Gubernur H Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026, Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar  - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Resmi Tutup Kalsel Expo 2026, Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar 

Published

on

Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin resmi menutup Kalsel Expo 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel, H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin resmi menutup Kalsel Expo 2026 di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Senin (17/8/2026) malam.

Penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, bersama Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar bersama jajaran Forkopimda Kalsel masing-masing beserta Istri, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin bersama Ketua DPW Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin dan Walikota Banjarmasin, H.M. Yamin beserta, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, serta peserta expo.

Kalsel Expo 2026 yang berlangsung sejak 12 Agustus menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk daerah sekaligus mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat dan dunia usaha dengan menghadirkan 325 stan, termasuk 100 stan UMKM.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, event organizer, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan expo hingga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

“Penjualan selama Expo totalnya lebih dari Rp20 miliar.” ujar Gubernur H. Muhidin.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi kegiatan expo sebagai sarana promosi sekaligus membuka pasar bagi produk Banua, mulai dari kendaraan, alat berat hingga berbagai produk UMKM.

Selain itu, Gubernur H. Muhidin juga mendorong agar kegiatan serupa lebih sering digelar dengan melibatkan berbagai instansi dan pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin menegaskan Pemprov Kalsel, siap memberikan ruang bagi instansi yang ingin menggelar expo di kawasan perkantoran pemerintah daerah.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan UMKM dan kulineran yang ada di Kalsel.” tegasnya.

Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut mengapresiasi kekompakan Forkopimda Kalsel yang selama ini aktif bersama pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di Banua.

“Inilah bukti kekompakan yang ada.” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin berharap semangat Kalsel Expo tidak berhenti setelah kegiatan ditutup, tetapi terus berlanjut melalui peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan semakin terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.

“Kalsel Expo 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup.” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan, S.Pd., M.M. melaporkan, transaksi selama pelaksanaan expo mencapai lebih dari Rp20 miliar.

“Total transaksi Kalsel Expo 2026 lebih dari Rp20 miliar.” kata Ahmad Bagiawan.

Bagiawan menjelaskan, nilai tersebut berasal dari transaksi yang tercatat sebesar Rp19,33 miliar, kemudian bertambah dari penjualan satu unit ekskavator senilai sekitar Rp1,3 miliar serta dua unit mobil listrik dengan nilai sekitar Rp600 juta.

Selain transaksi, Kalsel Expo 2026 juga mencatat jumlah pengunjung yang cukup tinggi. Selama enam hari pelaksanaan, tercatat sekitar 1.278.000 pengunjung hadir di lokasi expo.

“Selama enam hari, sekitar 1.278.000 orang berkunjung ke Kalsel Expo.” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Bagiawan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi apabila Kalsel Expo kembali digelar tahun depan.

“Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan.” katanya.

Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang lomba stan dan kegiatan pendukung Kalsel Expo 2026. Hadiah kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin.

Kategori SKPD Provinsi dimenangkan Bapenda Kalsel, disusul Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel sementara stan terfavorit diraih Dinas Kominfo Kalsel.

Untuk kategori Kabupaten/Kota, juara pertama diraih Tanah Bumbu, disusul Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.

Korem 101/Antasari menjadi juara pertama kategori Instansi Vertikal, diikuti Lanud Syamsudin Noor dan Polda Kalsel.

Kategori BUMN dimenangkan Bank Kalsel, disusul Bank BSI dan PT PLN. Sementara kategori Perusahaan Swasta diraih PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan Hutan Rindang Banua.

Kategori Organisasi Sosial/Profesi dimenangkan Dekranasda Tapin, Dekranasda HSS, dan PKK Kalsel.

Untuk lomba pendukung, lomba memasak dimenangkan Dinas ESDM Kalsel, turnamen Esport oleh Tim OPR, lomba menggambar oleh Safira Talita Arumi, dan lomba mewarnai oleh Dinara Nabila.

Penyerahan hadiah sekaligus menjadi penutup rangkaian Kalsel Expo 2026 yang diharapkan terus menjadi wadah promosi, memperluas pasar, dan membuka peluang usaha bagi produk serta UMKM Banua. [adv/adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Dampingi Staf Khusus Presiden H Andi Samsudin Arsyad dan KSAL Laksamana TNI Tinjau dan Padamkan Titik Api

Published

on

Gubernur H. Muhidin didampingi antara lain Staf Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Pangan, Energi dan Sumber Daya Andi Syamsuddin Arsyad, Staf Khusus BIN H. Gusti Denny Ramdhani, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel dan Staf Khusus Presiden meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) sore.

‎Peninjauan dilakukan bersama sejumlah pejabat utama TNI dan Polri serta Staf Khusus Presiden di daerah Guntung Damar Ring 1 Kawasan Bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarbaru.

‎Dalam peninjauan tersebut, Gubernur H. Muhidin didampingi antara lain Staf Khusus Presiden Bidang Perdagangan, Pangan, Energi dan Sumber Daya Andi Syamsuddin Arsyad, Staf Khusus BIN H. Gusti Denny Ramdhani, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. M. Fadil Imran dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

‎Turut hadir Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala Binda Kalsel Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, dan Danlanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita.

Gubernur Kalsel H. Muhidin bahkan turun langsung memegang gagang semprotan air (Backpack Sprayer). Dengan sigap, orang nomor satu di Kalsel itu mengarahkan semprotan ke kawasan hutan yang terbakar, membantu upaya pemadaman dari jarak dekat.

Secara bergantian, aksi Gubernur dan pimpinan Forkopimda memadamkan api ini menjadi komitmen upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banua.

‎Kawasan Guntung Damar menjadi salah satu titik fokus penanganan karhutla karena berada di sekitar zona ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Tim gabungan BPBD Kalsel, Manggala Agni, TNI-Polri, dan relawan terus melakukan pemadaman serta pembasahan untuk mencegah api kembali meluas.

‎Di ruang VIP Room Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Kepala BPBD Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra memberikan penjelasan detail mengenai kondisi terkini karhutla, termasuk sebaran titik api di sejumlah wilayah. Paparan tersebut terutama menyoroti kondisi kawasan ring 1 yang menjadi perhatian karena berada di sekitar objek vital Bandara Internasional Syamsuddin Noor.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Kalsel memaparkan perkembangan penanganan karhutla kepada Gubernur H. Muhidin, jajaran Forkopimda Kalsel, serta Staf Khusus Presiden. Informasi mengenai sebaran titik api menjadi bahan bagi tim gabungan dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.

‎Usai menerima paparan, Gubernur H. Muhidin bersama jajaran kemudian bergerak meninjau langsung kawasan Guntung Damar yang menjadi salah satu titik fokus penanganan karhutla.

‎Gubernur H. Muhidin mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, kondisi karhutla di lokasi saat ini menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibanding sebelumnya. Sejumlah titik yang sebelumnya terbakar juga sudah tidak terlihat api.

‎“Alhamdulillah, hari ini kita kedatangan para petinggi Polri dan petinggi TNI Angkatan Laut. Presiden RI Prabowo Subianto batal datang karena kondisi di wilayah cukup membaik, kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim gabungan yang terlibat pada hari ini,” sampai Gubernur H. Muhidin.

‎Gubernur H. Muhidin menyebut, kondisi di lapangan saat ini tidak separah sebelumnya. Hal tersebut antara lain terlihat dari tidak adanya aktivitas penyiraman menggunakan helikopter water bombing di lokasi yang ditinjau.

‎Meski kondisi membaik, Gubernur H. Muhidin mengingatkan potensi munculnya kembali asap dan titik api masih ada. Karena itu, upaya pemadaman, pembasahan, dan kewaspadaan harus tetap dilakukan.

‎“Kami meminta kepada masyarakat yang ada di luar atau di daerah yang jauh, kalau bisa jangan membakar. Kalau ingin membersihkan lahan, dilakukan dengan cara yang aman agar kebakaran tidak meluas,” pungkasnya.

‎Berdasarkan data BPBD Provinsi Kalsel tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan 8.764 titik panas (hotspot). Luas lahan terdampak mencapai 6.905 hektare.

‎Sementara itu, dalam kunjungannya ke Kalimantan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung menangani karhutla di empat provinsi di Kalimantan.

‎Untuk Kalsel, penanganan karhutla ditugaskan kepada KSAL bersama Astamaops Polri. Penanganan di Kalimantan Barat menjadi tanggung jawab Panglima TNI dan Kapolri, Kalimantan Tengah ditangani KSAD dan Wakapolri, sedangkan Kalimantan Timur menjadi tanggung jawab Wakil Panglima TNI dan Komandan Korps Brimob Polri.

‎Diakhir, Gubernur H. Muhidin berharap kondisi karhutla di Kalsel terus membaik dan seluruh pihak bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran baru.

‎Gubernur H. Muhidin juga mengajak dan berpesan agar masyarakat berperan aktif dalam pencegahan karhutla serta terus berdoa agar kebakaran di Kalsel dapat segera ditangani sepenuhnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Penutupan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026, Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan melalui Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan melalui Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman saat mewakili Gubernur Kalsel menutup secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung KH. Idham Chalid, pada Senin (17/8/2026) malam.

Sebanyak 44 putra-putri terbaik Banua yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan sebelumnya telah menuntaskan rangkaian seleksi, pendidikan, dan pelatihan, sekaligus menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Mewakili Gubernur Kalsel, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan amanah dengan disiplin, kekompakan, dan penuh tanggung jawab.

“Nama baik Paskibraka melekat pada adik-adik seumur hidup. Saya titip masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada kalian,” sampai Wagub Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi mengingatkan, berakhirnya pemusatan pendidikan dan pelatihan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab para anggota Paskibraka. Sebaliknya, pengalaman selama menjalani pembinaan harus menjadi bekal untuk terus menunjukkan keteladanan di lingkungan masing-masing.

Wagub Kalsel juga meminta para anggota Paskibraka membawa kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan keluarga dan sekolah.

“Malam ini pemusatan latihan kita tutup, sedangkan tugas adik-adik sebagai teladan baru saja dimulai. Bawa pulang disiplin ini ke rumah dan ke sekolah,” ujarnya.

Selain kedisiplinan, Wagub Hasnuryadi juga mengarahkan generasi muda Kalsel untuk tekun belajar, menjaga diri, serta menjauhi narkoba, perundungan, dan pergaulan yang dapat merusak masa depan.

Menurut Wagub Hasnuryadi, para anggota Paskibraka memiliki kesempatan besar untuk menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan terus diamalkan secara istiqamah dan konsisten.

“Mudah-mudahan bisa menjadi generasi muda yang kita banggakan, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Semoga adik-adik semuanya sukses di bidangnya masing-masing dan menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya masing-masing,” ungkap Wagub Kalsel.

Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi juga berpesan agar persaudaraan yang terbangun selama pemusatan latihan tetap dijaga. Perbedaan asal daerah dan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persatuan.

Wagub Hasnuryadi juga menilai pengalaman Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam momentum itu, Hasnuryadi turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, panitia, tim kesehatan, pendamping asrama, Purna Paskibraka Indonesia, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung proses pembinaan.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tadi menanyakan kondisi adik-adik, semuanya sehat dan siap menjadi teladan di tempatnya masing-masing,” tuturnya.

Acara penutupan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko, dan segenap jajaran Pimpinan SKPD Kalsel, serta para anggota Paskibraka.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalsel juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp5 juta kepada salah satu perwakilan Paskibraka Kalsel.

Dengan mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”, Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup.

Namun, bagi 44 anggota Paskibraka, Hasnuryadi menegaskan bahwa penutupan pemusatan latihan justru menjadi awal untuk membuktikan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan melalui tindakan nyata di sekolah, keluarga, dan masyarakat. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Berlangsung Khitmad, Wagub Kalsel Hasnuryadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung di lapangan Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/08/2026) sore.

Upacara penurunan bendera tersebut menjadi rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan penuh penghormatan, mulai dari prosesi persiapan hingga Sang Saka Merah Putih diturunkan, dilipat, dan disimpan kembali.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Syarifuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, para pejabat teras Pemerintah Provinsi Kalsel, pimpinan instansi vertikal, pejabat TNI dan Polri, serta undangan lainnya.

Usai memimpin upacara, Wagub Kalsel Hasnuryadi menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian prosesi penurunan Bendera Merah Putih berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat.

“Alhamdulillahi rabbil alamin, tugas pada pelaksanaan upacara penurunan bendera berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Wagub kemudian menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas, serta para pelatih yang telah mendampingi dan mempersiapkan mereka selama berminggu-minggu.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Paskibraka yang bertugas, maupun para pelatih yang telah berlatih selama berminggu-minggu,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan sekaligus membangun semangat bersama dalam memajukan bangsa.

“Saya juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-81 Republik Indonesia, seraya berharap momentum ini menjadi penguat persatuan dan semangat membangun bangsa,” tuturnya.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Mudah-mudahan kita semakin solid, bersatu, Indonesia semakin maju, dan rakyat semakin sejahtera,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Wakil Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda dan meminta generasi penerus bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak berhenti menimba ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Pesan saya untuk generasi muda, junjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan teruslah menimba ilmu sebaik-baiknya sebagai bekal. Mudah-mudahan bisa menjadikan Indonesia semakin maju, sesuai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” pesannya.

Untuk diketahui, dalam prosesi tersebut, Mayor (POM) Hendrik Yoneska, S.S.T.Han., M.H., lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012 yang menjabat Danspatpom Lanud Syamsudin Noor, bertindak sebagai Komandan Upacara.

Sementara Perwira Upacara dijabat Mayor Inf Teuku Rhoma Donny Syahputra, lulusan Secapa AD tahun 2015 yang menjabat Pasiops Korem 101/Antasari. Adapun Komandan Kompi Paskibra dijabat Letnan Dua Inf Kharisma Ikhsan Cendikia, S.Sos., lulusan Sepa PK tahun 2025 yang menjabat Danton Ban Kipan A Yonif TP 828/Banua Warani Mattone.

Prosesi penurunan bendera juga melibatkan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Paskibraka. Pembawa baki dipercayakan kepada Masnah dari SMK Negeri 2 Simpang Empat, utusan Kabupaten Tanah Bumbu. Sebagai cadangan pembawa baki adalah Hidayatul Azkia dari SMA Negeri 1 Kandangan, utusan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Selanjutnya, Pascal Irfan Santoso dari Global Islamic Boarding School, utusan Kabupaten Barito Kuala, bertugas sebagai penggerak bendera. Muhammad Nurul Irfan dari SMA Negeri 4 Banjarbaru, utusan Kota Banjarbaru, bertugas sebagai pembentang bendera.

Untuk Danpok 8 dijabat Muhammad Rezky Nazari dari MA Negeri 2 Hulu Sungai Tengah, utusan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sedangkan Danpok 17 dijabat Mohammad Ashiddah Al Ghoefar Khozein dari SMA Negeri 7 Banjarmasin, utusan Kota Banjarmasin. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Serahkan SK Remisi HUT RI ke-81 Sebanyak 6.189 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum bagi narapidana serta pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan, dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (17/8/2026).

Penyerahan SK Remis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI oleh Gubernur H. Muhidin yang disaksikan pula oleh pimpinan Forkopimda Kalsel dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Kota Banjarbaru, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan, Pimpinan Instansi, Lembaga, dan Mitra Kerja Pemasyarakatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Pejabat Manajerial Di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kanwil Ditjen Imigrasi, serta perwakilan Warga Binaan tersebut, digelar dengan khidmat dan penuh makna, sebagai bentuk apresiasi negara kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah menunjukkan perilaku baik, taat aturan, serta berkomitmen memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.

Junlah Narapidana yang mendapatkan remisi umum I (Pengurangan sebagian dari masa pidana) kali ini sebanyak 6.056 orang dan yang mendapat Remisi Umum II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) berjumlah 133 orang, terdiri 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda/subsider.

Gubernur H. Muhidin dalam sambutannya menyampaikan, pemberian remisi dan pengurangan masa pidana, merupakan bagian dari sistem pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai proses penting dalam membantu warga binaan memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Karena itu, saya berharap remisi ini bukan sekadar dimaknai sebagai pengurangan masa menjalani pidana, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat tekad, memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Gubenur H. Muhidin juga dalam kesempatan ini memberi pesan khusus kepada anak-anak binaan, agar jangan pernah merasa bahwa masa depan telah berakhir. Usia muda adalah kesempatan yang sangat panjang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

“Kita semua tentu berharap proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya memberikan perubahan secara administratif, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter, keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, saudara-saudara dapat hadir sebagai pribadi yang produktif, memiliki keterampilan, mampu bekerja, berusaha, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” harap Gubenur H. Muhidin.

Kemerdekaan menurut Gubeenur H. Muhidin, mengajarkan bahwa selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik. tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Mari kita jadikan momentum hari kemerdekaan ke-81 ini, sebagai semangat untuk membuka lembaran baru,
membangun kehidupan yang lebih baik, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ajak Gubernur H. Muhidin mengakhiri sambutannya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno, dalam laporannya menyebut, untuk jumlah Satuan kerja Pemasyarakatan di Kalsel, sebanyak 18 UPT terdiri dari 8 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),1 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), 6 Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan 3 Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Jumlah Warga Binaan, baik Narapidana, Anak Binaan dan Tahanan, saat ini mengalami over kapasitas 99 persen. Dari Kapasitas ynag tersedia hanya untuk 4.382 orang, kini jumlahnya mencapai 8.716 orang,” jelas Erwendi.

Sementara itu dirincikan Erwendi, jumlah Narapidana yang mendapatkan remisi umum I (Pengurangan sebagian dari masa pidana) kali ini sebanyak 6.056 orang dan yang mendapat Remisi Umum II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) berjumlah 133 orang, terdiri 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda/subsider.

“Anak binaan yang mendapatkan Pengurangan Masa Pidana (PMP), dibagi dalam 2 kategori pula, PMP I (Pengurangan sebagian dari masa pidana ) sebanyak 9 anak, dan untuk PMP II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) diterima oleh 1 anak. Adapun besaran Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana Umum yang diperoleh bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Dan adalagi, untuk narapidana yang mendapatkan Remisi Tambahan, yakni Pemuka sebanyak 18 orang, dan remisi tambahan Donor Darah sebanyak 1 orang,” jelas Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan, Erwendi menambahkan.

Pada kesempatan ini pula, Erwendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, seluruh pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait, mitra kerja, serta seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pelayanan, pembinaan, pembimbingan, dan reintegrasi sosial di bidang Pemasyarakatan.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak merupakan bagian penting dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya.

Acara yang dimeriahkan dengan unjuk kebolehan dari para warga binaan, hingga pemberian cendera mata berupa lukisan pasar Terapung yang merupakan karya warga binaan ini, ditutup dengan peninjauan langsung Pameran hasil karya warga binaan dari seluruh Lapas di Kalsel, oleh Gubernur H. Muhidin, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, serta seluruh Forkopimda dan para tamu undangan yang berhadir dalam acara tersebut. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur Kalsel H Muhidin Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Kobarkan Semangat Perjuangan Pahlawan Merebut Kemerdekaan

Published

on

Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin  menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. (Foto/Adpim) 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (17/8/2026)

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memimpin langsung rangkaian upacara yang dalam prosesinya dikibarkan dengan khidmat Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang merupakan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang berasal dari 13 kabupaten/kota di bawah asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan.

Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan ini, bertindak sebagai Pembawa Baki, Quensha Anindya Pitoko, dari SMA Negeri 1 Marabahan Barito Kuala. Untuk Penggerek Bendera, Ramadani Haikal Nur Fadilah, dari SMA Darul Hijrah Kabupaten Banjar, Pembentang Bendera , Muhammad Ilham dari SMA Negeri 4 Banjarbaru. Sementara untuk Komandan Kelompok 8 adalah Muhammad Rizki Fajar dari SMA Negeri 1 Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru dan Komandan kelompok 17, Muhammad Dede Mubadillah dari SMA Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.

Suasana semakin syahdu saat seluruh peserta diajak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Suasana semakin khidmat ketika Asisten Pemerintah dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Galuh Tantri Narindra membacakan UUD Tahun 1945, yang dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK.

Usai upacara, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan harapannya terhadap bangsa Indonesia di usianya yang ke- 81 tahun ini.

“Alhamdulillah kita hari ini memperingati dengan penuh khidmat. Dengan momen ini, mudah-mudahan dapat mengingatkankan lagi kepada kita bagaimana perjuangan pahlawan dengan gagah berani merebut kemerdekaan Negara Indonesia kala itu,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin juga berharap generasi bangsa Indonesia khususnya yang ada di Kalsel, dapat menjadi penerus perjuangan para pahlawan, dengan terus rajin belajar untuk Indonesia lebih baik lagi.

Upacara Peringatan HUT RI ke 81 yang turut dihadiri jajaran petinggi Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan seluruh unsur TNI Polri, serta seluruh Pejabat Pimpinan tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel, Perwakilan Mahasiswa, Pelajar dan tamu undangan kali ini juga semakin semarak dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Paduan Suara binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Lagu Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, serta Sapu Tangan Babuncu menggema, membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Berbalut busana adat nusantara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 inipun tampak semakin meriah. Bagaimana tidak, terlihat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin dalam momen ini sengaja menggunakan pakaian adat Banjar yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan. Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi juga tampak menggunakan pakaian adat dari Sumatera Selatan, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Masrupah Syarifuddin tampak menggunakan baju bugis dari Sulawesi.

Rangkaian upacara juga diselingi penyerahan penghargaan Kenaikam Pangkat Luar Biasa oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhudin kepada Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan berupa sembako kepada para veteran, sekaligus penyerahan pila dan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba gerak jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinso Kalsel dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 Tahun 2026 ini. [Ady/Adpim]

 

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Momentum Harjad Kalsel, Gubernur H Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan Hingga Pemprov Terima Deviden PT bangun Banua

Published

on

Pemprov Kalsel menerima penyerahan dividen dari PT Bangun Banua Tahun 2026 sebesar Rp9.161.548.491. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyerahkan sejumlah penghargaan kepada individu, kelompok, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga mitra kerja yang dinilai berprestasi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Pada momentum hari jadi ini juga, Pemprov Kalsel menerima penyerahan dividen dari PT Bangun Banua Tahun 2026 sebesar Rp9.161.548.491. Nilai dividen tersebut meningkat hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyerahan deviden ini diserahkan langsung Direktur Utama PT Bangun Banua Kalimantan Selatan H. Aprizaldi dan diterima Gubernur H. Muhidin.

‎Penyerahan penghargaan dan deviden PT Bangun Banua Kalsel tersebut menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kota Banjarbaru, Kamis (13/8/2026) pagi.

‎Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap berbagai capaian, inovasi, kontribusi, dan kinerja terbaik yang ditunjukkan masyarakat maupun instansi di berbagai bidang.

‎“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada pihak-pihak yang telah memberikan prestasi dan kontribusi terbaik bagi daerah,” sampai Gubernur Kalsel H. Muhidin.

‎Di bidang pendidikan, apresiasi diberikan kepada tiga siswa asal Kalimantan Selatan yang berhasil menorehkan prestasi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2026.

‎Adapun Hendra Gunadie meraih Juara I bidang IT Software Solution for Business. Sementara Azril Azkia meraih Juara II bidang Motorcycle Maintenance & Repair dan Makiah meraih Juara II bidang Fashion Technology.

‎Penghargaan juga diberikan melalui Kalsel Innovation Award 2026 bagi kategori SKPD dan masyarakat umum. Apresiasi ini ditujukan kepada para inovator yang menghasilkan gagasan maupun terobosan yang dinilai memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

‎Di sektor kesehatan, Gubernur Kalsel turut menyerahkan penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Teladan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Penghargaan mencakup sejumlah kategori, antara lain dokter spesialis, dokter pendidik klinis, dokter gigi, apoteker/tenaga teknis kefarmasian, serta bidan.

‎Sementara di bidang pemerintahan dan perekonomian, penghargaan diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota atas kinerja terbaik dalam berbagai bidang. Di antaranya kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), capaian realisasi investasi, serta prestasi dalam pengembangan desa, kelurahan, dan BUMDesa.

‎Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah pelaku usaha yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, Pajak Alat Berat (PAB), serta kontribusi utama Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

‎“Melalui momentum Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, berbagai prestasi dan kontribusi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, berkarya, dan bersama-sama mendukung pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” ungkap Gubernur Kalsel H. Muhidin.

‎Pada sektor pertanian, penghargaan diberikan kepada insan pertanian berprestasi serta kelompok tani dan kelompok ternak yang menunjukkan kinerja unggul di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

‎Tidak hanya penghargaan prestasi, Pemprov Kalsel juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis, bantuan rumah tidak layak huni, serta rumah bagi korban bencana. Penghargaan turut diberikan kepada mitra kerja yang berkontribusi dalam menyukseskan program peningkatan Kartu Identitas Anak (KIA). Penghargaan tersebut diberikan kepada Martinus sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam pelaksanaan program KIA melalui kerja sama dengan Breeze Waterpark.

‎Rangkaian apresiasi juga mencakup para pemenang lomba dalam rangka Hari Jadi Kalsel, seperti lomba tema dan logo Hari Jadi serta lomba video singkat bertema “Stop Bullying” dan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”

‎Beragam penghargaan yang diserahkan Gubernur H. Muhidin pada momentum Hari Jadi ke-76 Kalsel menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra pembangunan.

‎Melalui pemberian penghargaan tersebut, Pemprov Kalsel mendorong agar capaian dan kontribusi para penerima apresiasi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berprestasi, berinovasi, dan bersama-sama mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan yang semakin maju dan sejahtera. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Momentum Hari Jadi Ke-76 Kalsel, Gubernur H Muhidin Resmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Published

on

Pembukaan masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/08/2026), menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Banua. Di tengah kemeriahan peringatan hari jadi, satu lagi ruang publik keagamaan hadir dan mulai dibuka untuk masyarakat, yakni Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pembukaan masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dan Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Penandatanganan prasasti menjadi penanda bahwa masjid tersebut kini resmi dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk berbagai aktivitas keagamaan.

“Alhamdulillah, hari ini Kamis 13 Agustus 2026 bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kita buka untuk masyarakat umum. Tentu kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Suasana pembukaan kemudian berlangsung semakin khidmat dengan pembacaan sholawat. Setelah itu, pintu utama masjid yang memiliki warna emas dibuka langsung oleh Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Keduanya kemudian memasuki ruang utama masjid, diikuti jajaran Forkopimda dan para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk meninjau langsung bagian dalam masjid yang memperlihatkan desain luas, terbuka dan kental dengan karakter arsitektur Banjar.

Tidak hanya tampak megah dari luar, bagian dalam masjid juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah. Sistem sirkulasi udara dan pencahayaan dibuat terbuka dengan memaksimalkan masuknya udara serta cahaya alami.

Gubernur H. Muhidin pun mengajak masyarakat, khususnya para karyawan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang beraktivitas di kawasan perkantoran tersebut, untuk bersama-sama memakmurkan masjid.

“Masjid ini sudah kita bangun dengan baik, sekarang tugas kita bersama adalah mengisinya. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk datang beribadah, melaksanakan kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpul dalam kebaikan,” katanya.

Untuk diketahui, masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang sebagai salah satu ikon religi di Kalimantan Selatan. Kawasannya berdiri di atas lahan sekitar 11 hektar, dengan bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi dan kapasitas yang mampu menampung sekitar 3.000 hingga 3.288 jamaah.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai pada 2022 dan dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama pada 2023 hingga 2024.

Pada periode tersebut, pembangunan bangunan utama menjadi bagian penting dalam mewujudkan masjid yang dirancang dengan konsep arsitektur khas Banua.

Pembangunan kemudian berlanjut pada 2025 dengan pengerjaan bangunan penunjang sayap kanan dan sayap kiri, pembangunan plaza, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Pekerjaan kawasan juga mencakup penataan lanskap berupa kolam, titian, minaret, area parkir, taman dan vegetasi. Penerangan Jalan Umum turut menjadi bagian dari penataan kawasan, dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap hingga 2026.

Dari sisi desain, masjid ini menggunakan bentuk atap limas yang terinspirasi dari arsitektur lokal Banjar. Sistem bangunannya dibuat terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Konsep bangunan tropis juga diterapkan, termasuk penggunaan energi alternatif pada bagian atap. Keseluruhan konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan tempat ibadah yang tidak hanya luas dan representatif, tetapi juga nyaman bagi jamaah.

Sementara itu, nama Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan sekadar penamaan. Nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Banua.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 17 Maret 1710 dan wafat di Dalam Pagar, Martapura, pada 3 Oktober 1812.

Warisan keilmuan dan dakwah beliau hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan, nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diusulkan sebagai salah satu tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Gubernur H. Muhidin berharap nama besar ulama tersebut dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus menghidupkan masjid dengan kegiatan yang memberikan manfaat.

“Kedepan, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang yang diharapkan dapat memperkuat identitas Banua sebagai daerah yang religius, sekaligus menjadi tempat masyarakat beribadah, belajar, dan menebarkan manfaat bagi sesama. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer