aksel by Bank Kalsel.
Melalui program tersebut, pengguna Aksel berkesempatan memperoleh bonus pulsa sebesar Rp17 ribu setiap melakukan pembelian paket data dan internet bulanan OMG! Telkomsel dengan transaksi mulai dari Rp200 ribu.
Promo bertajuk spesial kemerdekaan tersebut berlangsung selama 17–31 Agustus 2026.
Program ini menjadi kesempatan bagi pengguna Aksel untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sekaligus mendapatkan keuntungan tambahan dari setiap transaksi pembelian paket Telkomsel.
Bank Kalsel mengajak masyarakat, khususnya pengguna Aksel, memanfaatkan promo tersebut selama periode berlangsung dengan melakukan pembelian paket data Telkomsel melalui aplikasi Aksel.
Promo kemerdekaan ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel menghadirkan berbagai kemudahan dan keuntungan bagi nasabah melalui layanan transaksi digital.
Jangan lewatkan kesempatan menikmati promo spesial kemerdekaan hasil kolaborasi Bank Kalsel dan Telkomsel selama periode 17–31 Agustus 2026. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Kolaborasi dengan OJK Gelar Edukasi Literasi dan Inklusi Keuangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka memperingati Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, Bank Kalsel berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan di Gedung Serbaguna SRT 2 Banjarbaru, bertempat di Jalan Guntung Harapan Kelurahan Guntung Manggis Kota Banjarbaru (19/8).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia sekolah. Kegiatan yang diisi dengan edukasi mengenai pentingnya mengenal produk dan layanan keuangan, membiasakan diri menabung, mengatur kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan layanan keuangan secara bijak dan aman. Sebagai bentuk implementasi nyata dari edukasi tersebut, Bank Kalsel melakukan pembukaan sebanyak 230 rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Langkah ini menjadi bentuk komitmen Bank Kalsel agar literasi keuangan tidak hanya berhenti pada pemahaman, tetapi juga diikuti dengan akses langsung terhadap produk keuangan formal yang sesuai bagi pelajar.Selain itu, kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari siswa/i dari jenjang SD, SMP dan SMA serta guru serta tenaga pendidik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Banjarbaru.
Turut hadir Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen & LMS OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Armansjah; Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial, Suhasmin Alfisyah, S.STP., M.Si; Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Banjarbaru, Sulis Sri Rejeki. Kegiatan juga dihadiri unsur Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Banjarbaru, Drs. Deddy Haryadi dari Bagian Perekonomian Kota Banjarbaru beserta jajaran; Sekretaris Dinas Perdagangan, BPPRD Kota Banjarbaru, Sekretaris BPKAD Kota Banjarbaru, serta jajaran Bank Kalsel dari Kantor Pusat maupun Kantor Cabang Banjarbaru.
Dalam Sambutannya, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen & LMS OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Armansjah menyampaikan bahwa pengenalan terhadap pengelolaan keuangan sejak usia sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang semakin cakap secara finansial.
“Menabung bukan persoalan besar atau kecilnya nominal yang disisihkan, tetapi bagaimana kebiasaan itu mulai dibangun sejak dini. Ketika anak-anak sudah terbiasa mengatur dan menyisihkan uang, mereka sedang belajar untuk merencanakan masa depannya. Diharapkan bersama Bank Kalsel hari ini, Pelajar tidak hanya perlu dikenalkan dengan cara menabung, tetapi juga perlu dibekali pemahaman tentang penggunaan layanan keuangan secara bijak, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan dan berbagai aktivitas keuangan illegal,” ungkap Armansjah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial, Suhasmin Alfisyah, S.STP., M.Si., mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan yang mengenai disiplin keuangan, dan merencanakan sejak dini.
“Anak-anak tidak hanya perlu dibekali pendidikan akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang akan membantu mereka menjadi pribadi yang mandiri. Salah satunya adalah kemampuan mengelola keuangan dengan baik dan membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah,” ucap Alfi.
Selanjutnya, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Banjarbaru, Sulis Sri Rejeki, menyambut baik dipilihnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Banjarbaru sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan literasi dan inklusi keuangan bersama OJK Kalsel dan Bank Kalsel dalam memberikan pemahaman kepada para siswa untuk mengelola keuangan dalam membangun kebiasaan finansial yang bijak di masa depan.
“Bagi kami, pengalaman belajar seperti ini sangat berarti karena anak-anak tidak hanya mendengar tentang pentingnya menabung, tetapi langsung diperkenalkan dengan bagaimana mereka bisa memulainya,” ujar Sri.
Pada kesempatan lainnya, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Firmansyah menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen Bank Kalsel dalam mendorong agar literasi dan inklusi keuangan yang nyata.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel ingin menghadirkan pengalaman awal yang positif bagi generasi muda dalam mengenal dan berinteraksi dengan layanan keuangan, sekaligus menumbuhkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak dini.
“Kami ingin edukasi ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Karena itu, Bank Kalsel menghadirkan langkah nyata melalui pembukaan 230 rekening SimPel agar para pelajar dapat langsung memulai kebiasaan menabung dan mengenal layanan perbankan sejak dini. sehingga para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memiliki sarana untuk mulai mempraktikkannya. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta menumbuhkan generasi Banua yang semakin cerdas, mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan,” pungkas Firmansyah.
Sebagai Informasi, literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari upaya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia dan kedepan Bank Kalsel berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta terus mengembangkan layanan keuangan di Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Pemerintah. [ady/adv]
Bagikan keBanjarbaru
Penutupan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026, Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan melalui Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman saat mewakili Gubernur Kalsel menutup secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung KH. Idham Chalid, pada Senin (17/8/2026) malam.
Sebanyak 44 putra-putri terbaik Banua yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan sebelumnya telah menuntaskan rangkaian seleksi, pendidikan, dan pelatihan, sekaligus menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Mewakili Gubernur Kalsel, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan amanah dengan disiplin, kekompakan, dan penuh tanggung jawab.
“Nama baik Paskibraka melekat pada adik-adik seumur hidup. Saya titip masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada kalian,” sampai Wagub Hasnuryadi.
Wagub Hasnuryadi mengingatkan, berakhirnya pemusatan pendidikan dan pelatihan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab para anggota Paskibraka. Sebaliknya, pengalaman selama menjalani pembinaan harus menjadi bekal untuk terus menunjukkan keteladanan di lingkungan masing-masing.
Wagub Kalsel juga meminta para anggota Paskibraka membawa kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan keluarga dan sekolah.
“Malam ini pemusatan latihan kita tutup, sedangkan tugas adik-adik sebagai teladan baru saja dimulai. Bawa pulang disiplin ini ke rumah dan ke sekolah,” ujarnya.
Selain kedisiplinan, Wagub Hasnuryadi juga mengarahkan generasi muda Kalsel untuk tekun belajar, menjaga diri, serta menjauhi narkoba, perundungan, dan pergaulan yang dapat merusak masa depan.
Menurut Wagub Hasnuryadi, para anggota Paskibraka memiliki kesempatan besar untuk menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan terus diamalkan secara istiqamah dan konsisten.
“Mudah-mudahan bisa menjadi generasi muda yang kita banggakan, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Semoga adik-adik semuanya sukses di bidangnya masing-masing dan menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya masing-masing,” ungkap Wagub Kalsel.
Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi juga berpesan agar persaudaraan yang terbangun selama pemusatan latihan tetap dijaga. Perbedaan asal daerah dan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persatuan.
Wagub Hasnuryadi juga menilai pengalaman Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam momentum itu, Hasnuryadi turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, panitia, tim kesehatan, pendamping asrama, Purna Paskibraka Indonesia, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung proses pembinaan.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tadi menanyakan kondisi adik-adik, semuanya sehat dan siap menjadi teladan di tempatnya masing-masing,” tuturnya.
Acara penutupan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko, dan segenap jajaran Pimpinan SKPD Kalsel, serta para anggota Paskibraka.
Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalsel juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp5 juta kepada salah satu perwakilan Paskibraka Kalsel.
Dengan mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”, Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup.
Namun, bagi 44 anggota Paskibraka, Hasnuryadi menegaskan bahwa penutupan pemusatan latihan justru menjadi awal untuk membuktikan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan melalui tindakan nyata di sekolah, keluarga, dan masyarakat. [Ady/Adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Berlangsung Khitmad, Wagub Kalsel Hasnuryadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung di lapangan Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/08/2026) sore.
Upacara penurunan bendera tersebut menjadi rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan penuh penghormatan, mulai dari prosesi persiapan hingga Sang Saka Merah Putih diturunkan, dilipat, dan disimpan kembali.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Syarifuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, para pejabat teras Pemerintah Provinsi Kalsel, pimpinan instansi vertikal, pejabat TNI dan Polri, serta undangan lainnya.
Usai memimpin upacara, Wagub Kalsel Hasnuryadi menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian prosesi penurunan Bendera Merah Putih berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat.
“Alhamdulillahi rabbil alamin, tugas pada pelaksanaan upacara penurunan bendera berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Wagub kemudian menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas, serta para pelatih yang telah mendampingi dan mempersiapkan mereka selama berminggu-minggu.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Paskibraka yang bertugas, maupun para pelatih yang telah berlatih selama berminggu-minggu,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan sekaligus membangun semangat bersama dalam memajukan bangsa.
“Saya juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-81 Republik Indonesia, seraya berharap momentum ini menjadi penguat persatuan dan semangat membangun bangsa,” tuturnya.
“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Mudah-mudahan kita semakin solid, bersatu, Indonesia semakin maju, dan rakyat semakin sejahtera,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Wakil Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda dan meminta generasi penerus bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak berhenti menimba ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Pesan saya untuk generasi muda, junjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan teruslah menimba ilmu sebaik-baiknya sebagai bekal. Mudah-mudahan bisa menjadikan Indonesia semakin maju, sesuai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” pesannya.
Untuk diketahui, dalam prosesi tersebut, Mayor (POM) Hendrik Yoneska, S.S.T.Han., M.H., lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012 yang menjabat Danspatpom Lanud Syamsudin Noor, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Sementara Perwira Upacara dijabat Mayor Inf Teuku Rhoma Donny Syahputra, lulusan Secapa AD tahun 2015 yang menjabat Pasiops Korem 101/Antasari. Adapun Komandan Kompi Paskibra dijabat Letnan Dua Inf Kharisma Ikhsan Cendikia, S.Sos., lulusan Sepa PK tahun 2025 yang menjabat Danton Ban Kipan A Yonif TP 828/Banua Warani Mattone.
Prosesi penurunan bendera juga melibatkan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Paskibraka. Pembawa baki dipercayakan kepada Masnah dari SMK Negeri 2 Simpang Empat, utusan Kabupaten Tanah Bumbu. Sebagai cadangan pembawa baki adalah Hidayatul Azkia dari SMA Negeri 1 Kandangan, utusan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Selanjutnya, Pascal Irfan Santoso dari Global Islamic Boarding School, utusan Kabupaten Barito Kuala, bertugas sebagai penggerak bendera. Muhammad Nurul Irfan dari SMA Negeri 4 Banjarbaru, utusan Kota Banjarbaru, bertugas sebagai pembentang bendera.
Untuk Danpok 8 dijabat Muhammad Rezky Nazari dari MA Negeri 2 Hulu Sungai Tengah, utusan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sedangkan Danpok 17 dijabat Mohammad Ashiddah Al Ghoefar Khozein dari SMA Negeri 7 Banjarmasin, utusan Kota Banjarmasin. [Ady/Adpim]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin2 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

