Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H Siapkan Berbagai Lomba - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H Siapkan Berbagai Lomba

Published

on

Ketua RT.25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H, M. Naparin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H mulai melakukan berbagai persiapan untuk memeriahkan peringatan hari kemerdekaan. Beragam kegiatan dan perlombaan akan digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.

Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2026 di lingkungan RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H. Panitia bersama warga telah mempersiapkan sejumlah perlombaan yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H, M. Naparin, mengatakan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh warga.

“Kami ingin perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kemerdekaan RI ke-81, Amang Ady, mengatakan bahwa berbagai perlombaan telah disiapkan agar seluruh warga dapat ikut berpartisipasi.

“Kami menyiapkan lomba untuk anak-anak seperti makan kerupuk, balap karung, memasukkan pensil ke dalam botol, dan lomba kelereng. Kami berharap anak-anak dapat mengikuti kegiatan dengan gembira dan tetap menjunjung sportivitas,” katanya.

Selain perlombaan anak-anak, panitia juga menyiapkan lomba panjat pinang yang menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu warga. Lomba tersebut akan dilakukan secara berkelompok dengan tujuan mendapatkan hadiah yang telah ditempatkan di bagian atas batang pinang. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan semangat gotong royong antarwarga.

Amang Ady menambahkan, seluruh persiapan dilakukan bersama warga, mulai dari menyiapkan perlengkapan lomba, tempat pelaksanaan, hingga hadiah bagi para peserta. Ia juga mengajak seluruh warga RT 25 untuk ikut menyukseskan kegiatan tersebut agar perayaan HUT RI ke-81 dapat berlangsung meriah, aman, dan tertib.

“Adapun dana yang dikumpulkan dengan cara sumbangan suka rela melalui list sumbangan di WhatsApp Grub Komplek dan sumbangan mendatangi setiap rumah warga (door to door),” pungkas Amang Ady.

Dengan semangat kemerdekaan, warga RT 25 Komplek Grand Purnama 2 Blok F dan H berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ajang hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi. Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa persatuan, kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong di lingkungan masyarakat. [ady/sb]

Bagikan ke

Banjarmasin

Gelaran Wastra Nusantara Pamor Borneo 2026, Hj Fathul Jannah Muhidin Tampilkan Sasirangan

Published

on

Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin hadiri pagelaran Wastra Nusantara saat penutup Pamor Borneo 2026. (Foto/Adpim) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin tampil memukau dalam pagelaran Wastra Nusantara yang menjadi puncak sekaligus penutup Pamor Borneo 2026 di Atrium Duta Mall Banjarmasin pada Minggu (9/8/2026).

Mengenakan busana Sasirangan biru muda bermotif “Borneo Bersama”, Hj. Fathul Jannah Muhidin menampilkan kekayaan wastra Banua sekaligus membawa pesan kebersamaan masyarakat Kalimantan di tengah keberagaman.

Motif yang memadukan garis dan warna melalui rangkaian jelujur tersebut terinspirasi dari aliran sungai-sungai Kalimantan yang saling menopang dan mengaliri kehidupan.

Filosofinya mencerminkan persaudaraan, toleransi, serta ikatan kekeluargaan yang kokoh.

Penampilan tersebut sekaligus mengakhiri rangkaian Pamor Borneo 2026 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan pada 7–9 Agustus 2026 dengan tema “Unlocking Kalimantan’s Value-Added Growth Potential for Economy Prosperity”.

Pada momen istimewa itu, Hj. Fathul Jannah Muhidin juga dikukuhkan sebagai Bunda QRIS Kalsel.

Ditandai pengalungan selempang dan penyematan pin oleh Ibu Novi Haris Munandar, disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Haris Munandar.

Momen ini sekaligus menjadi amanah bagi Hj. Fathul Jannah Muhidin untuk turut mendorong masyarakat semakin mengenal dan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin mengapresiasi Bank Indonesia Provinsi Kalsel dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Pamor Borneo 2026 yang menjadi bagian rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

“Melalui kegiatan ini kita dapat mendorong sektor UMKM, investasi, dan ekspektasi digital di Kalsel dan Kalimantan,” ujarnya.

Selain itu, Istri Gubernur Kalsel, H. Muhidin itu menilai pagelaran busana menjadi momentum memperkuat kecintaan terhadap produk lokal, khususnya Sasirangan yang dihasilkan pelaku UMKM dan desainer Banua.

“Mari kita bersama-sama, siapa lagi kalau bukan kita untuk melestarikan wastra-wastra yang khususnya kita punyai, khususnya kita di Kalsel ini kain sasirangan,” katanya.

Lebih lanjut, Hj. Fathul Jannah mengungkap bahwa Selain pagelaran busana, Pamor Borneo 2026 sejak 7 Agustus juga menghadirkan pameran produk UMKM seperti makanan dan minuman, fesyen, serta kriya. Digitalisasi transaksi turut didorong melalui penggunaan QRIS.

“Ulun sebagai Duta QRIS mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan terus memanfaatkan QRIS untuk memudahkan dan keamanan transaksi,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Hj. Fathul Jannah berharap pembinaan UMKM, penguatan investasi, dan digitalisasi dapat terus berlanjut melalui kolaborasi seluruh pihak.

“Kami mengharapkan agar semangat sinergi dan kolaborasi dapat terus terjalin untuk mewujudkan visi Kalsel Bekerja: berkelanjutan, berbudaya, religi, dan sejahtera menuju gerbang logistik Kalimantan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pamor Borneo 2026, Irfan Farulian, menjelaskan sebanyak 15 proyek investasi senilai Rp73 triliun dipromosikan dalam kegiatan tersebut. Dari 20 investor yang hadir, tercatat 32 Letter of Intent (LoI) dengan nilai mencapai Rp64 triliun.

“Ada 20 investor yang datang langsung ke lokasi Forum Investment dan telah melakukan 32 Letter of Intent,” katanya.

Di sektor UMKM, sebanyak 50 pelaku usaha unggulan dari bidang kriya, fashion, wastra, dan kuliner turut dipromosikan.

Hingga penutupan, Irfan menjelaskan penjualan booth mencapai Rp306 juta, business deal Rp2,2 miliar, serta komitmen pembiayaan UMKM Rp1,05 miliar.

Pamor Borneo 2026 juga mencatat lebih dari 1.300 transaksi QRIS, edukasi literasi keuangan kepada sekitar 800 pengunjung, serta lebih dari 900 ribu positive impression di media sosial.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar UMKM, dan mendorong ekonomi Kalsel.

“Kami berharap pelaksanaan Pamor Borneo merupakan standar baru bagi pihak manapun dalam mendorong perekonomian Kalsel,” tuturnya.

Irfan menegaskan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan secara menyeluruh.

“Sebuah program perlu dilakukan secara sinergi dari berbagai pihak dan dilakukan secara holistik,” ujarnya.

Di penghujung Pamor Borneo 2026, diumumkan para pemenang lomba fotografi Borneo In Frame yang disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.

Saifulah meraih juara favorit dengan karya ‘Dalam Menikmati Gua Sawar Nan Megah’, juara ketiga diraih Nunung Mulyani melalui karya ‘Ketelitian yang Menghasilkan Nilai’, juara kedua Muhammad Ridho Akbar melalui karya ‘Pulang Menghadap Laut’, sedangkan juara pertama diraih Hailina melalui karya ‘Nadi Desa Rampa’.

Setelah penyerahan penghargaan, rangkaian Pamor Borneo 2026 ditutup dengan doorprize paket umrah untuk satu orang bagi pengunjung.

Acara penutupan ini dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Budi Hanoto HW, bersama Istri, Cecelia Budi.

Turut hadir Perwakilam Kepala OJK Provinsi Kalsel, Perwakilan Kepala Kantor Kemenkum Wilayah Kalsel, serta Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalselteng.

Kegiatan juga dihadiri sejumlah Kepala Dinas Kalsel, instansi vertikal, pimpinan perbankan se-Kalimantan Selatan, komunitas dan asosiasi, serta tamu undangan lainnya. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur H Muhidin Silaturahmi Bersama Menteri Agama dan Tokoh Agama

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, bersilaturahmi dengan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar dan tokoh agama se-Kalsel. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, bersilaturahmi dengan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar dan tokoh agama se-Kalsel pada Minggu (9/8/2026) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Tiba di lokasi kegiatan, Menteri Nasaruddin langsung disambut lantunan shalawat oleh grup Hadrah, disambung tarian Radap Rahayu, sebuah prosesi penyambutan adat masyarakat Banjar untuk tamu kehormatan.

Silaturahmi juga diisi dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin masing-masing perwakilan dari agama Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha secara bergiliran.

Gubernur H Muhidin menyatakan rasa bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Menag Nasaruddin merangkap Imam Besar Masjid Istiqlal itu, atas kehadirannya untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama di Kalsel dan jajaran Kementerian Agama .

“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran,” ujarnya.

“Insya Allah Kalsel akan jadi pilar Indonesia dalam merawat kehidupan beragama dalam bingkai persatuan dan persaudaraan,” lanjut gubernur saat menyampaikan sambutan didampingi Wagub Hasnutiyadi.

Disampaikan, Provinsi Kalsel yang dikenal memiliki masyarakat agamis, dibuktikan dengan selalu semarakmya setiap kegiatan keagamaan dan forum keagaaman terus eksis.

Kunjungan Menteri Nasaruddin juga diharapkan semakin memperkuat hubungan sinergi pemerintah pusat dan daerah, peningkatan pengembangan Pendidikan keagamaan, hingga penguatan pesantren.

Dalam pertemuan, Menteri Nasaruddin menyampaikan arahan yang berisi hal-hal penting terkait menjaga hubungan antarumat beragama dan sikap arif terhadap alam semesta.

Sikap yang baik dengan alam ujarnya, akan membawa dampak yang positif pula bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, perbuatan buruk pada alam seperti membakar, menebang pohon atau Tindakan merusak lainnya, akan menjadi bencana untuk kehidupan manusia sendiri.

“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam,” pesan Menteri Nasaruddin.

Menteri Nasaruddin juga menekankan pentingnya persatuan umat beragama, antarumat beraga dan persatuan antara pemerintah, akan membawa berkah bagi semuanya. Persatuan antarumat beragama sangat penting, karena sedikit ada konflik atau gangguan yang terjadi, akan mampu menimbulkan dampak besar.

Pada kesempatan itu, Kepala Kementerian Agama Provinsi Kalsel H Muhammad Tambrin melaporkan seputar kondisi kehidupan keagamaan yang terjalin rukun dan damai.

Ucapan Terima kasih disampaikan kepada Gubernur H Muhidin yang telah mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan silaturahmi Menteri Agama dengan tokoh masyarakat se Kalsel ini.

Turut hadir dalam silaturahmi ini, Ketua DPRD Provinsi Kalsel H Supian HK, Kepala Kepolisian Daerah Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah Kalsel Brigjen Sentot Adi Dharmawan, Komandan Lanal Banjarmasin Noor Letkol (Laut) Galih Nurna Putra, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel (Pnb) Hilman L.P. Ambarita, kepala Kemenag Kabupaten/Kota se Kalsel, ulama dan tokoh agama, pimpinan ponpes dan pimpinan organisasi keagamaan lainnya.

Usai kegiatan silaturahmi, Menteri Nasaruddin selanjutnya menuju Masjid Raya Sabilal Muhtadi untuk mengisi kegiatan Tabliq Akbar yang dilakukan setelah shalat zuhur. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Tutup UKW SMSI Kalsel, Wali Kota HM Yamin HR Tegaskan Kompetensi Wartawan Tetap Menjadi Profesional, Integritas dan Tanggung Jawab

Published

on

Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menutup langsung UKW yang digelar SMSI Kalsel. (Foto/SMSI-Ksl) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel) Angkatan ke-71 resmi ditutup di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026). Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR menegaskan, kompetensi wartawan tidak boleh berhenti pada kepemilikan sertifikat, tetapi harus diwujudkan melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik.

UKW yang berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, diikuti 33 peserta dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan bersama Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Dr Moestopo (Beragama).

Tim LUKW Universitas Dr Moestopo yang dihadirkan berjumlah tujuh orang terdiri lima orang penguji dan dua orang staf administrasi dari Jakarta untuk melaksanakan proses uji kompetensi terhadap para peserta.

HM Yamin HR saat penutupan mengatakan wartawan dan insan pers tidak cukup hanya mampu mencari serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, wartawan juga dituntut mampu memverifikasi fakta, memahami konteks persoalan, serta mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan.

“Wartawan atau insan pers dituntut untuk tidak hanya mampu mencari dan menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memverifikasi fakta, memahami konteks, dan mempertanggungjawabkan setiap informasi yang dipublikasikan,” ujar Yamin.

Ia berharap peserta UKW menjadikan kompetensi yang diperoleh bukan sekadar sertifikat, melainkan komitmen untuk terus menjaga profesionalisme dan integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Yamin juga mendorong wartawan untuk menjadikan pengalaman selama UKW sebagai bekal meningkatkan kualitas karya jurnalistik.

“Jadilah wartawan yang cerdas membaca fakta, kritis melihat persoalan, berani menyampaikan kebenaran, tetapi tetap menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab,” tegasnya.

Pesan tersebut menempatkan kompetensi jurnalistik bukan semata sebagai ukuran administratif, tetapi sebagai tanggung jawab moral dalam menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi kepada publik.

Penutupan UKW turut dihadiri Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Ilmi dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Banjarmasin Febry, serta jajaran SMSI Kalimantan Selatan.

Ketua SMSI Kalimantan Selatan, Drs Anang Fadhilah, menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar.

Menurut Anang, proses uji kompetensi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi wartawan untuk semakin profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas mencari, mengolah, memverifikasi, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Alhamdulillah pelaksanaan UKW Angkatan ke-71 berjalan lancar. Ini menjadi bekal bagi wartawan untuk terus menjaga integritas dalam mencari dan menyampaikan berita kepada masyarakat,” ujar Anang.

Pelaksanaan UKW ini sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi wartawan di tengah arus informasi yang semakin cepat. Kecepatan dalam memberitakan informasi perlu berjalan beriringan dengan verifikasi, akurasi, independensi, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik.

Sebab, kualitas pers tidak hanya diukur dari seberapa cepat sebuah berita dipublikasikan, tetapi juga dari seberapa kuat wartawan memastikan informasi tersebut benar, berimbang, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. [ady/sb]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Dukung Sukseskan UKW Digelar SMSI Kalsel

Published

on

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel). (Foto/SMSI-Kalsel) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni 8–9 Agustus 2026, bertempat di Balai Kota Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi insan pers di Banua.

UKW yang diselenggarakan SMSI Kalsel diikuti para wartawan dari sejumlah media di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum bagi wartawan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan jurnalistik, serta memastikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesi sesuai dengan standar kompetensi wartawan.

Ketua SMSI Kalsel, Drs. Anang Fadillah, mengatakan peningkatan kompetensi wartawan menjadi hal penting di tengah perkembangan media digital yang semakin pesat. Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik.

“UKW menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan. Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan baik sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Anang Fadillah, Minggu (9/8/2026).

Anang juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Kalsel yang turut mendukung pelaksanaan UKW SMSI Kalsel. Dukungan tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang jurnalistik, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan insan pers di Kalimantan Selatan.

Selama dua hari pelaksanaan, 33 peserta mengikuti rangkaian tahapan uji kompetensi yang menjadi bagian dari proses penilaian kemampuan wartawan. Melalui kegiatan tersebut, wartawan diharapkan semakin memahami tugas jurnalistik, mampu menerapkan prinsip-prinsip pemberitaan yang benar, serta menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menjalankan profesinya.

“Dukungan Bank Kalsel terhadap UKW yang digelar SMSI Kalsel diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pers di Kalimantan Selatan. Sinergi tersebut sekaligus menjadi komitmen bersama dalam membangun ekosistem media yang profesional, sehat, dan bertanggung jawab, sehingga mampu menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Anang. [ady/adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Ombudsman Mulai Penilaian Maladministrasi 2026 di Provinsi Kalsel

Published

on

Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026. (Foto/Zoom)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dalam rangka mendukung perwujudan Prioritas Nasional yang menjadi Asta Cita Presiden Republik Indonesia sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Ombudsman Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026. Sebagai penanda dimulainya penilaian tersebut di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Perwakilan Ombudsman RI Kalsel melaksanakan acara Sosialisasi dan _Entry Meeting_ secara daring, pada Jumat (7/8/2026).

Penilaian Maladministrasi merupakan program strategis dalam konteks pencegahan maladministrasi yang dapat menggambarkan mutu penyelenggaraan pelayanan publik dan merekam tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara. Adapun yang menjadi aspek penilaian adalah Kualitas Pelayanan yang terdiri dari 4 Dimensi (Input, Proses, Output, Pengaduan) dan Kepercayaan Masyarakat (Integritas, Kapasitas, Tata Kelola), serta Tingkat Kepatuhan terhadap produk-produk pengawasan Ombudsman RI. Di Kalsel sendiri, penilaian menyasar pada dinas, rumah sakit, sekolah dan panti di lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel, 2 Pemerintah Kota, dan 11 Pemerintah Kabupaten. Juga 13 Kantor Pertanahan, 13 Polresta/Polres, dan 3 Kantor Imigrasi se Kalsel. Total ada 85 unit layanan sebagai lokus penilaian dengan melibatkan ribuan responden dari pengguna layanan maupun masyarakat pada umumnya.

Acara Sosialisasi dan _Entry Meeting_ dibuka secara resmi oleh Anggota Ombudsman RI sekaligus Koordinator Wilayah Ombudsman Kalsel, Syafrida Rachmawati Rasahan. Dalam sambutannya, Syafrida menyampaikan bahwa penilaian maladministrasi merupakan instrumen strategis yang objektif, independen dan berbasis potensi maladministrasi. “Pelaksanaan penilaian ini harus dimaknai sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat kepatuhan, manajemen risiko dan budaya pelayanan publik. Semua pihak wajib berkomitmen menjaga integritas dan meningkatkan kompetensi agar masyarakat puas dan percaya dengan layanan yang diberikan. Hasilnya adalah ikhtiar kebermanfaatan, bahwa ada ruang-ruang perbaikan yang patut diatensi dan ditindaklanjuti, serta ada aspek-aspek positif atau kekuatan yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan, seperti hadirnya layanan yang lebih mudah, cepat, transparan dan berkeadilan bagi masyarakat”, tegas Syafrida.

Syafrida juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan _Entry Meeting_ ini diharapkan seluruh instansi pelayanan publik di Kalsel memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai teknis penilaian maladministrasi tahun 2026, termasuk aspek, tahapan, metode dan hasil penilaian. Diyakini dengan Opini Ombudsman RI akan berkontribusi terhadap perbaikan sistem dan peningkatan mutu pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah maupun Instansi Vertikal kepada masyarakat luas.

Dukungan penuh terhadap Opini Ombudsman RI diutarakan pula oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Mewakili Gubernur Kalsel, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalsel, Dinansyah, menyampaikan kata sambutan. Bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Ombudsman guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara prima dan berorientasi pada kepuasan masyarakat serta memberikan pelayanan yang berkualitas, profesional, dan berkeadilan bagi masyarakat.

Untuk memberikan pemahaman mendalam terkait penilaian maladministrasi tahun 2026, kegiatan sosialisasi menghadirkan Hadi Rahman, Kepala Perwakilan Ombudsman Kalsel, yang menyampaikan gambaran umum Opini Ombudsman RI yang mencakup arah kebijakan, tujuan strategis, serta urgensi penilaian maladministrasi sebagai tolak ukur kinerja pelayanan publik Pemerintah Daerah dan Instansi Vertikal. Dilanjutkan dengan paparan oleh Maulana Achmadi selaku Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Kalsel terkait teknis penilaian maladministrasi, antara lain unsur penilaian, bukti dukung dan peran narahubung.

Kegiatan Sosialisasi dan _Entry Meeting_ berjalan lancar dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang berasal dari jajaran Pemerintah Daerah, Kantor Pertanahan, Polresta/Polres, dan Kantor Imigrasi se Kalsel. Ini terlihat dari jumlah kehadiran peserta yang lebih dari 200 orang serta keaktifan dalam sesi diskusi yang dipenuhi pertanyaan dari peserta, bahkan hingga melewati waktu pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. [Ady/SB]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Suryani, Hendra Cipta dan Khairiadi Asa Garap “Lempeng Pisang”

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Vokalis senior lagu Banjar Suryani Alfarichy dan penata musik Banjar Hendra Cipta, kembali dipercaya mengaransemen lagu “Lempeng Pisang” karya Khairiadi Asa. Bagi Suryani ini lagu keempat ia dipercaya membawakan. Sedangkan bagi Hendra Cipta ini lagu yang ke-19 karya Khairiadi Asa yang ia aransemen musiknya.

“Sudah lama saya kerja sama menggarap lagu-lagu ciptaan Bang Yadie (Khairiadi Asa). Hampir 20-an lagu sudah yang saya aransemenkan. Lagu beliau sederhana saja, tapi tema dan liriknya selalu menarik, selalu ada hal-hal baru di situ sehingga membuat tertantang untuk mengemas musiknya. Untuk menonjolkan nuansa musik Banjarnya, instrumen panting tidak ketinggalan,” ucap Hendra Cipta yang dikenal sebagai pimpinan grup musik panting Balahindang.

Menurut Hendra lagu baru “Lempeng Pisang” karya Khairiadi Asa ini dari judulnya saja orang sudah tahu atau paham. Jenis kuliner Banjar yang populer dari dulu, sehingga pesan lagunya mudah ditangkap.

Sementara itu, Suryani Alfarichy yang akan menyanyikan lagu “Lempeng Pisang” ini menyatakan siap membawakan. “Dari judulnya aja sudah tahu orang apa itu lempeng pisang. Oleh karena itu kita merasa ditantang bagaimana lagu ini bisa ditampilkan seenak mungkin, layaknya hidangan lempeng pisang itu sendiri dengan komposisi yang ada,” ujar penyanyi yang pertama kali membawakan dan memopulerkan lagu “Galuh Banjar” karya Tamjid ini.

Menurut penciptanya, Khairiadi Asa, lagu ini disamping memperkenalkan kuliner khas Banjar (lempeng pisang) juga mengandung pesan tentang kemajemukan warga Kota Banjarmasin yang kini berusia 500 tahun. Sebuah masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis dan budaya hidup berdampingan, terbuka dan saling toleran.

“Makanya ada penggalan liriknya berbunyi; gula galapung bacampur uyah buati banyu, kada bakula kita sakampung satanah banyu. Artinya walaupun tidak ada hubungan darah (keluarga) tapi tinggal di tanah dan air yang sama, kita semua tetap akrab dan bersatu,” ujar Bang Yadie, panggilan akrab Khairiadi Asa di kalangan seniman.

Menurut Khairiadi Asa diharapkan lagu “Lempeng Pisang” ini bisa diluncurkan bertepatan HUT ke-500 Kota Banjarmasin, pada 24 September 2026 nanti. Konsep sederhana lagu ini sudah ditampilkan di platform media sosial akunnya Khairiadi Asa (FB).

“Lagu ini sebenarnya sudah 2 tahun yang lalu dibuat dalam berbagai sampel atau konsep. Ini berawal dari tantangan Pak Yani Makkie mantan Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, dalam sebuah tayangan di akun FB beliau menampilkan wadai lempeng. Saya komentari, ternyata dibalas disuruh bikin lagu lempeng pisang ini,” ujarnya.

Penulis : Khairadi Asa

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

IBITEK Buka Kesempatan Kuliah Melalui Program KIP Kuliah

Published

on

Rektor IBITEK Dr Yanuar Bachtiar SE MSi. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) masih membuka penerimaan mahasiswa baru hingga September 2026. Selain menerima pendaftaran reguler, kampus ini juga memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, baik dari kuota pemerintah maupun jalur aspirasi masyarakat.

Rektor IBITEK Dr Yanuar Bachtiar SE MSi mengatakan, proses penetapan penerima KIP Kuliah diharapkan dapat rampung pada Agustus 2026, sehingga para mahasiswa penerima bantuan dapat segera mempersiapkan diri mengikuti perkuliahan yang akan dimulai pada awal September.

“Kami masih menerima mahasiswa baru hingga periode September. Kami mengimbau para lulusan SMA, SMK, maupun masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan agar menjadikan Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK) sebagai pilihan untuk melanjutkan studi, baik pada jenjang Sarjana (S1) maupun Magister,” ujar Yanuar di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data tahun sebelumnya, jumlah penerima KIP Kuliah diperkirakan mencapai sekitar 200 orang. Sementara itu, hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 400 orang.

Menurutnya, perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dijadwalkan mulai pada awal September 2026. Karena itu, calon mahasiswa yang telah melakukan pendaftaran, baik secara daring maupun langsung, diharapkan segera menyelesaikan proses registrasi.

“Insyaallah awal September kami mulai kegiatan perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027. Kami berharap para calon mahasiswa yang sudah mendaftar segera melakukan registrasi agar seluruh proses administrasi berjalan lancar dan mereka dapat mengikuti perkuliahan dengan baik,” katanya.

Yanuar juga menyinggung kondisi pemadaman listrik yang belakangan terjadi di Banjarmasin. Menurutnya, gangguan tersebut lebih berdampak pada aktivitas pelayanan dan pekerjaan di lingkungan kampus karena saat ini belum memasuki masa perkuliahan.

“Meski listrik padam cukup mengganggu aktivitas kerja, kami telah menyiapkan genset sebagai sumber listrik cadangan. Dengan demikian, pelayanan di kampus tetap dapat berjalan, meskipun dalam kapasitas yang masih terbatas,” pungkasnya. [Ady/SB]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer