Banua QRIStival 2025, Kalsel Siap Melangkah Lebih Jauh Menuju Ekonomi Digital  - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Banua QRIStival 2025, Kalsel Siap Melangkah Lebih Jauh Menuju Ekonomi Digital 

Published

on

Banua QRIStival 2025 yang digelar pada 4–5 Oktober 2025 di Gedung Sultan Suriansyah. (Foto/Humas-BI-Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kemeriahan Banua QRIStival 2025 yang digelar pada 4–5 Oktober 2025 di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin kembali menegaskan komitmen Kalimantan Selatan dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Antasari 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan menggandeng delapan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), yaitu Bank Kalsel, BCA, Bank Mandiri, Pos Indonesia, BSI, BTN, BRI, dan BJB.

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya bersama mendorong percepatan ekonomi digital di Kalimantan Selatan melalui perluasan implementasi QRIS dan transaksi nontunai di masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, Banua QRIStival menghadirkan perpaduan antara edukasi digital, hiburan, kuliner, serta kegiatan olahraga masyarakat yang dikemas secara menarik. Dengan lebih dari 8.000 pengunjung, acara ini menjadi festival ekonomi digital terbesar di Kalimantan Selatan, sekaligus bukti bahwa masyarakat Banua semakin akrab dengan transaksi digital berbasis QRIS.

Peran Banua QRIStival sebagai katalis penguatan transaksi digital tercermin dari capaian konkret selama periode pelaksanaan road to Banua QRIStival. Rata-rata transaksi merchant dari delapan PJP pada Januari–Agustus 2025 tercatat sebanyak 1.839.320 transaksi. Angka ini melonjak menjadi 2.429.202 transaksi selama periode road to Banua QRIStival yang dilaksanakan pada September 2025, atau meningkat sekitar 589.882 transaksi.

Dari sisi pengguna, rata-rata transaksi nasabah delapan PJP pada periode Januari–Agustus 2025 sebanyak 2.553.081 transaksi, meningkat menjadi 2.857.151 transaksi saat road to Banua QRIStival yang dilaksanakan pada September 2025 ,atau naik sekitar 304.070 transaksi. Khusus selama dua hari pelaksanaan festival, total volume transaksi QRIS mencapai 112.101 kali transaksi dengan nilai penjualan sebesar Rp141.140.859.

Kinerja ini menandakan peningkatan akseptasi QRIS yang semakin luas, baik di sisi pelaku usaha maupun masyarakat. Selain menjadi momentum perayaan digitalisasi, Banua QRIStival juga menjadi wadah edukasi bagi publik tentang manfaat transaksi nontunai yang lebih efisien, aman, dan inklusif.

Selain edukasi digital, Banua QRIStival 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti Fun Walk, Fun Bike, Madihin & Stand-up Competition, Fashion Show Anak Banua, Band Competition, QRIS Quest, QRIS Experience dengan berbagai hadiah, termasuk doorprize utama berupa paket Umroh.

Festival ini juga menghadirkan kuliner hits Banjar, booth merchant QRIS, serta tantangan interaktif yang mengajak masyarakat bertransaksi langsung menggunakan QRIS untuk mendapatkan hadiah menarik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa keberhasilan Banua QRIStival 2025 merupakan hasil sinergi lintas pihak dalam membangun budaya digital di masyarakat.

“Transformasi ekonomi digital tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan peran bersama antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang efisien dan inklusif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan transaksi digital bukan hanya menunjukkan adaptasi teknologi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang aman dan mudah digunakan.

Banua QRIStival 2025 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat serta mendukung implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan industri keuangan, diharapkan digitalisasi ekonomi dapat memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, dan memperkuat daya saing UMKM di Kalimantan Selatan.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Banua QRIStival 2025 Perkuat Transformasi Ekonomi Digital Banua

 

BANJARMAWIN – Kemeriahan Banua QRIStival 2025 yang digelar pada 4–5 Oktober 2025 di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin kembali menegaskan komitmen Kalimantan Selatan dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Antasari 2025 yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dengan menggandeng delapan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), yaitu Bank Kalsel, BCA, Bank Mandiri, Pos Indonesia, BSI, BTN, BRI, dan BJB.

 

Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Selatan. Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan nyata terhadap upaya bersama mendorong percepatan ekonomi digital di Kalimantan Selatan melalui perluasan implementasi QRIS dan transaksi nontunai di masyarakat.

 

Selama dua hari pelaksanaan, Banua QRIStival menghadirkan perpaduan antara edukasi digital, hiburan, kuliner, serta kegiatan olahraga masyarakat yang dikemas secara menarik. Dengan lebih dari 8.000 pengunjung, acara ini menjadi festival ekonomi digital terbesar di Kalimantan Selatan, sekaligus bukti bahwa masyarakat Banua semakin akrab dengan transaksi digital berbasis QRIS.

 

Peran Banua QRIStival sebagai katalis penguatan transaksi digital tercermin dari capaian konkret selama periode pelaksanaan road to Banua QRIStival. Rata-rata transaksi merchant dari delapan PJP pada Januari–Agustus 2025 tercatat sebanyak 1.839.320 transaksi. Angka ini melonjak menjadi 2.429.202 transaksi selama periode road to Banua QRIStival yang dilaksanakan pada September 2025, atau meningkat sekitar 589.882 transaksi.

 

Dari sisi pengguna, rata-rata transaksi nasabah delapan PJP pada periode Januari–Agustus 2025 sebanyak 2.553.081 transaksi, meningkat menjadi 2.857.151 transaksi saat road to Banua QRIStival yang dilaksanakan pada September 2025 ,atau naik sekitar 304.070 transaksi. Khusus selama dua hari pelaksanaan festival, total volume transaksi QRIS mencapai 112.101 kali transaksi dengan nilai penjualan sebesar Rp141.140.859.

 

Kinerja ini menandakan peningkatan akseptasi QRIS yang semakin luas, baik di sisi pelaku usaha maupun masyarakat. Selain menjadi momentum perayaan digitalisasi, Banua QRIStival juga menjadi wadah edukasi bagi publik tentang manfaat transaksi nontunai yang lebih efisien, aman, dan inklusif.

 

Selain edukasi digital, Banua QRIStival 2025 menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti Fun Walk, Fun Bike, Madihin & Stand-up Competition, Fashion Show Anak Banua, Band Competition, QRIS Quest, QRIS Experience dengan berbagai hadiah, termasuk doorprize utama berupa paket Umroh.

 

Festival ini juga menghadirkan kuliner hits Banjar, booth merchant QRIS, serta tantangan interaktif yang mengajak masyarakat bertransaksi langsung menggunakan QRIS untuk mendapatkan hadiah menarik.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa keberhasilan Banua QRIStival 2025 merupakan hasil sinergi lintas pihak dalam membangun budaya digital di masyarakat.

 

“Transformasi ekonomi digital tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan peran bersama antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang efisien dan inklusif,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa peningkatan transaksi digital bukan hanya menunjukkan adaptasi teknologi, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital yang aman dan mudah digunakan.

 

Banua QRIStival 2025 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam memperkuat serta mendukung implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan industri keuangan, diharapkan digitalisasi ekonomi dapat memperluas inklusi keuangan, meningkatkan efisiensi transaksi, dan memperkuat daya saing UMKM di Kalimantan Selatan.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Banua QRIStival 2025 menegaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) siap melangkah lebih jauh menuju ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sesuai semangat “Satu QRIS Untuk Semua.” [ad/rls-bi]

Bagikan ke

Banjarmasin

UPZ Bank Kalsel Ucapkan Selamat Kepada BAZNAS Raih Prestasi Provinsi Terbaik

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel mengucapkan selamat dam sukses kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang meraih prestasi sebagai BAZNAS Provinsi Terbaik pada Grand BAZNAS Award 2026.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas komitmen, dedikasi, dan profesionalisme dalam pengelolaan zakat serta upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Semoga prestasi ini semakin memperkuat semangat dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah serta terus menghadirkan program-program yang produktif, amanah, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat.

UPZ Bank Kalsel berharap, pencapaian luar biasa ini semoga BAZNAS Kalsel semakin maju, terpercaya dan terus menebar kebermanfaatan.

Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah : Bank Kalsel Syariah 6500844928 (Zakat) 6500846214 (Infak dan sedekah) A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel

Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153.

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Bantu Renovasi TPA Al Fatihah Anjir Muara Batola

Published

on

Bank Kalsel lewat UPZ membantu renovasi TPA Al Fatihah. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus meningkatkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan, salah satunya membantu renovasi bangunan Tempat Pendidikan Al Quran (TPA) Al Fatihah yang kondiisi beberapa dindingnya sudah banyak yang rusak.

Doso Setiawan Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel menjelaskan, Bank Kalsel lewat UPZ Bank Kalsel terus memberikan manfaat untuk masyarakat lewat beragam program dan bantuan.

“Termasuk untuk dunia pendidikan kami sangat fokus untuk memberikan bantuan, baik beasiswa hingga perbaikan bangunan pendidikan seperti di TPA Al Fatihah ini kami membantu untuk renovasi ,” jelasnya pada penyerahan simbolis bantuan, Kamis (15/10).

Doso berharap bantuan dari Bank Kalsel ini bisa membuat anak-anak semakin nyaman saat belajar mengaji di TPA Al Fatihah.

Sementara itu, Anisya perwakilan dari TPA Al Fatihah berterima kasih atas bantuan dan support Bank Kalsel terhadap TPA Al Fatihah Anjir Muara Batola yang sangat cepat merespon untuk membantu perbaikan bangunan TPA Al Fatihah .

“Saya mewakili TPA Al Fatihah mengucapkan terima kasih, TPA Al Fatihah ini merupakan TPA gratis yang kami peruntukkan untuk anak anak di kawasan Anjir Muara dan kami sudah berdiri lebih dari 10 tahun,” imbuhnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Dukung Konsolidasi Delapan BPR Milik Pemkab di Kalsel

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel siap mendukung konsolidasi delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas kantor pusat di Banjarmasin hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas akses pembiayaan masyarakat.Cari Peta Wilayah

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan hal itu seusai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel di Hotel Galaxy, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026) malam.

Delapan BPR yang akan dikonsolidasikan berasal dari Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Tapin, Kotabaru, dan Tanah Laut.Kelola Kas Bisnis

Fachrudin mengatakan, rencana penggabungan tersebut telah dibahas sekitar dua tahun terakhir dan kini dimatangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalsel serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, konsolidasi diharapkan membuat kelembagaan BPR lebih sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat koordinasi bisnis sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.Baca Berita Lokal

Sebagai dukungan konkret, Bank Kalsel siap memfasilitasi kebutuhan kantor pusat BPR hasil konsolidasi di Banjarmasin. Penguatan kapasitas komisaris, direksi, dan pegawai juga akan didukung melalui program pelatihan di Aksel University.

Fachrudin menegaskan, penggabungan kelembagaan tidak berarti menghapus program pembiayaan yang telah berjalan di masing-masing daerah. Program tersebut tetap dapat disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan masyarakat, termasuk pembiayaan berbunga nol persen bagi pelaku usaha.

Proses konsolidasi ditargetkan memasuki tahap pelaksanaan pada April 2027. Penyusunan format kelembagaan dan mekanisme penggabungan akan dilakukan sesuai ketentuan OJK agar transisi berjalan tertib tanpa mengganggu keberlangsungan operasional.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan konsolidasi delapan BPR bertujuan memperkuat layanan permodalan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Buka Tabungan

Dengan pusat operasional di Banjarmasin dan jaringan kantor di kabupaten, BPR hasil konsolidasi diharapkan mampu memberikan layanan pembiayaan yang lebih terkoordinasi, sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan masing-masing daerah.

Fachrudin berharap konsolidasi ini membuka peluang sinergi yang saling menguntungkan antara BPR dan Bank Kalsel. Pembagian peran bisnis yang jelas dinilai penting agar kedua lembaga dapat saling melengkapi dalam memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat Banua. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Lewat AKSEL by Bank Kalsel, Semua Tagihan Listrik dan PDAM Bisa Dibayar

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kini setiap awal bulan nasabah Bank Kalsel tidak perlu pusing lagi memikirkan pembayaran. Dengan AKSEL by Bank Kalsel, cukup di rumah semua tagihan bisa dibayarkan, seperti listrik dan air bersih.

Gunakan AKSEL by Bank Kalsel, pembayaran tagihan PLN dan PDAM dapat dilakukan langsung melalui smartphone, kapan saja dan di mana saja.

Memasuki awal bulan, ketika tagihan listrik dan air mulai berdatangan, masyarakat tidak perlu repot berpindah-pindah layanan untuk menyelesaikannya.

Cukup membuka aplikasi AKSEL by Bank Kalsel, berbagai kebutuhan pembayaran tagihan bulanan bisa dilakukan dalam satu genggaman.

Melalui fitur PLN dan PDAM, pengguna dapat melakukan pembayaran dengan praktis tanpa harus keluar rumah atau mengantre. Hanya dalam beberapa langkah, tagihan bulanan pun dapat diselesaikan dengan cepat.

Kehadiran fitur tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel menghadirkan layanan perbankan digital yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat

AKSEL dirancang untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk urusan pembayaran tagihan rutin. Bayangkan, dua tagihan sekaligus listrik dan air bisa dibereskan hanya dari satu aplikasi.

Tidak perlu panik ketika tanggal satu tiba. Cukup buka AKSEL, pilih layanan yang dibutuhkan, lakukan pembayaran, dan aktivitas pun kembali berjalan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dorong Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel, Bank Kalsel Memiliki Peran Strategis 

Published

on

Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, H. Ibnu Sina (kedua dari kiri), saat menghadiri Sharing Session Performance Review Meeting Bank Kalsel bersama AksEL University di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026). (Foto/Ist) )

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah (Pemda) dalam memperkuat pembangunan Kota Banjarmasin dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, H Ibnu Sina, dalam Sharing Session Performance Review Meeting Bank Kalsel bersama Aksel University di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026).

Menurut Ibnu Sina, kontribusi Bank Kalsel tidak sebatas mendukung pengelolaan keuangan daerah, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal pemerintah dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Peran tersebut semakin penting di tengah tantangan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan, meningkatkan efisiensi belanja, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Karena itu, Bank Kalsel diharapkan mampu memperkuat dukungan melalui layanan keuangan dan pembiayaan yang produktif, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga perlu terus ditingkatkan agar potensi ekonomi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan demikian, Bank Kalsel tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Banua. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Teller Bank Kalsel: Memudahkan Transaksi Nasabah Juga Dedikasi dan Pelayanan Sepenuh Hati

Published

on

Salah satu Teller Bank Kalsel. (Foto /Humas Bank Kalsel)

BANJARMASIN SuaraBorneo.com – Di balik setiap kemudahan transaksi perbankan yang dirasakan oleh nasabah, selalu ada dedikasi dan pelayanan sepenuh hati.

Hal inilah yang tergambar dalam episode terbaru program “POV AKSEL” dari Bank Kalsel, yang kali ini membagikan sudut pandang Kirana, seorang Teller di Bank Kalsel. Di Banjarmasin, Sabtu (10/10/2026).

Melalui kesehariannya, Kirana membuktikan bahwa peran seorang Teller jauh melampaui tugas administratif seperti sekadar menerima dan memproses transaksi.

Menurutnya, profesi ini menuntut tingkat ketelitian yang tinggi, keramahan yang konsisten, serta komitmen kuat untuk memastikan setiap kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan baik dan tuntas.

Semangat yang selalu dipegang teguh oleh Kirana dalam menjalankan tugasnya adalah bahwa di balik setiap transaksi, ada pelayanan yang bertujuan untuk membuat semuanya terasa lebih mudah bagi nasabah.

Dalam tayangan tersebut, Kirana juga membagikan nilai penting yang menjadi kunci dari pelayanannya. Ia percaya bahwa pelayanan terbaik tidak hanya hadir dari kecepatan bekerja, melainkan selalu dimulai dari proses yang humanis, yaitu mendengar, memahami, lalu membantu nasabah menemukan solusi.

Selain memberikan pelayanan tatap muka yang prima dan sepenuh hati di kantor cabang, Bank Kalsel juga terus hadir mempermudah aktivitas finansial Anda melalui layanan digital.

Nikmati berbagai kemudahan bertransaksi di mana saja dan kapan saja. Download aplikasi AKSEL Bank Kalsel di Play Store atau App Store sekarang!

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi tautan berikut: https://bit.ly/akselbybankkalsel

Bank Kalsel berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Bank Kalsel merupakan peserta penjaminan LPS. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dishub Gandeng Aksel by Bank Kalsel Terapkan Tarif Papadaan

Published

on

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tarif Papadaan resmi diterapkan pada semua moda transportasi perkotaan, yang dikelola Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, Dishub Kota Banjarmasin dan Dishub Kota Banjarbaru.

Cukup membayar Rp5.000, dengan satu kali tap kartu pra bayar nir sentuh, atau QRIS, dan aplikasi dompet digital, maka pengguna dapat berganti moda transportasi publik modern, hingga 3 kali.

Dengan tarif terintegrasi antara Trans Banjarbakula, Trans Banjarmasin dan Trans Banjarbaru, pengguna dapat menikmati 3 noda angkutan ini, dengan satu kali bayar, berlaku hingga 90 menit.

Penerapan Tarif Papadaan ini, mendapat dukungan penuh dari Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel melalui aplikasi Aksel.

“Dari aplikasi Aksel, fasilitasi proyek perubahan, implementasi tarif papadaan, yaitu tarif terintegrasi untuk Trans Banjarbakula dan Trans Banjarmasin. Kita berharap ini tidak hanya terkait dengan layanan angkutan perkotaan, tetapi juga digitalisasi keuangan, kemudian peningkatan pendapatan daerah, dan kreatif financing yang bisa dikerjasamakan Bank Kalsel dengan Dinas Perhubungan, serta dari kolaborasi antar pemerintah daerah,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M. Fitri Hernadi, Kamis (8/10).

Pada penerapan tarif papadaan ini, Bank Kalsel yang mengatur di balik layar, untuk mengintegrasikan tarif 3 moda transportasi perkotaan tersebut.

“Bahkan ke depan, asal Tarif Berlangganan, pembelian hanya di Aksel, lebih murah dan bisa melalui aplikasi,” tambah Fitri.

Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Izhar mengatakan, Bank Kalsel akan selalu mendukung pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam seluruh kegiatan.

“Terutama sebagaimana komitmen kita dengan Bank Indonesia akan selalu mendukung digitalisasi Kalimantan Selatan, dengan salah satu kegiatan yang ada di Trans Banjarbakula ini, salah satunya mendorong untuk digitalisasi,” ujarnya.

Kehadiran tarif papadaan ini, diharapkan semakin membuat masyarakat nyaman menggunakan transportasi publik dengan harga terjangkau, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer