Kalsel
Moment 5 Rajab, Kapolres HSS AKBP M. Yakin Bagikan Air Minum Buat Jemaah Haul Abah Guru Sekumpul ke-20
KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di bundaran Ketupat Hamalau Kandangan, Kapolres HSS AKBP M.Yakin Rusdi S.IK M.SI beserta PJU Polres HSS, bagi-bagi air minum buat jemaah haul Abah Guru Sekumpul, Senin 6 Januari 2025.
Dalam wawancaranya, “Kami jajaran Polres Kabupaten Hulu Sungai Selatan, membagikan air minuman secara gratis buat jemaah haul Abah Guru Sekumpul,” ungkap Kapolres HSS.
Turut hadir Wakapolres Hulu Sungai Selatan, beserta jajaran, dan relawan HSS bersatu. [azifa]
Bagikan keBanjarmasin
UPZ Bank Kalsel Salurkan Dana Rp 3 Milyar Lebih Kepada 20.082 Penerima Manfaat
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Alhamdulillah, sepanjang periode 1 Januari-30 Juni 2026, UPZ Bank Kalsel telah menyalurkan dana sebesar Rp3.897.125.887,- kepada 20.082 penerima manfaat melalui lima bidang program, yaitu kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, serta dakwah dan advokasi.
Setiap angka dalam laporan ini bukan sekadar data, tetapi menggambarkan kehidupan yang disentuh, kesulitan
yang diringankan, dan harapan yang kembali
ditumbuhkan.
Capaian ini terwujud berkat kepercayaan para muzaki khususnya Karyawan/ti Bank Kalsel, munfik, dan donatur yang telah menitipkan zakat, infak, serta sedekahnya
melalui UPZ Bank Kalsel.
Dari satu amanah yang ditunaikan, lahir ribuan manfaat. Dari satu kepedulian yang diberikan, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan.
“Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan kebaikan ini. Semoga setiap rupiah yang ditunaikan menjadi keberkahan bagi pemberi, kekuatan bagi penerima, dan manfaat yang terus mengalir untuk Banua,” ungkap UPZ Bank Kalsel
Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang dinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]
Rekening Zakat, Infak dan Sedekah:
Bank Kalsel Syariah:
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153
#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah
#Baznas #Baznaskalsel lebih sedikit
Banjarbaru
Gubernur H Muhidin dan Hj Fathul Jannah Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Disambut hangat oleh kesenian madihin, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah hadir dalam peringatan Hari Anak Nasional Ke-4 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Gedung Idham Khalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Mengangkat tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan. Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026 ini dimeriahkan berbagai penampilan luar biasa dari anak- anak banua.
Mulai dari persembahan Tari Japin Diang Batandik oleh anak-anak sanggar Idaman Banjarbaru dibawah UPTD Taman Budaya Provinsi Kalsel yang merupakan binaan Bunda PAUD Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, acara yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kalsel, H. supian HK beserta Ketua Gatriwara Kalsel, Hj. Faridah supian HK dan seluruh unsur Forkopimda Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel serta ratusan perwakilan anak-anak di Kalsel ini juga diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al quran yang langsung dibawakan oleh perwakilan anak dari Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, As’ad Syamsul Arifin dan Fatmawati.
Begitu pula saat sesi Do’a Bersama. Perwakilan anak-anak SMA sederajat di Kota Banjarbaru memimpin Do’a secara Lintas Agama. Hal ini menambah khidmat jalannya acara.
Tidak hanya sampai disitu, perwakilan siswa-siswi dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Banjarbaru, dengan suara polos mereka juga berkempatan membacakan langsung di hadapan Gubernur H. Muhidin, harapan-harapan perubahan dan suara mereka untuk menuju Indonesia lebih baik, yang kesemua isinya diperoleh dari Perumusan suara anak di 13 Kab/Kota Kalimantan Selatan yang kemudian dirumuskan kembali menjadi Suara Anak Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Penampilan parade KidsTake Over- Satu Hari Saya Menjadi, juga memeriahkan acara ini. Program partisipatif yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk merasakan pengalaman menjalankan profesi atau jabatan tertentu dalam satu hari ini, menambah keseruan acara sekaligus rasa haru di Tengah para undangan yang hadir. Bagaimana tidak, salah satu perwakilan anak, Aisyah Kayla Azzahra yang juga merupakan cucu dari Gubernur H. Muhidin dan Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah membacaka pesan mereka untuk para orang tua.
”Lihat deh, kami keren bangen kan pakai baju ini?,” ucap Aisyah mengawali penyampaiannya yang hari itu, didampingi anak-anak lain yang menggunakan berbagai kostum profesi. Ada yang menjadi dokter, poliisi, guru, penyanyi, penyiar dan berbagai profesi lainnya.
“Ayo sayangi kami, lindungi kami dan temani kami raih mimpi,” tutup Aisyah, yang diiringi riuh tepuk tangan undangan yang hadir.
Momen haru juga mewarnai peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini, ketika Ketua TP PKK Provinsi Kalsel yang juga merupakan Bunda Forum Anak Daerah Kalsel, Hj. Fathul Jannah bersama Gubernur H. Muhidin dan Forkopimda Kalsel menyerahkan bunga kepada perwakilan anak-anak di Kalsel yang memakai kostum berbagai profesi ini. Hal ini menjadi simbol cinta, perhatian dan komitmen dalam merawat, melindungi serta memenuhi hak hak anak di Kalsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin selain mengucapkan selamat hari anak kepada seluruh anak di Kalsel, juga berpesan untuk terus bermimpi dan menyiapkan diri menjadi generasi cerdas.
“Bapak menitip pesan kepada anak-anakku tercinta, teruslah belajar dengan tekun, hormati orang tua dan guru, jauhi perilaku negatif, berani bermimpi setinggi langit, serta persiapkan diri menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, kreatif, sehat, dan berdaya saing. Mari kita jadikan hari anak nasional sebagai pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal. Dengan semangat bekerja bersama, merangkul semua, ayo kita wujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan ramah anak,” harap Gubernur H. Muhidin.
Peringatan Hari Anak Nasional Ke 42 Tingkat Provinsi Tahun 2026 ini juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian Taman Asuh Ramah Anak (TARA) Nurul Muhibbin yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Klasel, Hj. Fathul Jannah, disaksikan Gubenur H. Muhidin, yang dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen dukungan Provinsi Layak Anak dan Pemenuhan Hak serta Perlindungan Anak, yang juga diikuti oleh seluruh Forkopimda Kalsel.
Kemeriahan semakin seru, ketika Ketua TP PKk Kalsel Hj. Fathul Jannah bersama Gubenur H. Muhidin memberikan Kuis beserta hadiahnya berupa sepeda dan televisi kepada anak-anak yang hadir memeriahkan Peringatan HAN tahun ini.
“Siapa nama bapak gubernur Kalsel ?,” kata Hj. Fathul Jannah yang disambut riuh anak-anak sambil mengacungkan jari tanda siap menjawab.
Keruihan semakin memuncak, Ketika diakhir acara, Gubernur Kalsel H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah berbaur sembari berfoto Bersama dengan anak-anak yang hadir sejak pagi hingga acara selesai. [Adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Hj Fathul Jannah Muhidin Ketua TP PKK Kalsel Ajak Lestarikan Kebaya dan Sasirangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Balutan kebaya biru tua yang anggun berpadu harmonis dengan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan bertabur rangkaian payet, menjadi penampilan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, saat hadiri Seminar Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 di Hotel Roditha, Banjarmasin, Selasa (21/7) pagi.
Bukan sekadar pilihan berbusana, perpaduan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia dengan sasirangan sebagai warisan budaya Banua yang dikenakan Hj Fathul Jannah Muhidin, juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya dan mencerminkan semangat menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Seminar yang diselenggarakan melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan itu dihadiri peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Kalimantan Selatan, di antaranya Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Dharma Wanita Persatuan hingga peserta dari TP PKK kabupaten/kota se-Kalsel.
Dalam sambutannya, Hj Fathul Jannah Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan seminar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli ini.
Menurut Hj Fathul Jannah Muhidin, yang juga merupakan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel ini, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang sarat akan nilai sejarah, karakter, dan jati diri perempuan Indonesia.
“Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga simbol keanggunan, kesopanan, ketangguhan, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Hj Fathul Jannah.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel kemudian menjelaskan, penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Terlebih, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO semakin memperkuat tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikannya.
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, lanjut Hj Fathul Jannah Muhidin, kebaya memiliki nilai yang semakin istimewa ketika dipadukan dengan kain sasirangan sebagai wastra khas Banua. Perpaduan keduanya tidak hanya menghadirkan keindahan dalam berbusana, tetapi juga menjadi representasi identitas daerah yang tetap berpijak pada budaya nasional.
“Di Kalimantan Selatan, kebaya dapat dipadukan dengan kain sasirangan sebagai ciri khas daerah. Perpaduan ini tidak hanya melestarikan budaya kita, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan di tengah dinamika perkembangan zaman,” tutur Hj Fathul Jannah Muhidin.
Melalui seminar ini, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel berharap, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, makna, ragam kebaya, serta berbagai upaya pelestariannya sehingga tetap relevan digunakan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang dikandungnya.
Hj Fathul Jannah Muhidin juga berharap, pelestarian kebaya tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.
Karena itu, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, promosi, dan pemberdayaan agar para perajin mampu berkembang serta memiliki daya saing yang semakin kuat.
“Kami berharap momentum Hari Kebaya Nasional ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Dengan demikian, kebaya tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga budaya yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat,” ucap Hj Fathul Jannah Muhidin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar tentang kebaya, dengan narasumber Hj Kathrin Ambarsari, yang memang telah dikenal di Banua Kalimantan Selatan sebagai seorang fashion designer dan pengamat mode.
Sebelum ditutup dengan foto bersama, kegiatan yang menyatukan puluhan wanita dari seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga diisi dengan fashion show, oleh masing-masing perwakilan organisasi wanita yang berhadir, yang kemudian ditutup dengan penampilan Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, yang tampil anggun dengan kebaya biru tua dan kain sasirangannya.
Ditemui usai acara, Hj Fathul Jannah Muhidin kembali menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya seminar yang memperingati Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026 ini.
“Mudah-mudahan ke depannya melalui momentum seperti ini, dapat mendorong UMKM dan pengrajin kita, khususnya di bidang fesyen, dalam hal ini kebaya dan juga tentunya wastra khas Banua kita, kain sasirangan,” harap Hj Fathul Jannah Muhidin.
“Dan dengan diadakannya seminar kebaya pada hari ini, semoga dapat menjadi sarana edukasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda dan juga masyarakat kita untuk melestarikan dan lebih mencintai kebaya dan juga kain sasirangan khususnya, untuk kita di Kalimantan Selatan,” tutup Hj Fathul Jannah Muhidin. [Adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Mengsksplorasi Destinasi Wisata Air Terjun Bajuin Lewat Program Aksel OTW
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melalui program Aksel OTW mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata alternatif yang menarik, yakni Air Terjun Bajuin, di Kabupaten Tanah Laut.
Dipandu oleh trio host Yudhi, Windy, dan Amanda, perjalanan “Sobat Aksel” kali ini membuktikan bahwa Tanah Laut memiliki pesona alam yang sangat beragam. “Kalian pikir di Tanah Laut cuma ada pantai, Eits, nggak cuma itu tahu, tapi ada juga destinasi lainnya. Air terjun Bajuin aja” seru mereka dengan antusias pada keterangan yang diterima di Banjarmasin, Kamis.
Berjarak hanya sekitar 20 menit dari pusat Kota Pelaihari, Air Terjun Bajuin menawarkan kemudahan akses bagi para wisatawan. Setibanya di lokasi, pengunjung langsung disambut oleh udara segar, rindangnya pepohonan, dan pemandangan alam perbukitan yang asri.
Menariknya, kawasan wisata Air Terjun Bajuin memiliki tiga titik mata air atau tingkatan air terjun. Titik pertama berada di area bawah, sedangkan titik kedua dan ketiga berada di posisi yang lebih tinggi.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati air terjun di atas namun enggan atau tidak sanggup mendaki jauh (trekking), pihak pengelola telah menyediakan solusi praktis berupa layanan ojek wisata.
Untuk tarif tiket masuk ke lokasi wisata ini pengelola menetapkan sebesar Rp10.000 per orang, parkir kendaraan Rp5.000 per motor dan layanan ojek wisata dikenakan biaya Rp15.000 (biaya antar naik ke atas dan turun kembali)
Di tengah asyiknya mengeksplorasi alam, terkadang wisatawan menghadapi kendala teknis, seperti kehabisan kuota internet saat ingin mengunggah momen ke media sosial.
Hal ini pun sempat dialami oleh Yudhi saat mencoba membuat Instagram Story di lokasi. Namun, masalah tersebut dapat diselesaikan seketika menggunakan aplikasi mobile banking AKSEL dari Bank Kalsel.
Melalui fitur pembelian pada aplikasi AKSEL, pengguna dapat dengan mudah dan cepat mengisi pulsa atau paket data langsung dari smartphone mereka. Transaksi yang praktis ini memastikan wisatawan tetap terhubung dan bisa membagikan momen indah mereka di dunia maya tanpa hambatan.
Segala usaha perjalanan langsung terbayar lunas begitu wisatawan tiba di titik air terjun. Pemandangan air jernih yang jatuh dari tebing berbatu, ditambah suasana alam yang menenangkan, menciptakan pengalaman liburan yang menyegarkan mata dan pikiran.
Wisatawan dihimbau untuk tetap berhati-hati karena bebatuan di sekitar air terjun cukup licin, namun keseruan bermain air dijamin akan membuat siapa saja betah berlama-lama.
“Suasananya masih asri, segar, dan benar-benar bikin mata adem. Pokoknya worth it banget buat dikunjungi. Kalian harus ke Tanah Laut, Pelaihari,” pungkas Yudhi merekomendasikan destinasi ini di akhir petualangan.
Dengan kemudahan akses, fasilitas yang memadai, dukungan layanan transaksi digital yang praktis dari Bank Kalsel, serta keindahan alamnya, Air Terjun Bajuin sangat direkomendasikan menjadi salah satu daftar wajib liburan akhir pekan bersama keluarga maupun teman tercinta. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Siapkan Promo Spesial AKSEL FUN Semarakkan HUT Ke-55 BPost
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Banjarmasin Post, dengan menghadirkan kemudahan pendaftaran sekaligus promo menarik melalui layanan mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
Masyarakat yang ingin mengikuti FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST (BPost) cukup melakukan pendaftaran melalui fitur AKSEL FUN. Menariknya, peserta cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp500 dan berkesempatan mendapatkan cashback 100 persen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
Berikut cara pendaftarannya :
* Buka aplikasi mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
* Pilih menu “Aksel Fun”.
* Pilih event “FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST”.
* Masukkan alamat email aktif.
* Pilih kategori lomba.
* Masukkan PIN.
* Setelah transaksi berhasil, akan muncul notifikasi “Transaksi Sukses”.
Tiket peserta selanjutnya akan dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan.
Peserta cukup membuka email tersebut, kemudian memilih tombol “Lihat Tiket” untuk menampilkan QR Code tiket.
Setelah itu, peserta dapat langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti keseruan FUN WALK bersama keluarga dan sahabat.
FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST akan digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini mengambil lokasi start dan finish di halaman Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melalui AKSEL FUN, Bank Kalsel terus menghadirkan layanan digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung berbagai kegiatan dan event yang digelar di Kalimantan Selatan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari kemeriahan FUN WALK HUT ke-55 Banjarmasin Post.
Informasi lebih lanjut mengenai event dapat diperoleh melalui akun Instagram @banjarmasinpost. Sementara informasi dan bantuan peserta dapat menghubungi Tasya selaku panitia Fun Walk melalui WhatsApp 0896-8511-0402. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Pesan Bagi Nasabah, Waspada Penipuan Berkedok WhatsApp Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nasabah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Salah satu modus yang kembali ditemukan adalah penyalahgunaan nomor WhatsApp dan penyebaran tautan palsu yang menyerupai layanan resmi bank.Kejahatan Perusahaan & Keuangan
Bank Kalsel mengimbau nasabah agar selalu memastikan keaslian setiap pesan yang diterima sebelum membalas, memberikan data pribadi, maupun mengklik tautan yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Bank Kalsel.
Untuk layanan melalui WhatsApp, Bank Kalsel menegaskan bahwa nomor resmi Bank Kalsel Care adalah 0811 500 1122 yang telah terverifikasi (centang biru). Di luar nomor tersebut, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan Bank Kalsel.Aplikasi & Add-On Seluler
Bank Kalsel juga mengingatkan masyarakat agar mengabaikan pesan yang dikirim melalui nomor 0851 3527 8308 maupun tautan yang mengarah ke situs ib-bankkalsel.cloudds.my.id, karena nomor dan alamat tersebut bukan merupakan kanal resmi Bank Kalsel.
Nasabah diimbau untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada siapa pun, termasuk PIN, password, kode OTP, maupun data pribadi, karena Bank Kalsel tidak pernah meminta data tersebut melalui pesan WhatsApp, telepon, maupun tautan yang dikirim secara pribadi.
Apabila menerima pesan, telepon, atau tautan yang mencurigakan, masyarakat disarankan untuk tidak menanggapinya dan segera melakukan konfirmasi melalui layanan resmi Bank Kalsel agar terhindar dari penyalahgunaan data maupun tindak kejahatan perbankan.
Bank Kalsel menegaskan bahwa keamanan rekening tidak hanya menjadi tanggung jawab bank, tetapi juga memerlukan kewaspadaan dari setiap nasabah. Dengan selalu berhati-hati dan hanya mempercayai informasi dari kanal resmi, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang semakin beragam di era digital. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
BI Kalsel Gelar Festival Kuliner Banua 2026, Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Kuliner dan Digitalisasi Masyarakat
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 resmi ditutup hari ini setelah berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026, di Halaman Parkir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Rasa Banua, Kebanggaan Kita Semua”, festival yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk memperluas pasar, sekaligus mendekatkan masyarakat pada kemudahan transaksi digital, Senin (20/7/2026).
Festival ini hadir sebagai bagian dari upaya bersama mengarahkan transformasi ekonomi Kalimantan Selatan ke sektor-sektor non-ekstraktif, seperti perdagangan, UMKM, dan jasa pariwisata, salah satunya kuliner. Di tengah kekayaan rasa yang dimiliki Bumi Banua, festival ini membuka ruang bagi masyarakat untuk semakin mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas daerah, sekaligus merasakan langsung kemudahan berekonomi lewat transaksi digital yang semakin merata di tengah masyarakat.
Festival Kuliner Banua 2026 melibatkan 15 pelaku usaha kuliner unggulan yang terpilih dari 131 kandidat se-Kalimantan Selatan, hasil kurasi bersama Indonesia Chef Association (ICA) Kalimantan Selatan. Rangkaian kegiatan mencakup Bazaar UMKM Kuliner, Banua Culinary Competition, Banua Brewing Battle, lomba tebak aroma rempah dan masakan Banjar, Wakaf Duren dan Wakaf Cendol, community gathering bersama komunitas sepeda dan pelari, hingga booth edukasi QRIS, Pelindungan Konsumen, cek SLIK OJK, dan Cinta-Bangga-Paham Rupiah, serta sekaligus menjadi bagian dari ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini dihadiri hampir 2.000 pengunjung, dengan transaksi penjualan UMKM mencapai Rp200 juta dengan lebih dari 5.000 transaksi QRIS. Semangat berbagi masyarakat turut tercermin dari transaksi wakaf digital yang terhimpun dengan lebih dari Rp27,4 juta, yang akan disalurkan untuk tiga proyek sosial: dapur produksi daging olahan untuk kemandirian pondok pesantren, kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat, dan dana abadi pendidikan. Selain itu, lebih dari 500 warga mengikuti penguatan literasi keuangan digital, dengan lebih dari 94% peserta menunjukkan tingkat pemahaman baik, serta lebih dari 50 pengunjung memanfaatkan layanan konsultasi Pelindungan Konsumen dan cek SLIK bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Antusiasme masyarakat turut menjalar hangat di ranah digital. Konten seputar Festival Kuliner Banua yang dibagikan melalui akun Instagram Bank Indonesia Kalimantan Selatan menjangkau lebih dari 140 ribu impression dan 79 ribu reach, dengan lebih dari 3.100 interaksi masyarakat berupa likes, komentar, share, dan save. Gaung digital ini bahkan meluas dari warganet secara mandiri: puluhan akun turut membagikan momen festival dengan total tayangan lebih dari 600 ribu views dan 2.500 repost, mencerminkan masyarakat Kalimantan Selatan yang sangat antusias menjadi bagian dari pengalaman baru dan positif di daerahnya sendiri.
Festival ini juga menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah, lembaga/instansi pembina UMKM dan Ekonomi Keuangan Syariah, Perbankan, Dunia Usaha, Praktisi dan Akademisi. Lebih jauh kegiatan ini juga di sambut baik oleh berbagai komunitas/penghobi di Kalimantan Selatan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W, menyampaikan bahwa festival ini digelar untuk memperluas eksposur UMKM kuliner khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas. “Festival Kuliner Banua kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas Banua, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pasarnya,” ujarnya.
Aloysius Donanto H.W., menambahkan bahwa capaian selama tiga hari penyelenggaraan menjadi bukti nyata manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” ujarnya.
Salah satu daya tarik festival ini adalah kehadiran Gembur Labu Juai langsung dari Balangan, sentra produsen labu di Kalimantan Selatan dan Paiwakan Banua dari Hulu Sungai Tengah, yang membawa apam khas asli Barabai, menjadi bukti bahwa kuliner khas daerah dari berbagai penjuru Bumi Banua dapat hadir dan dinikmati bersama masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya di satu tempat.
Ke depan, capaian Festival Kuliner Banua dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 diharapkan menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan kegiatan serupa, sekaligus mendorong semakin banyak UMKM kuliner Kalimantan Selatan naik kelas dan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital dalam keseharian. Dengan sinergi yang terus terjalin antara UMKM, komunitas, pemerintah daerah, dan seluruh mitra, Bumi Banua diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi kuliner dan wisata yang membanggakan. [ad/sb]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum1 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

