Komisi II DPR RI Soroti Kinerja Bank Kalsel - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Komisi II DPR RI Soroti Kinerja Bank Kalsel

Published

on

Reses Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat 20 Februari. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kalimantan Selatan menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI. Bertempat di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat 20 Februari.

Komisi II DPR RI menyoroti kondisi 30% BUMD di Indonesia merugi dan kerap terbebani politik lokal. Seperti dijadikan alat balas budi tim sukses (politisasi), yang mengakibatkan kerugian.

Salah satu yang dikritisi adalah Bank Kalsel yang dinilai belum optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menilai portofolio Bank Kalsel menunjukkan tren yang kurang sehat.

Ia menyoroti pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat, namun tidak diikuti dengan pertumbuhan penyaluran kredit. “DPK naik, tetapi kredit justru tumbuh negatif. Ini menandakan kurangnya keberanian mengambil risiko dan minim inovasi. Bank daerah seharusnya agresif mendorong pembiayaan produktif,” kata Deddy.

Berdasarkan paparan Direktur Utama Bank Kalsel, Fahrudin, pada 2025 DPK tumbuh 9,69% menjadi Rp21,78 triliun. Namun, penyaluran kredit justru turun 3,29% menjadi Rp14,16 triliun.

Selain Bank Kalsel, Komisi II juga menyoroti kinerja PT Ambapers yang dinilai belum maksimal. Meski mengelola proyek pengerukan alur Sungai Barito, kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) disebut masih rendah.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mengungkapkan secara nasional terdapat 1.057 BUMD di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 300 BUMD masih merugi dengan total kerugian mencapai Rp5,5 triliun. Padahal total aset BUMD secara nasional mencapai Rp1.240 triliun, namun kontribusinya terhadap APBD hanya sekitar Rp25 triliun.

Di Kalimantan Selatan sendiri, terdapat lima BUMD yakni Bank Kalsel, BPR, PT Ambapers, PT Bangun Banua dan Jamkrida. Dari kelima BUMD tersebut, kontribusi terhadap PAD hanya sekitar Rp63 miliar dari total PAD Kalsel yang mencapai Rp5 triliun.

“Kontribusi ini sangat kecil. BUMD seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan justru menjadi beban,” ujar Rifqinizamy.

Ia juga menyinggung persoalan politisasi BUMD, yang kerap diisi oleh figur tidak profesional akibat kepentingan politik lokal. Menurutnya, pemerintah pusat tengah menyiapkan penguatan pengawasan melalui kehadiran Dirjen Pengawasan BUMD di bawah Kementerian Dalam Negeri serta penyusunan RUU BUMD guna mendorong standarisasi tata kelola.

Sorotan terhadap BUMD di Kalsel juga mengemuka di tengah perhatian publik terhadap kebijakan Gubernur Kalsel, Muhidin, yang sebelumnya ramai diperbincangkan karena penempatan sejumlah komisaris di BUMD. Komisi II DPR RI menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan potensi pengurangan transfer ke daerah, kepala daerah dituntut lebih kreatif menggali sumber PAD baru.

BUMD, termasuk Bank Kalsel, diharapkan mampu bertransformasi menjadi institusi yang profesional, inovatif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi daerah. [adv]

Bagikan ke

Banjarmasin

TPID Kalsel Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Instansi Vertikal, BUMN, Perumda, serta SKPD yang tergabung dalam anggota TPID provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri melalui penguatan koordinasi lintas instansi, pengawasan perkembangan harga komoditas, serta pelaksanaan berbagai langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian TPID dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Beberapa isu utama antara lain potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang Idulfitri, risiko peningkatan harga emas terhadap inflasi daerah, serta dinamika global yang berpotensi mempengaruhi harga energi dan biaya distribusi.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, TPID mendorong penguatan langkah pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produksi komoditas pangan strategis seperti cabai dan daging ayam ras, optimalisasi peran BUMD pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, serta penguatan kebijakan berbasis data melalui pengembangan early warning system untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan secara lebih antisipatif.

Selain itu, TPID juga mendorong pelaksanaan berbagai langkah pengendalian inflasi seperti intensifikasi operasi pasar atau pasar murah, penguatan kerja sama antar daerah untuk menjaga keseimbangan pasokan, serta penguatan komunikasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konsumsi dan keuangan secara bijak.

Pada sesi pemaparan materi, Fachri Ubadiyah selaku Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber menyampaikan perkembangan inflasi terkini di daerah. Berdasarkan data BPS, pada Februari 2026 Kalimantan Selatan mencatat inflasi sebesar 0,86% (month-to-month) atau meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 0,20%. Secara tahunan, inflasi tercatat 5,97% (year-on-year) yang antara lain dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya serta kenaikan harga emas perhiasan.

Secara spasial, beberapa wilayah masih mencatat tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta beras. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan TPID dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran.

Melalui HLM ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah.*TPID Kalsel Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang HBKN Idulfitri 1447 H*

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kalimantan Selatan yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, pada Senin (16/3/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kalimantan Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Instansi Vertikal, BUMN, Perumda, serta SKPD yang tergabung dalam anggota TPID provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idulfitri melalui penguatan koordinasi lintas instansi, pengawasan perkembangan harga komoditas, serta pelaksanaan berbagai langkah intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian TPID dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Beberapa isu utama antara lain potensi kenaikan harga komoditas pangan menjelang Idulfitri, risiko peningkatan harga emas terhadap inflasi daerah, serta dinamika global yang berpotensi mempengaruhi harga energi dan biaya distribusi.

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, TPID mendorong penguatan langkah pengendalian inflasi melalui berbagai strategi, antara lain peningkatan produksi komoditas pangan strategis seperti cabai dan daging ayam ras, optimalisasi peran BUMD pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan distribusi, serta penguatan kebijakan berbasis data melalui pengembangan early warning system untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan secara lebih antisipatif.

Selain itu, TPID juga mendorong pelaksanaan berbagai langkah pengendalian inflasi seperti intensifikasi operasi pasar atau pasar murah, penguatan kerja sama antar daerah untuk menjaga keseimbangan pasokan, serta penguatan komunikasi kepada masyarakat terkait pengelolaan konsumsi dan keuangan secara bijak.

Pada sesi pemaparan materi, Fachri Ubadiyah selaku Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber menyampaikan perkembangan inflasi terkini di daerah. Berdasarkan data BPS, pada Februari 2026 Kalimantan Selatan mencatat inflasi sebesar 0,86% (month-to-month) atau meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 0,20%. Secara tahunan, inflasi tercatat 5,97% (year-on-year) yang antara lain dipengaruhi oleh efek basis rendah dari kebijakan diskon tarif listrik pada periode sebelumnya serta kenaikan harga emas perhiasan.

Secara spasial, beberapa wilayah masih mencatat tekanan inflasi yang relatif lebih tinggi, antara lain Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut, dan Kotabaru. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta beras. Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan TPID dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi yang lebih tepat sasaran.

Melalui HLM ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang HBKN Idulfitri 1447 Hijriah. [rls-bi]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Libur Layanan Operasional 18–24 Maret 2026, Transaksi Bisa Lewat Mobile Banking dan ATM

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menyambut libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Bank Kalsel menyesuaikan operasional layanan perbankannya.

Dalam pengumuman resmi, operasional kantor bank akan libur pada 18 hingga 24 Maret 2026, seiring rangkaian libur Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri. Selama periode tersebut, layanan Weekend Banking juga ditiadakan sementara mengikuti ketentuan hari libur nasional dan cuti bersama.

Meski demikian, Bank Kalsel memastikan aktivitas transaksi nasabah tetap dapat dilakukan secara normal melalui berbagai layanan e-channel, seperti mobile banking, ATM, dan fasilitas digital lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur panjang.

Manajemen Bank Kalsel juga mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan digital guna menghindari kendala transaksi selama kantor operasional tutup sementara.

Bagi nasabah yang memerlukan informasi lebih lanjut, Bank Kalsel menyediakan layanan Call Center 0800 1122 000 yang tetap dapat diakses selama periode libur.

Penyesuaian operasional ini menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam menjaga kualitas layanan sekaligus memastikan kesiapan sistem perbankan menghadapi lonjakan transaksi menjelang dan setelah Idul Fitri. [adv/]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Gelar RUPS Tahun Buku 2025 dan Kesiapan Layanan Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah

Published

on

Bank Kalsel telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada hari Rabu, 4 Maret 2026 bertempat di Rattan In Hotel Banjarmasin. (Foto/Humas-BankKalsel) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai bagian dari agenda tahunan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja serta menetapkan arah strategis perusahaan ke depan. Bank Kalsel telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada hari Rabu, 4 Maret 2026 bertempat di Rattan In Hotel Banjarmasin. Pelaksanaan RUPS ini menjadi momentum penting bagi Bank Kalsel untuk memperkuat kinerja perusahaan, meningkatkan tata kelola yang baik, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri perbankan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa RUPS merupakan forum strategis bagi perusahaan dalam menyampaikan laporan kinerja kepada para pemegang saham sekaligus membahas berbagai agenda penting yang berkaitan dengan pengembangan bisnis Bank Kalsel ke depan.

“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momentum bagi Bank Kalsel untuk mengevaluasi capaian kinerja perusahaan sekaligus memperkuat strategi bisnis ke depan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan ekonomi daerah,” ujar Fachrudin.

Seiring dengan pelaksanaan agenda korporasi tersebut, Bank Kalsel juga memastikan kesiapan operasional layanan perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Adapun untuk operasional layanan Bank Kalsel akan tutup sementara pada periode 18 hingga 24 Maret 2026 sehubungan dengan libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 serta Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. mengingat periode Lebaran merupakan salah satu momen dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi setiap tahunnya, untuk mengantisipasi peningkatan transaksi tersebut, Bank Kalsel telah melakukan berbagai langkah penguatan, khususnya pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah.

Langkah yang dilakukan antara lain melalui preventive maintenance mesin ATM, termasuk pembersihan dan pengecekan serta pemeriksaan perangkat secara berkala. Bank Kalsel juga menyiapkan petugas, guna memastikan kelancaran operasional dan penanganan gangguan teknis pada mesin ATM selama periode Ramadan dan libur Lebaran.

Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel telah melakukan proyeksi arus kas guna memastikan ketersediaan dana dalam memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode tersebut, berdasarkan proyeksi internal perusahaan, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.

Sementara itu, total proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun, yang digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi masyarakat, antara lain penyediaan likuiditas transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran THR ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.

Per tanggal 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM, sehingga dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi menjelang hari raya, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi menjelang Idul Fitri, seperti phishing melalui tautan palsu, penipuan undian hadiah, maupun permintaan kode OTP oleh pihak yang mengaku sebagai petugas bank. Bank Kalsel menegaskan bahwa bank tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, ataupun media sosial.

Lebih lanjut, Fachrudin juga menyampaikan bahwa Bank Kalsel berkomitmen untuk memastikan kelancaran seluruh layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi peningkatan aktivitas transaksi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap muncul menjelang momentum hari raya.

“Kami memahami bahwa menjelang Idul Fitri aktivitas transaksi masyarakat biasanya meningkat cukup signifikan. Oleh karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif baik dari sisi kesiapan operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, maupun ketersediaan likuiditas agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan lancar selama periode Ramadan hingga libur Lebaran,” tambahnya.

Melalui berbagai langkah kesiapan tersebut, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat, sekaligus menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2025. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Gandeng Baznas dan UPZ Bank Kalsel, Kemenag Kota Banjarmasin Tebar Keberkahan di Bulan Ramadan 1447 H

Published

on

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan bertajuk "Tebar Harapan Ramadan 1447 H". (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Banjarmasin, dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan bertajuk “Tebar Harapan Ramadan 1447 H”. Kamis (12/03/2026) di Aula Bararakatan Kemenag Kota Banjarmasin.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag (Ka.Kankemenag) Kota Banjarmasin, H. Saipudin, S.Ag., M.Pd.I., didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU), serta para Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara di lingkungan Kemenag Kota Banjarmasin. Turut hadir pula Ketua Baznas Kota Banjarmasin, perwakilan Bank Kalsel, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banjarmasin, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kota Banjarmasin beserta jajaran.

Pada kegiatan inii, sebanyak 205 paket sembako disalurkan kepada para penerima manfaat. Adapun rincian bantuan tersebut terdiri dari 100 paket dari Baznas Kota Banjarmasin, 100 paket dari UPZ Bank Kalsel, dan 5 paket dari (IPARI Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kota Banjarmasin, H. Saipudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian bersama dalam membantu masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan Tebar Harapan Ramadan ini, kita berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

H. Saipudin juga menegaskan bahwa sinergi antara Kementerian Agama, Baznas, lembaga keuangan, dan organisasi profesi seperti IPARI merupakan langkah positif untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh para pejabat yang hadir kepada perwakilan penerima. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan solidaritas sosial terus tumbuh, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Memperingati Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah dan Santunan Dalam Rangkaian Acara HUT Ke-62

Published

on

Kegiatan dihadiri langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. (Foto/UPZ-BankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bertepatan dengan malam ke-15 Ramadhan 1447 H, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menyelenggarakan kegiatan peringatan Malam Nuzulul Qur’an. Acara ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga menjadi momentum berbagi dalam rangkaian perayaan HUT Bank Kalsel yang ke-62.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 dihadiri langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin yang menunjukkan komitmen Bank Kalsel untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya melalui penyaluran bantuan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam acara tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis kepada beberapa penerima manfaat, di antaranya:
•    Santunan Anak Yatim Piatu: Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan anak-anak yatim.
•    Santunan Anak Tahfidz: Dukungan bagi para penghafal Al-Qur’an agar terus semangat dalam menjaga kalam illahi.
•    Santunan Kaum Masjid: Apresiasi bagi para penjaga dan pengurus rumah ibadah yang telah mengabdi kepada umat.
•    Bantuan Rombong Barakah: Secara khusus diserahkan kepada Ibu Milawati anak dari pensunan pegawai Bank Kalsel, almarhum Bapak Suni Asibidin sebagai sarana penunjang kemandirian ekonomi.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pilar kepedulian sosial perusahaan. Melalui UPZ Bank Kalsel, dana zakat, infaq, dan sedekah yang dikelola disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung serta mendukung sarana keagamaan,” ungkap Fachrudin.

Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah :
Bank Kalsel Syariah :
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel

Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153

#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah #Baznas #BaznasKalsel

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Fitur Ready Cash Bank Kalsel, Permudah Dapat Dana Tunai Cepat dan Nyaman

Published

on

Fitur Ready Cash di mobile banking AKSEL by Bank Kalsel. (Foto/Instagram/@bankkalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Memudahkan transaksi serta kebutuhan uang tunai nasabah, Bank Kalsel menawarkan solusinya melalui program Ready Cash.

Layanan Ready Cash Bank Kalsel ini memungkinkan nasabah Bank Kalsel mendapatkan dana tunai dengan cepat dan nyaman.

Ready Cash Bank Kalsel menjadi solusi cepat, karena tidak ribet saat ingin mendapat dana tunai dengan segera.

Mengutip Instagram Bank Kalsel, Kamis (12/3/2026), nasabah yang menggunakan Ready Cash Bank Kalsel tak perlu lagi antre di kantor.

Nasabah bisa langsung mengajukan pinjaman kapan saja dan di mana saja, langsung dari ponsel.

“Ready Cash hadir sebagai solusi cepat dan praktis untuk kebutuhan mendesakmu. Segera unduh aplikasi AKSEL by Bank Kalsel sekarang dan nikmati kemudahan finansial di genggaman tanganmu,” ujar Bank Kalsel. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Lupa Bawa Uang Tunai ke Pasar Wadai Banjarmasin, Jangan Khawatir Ada Mobil Kas Bank Kalsel

Published

on

Mobil Kas Bank Kalsel di kawasan Pasar Wadai Banjarmasin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pengunjung yang sedang berjalan-jalan atau berburu jajanan khas di Pasar Wadai di Banjarmasin kini tidak perlu khawatir jika kehabisan uang tunai atau bahkan kelupaan membawa dompet.

Di area pasar tersedia Mobil Kas Bank Kalsel yang siap melayani berbagai kebutuhan transaksi perbankan secara langsung di lokasi.

Mobil kas ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan tarik tunai maupun setor tunai tanpa harus pergi ke kantor cabang bank.

Kehadiran layanan ini menjadi solusi praktis bagi pengunjung yang sedang menikmati suasana pasar, terutama saat ngabuburit sambil mencicipi beragam kue tradisional khas Banjar.

Selain layanan transaksi, pengunjung juga dapat bertanya informasi seputar layanan perbankan atau mendapatkan bantuan terkait kebutuhan nasabah lainnya langsung dari petugas yang bertugas di mobil kas tersebut.

Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan, operasional mobil kas juga dijaga oleh petugas keamanan (satpam) yang selalu siaga di sekitar area layanan.

Dengan adanya Mobil Kas Bank Kalsel di kawasan Pasar Wadai Banjarmasin, masyarakat kini bisa menikmati kuliner tradisional sekaligus menyelesaikan urusan perbankan dengan mudah dan cepat.

“Jadi kalau lagi jalan-jalan di Pasar Wadai Banjarmasin dan butuh transaksi perbankan, tinggal mampir saja ke mobil kas Bank Kalsel. Sambil ngabuburit dan jajan kue khas Banjar, urusan bank pun tetap bisa beres,” ujar Yaser salah satu pengunjung. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer