Banjarmasin
Pertamina Patra Niaga Kembali Aktifkan Satgas Nataru 2024-2025, Siap Optimalkan Penyaluran BBM dan LPG di Kalimantan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – PT Pertamina Patra Niaga kembali aktifkan Posko Satuan Tugas Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Satgas Nataru), untuk memastikan ketersediaan stok dan penyaluran BBM serta LPG menjelang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Alexander Susilo dalam keterangan persnya, pada Senin (16/12).
“Efektif terhitung mulai mulai tanggal 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025 Satgas NATARU di kantor Regional dan seluruh lokasi suplai point BBM dan LPG yang tersebar di wilayah Kalimantan mulai mengawal dan memantau pasokan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG,” ujar Alex.
Diperkirakan untuk nataru tahun ini akan terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax dan Pertalite) hingga 3,7%, BBM jenis gasoil (Dex Series dan Biosolar) sebanyak 1,1%, LPG sebesar 4,5% dan Avtur sebesar 0,4% dari rata-rata normal harian di wilayah Kalimantan. Untuk di Provinsi Kalimantan Selatan sendiri estimasi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline mencapai 3,8%, BBM jenis gasoil sebesar 1,1%, kenaikan konsumsi LPG 3,8% dan untuk Avtur sebesar 1,0% dari rata-rata normal harian.
“Pada tahun ini, Patra Niaga di Kalimantan memproyeksikan akan terjadi peningkatan permintaan BBM dan LPG sepanjang Satgas Nataru 2024-2025 di wilayah Kalimantan. Peningkatan diperkirakan akan terjadi sebesar 3,7% untuk BBM jenis gasoline dari 8.046 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 8.345 KL saat Nataru, BBM jenis gasoil sebanyak 1,1% dari 3.389 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 3.424 KL, LPG sebesar 4,5% dari 1.800 MT per hari di saat normal menjadi 1.881 MT sedangkan Avtur yang mengalami kenaikan sebesar 0,4% dari 566 KL per hari di saat normal menjadi 571 KL,” jelas Alex.
“Sementara untuk Provinsi Kalimantan Selatan, estimasi peningkatan BBM jenis gasoline mencapai 3,8%, dari 1.927 KL menjadi 2.000 KL, BBM jenis gasoil sebesar 1,1%, dari 837 KL menjadi 847 KL, kenaikan konsumsi LPG sebesar 3,8% dari 426 MT menjadi 442 MT dan untuk Avtur sebesar 1,0% dari 102 KL menjadi 103 KL dari rata-rata harian normal,” lanjut Alex.
Alex menambahkan, khusus di beberapa wilayah jalur potensial (jalur toll, jalur wisata, jalur logistik), Pertamina juga menyiagakan SPBU di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 90 SPBU Siaga yang tersebar di Kalimantan Timur sebanyak 24 SPBU, Kalimantan Barat 18 SPBU, Kalimantan Tengah 12, Kalimantan Utara 5 SPBU dan Kalimantan Selatan 31 SPBU. Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stock sejak H-14. Serta Pertamina juga menyiagakan sebanyak 246 Agen LPG Siaga di seluruh wilayah Kalimantan.
Sementara itu, untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur di seluruh Kalimantan dalam keadaan aman dan Patra Niaga akan terus mengoptimalkan penyediaan stok tersebut. Terkait ketahanan stok rata-rata ketahanan stok BBM antara 12 – 18 hari akumulatif, LPG berkisar 5 hari dan Avtur berkisar 12 hari.
“Kami pastikan untuk stok BBM dan LPG aman untuk Nataru. Di beberapa daerah di Kalimantan memang kerap terjadi keterlambatan pasokan bukan karena masalah kuota dan stok tapi lebih ke arah teknis. Contoh dari kendala teknis adalah distribusi saat di laut karena cuaca kurang baik sehingga butuh waktu tambahan untuk sandar atau distribusi darat yaitu mobil tangki yang menempuh jarak cukup jauh dengan kondisi jalan yang beragam,” ungkap Alex.
Dukungan dari Instansi dan Aparat Pemerintah diperlukan untuk memperlancar distribusi BBM. Pertamina berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait langkah pengamanan terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM terutama pada titik yang dapat mengakibatkan kemacetan. Tidak hanya kepolisian, koordinasi juga dilakukan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLJAR) dan Badan Geologi untuk antisipasi kendala daerah rawan macet dan longsor, perbaikan jalan, area keluar/masuk lokasi Fuel Terminal, serta Bank persepsi untuk memperlancar proses keuangan khususnya di saat hari libur.
“Dalam pelaksanaan satgas nataru selain berkoordinasi internal baik Tim Holding maupun Subholding, Pertamina selalu berkoordinasi dengan instansi terkait meliputi Kementerian ESDM, Kementrian Perhubungan, BPH Migas, Kepolisian, Jasa Marga, TNI dan PT Telkom Indonesia,” ujar Alex.
Sebagai sub holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga tentunya akan terus berkomitmen memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Bagi konsumen atau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait proses bisnis Pertamina Patra Niaga termasuk yang terkait dengan kegiatan Satgas Nataru dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.
“Kami berharap dengan adanya posko satgas ini kepastian penyaluran dan kesiapan stok BBM serta LPG serta Avtur dapat dioptimalkan dengan baik. Bagi masyarakat atau konsumen yang membutuhkan informasi ketersediaan stok ataupun memberikan masukan serta saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina. Khusus di Regional Kalimantan masyarakat dapat menghubungi Call Center Satgas Regional Kalimantan di nomor 08115410135,” pungkas Alex. [ad/ril]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel: Tetap Tangguh, Terus Berbenah, dan Bertumbuh Bersama Banua
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dinamika perekonomian nasional, termasuk penyesuaian alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dalam kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat, menghadirkan tantangan baru bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia. Kebijakan ini memengaruhi kapasitas fiskal daerah dan berdampak pada penghimpunan dana pemerintah daerah di BPD. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan asset dan laba BPD. Bagi Bank Kalsel sebagai bank pengelola kas daerah Kalimantan Selatan, perubahan ini menjadi titik tolak untuk melangkah lebih jauh dan memperluas peran.
Bank Kalsel menjadikan kondisi ini sebagai momentum untuk memperkuat strategi bisnis dan mempercepat transformasi. Bank Kalsel terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam menghimpun dana dari berbagai sumber di luar pemerintah daerah, memperluas basis nasabah perorangan dan dunia usaha, mengembangkan layanan digital, serta memperkuat pembiayaan kepada sektor produktif, pelaku UMKM, dan masyarakat Kalimantan Selatan, Sabtu (7/11/2026).
Potensi besar yang kini sedang dioptimalkan adalah status Bank Kalsel sebagai bank devisa. Dengan status tersebut, Bank Kalsel melayani transaksi valuta asing, pengiriman uang antarnegara, dan pembiayaan perdagangan internasional. Bank Kalsel siap mendampingi pelaku usaha berorientasi ekspor di Kalimantan Selatan, mulai dari korporasi pengolah komoditas unggulan daerah hingga UMKM yang ingin menembus pasar global, termasuk dalam pengelolaan devisa hasil ekspor.
Bank Kalsel juga melayani kebutuhan valuta asing masyarakat Banua, seperti untuk ibadah haji dan umrah, pendidikan, maupun perjalanan ke luar negeri. Dengan begitu, perputaran dana dari aktivitas ekonomi daerah semakin banyak dikelola oleh bank milik daerah sendiri.
Langkah ini sejalan dengan semangat Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) agar BPD naik kelas, yakni berperan sebagai pengelola arus dana, penjaga likuiditas, dan penggerak ekonomi daerah. Kedekatan dengan pemerintah daerah dan pemahaman atas ekonomi lokal menjadi modal Bank Kalsel untuk menjalankan peran tersebut, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Kepercayaan masyarakat, dunia usaha, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan adalah kekuatan utama Bank Kalsel. Untuk itu, Bank Kalsel terus berbenah dan menyambut baik kritik, masukan, serta saran yang membangun dari seluruh pihak demi menjadi bank yang semakin baik bagi Banua.
“Kami melihat perubahan ini sebagai peluang untuk tumbuh lebih luas. Dengan inovasi layanan dan peran sebagai bank devisa, Bank Kalsel siap menjadi mitra pelaku usaha dan masyarakat Banua, dari pasar lokal hingga pasar global. Kami mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus memberikan dukungan dan kepercayaan kepada Bank Kalsel.Dukungan masyarakat adalah energi kami untuk terus berkembang, berkontribusi nyata bagi perekonomian daerah, dan menjadi kebanggaan Banua,” ujar Agus Setiawan, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel.
Mari bersama-sama menjaga, mendukung, dan membesarkan bank milik masyarakat Kalimantan Selatan. Bank Kalsel, Setia Melayani Melaju Bersama. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Pengurangan Dana TKD Ancam Kinerja Bank Kalsel, Pemerintah Diminta Siapkan Antisipasi
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tidak hanya berdampak terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah, tetapi juga berpotensi mengguncang kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk Bank Kalsel.
Pengamat sosial Noorhalis Majid menilai, berkurangnya dana TKD telah memberikan tekanan terhadap hampir seluruh BPD di Indonesia. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar keberlangsungan bank milik daerah tidak terancam.
“Kalau pemerintah pusat ingin mendorong perekonomian daerah, termasuk mempertahankan BPD di seluruh Indonesia, dampak pengurangan TKD semestinya sudah diantisipasi. Apakah pemerintah pusat memahami pengaruh kebijakan ini terhadap BPD?” ujar mantan Ketua KPU Kota Banjarmasin menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (03/11/2026).
Menurut Majid yang pernah menjabat Kepala Perwakilan Ombudsman dua periode ini juga mengatakan, tanpa langkah antisipasi yang tepat, penurunan kinerja tersebut dikhawatirkan semakin memburuk dan mengancam keberlangsungan BPD. Bahkan, Bank Kalsel pun tidak boleh menganggap dirinya aman dari dampak kebijakan tersebut.
Karena itu, antisipasi tidak cukup hanya dengan mengoreksi kebijakan efisiensi dan pengurangan TKD dari pemerintah pusat. Bank Kalsel juga harus menyiapkan langkah strategis agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan yang kurang berpihak terhadap daerah.
Noorhalis mengakui, persoalan yang dihadapi Bank Kalsel tidak sederhana. Penurunan kinerja tidak bisa semata-mata dibebankan kepada manajemen, karena turut dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat dan kondisi ekonomi global yang berdampak terhadap perekonomian daerah.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut Bank Kalsel lebih adaptif dan berani melakukan pembenahan.
Ada tiga langkah strategis yang perlu dipertimbangkan. Pertama, mendorong perputaran ekonomi daerah agar lebih dinamis dengan menempatkan Bank Kalsel sebagai salah satu motor penggeraknya.
Bank Kalsel perlu memperluas kerja sama dengan pengusaha lokal melalui berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selama ini, sumber dana Bank Kalsel banyak bertumpu pada kas pemerintah daerah. Karena itu, perputaran dana pemerintah daerah semestinya tidak hanya menjadi sumber likuiditas bank, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan dunia usaha di daerah.
Kedua, melakukan efisiensi secara menyeluruh terhadap pengeluaran perusahaan. Seluruh komponen belanja perlu dievaluasi, termasuk gaji, bonus, dan berbagai pengeluaran lainnya agar lebih rasional dan proporsional.
“Jangan sampai terjadi lebih besar pasak daripada tiang. Beban pengeluaran harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi perusahaan,” tegasnya.
Ketiga, membangun partisipasi yang lebih luas dengan melibatkan para pakar, akademisi, serta pelaku ekonomi. Menurutnya, kompleksitas persoalan yang dihadapi Bank Kalsel tidak mungkin diselesaikan hanya melalui pemikiran internal perusahaan. Diperlukan pandangan dan masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan strategi penyelamatan dan penguatan bank daerah tersebut.
Noorhalis menegaskan, masyarakat Kalimantan Selatan pada dasarnya memiliki kepedulian besar terhadap keberadaan dan masa depan Bank Kalsel. Karena itu, kritik yang disampaikan publik seharusnya tidak dipandang sebagai serangan, melainkan bentuk kepedulian agar bank kebanggaan masyarakat Banua tersebut tetap sehat dan mampu bertahan.
“Yakinlah, semua warga Kalsel sangat cinta dan peduli terhadap keberadaan serta masa depan Bank Kalsel. Kalau pun ada kritik, itu merupakan bagian dari kepedulian untuk menyelamatkan Bank Kalsel dari kinerja buruk,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan, kinerja sebuah perusahaan atau lembaga tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Meski kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global turut menentukan, kemampuan manajemen dalam membaca persoalan, mengambil keputusan, serta melakukan pembenahan tetap menjadi faktor penting.
Karena itu, Bank Kalsel dituntut tidak sekadar bertahan menghadapi tekanan pengurangan TKD, tetapi juga melakukan transformasi agar tidak terus bergantung pada dana pemerintah daerah dan memiliki sumber pertumbuhan bisnis yang lebih kuat. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Perkuat Mengembangkan SDM Lewat Aksel University
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui Aksel University yang berlokasi di Kantor Pusat II Bank Kalsel, Jalan S. Parman, Banjarmasin.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah, mengatakan Aksel University disiapkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, sekaligus terbuka bagi perusahaan daerah dan instansi lain.
Fasilitas ini dilengkapi sejumlah ruang kelas yang akan diisi instruktur untuk memberikan edukasi dan pelatihan, khususnya terkait operasional perbankan.
“Pendidikan dan pelatihan di Aksel University ini terbagi dalam beberapa kelas. Nantinya, kelas-kelas akan diisi instruktur yang memberikan pemahaman dan edukasi terkait kegiatan operasional perbankan,” ujarnya.
Bank Kalsel berencana segera meresmikan fasilitas tersebut. Ke depan, Aksel University diharapkan dapat dimanfaatkan perusahaan daerah, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), untuk meningkatkan kompetensi pegawai.
Melalui Aksel University, Bank Kalsel ingin memperluas akses pelatihan perbankan sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM di Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Haul ke-80 Habib Basirih, Wagub Kalsel Hasnuryadi Ajak Jaga Persatuan dan Mempererat Kebersamaan Meneladani para Ulama
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut membaur dengan para habaib, ulama dan para tuan guru serta jamaah masyarakat di peringatan puncak haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih), di area Kubah Keramat Basirih RT 13 Kelurahan Basirih Kota Banjarmasin, Sabtu (31/10/2026) siang.
Jamaah haul dari berbagai pelosok di Kalsel dan sekitarnya itu, berbondong-bondong datang melalui jalur sungai maupun darat, dan tidak sedikit yang tiba sejak subuh hari.
Sejumlah habaib dan ulama hadir, diantaranya Habib Idrus bin Abdullah Al Idrus, Habib Abubakar bin Abdul Kadir (Malang) , Habib Muhammad Ali bin Idrus Hasan bin Hamid Bahasyim, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamdi Bahasyim, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, serta sejumlah pejabat lingkup Pemprov Kalsel.
Pada kesempatan itu, Wagub Hasnuriyadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta meneladani keteladanan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW ujar Hasnuriyadi, hendaknya berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat harus disikapi dengan semangat persaudaraan, kekompakan, serta saling mendukung.
“Paling penting adalah cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Apa pun yang kita hadapi, tentunya kita harus selalu bersatu, solid, dan melakukan yang terbaik,” ungkap Wagub.
Tak lupa Wagub Hasnuryadi menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada para jamaah haul yang hadir.
“Izinkan ulun menyampaikan salam hormat dari Gubernur H. Muhidin. Beliau juga memohon doa, dengan semua tantangan yang dihadapi saat ini, ada karhutla dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan,” ucap Hasnuriyadi.
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah provinsi terus berupaya memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, habaib, dan alim ulama menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan serta mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih baik.
“Kami di pemerintah siap melaksanakan tugas. Namun, kami tidak mampu melaksanakannya sendiri. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Banua, bimbingan para habaib dan ulama, serta yang paling penting doa kita bersama,” tuturnya.
Wagub Hasnuriyadi juga mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan banyak ulama dan tokoh agama di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi panutan sekaligus sumber tuntunan bagi masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti haul tidak hanya menjadi sarana mengenang perjalanan hidup dan perjuangan seorang ulama, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperdalam kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Atas nama Pemprov Kalsel, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan seperti ini di seluruh wilayah Kalsel dan diharapkan masyarakat bisa menghadiri haul-haul seperti ini untuk meningkatkan ketaqwaan kepasa Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Diharapkan penyelenggaraan haul-haul berikutnya semakin baik, tertib, dan terus mempertahankan semangat kebersamaan yang telah terbangun.
Adapun rangkaian haul, dimulai pembacaan manaqib atau riwayat perjalanan hidup Habib Hamid bin Abbas Bahasyim disampaikan oleh Habib Fathurrahman Bahasyim.
Peringatan haul diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang keteladanan Habib Basirih sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Tausiah atau pesan-pesan keagamaan disampaikan Pimpinan Rabithah Alawiyah (organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW) untuk wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru, Habib Idrus bin Abdullah Alaydrus dari Martapura Kabupaten Banjar. [ady/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Perkuat Majukan Sektor UMKM di Kalsel Hadirkan Stan di University Aksel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, dengan menghadirkan stan Aksel UMKM di University Aksel, serta galeri serupa di Kantor Pusat 2 Bank Kalsel, Jl. S. Parman, Banjarmasin. Selasa.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah, mengungkapkan bahwa kehadiran Aksel UMKM merupakan langkah strategis untuk menampilkan berbagai produk kearifan lokal masyarakat Banua.
“Di Aksel UMKM ini kami tampilkan beberapa produk dari nasabah-nasabah binaan Bank Kalsel,” ujar Firmansyah.
Berbagai produk unggulan yang ditawarkan antara lain kain sasirangan khas Kalsel, kerajinan anyaman daun purun, aneka produk makanan ringan, hingga kopi dan berbagai produk pilihan lainnya.
Lebih lanjut, Firmansyah menjelaskan inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak kreativitas para pelaku UMKM. Kemitraan dengan Bank Kalsel diharapkan dapat menjadi pembuktian bahwa pelaku usaha daerah mampu menghasilkan karya terbaik yang siap diserap dan dijual secara luas kepada masyarakat.
Melalui fasilitas promosi ini, para pelaku UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya serta memperkuat struktur permodalan.
Tidak hanya memberikan ruang pamer, Bank Kalsel juga berkomitmen mendukung kemudahan finansial pelaku usaha melalui berbagai skema pembiayaan yang inklusif. Salah satu ujung tombaknya adalah fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Betul, bisa melalui program KUR. Dan hal lainnya yang mungkin bisa kita bina langsung melalui beberapa program yang ada di Bank Kalsel,” tutup Firmansyah. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Apresiasi Gerak Cepat Polres Tanan Bumbu Ungkap Kasus Dugaan Penggelapan Dana Nasabah
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menanggapi pemberitaan terkait penangkapan oknum petugas pengamanan (security) berinisial IS atas dugaan penggelapan dana nasabah di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Agus Setiawan, memberikan tanggapan resmi.
“Perkara yang saat ini ditangani pihak kepolisian merupakan tindak lanjut dari laporan resmi Bank Kalsel,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Agus menegaskan, pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) merupakan langkah proaktif Bank Kalsel dalam menindaklanjuti kejadian tersebut, sekaligus upaya memberikan efek jera kepada oknum pelaku.
“Bank Kalsel tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan yang merugikan nasabah. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak berwajib dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.
Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Tanah Bumbu (Tanbu), khususnya Satreskrim Polres Tanah Bumbu beserta jajaran, serta Unit Jatanras Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, dan Polsek Muara Jawa beserta jajaran atas kesigapan dan sinergi dalam mengungkap kasus serta mengamankan pelaku.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta tata kelola demi menjaga kepercayaan dan keamanan dana nasabah,” tutupnya. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Akan Resmikan AKSEL University Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel sebentar lagi bersiap untuk meresmikan AKSEL Universty, sebuah wadah untuk pusat pelatihan dan pendidikan bagi SDM Bank Kalsel maupun lembaga lainnya.
AKSEL Universty hadir di Jalan S Parman Banjarmasin dengan beragam fasilitas yang sudah disediakan, baik ruangan maupun instruktur profesional.
Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah mengatakan AKSEL Universty dirancang sebagai wadah pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan peserta, khususnya terkait operasional perbankan.
Fasilitas dilengkapi sejumlah ruang kelas yang nantinya akan diisi instruktur untuk memberikan edukasi dan pelatihan sesuai kebutuhan peserta.
“Pendidikan dan pelatihan di AKSEL University ini terbagi dalam beberapa kelas. Nantinya, kelas-kelas akan diisi instruktur yang memberikan pemahaman dan edukasi terkait kegiatan operasional perbankan,” ujar Firmansyah.
Melalui fasilitas ini, Bank Kalsel ingin membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan daerah di Kalsel untuk meningkatkan kompetensi pegawai melalui program pendidikan dan pelatihan yang terarah.
Salah satu pihak yang berpotensi memanfaatkan fasilitas tersebut adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemahaman mengenai operasional perbankan, sehingga kompetensi sumber daya manusia di sektor keuangan daerah semakin berkembang.
“Sebagai contoh, kami bekerja sama dengan BPR. Mereka juga bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan pemahaman terkait kegiatan operasional perbankan,” jelasnya.
Di sisi lain, AKSEL University juga menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas karyawan dan karyawati agar semakin memahami bidang pekerjaan serta mampu mengikuti kebutuhan dan perkembangan industri perbankan.
Setelah diresmikan, AKSEL Universty diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi dalam pengembangan SDM, sekaligus memperluas manfaat pendidikan dan pelatihan perbankan bagi perusahaan daerah di Kalsel. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

