Haul Guru Sekumpul ke-20, Bank Kalsel Dukung dan Bekerjasama dengan Pemda Sediakan Fasilitas Rest Area Bagi Jemaah - SuaraBorneo.com
Connect with us

Kalsel

Haul Guru Sekumpul ke-20, Bank Kalsel Dukung dan Bekerjasama dengan Pemda Sediakan Fasilitas Rest Area Bagi Jemaah

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, menyampaikan kontribusi Bank Kalsel dalam Peringatan Haul Guru Sekumpul ke-20. (Foto/Ist) 

MARTAPURA, SuaraBorneo.com – Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi terhadap kegiatan keagamaan, Bank Kalsel turut berpartisipasi dalam Peringatan Haul Guru Sekumpul yang ke-20 yang dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2024 / 5 Rajab 1446 Hijriah di Martapura. Partisipasi Bank Kalsel diwujudkan melalui penyediaan rest area untuk melayani para jemaah di tujuh wilayah kabupaten/kota terdekat dari lokasi kegiatan yang dikelola oleh Kantor Cabang Bank Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat, antara lain:

1. Kota Banjarbaru, berlokasi di Lapangan Murjani dan Q Mall
2. Kota Banjarmasin, berlokasi di Km 6
3. Kabupaten Banjar, berlokasi di Bank Kalsel KC Martapura dan Samsat Kabupaten Banjar
4. Kabupaten Barito Kuala, berlokasi di Bundaran Jembatan Rumpiang
5. Kabupaten Tanah Laut, berlokasi di Banyu Irang
6. Kabupaten Tapin, berlokasi di Masjid Raya Nurul Falah, Jalan By Pass Terantang, Bank Kalsel KC Rantau dan Parandakan.
7. Kabupaten HST, berlokasi Mesjid Al-Ishlah Mandingin, Simpang 10 dan Mesjid Al Ma’shum Bukat Bawan

Fasilitas dan dukungan di setiap rest area dilengkapi dengan tenda-tenda Bank Kalsel yang menyediakan meja, kursi, makanan dan minuman untuk para jemaah yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan haul.

Partisipasi Bank Kalsel dalam kegiatan Peringatan Haul Guru Sekumpul ke-20 mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan menyediakan fasilitas yang nyaman bagi para jemaah, Bank Kalsel berharap dapat membantu kelancaran acara dan memberikan pengalaman yang positif bagi semua yang hadir.

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, menyampaikan kontribusi Bank Kalsel dalam Peringatan Haul Guru Sekumpul ke-20 merupakan suatu kehormatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bank Kalsel untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai institusi perbankan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan sosial dan keagamaan. Ia berharap fasilitas rest area yang disediakan dapat memberikan kenyamanan bagi para jemaah dan mendukung kelancaran acara ini.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan kembali pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Haul Guru Sekumpul adalah momen untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas. Semoga keberkahan acara dan energi positif ini dirasakan oleh seluruh jemaah dan masyarakat luas,” pungkasnya. [adv/ad]

Bagikan ke

Banjarmasin

Pengurangan Dana TKD Ancam Kinerja Bank Kalsel, Pemerintah Diminta Siapkan Antisipasi

Published

on

Pengamat sosial Noorhalis Majid. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) tidak hanya berdampak terhadap kemampuan fiskal pemerintah daerah, tetapi juga berpotensi mengguncang kinerja Bank Pembangunan Daerah (BPD), termasuk Bank Kalsel.

Pengamat sosial Noorhalis Majid menilai, berkurangnya dana TKD telah memberikan tekanan terhadap hampir seluruh BPD di Indonesia. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar keberlangsungan bank milik daerah tidak terancam.

“Kalau pemerintah pusat ingin mendorong perekonomian daerah, termasuk mempertahankan BPD di seluruh Indonesia, dampak pengurangan TKD semestinya sudah diantisipasi. Apakah pemerintah pusat memahami pengaruh kebijakan ini terhadap BPD?” ujar mantan Ketua KPU Kota Banjarmasin menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (03/11/2026).

Menurut Majid yang pernah menjabat Kepala Perwakilan Ombudsman dua periode ini juga mengatakan, tanpa langkah antisipasi yang tepat, penurunan kinerja tersebut dikhawatirkan semakin memburuk dan mengancam keberlangsungan BPD. Bahkan, Bank Kalsel pun tidak boleh menganggap dirinya aman dari dampak kebijakan tersebut.

Karena itu, antisipasi tidak cukup hanya dengan mengoreksi kebijakan efisiensi dan pengurangan TKD dari pemerintah pusat. Bank Kalsel juga harus menyiapkan langkah strategis agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan yang kurang berpihak terhadap daerah.

Noorhalis mengakui, persoalan yang dihadapi Bank Kalsel tidak sederhana. Penurunan kinerja tidak bisa semata-mata dibebankan kepada manajemen, karena turut dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat dan kondisi ekonomi global yang berdampak terhadap perekonomian daerah.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut justru menuntut Bank Kalsel lebih adaptif dan berani melakukan pembenahan.

Ada tiga langkah strategis yang perlu dipertimbangkan. Pertama, mendorong perputaran ekonomi daerah agar lebih dinamis dengan menempatkan Bank Kalsel sebagai salah satu motor penggeraknya.

Bank Kalsel perlu memperluas kerja sama dengan pengusaha lokal melalui berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selama ini, sumber dana Bank Kalsel banyak bertumpu pada kas pemerintah daerah. Karena itu, perputaran dana pemerintah daerah semestinya tidak hanya menjadi sumber likuiditas bank, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi dan dunia usaha di daerah.

Kedua, melakukan efisiensi secara menyeluruh terhadap pengeluaran perusahaan. Seluruh komponen belanja perlu dievaluasi, termasuk gaji, bonus, dan berbagai pengeluaran lainnya agar lebih rasional dan proporsional.

“Jangan sampai terjadi lebih besar pasak daripada tiang. Beban pengeluaran harus disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi perusahaan,” tegasnya.

Ketiga, membangun partisipasi yang lebih luas dengan melibatkan para pakar, akademisi, serta pelaku ekonomi. Menurutnya, kompleksitas persoalan yang dihadapi Bank Kalsel tidak mungkin diselesaikan hanya melalui pemikiran internal perusahaan. Diperlukan pandangan dan masukan dari berbagai pihak untuk merumuskan strategi penyelamatan dan penguatan bank daerah tersebut.

Noorhalis menegaskan, masyarakat Kalimantan Selatan pada dasarnya memiliki kepedulian besar terhadap keberadaan dan masa depan Bank Kalsel. Karena itu, kritik yang disampaikan publik seharusnya tidak dipandang sebagai serangan, melainkan bentuk kepedulian agar bank kebanggaan masyarakat Banua tersebut tetap sehat dan mampu bertahan.

“Yakinlah, semua warga Kalsel sangat cinta dan peduli terhadap keberadaan serta masa depan Bank Kalsel. Kalau pun ada kritik, itu merupakan bagian dari kepedulian untuk menyelamatkan Bank Kalsel dari kinerja buruk,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan, kinerja sebuah perusahaan atau lembaga tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Meski kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi global turut menentukan, kemampuan manajemen dalam membaca persoalan, mengambil keputusan, serta melakukan pembenahan tetap menjadi faktor penting.

Karena itu, Bank Kalsel dituntut tidak sekadar bertahan menghadapi tekanan pengurangan TKD, tetapi juga melakukan transformasi agar tidak terus bergantung pada dana pemerintah daerah dan memiliki sumber pertumbuhan bisnis yang lebih kuat. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Kalsel

Pengurus Baru PWI HSS Gelar Audensi Dengan Bank Kalsel Cabang Kandangan

Published

on

Bank Kalsel Kandangan dan Cabang Syariah Bersinergi dengan PWI HSS. (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan audiensi dengan Bank Kalsel Cabang Kandangan dan Bank Kalsel Cabang Syariah Kandangan, Senin (2/11/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Kantor Bank Kalsel Cabang Kandangan, Jalan A Yani tersebut disambut langsung Kepala Bank Kalsel Cabang Kandangan Muhammad Fadjrin dan Pgs Kepala Bank Kalsel Cabang Syariah Kandangan Shiska Ayu Krisna.

Audiensi tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan baru PWI Kabupaten HSS periode 2026–2029.

Muhammad Fadjrin menyampaikan terima kasih atas kunjungan pengurus PWI HSS.

Ia berharap hubungan baik yang terjalin dapat ditingkatkan melalui sinergi, khususnya dalam penyampaian informasi positif kepada masyarakat. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Shiska Ayu Krisna menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru PWI Kabupaten HSS. Ia juga berharap ke depan terjalin sinergi dan kolaborasi dalam mendukung perkembangan perekonomian di Kabupaten HSS.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan antara insan pers dan Bank Kalsel semakin erat serta dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Perkuat Mengembangkan SDM Lewat Aksel University

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui Aksel University yang berlokasi di Kantor Pusat II Bank Kalsel, Jalan S. Parman, Banjarmasin.

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah, mengatakan Aksel University disiapkan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan, sekaligus terbuka bagi perusahaan daerah dan instansi lain.

Fasilitas ini dilengkapi sejumlah ruang kelas yang akan diisi instruktur untuk memberikan edukasi dan pelatihan, khususnya terkait operasional perbankan.

“Pendidikan dan pelatihan di Aksel University ini terbagi dalam beberapa kelas. Nantinya, kelas-kelas akan diisi instruktur yang memberikan pemahaman dan edukasi terkait kegiatan operasional perbankan,” ujarnya.

Bank Kalsel berencana segera meresmikan fasilitas tersebut. Ke depan, Aksel University diharapkan dapat dimanfaatkan perusahaan daerah, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR), untuk meningkatkan kompetensi pegawai.

Melalui Aksel University, Bank Kalsel ingin memperluas akses pelatihan perbankan sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM di Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Haul ke-80 Habib Basirih, Wagub Kalsel Hasnuryadi Ajak Jaga Persatuan dan Mempererat Kebersamaan Meneladani para Ulama

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut membaur dengan para habaib, ulama dan para tuan guru serta jamaah masyarakat di peringatan puncak haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih). (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut membaur dengan para habaib, ulama dan para tuan guru serta jamaah masyarakat di peringatan puncak haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim (Habib Basirih), di area Kubah Keramat Basirih RT 13 Kelurahan Basirih Kota Banjarmasin, Sabtu (31/10/2026) siang.

Jamaah haul dari berbagai pelosok di Kalsel dan sekitarnya itu, berbondong-bondong datang melalui jalur sungai maupun darat, dan tidak sedikit yang tiba sejak subuh hari.

Sejumlah habaib dan ulama hadir, diantaranya Habib Idrus bin Abdullah Al Idrus, Habib Abubakar bin Abdul Kadir (Malang) , Habib Muhammad Ali bin Idrus Hasan bin Hamid Bahasyim, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamdi Bahasyim, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, serta sejumlah pejabat lingkup Pemprov Kalsel.

Pada kesempatan itu, Wagub Hasnuriyadi mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta meneladani keteladanan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.

Kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW ujar Hasnuriyadi, hendaknya berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan dan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat harus disikapi dengan semangat persaudaraan, kekompakan, serta saling mendukung.

“Paling penting adalah cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Apa pun yang kita hadapi, tentunya kita harus selalu bersatu, solid, dan melakukan yang terbaik,” ungkap Wagub.

Tak lupa Wagub Hasnuryadi menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalsel H Muhidin kepada para jamaah haul yang hadir.

“Izinkan ulun menyampaikan salam hormat dari Gubernur H. Muhidin. Beliau juga memohon doa, dengan semua tantangan yang dihadapi saat ini, ada karhutla dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan,” ucap Hasnuriyadi.

Lebih lanjut dikatakan, pemerintah provinsi terus berupaya memberikan pelayanan dan melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, habaib, dan alim ulama menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan serta mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih baik.

“Kami di pemerintah siap melaksanakan tugas. Namun, kami tidak mampu melaksanakannya sendiri. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Banua, bimbingan para habaib dan ulama, serta yang paling penting doa kita bersama,” tuturnya.

Wagub Hasnuriyadi juga mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan banyak ulama dan tokoh agama di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi panutan sekaligus sumber tuntunan bagi masyarakat. Kegiatan keagamaan seperti haul tidak hanya menjadi sarana mengenang perjalanan hidup dan perjuangan seorang ulama, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperdalam kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Atas nama Pemprov Kalsel, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan seperti ini di seluruh wilayah Kalsel dan diharapkan masyarakat bisa menghadiri haul-haul seperti ini untuk meningkatkan ketaqwaan kepasa Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Diharapkan penyelenggaraan haul-haul berikutnya semakin baik, tertib, dan terus mempertahankan semangat kebersamaan yang telah terbangun.

Adapun rangkaian haul, dimulai pembacaan manaqib atau riwayat perjalanan hidup Habib Hamid bin Abbas Bahasyim disampaikan oleh Habib Fathurrahman Bahasyim.

Peringatan haul diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengenang keteladanan Habib Basirih sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tausiah atau pesan-pesan keagamaan disampaikan Pimpinan Rabithah Alawiyah (organisasi pencatat keturunan Nabi Muhammad SAW) untuk wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru, Habib Idrus bin Abdullah Alaydrus dari Martapura Kabupaten Banjar. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Kembangkan Produk Lokal, Pertamina Patra Niaga Kalimantan Dukung UMKM di Adaro Specta Preneur 2026

Published

on

. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan bersama Rumah BUMN Banjarmasin mendukung keikutsertaan para pelaku usaha tersebut pada pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Ragam kuliner khas, kriya, fesyen, dan produk olahan kreatif lokal menjadi bekal 14 UMKM binaan peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk menjangkau pelanggan baru dalam ajang Adaro Specta Preneur 2026. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan bersama Rumah BUMN Banjarmasin mendukung keikutsertaan para pelaku usaha tersebut pada pameran yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Lapangan Dr. Murdjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa pendampingan UMKM perlu disertai kesempatan untuk memperluas pasar agar pelaku usaha dapat terus mengembangkan usahanya.

“Di balik setiap produk lokal, ada kerja keras dan harapan pelaku usaha untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Kami ingin mendampingi perjalanan itu dengan membuka kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan produk, bertemu pelanggan, dan membangun kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha,” ujar Edi, Rabu (28/10/2026).

Bagi para pelaku UMKM, pameran ini membuka kesempatan untuk memperkenalkan cerita dan keunggulan di balik produknya. Interaksi dengan pengunjung juga menjadi ruang untuk memahami kebutuhan konsumen, memperoleh masukan, serta membangun hubungan dengan calon pelanggan dan mitra usaha.

Keikutsertaan dalam pameran ini merupakan kelanjutan pembinaan melalui Pertamina UMK Academy. Setelah mendapatkan pelatihan mengenai manajemen usaha, legalitas, pengembangan kemasan, dan digitalisasi, para peserta berkesempatan menerapkan pengetahuan tersebut dalam interaksi langsung dengan calon pembeli. Respons pengunjung dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk dan strategi pemasaran.

Menurut Edi, manfaat pameran juga dapat tumbuh dari percakapan sederhana antara pelaku usaha dan pengunjung. Masukan tentang rasa, kemasan, maupun kebutuhan konsumen membantu UMKM memahami pasar dan menentukan langkah pengembangan usaha.

“Kami berharap para pelaku UMKM dapat membawa pulang lebih dari hasil penjualan, yakni pengalaman, pelanggan baru, dan hubungan usaha yang terus berlanjut setelah pameran selesai. Bekal tersebut penting agar usaha mereka semakin mandiri dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kolaborasi Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Rumah BUMN Banjarmasin, dan PT Adaro Indonesia dalam kegiatan ini memperluas dukungan bagi pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan. Melalui pendampingan dan kesempatan promosi yang berkelanjutan, produk-produk Banua diharapkan semakin dikenal serta memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas. [ady/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Perkuat Majukan Sektor UMKM di Kalsel Hadirkan Stan di University Aksel

Published

on

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah,saat berada si salah satu stan UMKM. (Foto/Humas Bank Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam memajukan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, dengan menghadirkan stan Aksel UMKM di University Aksel, serta galeri serupa di Kantor Pusat 2 Bank Kalsel, Jl. S. Parman, Banjarmasin. Selasa.

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Firmansyah, mengungkapkan bahwa kehadiran Aksel UMKM merupakan langkah strategis untuk menampilkan berbagai produk kearifan lokal masyarakat Banua.

“Di Aksel UMKM ini kami tampilkan beberapa produk dari nasabah-nasabah binaan Bank Kalsel,” ujar Firmansyah.

Berbagai produk unggulan yang ditawarkan antara lain kain sasirangan khas Kalsel, kerajinan anyaman daun purun, aneka produk makanan ringan, hingga kopi dan berbagai produk pilihan lainnya.

Lebih lanjut, Firmansyah menjelaskan inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak kreativitas para pelaku UMKM. Kemitraan dengan Bank Kalsel diharapkan dapat menjadi pembuktian bahwa pelaku usaha daerah mampu menghasilkan karya terbaik yang siap diserap dan dijual secara luas kepada masyarakat.

Melalui fasilitas promosi ini, para pelaku UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usahanya serta memperkuat struktur permodalan.

Tidak hanya memberikan ruang pamer, Bank Kalsel juga berkomitmen mendukung kemudahan finansial pelaku usaha melalui berbagai skema pembiayaan yang inklusif. Salah satu ujung tombaknya adalah fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Betul, bisa melalui program KUR. Dan hal lainnya yang mungkin bisa kita bina langsung melalui beberapa program yang ada di Bank Kalsel,” tutup Firmansyah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Apresiasi Gerak Cepat Polres Tanan Bumbu Ungkap Kasus Dugaan Penggelapan Dana Nasabah

Published

on

Kantor pusat Bank Kalsel di Kota Banjarmasin. (Foto/Google)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menanggapi pemberitaan terkait penangkapan oknum petugas pengamanan (security) berinisial IS atas dugaan penggelapan dana nasabah di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Agus Setiawan, memberikan tanggapan resmi.

“Perkara yang saat ini ditangani pihak kepolisian merupakan tindak lanjut dari laporan resmi Bank Kalsel,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Agus menegaskan, pelaporan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) merupakan langkah proaktif Bank Kalsel dalam menindaklanjuti kejadian tersebut, sekaligus upaya memberikan efek jera kepada oknum pelaku.

“Bank Kalsel tidak menoleransi segala bentuk penyimpangan yang merugikan nasabah. Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada pihak berwajib dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Tanah Bumbu (Tanbu), khususnya Satreskrim Polres Tanah Bumbu beserta jajaran, serta Unit Jatanras Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, dan Polsek Muara Jawa beserta jajaran atas kesigapan dan sinergi dalam mengungkap kasus serta mengamankan pelaku.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan serta tata kelola demi menjaga kepercayaan dan keamanan dana nasabah,” tutupnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer