Pemprov Kalsel Dukung dan Siap Kawal Proses Pemekaran Kabupaten Tanah Kambatan Lima - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Pemprov Kalsel Dukung dan Siap Kawal Proses Pemekaran Kabupaten Tanah Kambatan Lima

Published

on

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung dan akan mengawal tiap proses usulan daerah otonom (pemekaran) Kabupaten Tanah Kambatan Lima. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung dan akan mengawal tiap proses usulan daerah otonom (pemekaran) Kabupaten Tanah Kambatan Lima hingga tahap penetapan di tingkat Pemerintah Pusat.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin saat mewakili Gubernur H Muhidin dalam rapat paripurna penyampaian laporan pembahasan DPRD Kalsel terhadap usulan pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Tanah Kambatang Lima Provinsi Kalsel di Gedung DPRD Kalsel pada Selasa (05/05/2026).

Kabupaten Tanah Kambatang Lima adalah calon hasil pemekaran dari Kabupaten Kotabaru yang direncanakan memiliki 12 kecamatan di daratan Pulau Kalimantan, termasuk wilayah Pamukan, Kelumpang, dan Hampang, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Materi ini bagian dalam rapat yang membahas penyampaian Rekomendasi DPRD Provinsi Kalsel terhadap Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPj) Gubernur Kalsel tahun anggaran 2025.

Disebutkan Sekdaprov Syarifuddin, peningkatan kualitas pembangunan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada bagaimana menata wilayah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Berangkat dari hal itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang usulan pemekaran Kabupaten Tanah Kambatan Lima sebagai langkah strategis untuk mempercepat pelayanan publik, memperkuat kemandirian daerah, dan membuka ruang pengembangan potensi wilayah.

Turut hadir bersama Sekdaprov Syarifuddin dalam rapat, asisten, staf ahli, dan tenaga ahli gubernur, serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Pada kesempatan itu, disampaikan Laporan dan kesimpulan pendapatan fraksi-fraksi disampaikan Waket DPRD Kalsel Alpiya Rahman. Secara garis besar, DPRD Provinsi Kalsel menyetujui usulan pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Tanah Kambatang Lima Provinsi Kalsel.

Disampaikan, penataan daerah harus dimaknai sebagai instrumen strategis untuk mendorong pembangunan yang lebih merata berkeadilan dan inklusif di seluruh wilayah Provinsi Kalsel, sehingga tidak terjadi kesenjangan antar wilayah baik dari segi infrastruktur, pelayanan publik, maupun kesejahteraan masyarakat.

Proses pembahasan usulan pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Kambatang Lima telah dilaksanakan secara menyeluruh, komprehensif, dan dengan penuh perhatian. Dalam proses itu DPRD Provinsi Kalsel telah mencermati berbagai persyaratan administratif diantaranya keputusan musyawarah desa dalam cakupan wilayah calon daerah otonom baru yang merupakan perwujudan partisipasi dan aspirasi masyarakat secara demokratis.

Selain itu telah terdapat nota kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Kotabaru dan DPRD Kabupaten Kotabaru tentang persetujuan bersama pembentukan daerah otonom baru, dan Surat Gubernur Kalsel tanggal 25 Maret 2026 perihal penjadwalan rapat paripurna dalam rangka pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Kambatang Lima.

Setelah melalui pembahsan dan pertimbangan berbagai aspek dan persyaratan, DPRD Provinsi Kalsel telah memberikan persetujuan terhadap usulan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 8 Tahun 2026 tentang persetujuan DPRD Provinsi Kalsel terhadap usulan pembentukan calon daerah otonom baru Kabupaten Tanah Kambatang Lima Provinsi Kalsel dan selanjutnya diperlukan persetujuan bersama antara DPRD dengan Gubernur Kalsel.

Persetujuan ini merupakan bagian dari proses konstitusional yang harus dilalui dan selanjutnya, agar bisa diteruskan ke tingkat pemerintahan pusat untuk mendapatkan penetapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dipercaya, langkah ini tidak hanya menjadi bagian dari penataan daerah namun merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat daya saing daerah serta menyiapkan Kalimantan Selatan sebagai daerah yang siap maju dan berdaya saing dalam mendukung keberadaan Ibu Kota Negara (IKN).

“Kami mengharapkan dapat segera ditindaklanjuti Pemerintah Daerah,” ucap Ketua DPRD Kalsel H Supian HK dalam rapat.

Rapat dihadiri pula, Ketua DPRD Kotabaru Hj Suwanti, Sekretaris Kabupaten Kotabaru H Eka Safrudin, dan jajaran Presidium Daerah Otonom Kabupaten Tanah Kambatang Lima Provinsi Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke

Banjarmasin

Admin Top Up DANA dan ShopeePay Ditetapkan Rp2.000 per Transaksi Melalui Aplikasi Aksel by Bank Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melakukan penyesuaian biaya administrasi untuk layanan pengisian saldo atau top up dompet digital DANA dan ShopeePay melalui aplikasi Aksel by Bank Kalsel, mulai berlaku efektif pada 28 Oktober 2026.

Nasabah diimbau memperhatikan biaya administrasi yang tercantum pada aplikasi sebelum menyelesaikan transaksi.

Berdasarkan pengumuman resmi manajemen Bank Kalsel, biaya administrasi top up DANA ditetapkan sebesar Rp2.000 per transaksi.

Tarif yang sama juga berlaku untuk pengisian saldo ShopeePay, yakni Rp2.000 per transaksi.

Manajemen Bank Kalsel mengingatkan nasabah yang akrab disapa Sobat Aksel untuk mencermati informasi biaya yang muncul di layar aplikasi ketika menggunakan fitur top up e-wallet.

”Sobat Aksel, ada informasi penting, terdapat penyesuaian biaya layanan yang berlaku sesuai tanggal efektif pada informasi di atas,” tulis Manajemen Bank Kalsel dalam keterangannya.

Nasabah juga diminta memastikan kembali rincian transaksi sebelum menekan tombol konfirmasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kekeliruan saat menggunakan layanan transaksi digital melalui aplikasi Aksel.

“Yuk, cek informasinya sebelum bertransaksi,” imbau Manajemen Bank Kalsel.

Dengan adanya pemberitahuan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengetahui perubahan tarif sejak awal dan menyesuaikan transaksi digital sesuai ketentuan yang berlaku. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Dorong Inklusi Keuangan, Bank Kalsel Hadirkan Layanan Adink Bank Kalsel Pandai

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Akses layanan perbankan bagi masyarakat Kalimantan Selatan kini dapat dilakukan lebih dekat melalui Adink Bank Kalsel Pandai. Layanan ini memungkinkan masyarakat memperoleh sejumlah layanan perbankan melalui agen yang berada di lingkungan sekitar.

Kehadiran Bank Kalsel Pandai menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong inklusi keuangan di berbagai wilayah Kalimantan Selatan.

Bank Kalsel Pandai merupakan bagian dari program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (29/9/2026).

Melalui layanan tersebut, masyarakat tidak harus selalu datang langsung ke kantor bank untuk mendapatkan akses layanan perbankan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan melalui agen Bank Kalsel Pandai yang berada di sekitar tempat tinggal atau lingkungan usaha.

Konsep tersebut membuat akses layanan keuangan menjadi lebih dekat dan praktis, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap kantor layanan perbankan.

Selain memberikan kemudahan kepada masyarakat, Bank Kalsel Pandai juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi Adink Bank Kalsel Pandai.

Agen berkesempatan memperoleh sharing fee dari transaksi yang dilakukan melalui layanan tersebut. Kehadiran layanan perbankan di tempat usaha juga dapat menjadi nilai tambah bagi pelaku usaha karena memungkinkan mereka menyediakan layanan tambahan bagi pelanggan.

Dari sisi operasional, Bank Kalsel Pandai dirancang agar dapat dijalankan secara praktis. Agen dapat melakukan transaksi menggunakan aplikasi berbasis Android sehingga layanan dapat diberikan secara lebih fleksibel.

Melalui Bank Kalsel Pandai, Bank Kalsel terus mendorong perluasan akses layanan keuangan di masyarakat. Selain mendekatkan layanan perbankan, program ini juga memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjadi bagian dari jaringan layanan keuangan di Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Perkuat Pendidikan dan Kembangkan SDM, PT Bank Kalsel Segera Dirikan Aksel University

Published

on

Dirut PT Bank Kalsel H Fachrudin saat beri sambutan pada Bedah Buku dan Purna Tugas Prof Dr HA Hafiz Anshary di Auditorium Mastur Jari UIN Antasari Banjarmasin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – PT Bank Kalsel segera mendirikan Aksel University sebagai bagian dari komitmen memperkuat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang perbankan syariah.

Direktur Utama PT Bank Kalsel H Fachrudin mengatakan, Aksel University ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

“Insya Allah kita akan bentuk atau dirikan Aksel University,” ujar Fachrudin seusai menghadiri bedah buku dan pelepasan purna tugas Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ, MA di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, salah satu fokus Aksel University nantinya adalah memperdalam pengetahuan dan pengembangan kompetensi di bidang perbankan syariah.

“Insya Allah Aksel University kita luncurkan Oktober atau bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Fachrudin di tengah acara penghormatan terhadap perjalanan panjang Prof. Hafiz Anshary, yang mengabdikan dirinya di UIN Antasari—dahulu IAIN Antasari—selama sekitar 40 tahun.

Dalam kegiatan tersebut, dua buku tentang perjalanan Prof. Hafiz dibedah, yakni Dari Pesantren Menuju Kepemimpinan Demokrasi Nasional dan Jejak Langkah Sang Ulama, Akademisi dan Penjaga Demokrasi.

Kedua buku itu menggambarkan perjalanan Prof. Hafiz, putra Desa Bandang, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dari seorang santri hingga menjadi akademisi dan Ketua KPU RI.

Bedah buku menghadirkan Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin dan Direktur Pascasarjana UIN Antasari Prof. Dr. Mujiburrahman sebagai pembahas.

Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd mengatakan, purna tugas hanya mengakhiri status sebagai ASN. Namun, ruang pengabdian bagi Prof. Hafiz masih terbuka luas.

“Kami masih berharap Prof Hafiz tetap memberi sumbang pemikiran guna kemajuan UIN Antasari,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Asisten III Setdaprov Kalsel Dinansyah menyampaikan terima kasih atas pengabdian Prof. Hafiz selama ini.

Selain mengabdi puluhan tahun di UIN Antasari, Prof. Hafiz juga pernah menjadi pengawas Bank Kalsel Syariah sekitar tujuh tahun pada masa Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Turut Sampaikan Belasungkawa Musibah Tenggelamnya Kapal KM Virgo 8

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Musibah yang menimpa KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka mendalam bagi korban, keluarga, dan masyarakat. Di tengah proses penanganan dan evakuasi yang masih berlangsung, dukungan serta doa terus mengalir bagi seluruh pihak yang terdampak.

Bank Kalsel turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh insan Bank Kalsel, ungkapan duka disampaikan melalui akun resmi Instagram Bank Kalsel.

Dalam unggahannya, Bank Kalsel menyampaikan doa agar para korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi situasi sulit tersebut.

“Semoga seluruh korban dan keluarga yang terdampak diberikan kekuatan, ketabahan, serta perlindungan dalam menghadapi musibah ini,” demikian ungkapan duka yang disampaikan Bank Kalsel.

Selain menyampaikan belasungkawa, Bank Kalsel juga mendoakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanganan dan evakuasi KM Virgo Transport 8.

Setiap upaya pencarian dan evakuasi menjadi harapan bagi keluarga yang hingga kini masih menanti kabar orang-orang terkasih mereka.

Di tengah suasana duka dan ketidakpastian, perhatian serta doa menjadi bentuk solidaritas bagi para korban dan keluarga yang sedang menghadapi musibah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Sinergi Kebijakan Perkuat Fondasi Ekonomi Kalsel di Tengah Tantangan Global

Published

on

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 dengan tema “Sinergi Kebijakan untuk Memperkuat Ekonomi Kalimantan Selatan.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dan dihadiri oleh Pemerintah Daerah, instansi vertikal, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), akademisi, perbankan, pelaku usaha, investor, serta media. Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan dan CORE Indonesia juga turut hadir memperkaya perspektif mengenai kondisi ekonomi dan fiskal daerah, Kamis (24/9/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syarifuddin, dalam keynote speech – nya menekankan pentingnya LPP sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan perhatian pada tiga agenda utama, yakni (i) menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan pengendalian inflasi, (ii) memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor ekstraktif, serta (iii) menjaga kualitas belanja sekaligus membuka sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H. W. menyampaikan bahwa LPP tidak hanya menjadi dokumen asesmen ekonomi secara berkala, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk memahami posisi dan arah perekonomian daerah serta mendukung perumusan kebijakan. Pada triwulan II 2026, perekonomian Kalimantan Selatan tercatat tumbuh 5,28% (yoy), sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% (yoy).

Di tengah capaian tersebut, perekonomian Kalimantan Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam, khususnya batu bara, sehingga memiliki eksposur relatif tinggi terhadap dinamika harga komoditas global. Selain itu, hilirisasi batu bara masih menghadapi tantangan dari sisi teknis maupun keekonomian, sementara penurunan Transfer Ke Daerah (TKD) dan Dana Desa menjadi tantangan dalam menjaga ruang fiskal daerah.

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya memperkuat sumber pertumbuhan baru yang lebih beragam, disertai sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil.
Diversifikasi ekonomi terus diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, industri pengolahan, serta pariwisata. Di sisi pembiayaan, belanja daerah didorong semakin produktif dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sementara kebutuhan pembangunan yang lebih besar dibuka melalui investasi swasta dan skema kemitraan, termasuk dengan mendorong proses perizinan yang lebih cepat.

Melalui forum ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan mendorong semakin kuatnya pemahaman bersama mengenai kondisi dan prospek perekonomian Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Fiskal Regional sebagai referensi dalam perencanaan daerah, serta mendorong dunia usaha dan perbankan untuk menyampaikan berbagai tantangan di lapangan sebagai masukan bagi perumusan kebijakan.

Ke depan, penguatan sinergi kebijakan diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian secara berkelanjutan, melalui sumber pertumbuhan yang semakin beragam, iklim investasi yang semakin baik, serta bauran kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil yang optimal. [Ady/Rls-BI]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Antusias Peserta Aksel Virtual Run 2026, Bank Kalsel Gelar Undian Doorprize Hadiah Rp30 Juta

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Antusiasme peserta Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi, memasuki tahap yang ditunggu-tunggu. Bank Kalsel akan menggelar pengundian doorprize dengan total hadiah mencapai Rp30 juta.

Pengundian hadiah tersebut dijadwalkan berlangsung secara langsung pada Jumat (25/9/2026), mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Peserta maupun masyarakat dapat menyaksikan proses pengundian melalui kanal YouTube Bank Kalsel.

Beragam hadiah telah disiapkan bagi peserta yang beruntung, mulai dari perlengkapan penunjang olahraga, voucher belanja, hingga hadiah menarik lainnya.

Pengundian doorprize menjadi bentuk apresiasi Bank Kalsel kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam Aksel Virtual Run 2026.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui tema “Reforestasi”.

Melalui kegiatan tersebut, Bank Kalsel mengajak masyarakat turut mengambil bagian dalam upaya mendukung reforestasi dan menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan.

Dengan total hadiah mencapai Rp30 juta, pengundian doorprize menjadi salah satu momen yang dinantikan peserta. Siapa saja yang beruntung membawa pulang hadiah akan diketahui dalam pengundian yang disiarkan secara langsung.

Jangan lewatkan pengundian Doorprize Aksel Virtual Run 2026: Reforestasi. Bisa jadi, nama Anda menjadi salah satu peserta yang beruntung. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Usia ke 500 Tahun, Dirut Bank Kalsel Berharap Banjarmasin Semakin Maju dan Fondasi Pembangunan Semakin Kuat

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Memasuki usia ke-500 tahun, Kota Banjarmasin diharapkan semakin maju dengan fondasi pembangunan yang semakin kuat. Berbagai dasar yang telah dibangun selama ini diharapkan menjadi pijakan untuk membawa kota berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut berkembang lebih baik ke depan.

Harapan itu disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin di Gedung DPRD Kota Banjarmasin, Kamis (24/9).

Menurut Fachruddin, momentum lima abad Banjarmasin menjadi kesempatan untuk memperkuat berbagai fondasi pembangunan yang telah diletakkan pemerintah bersama masyarakat.

“Semoga di usia yang ke-500 ini, Banjarmasin meletakkan dasar-dasar untuk menjadi lebih maju lagi ke depannya,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan Banjarmasin terus bergerak sesuai harapan pemerintah daerah dan masyarakat.

Menutup perbincangan, Fachruddin menyampaikan pantun bernuansa Banjar yang mengundang senyum sebelum meninggalkan ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

“Pamandak di Mataraman, makannya pakai tangan. Kotanya maulah dandaman, wali kotanya maulah kerindangan,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel H Fachruddin. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer