Daerah
Sabu-Sabu Jadi Bisnis Menggiurkan Pengedar di Kabupaten Barito Utara
BARITO UTARA, SuaraBorneo.com – Lagi lagi buktinya meskipun sudah banyak yang ditangkap tidak membuat para pelakunya jera memperjualbelikan barang haram itu.
Bahkan peredaran narkotika jenis sabu itu sudah merambah desa-desa di wilayah setempat.
Satresnarkoba Polres Barut kembali berhasil meringkus 2 pengedar sabu yang akan bertransaksi di wilayah Desa Tapen Raya, Kecamatan Gunung Timang. Dari keduanya, polisi menyita sabu dengan berat nyaris 1 ons.
Kedua pengedar itu adalah Arisno Firmanto alias Aris warga Desa Rarawa dan Wahyu Ismail alias Wahyu warga Desa Jaman.
Keduanya ditangkap polisi bersamaan di Jalan Muara Teweh-Banjarmasin, Tapen Raya RT 001, Gunung Timang, Barut, Jumat (6/9/2024) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapolres Barut, AKBP Gede Eka Yudharma, melalui Kasat Resnarkoba AKP Robertus Sonny Ady Wuryantoro membenarkan jika pihaknya mengamankan 2 pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Gunung Timang.
AKP Robertus menjelaskan kronologis penangkapan kedua pelaku yang saat itu diduga hendak bertransaksi sabu.
Menurut dia, kedua pelaku ketika hendak diamankan pihaknya sempat membuang barang bukti sabu ke tebing pinggir jalan.
Namun pihaknya berhasil mengamankan barang bukti yang dilempar pelaku. Di mana disimpan pelaku dalam kantong belanja bertuliskan Istana Boneka warna krem berisi kotak sepiker Advance warna putih yang di dalamnya terdapat 1 plastik klip bening besar diduga narkotika jenis sabu dengan jumlah cukup banyak.
Selain itu pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya terkait tindak pidana narkotika.
“Penangkapan keduanya disaksikan oleh warga setempat dan barang bukti narkotika jenis sabu yang kami amankan 99,37 gram bruto,” kata AKP Robertus, Ahad (8/9/2024) pagi.
Kedua pelaku, AKP Robertus bilang, mengakui barang bukti sabu itu milik mereka. Terkait pengakuan itu kedua pelaku langsung pihaknya amankan ke Polres Barut untuk diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya
“Atas perbuatannya kedua pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Robertus. (*)
Bagikan keDaerah
Bank Kalsel Umumkan Relokasi dan Pembukaan Kantor Kas Baru di Kotabaru
KOTABARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel mengumumkan pemindahan alamat (relokasi) dan pembukaan kantor barunya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Operasional kedua kantor itu dimulai pada Senin (20/4/2026).
Pihaknya mengumumkan pemindahan alamat Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sebelimbingan dari yang sebelumnya di Pasar Limbur Raya di Jalan Putri Ciptasari, per 20 April nanti akan resmi berkantor baru di Komplek Perkantoran Pemkab Kotabaru, Jalan Meranti Kuning, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, kode pos 72114.
Sementara itu, kantor satunya lagi adalah Kantor Kas Pasar Limbur Raya, akan mulai beroperasi di alamat yang sebelumnya ditempati oleh KCP Sebelimbingan, yaitu Pasar Limbur Raya, Jalan Putri Ciptasari.
Melalui Instagram resminya, Bank Kalsel mengatakan dengan beroperasinya dua jaringan kantornya ini di Kabupaten Kotabaru, diharapkan pelayanan kepada masyarakat setempat bisa lebih baik lagi.
“Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi Call Center Bank Kalsel di nomor 0800 1122 000,” ujar Humas Bank Kalsel. [adv]
Bagikan keDaerah
Bupati Kotabaru Pesan Bank Kalsel Tumbuh Bersama untuk Banua yang Lebih Baik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya, Muh. Rusli, SSos, Bupati Kotabaru, atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru, mengucapkan selamat ulang tahun ke-62 kepada Bank Kalsel.
Semoga Bank Kalsel semakin maju dan hebat, terus bertransformasi menjadi bank yang modern, adaptif, serta senantiasa menjadi mitra utama dalam mendukung pembangunan dan memperkuat perekonomian di Kalimantan Selatan.
Bank Kalsel, tumbuh bersama untuk Banua yang lebih baik.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [adv]
Bagikan keDaerah
Peduli Nasabah Setia, Bank Kalsel Cabang Pelaihari Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Pensiunan ASN
PELAIHARI, SuaraBorneo.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasabah setia, Bank Kalsel Cabang Pelaihari menyalurkan bantuan ratusan paket sembako yang ditujukan utama bagi para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bank Kalsel Cabang Pelaihari pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalsel yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Di Kabupaten Tanah Laut, tercatat sekitar 350-an paket sembako disalurkan kepada para pensiunan ASN yang selama ini menerima pembayaran gaji melalui bank milik daerah itu.
Kepala Bank Kalsel Cabang Pelaihari, Muhammad Hasan, menjelaskan bahwa momentum penyaluran CSR kali ini memang difokuskan untuk memberikan apresiasi kepada para pensiunan.
”Paket CSR ini diberikan kepada seluruh pensiunan ASN di Kalimantan Selatan yang gajinya dibayarkan melalui Bank Kalsel. Ini adalah wujud nyata perhatian kami kepada mereka,” ujar Hasan.
Selain menyasar para pensiunan, Bank Kalsel juga menyalurkan 25 paket sembako kepada perwakilan wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Melalui perhatian tersebut, Bank Kalsel berharap dapat memperkuat hubungan profesional dan silaturahmi dengan insan pers yang terus mengawal pembangunan di daerah. [adv]
Bagikan keDaerah
Wagub Kalsel Hasnuryadi Kagumi Warisan Kerajinan Purun dan Ilung UMKM HSU
AMUNTAI, SuaraBorneo.com – Usai melaksanakan Safari Ramadan 1447 Hijriah dan buka puasa bersama di Masjid Rasyidiyah, Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Wakil Gubernur Kalse H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, mengunjungi Kelompok Usaha Galeri Kembang Ilung di Desa Banyu Hirang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (7/3/2026) malam.
Kunjungan tersebut merupakan inisiasi Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani, yang ingin menunjukkan potensi kerajinan khas daerah yang telah berkembang pesat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setempat, bahkan telah menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Selain itu, kunjungan ini juga menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah, khususnya pada sektor kerajinan berbahan baku lokal yang memiliki nilai ekonomi dan budaya tinggi.
Galeri Kembang Ilung dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan yang memproduksi aneka anyaman bernilai seni tinggi dengan bahan dasar eceng gondok (ilung) dan purun.
Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari tas, dompet, topi, sandal hotel, kursi atau mebel, boks penyimpanan hingga berbagai dekorasi rumah (home decor).
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman memberikan apresiasi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat yang mampu bertahan dan berkembang melalui sektor UMKM.
Menurutnya, kerajinan khas Hulu Sungai Utara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bahkan hingga menembus pasar internasional.
“Produk kerajinan dari HSU ini kualitasnya sangat baik dan bahkan sudah menembus pasar luar negeri. Ini menunjukkan bahwa karya masyarakat banua memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Wagub Hasnuryadi juga menyoroti peran industri kerajinan tersebut dalam pemberdayaan masyarakat.
Wagub Hasnuryadi menyebut, usaha berbasis keterampilan tradisional ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan masyarakat.
“Keterampilan mengolah bahan baku lokal seperti purun dan ilung ini diwariskan secara turun-temurun. Dari ibu rumah tangga kemudian berkembang menjadi usaha yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” tambahnya.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendorong digitalisasi pemasaran bagi para pelaku UMKM. Berbagai pelatihan digital diberikan agar para pengrajin mampu memperluas pasar melalui platform online.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah juga menyediakan outlet khusus bagi produk UMKM di bandara melalui Dinas Koperasi dan UKM. Para pengrajin dapat menitipkan produknya dengan sistem konsinyasi tanpa dipungut biaya.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memperkuat pemasaran produk lokal melalui kebijakan daerah. Berdasarkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan, toko swalayan modern diwajibkan menyediakan ruang sebesar 30 persen untuk produk-produk lokal.
“Ini salah satu upaya agar produk UMKM kita bisa lebih mudah dipasarkan dan dikenal masyarakat luas,” jelas Wagub Hasnur.
Melalui dukungan berbagai pihak dan semangat “HSU Bangkit”, Hasnuryadi berharap kerajinan khas Hulu Sungai Utara tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga mampu memperkuat perekonomian masyarakat Kalimantan Selatan secara berkelanjutan. [adv/adpim]
Bagikan ke
Daerah
Pemprov Kalsel Dukung Tanam Jagung Serentak Perkuat Swasembada Pangan Nasional
TANAH LAUT, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungannya terhadap program penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di kawasan Bentok, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (7/3/2026) siang.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dalam sambutan tertulis melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak yang dilaksanakan secara nasional dan dipusatkan di Sumatera Selatan.
“Hari ini penanaman jagung serentak yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel dan penanaman dilaksanakan di Sumatera Selatan, kemudian untuk di Kalimantan Selatan ditempatkan di Bentok, Banyu Hirang, Tanah Laut,” terangnya.
Gubernur Muhidin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap program tanam jagung Kuartal I yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel, sebagai upaya mendorong peningkatan produksi jagung sekaligus membantu kesejahteraan petani.
“Pemerintah provinsi sendiri mendukung kegiatan penanaman jagung Kuartal I yang dilaksanakan oleh Polda Kalsel dengan memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga akan membahas lebih lanjut terkait stabilitas harga jagung agar harga yang diterima petani tetap menguntungkan.
“Untuk penguncian harga nanti mungkin akan kita bahas lebih lanjut. Yang jelas pemerintah berharap harga yang diterima petani tidak merugikan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan penanaman jagung oleh jajaran Polri di Kalimantan Selatan menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi jagung serta ketahanan pangan daerah.
Ia menyebut target penanaman jagung oleh Polri di wilayah Kalsel mencapai 1.431 hektare. Saat ini Polda Kalsel memiliki lahan sekitar 2.052 hektare dan sekitar 900 hektare di antaranya telah ditanami jagung.
“Kabupaten Tala ini juga kita akan canangkan sebagai sentra jagung Provinsi Kalsel,” ungkap Yudha.
Ia juga menyampaikan bahwa harga jagung yang diterima petani saat panen cukup kompetitif, yakni sekitar Rp4.000 per kilogram untuk jagung basah, Rp5.500 per kilogram dengan kadar air 17–18 persen, dan Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen.
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto optimistis daerahnya dapat menjadi sentra produksi jagung di Kalimantan Selatan. Ia mengungkapkan pada tahun 2020 luas tanam jagung di Tanah Laut mencapai sekitar 2.759 hektare dengan total produksi sekitar 123 ribu ton.
Namun produksi sempat menurun akibat pandemi Covid-19 yang memengaruhi aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen.
Rahmat menilai salah satu tantangan yang dihadapi petani adalah ketidakstabilan harga jual jagung di pasar. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang berinisiatif membantu menjaga harga pembelian jagung di tingkat petani.
Salah satu perwakilan kelompok tani di Tanah Laut, Kartono, mengaku kerja sama dengan Polri memberikan dampak positif bagi para petani.
“Karena keuntungan itu bersih kita terima, tidak perlu dipotong untuk apapun lagi. Jadi keuntungan itu lebih berasa,” kata Kartono.
Ia menambahkan sistem tersebut membuat petani merasa lebih nyaman karena tidak perlu lagi memikirkan penyimpanan maupun pemasaran hasil panen. [adv/adpim]
Bagikan ke
Daerah
Safari Ramadan di HSU, Wagub Kalsel Hasnuryadi Ajak Semua Pererat Silaturahmi dan Jaga Kebersamaan Membangun Daerah
AMUNTAI, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi melaksanakan kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Rasyidiyah, Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, pada Sabtu (7/3/2026) bertepatan dengan 17 Ramadan 1447 H.
Kegiatan Safari Ramadan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru ini menjadi momentum silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman secara simbolis menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalsel kepada masyarakat. Selain itu, juga diserahkan paket sembako kepada warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Mengawali sambutannya, Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan salam dari Gubernur Kalsel, H. Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel, ulun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dari masyarakat Desa Telaga Silaba dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara,” ujar Hasnuryadi.
Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda rutin pemerintah, tetapi juga momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.
Wagub Hasnuryadi menegaskan bahwa bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membangun kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Bulan suci Ramadan adalah waktu terbaik bagi kita untuk saling mengetuk pintu hati, saling memaafkan, dan memperkuat kebersamaan. Kehadiran kami di sini untuk memastikan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Wagub Hasnuryadi mengajak seluruh masyarakat untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan serta menjaga kebersamaan dalam membangun daerah.
“Mari kita jaga banua kita dengan doa dan kerja nyata. Semoga amal ibadah kita di bulan penuh rahmat ini diterima oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya
Bupati HSU, H. Sahrujani menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kunjungan jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel ke HSU.
Menurutnya, kehadiran Wagub Kalsel Hasnuryadi menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah provinsi terhadap masyarakat HSU.
“Keberadaan Bapak Wakil Gubernur di tengah masyarakat HSU merupakan wujud nyata perhatian pemerintah provinsi kepada daerah kami,” ujar Sahrujani.
Pada kesempatan tersebut, Sahrujani juga melaporkan kondisi terkini daerah, khususnya terkait penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Amuntai.
Sahrujani menyebut, Kabupaten HSU sering menerima aliran air kiriman dari sejumlah daerah di sekitarnya.
“Di Amuntai ini kami menerima kiriman air dari berbagai penjuru, mulai dari Tanjung, Balangan hingga Barabai. Berkat bantuan alat ekskavator apung dari pemerintah provinsi untuk normalisasi sungai, penurunan debit air kini bisa lebih cepat ditangani,” jelasnya.
Selain membahas penanganan banjir, Sahrujani turut mempromosikan potensi kerajinan khas masyarakat Amuntai Selatan.
Sahrujani berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan di tingkat provinsi, untuk membantu memperluas pemasaran produk UMKM lokal.
Menurutnya, kerajinan khas HSU telah diakui secara nasional, namun masih membutuhkan penguatan akses pasar agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi para perajin.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah yang disampaikan oleh KH. Said Masrawan, serta doa bersama yang dipimpin oleh KH. Abdurrahim. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan dilanjutkan salat Magrib berjamaah.
Acara tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Wakil Bupati HSU, unsur Forkopimda Kabupaten HSU, jajaran Kepala SKPD Provinsi Kalsel dan Kabupaten HSU, pimpinan instansi vertikal, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSU, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]
Bagikan keDaerah
Bank Kalsel Targetkan Jadi Bank Devisa, Pemkab Tala Kantongi Rp41 Miliar
PELAIHARI, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus memperkuat basis fiskal daerah melalui sinergi dengan sektor perbankan dan optimalisasi bagi hasil pajak provinsi.
Langkah strategis ini mengemuka saat Wakil Bupati Tanah Laut menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa 2026 Bank Kalsel di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Rabu (4/3/2026).
Pertemuan krusial yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, ini tidak sekadar membahas laporan kinerja tahunan, tetapi juga menjadi momentum pencairan dana bagi hasil pajak daerah Triwulan IV Tahun Anggaran 2025.
Suntikan Dana Segar untuk Bumi Tuntung Pandang
Kabar baik bagi pembangunan di Tanah Laut datang melalui penyerahan secara simbolis dana bagi hasil pajak daerah.
Berdasarkan hasil rekonsiliasi, Kabupaten Tanah Laut menerima alokasi sebesar Rp41.021.342.537.
Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa pembagian ini dilakukan secara proporsional sesuai regulasi yang berlaku.
Ia pun menaruh harapan besar agar skema pembagian ke depan bisa semakin memberikan dampak yang merata bagi seluruh daerah di Kalimantan Selatan.
Ambisi Menuju Bank Devisa dan Penguatan Modal
Di sisi lain, jalannya RUPS juga menyoroti ambisi Bank Kalsel untuk naik kelas.
Manajemen menargetkan perubahan status menjadi bank devisa yang diproyeksikan terealisasi pada Juni mendatang.
Untuk mendukung daya saing tersebut, skema pemenuhan modal hingga Rp10 triliun melalui opsi pola seri A dan seri B menjadi bahasan utama para pemegang saham.
Meskipun performa perbankan plat merah ini dinilai positif, Gubernur memberikan catatan kritis agar jajaran direksi tidak cepat berpuas diri dalam melayani nasabah di daerah.
“Bank Kalsel sudah baik dan sehat, tetapi harus lebih aktif jemput bola melayani seluruh lapisan masyarakat di Banua,” sampai Gubernur H. Muhidin di hadapan para kepala daerah.
Dorong Peningkatan Pendapatan Daerah
Melalui pertemuan ini, para kepala daerah se Kalsel sepakat bahwa strategi menjangkau pelaku usaha dan masyarakat hingga ke akar rumput adalah kunci utama peningkatan pendapatan.
Langkah proaktif “jemput bola” diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang mampu memperkuat permodalan bank sekaligus meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) masing-masing kabupaten/kota.
Selain Wakil Bupati Tala, acara ini turut dihadiri oleh bupati dan wali kota se-Kalsel, jajaran komisaris, serta direksi Bank Kalsel yang berkomitmen menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah tantangan ekonomi global. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

