Penutupan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026, Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Penutupan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kalsel 2026, Gubernur Titipkan Masa Depan Daerah, Bangsa dan Negara

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan melalui Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan melalui Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman menitipkan masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada 44 anggota Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman saat mewakili Gubernur Kalsel menutup secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Gedung KH. Idham Chalid, pada Senin (17/8/2026) malam.

Sebanyak 44 putra-putri terbaik Banua yang terdiri dari 22 putra dan 22 putri dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan sebelumnya telah menuntaskan rangkaian seleksi, pendidikan, dan pelatihan, sekaligus menjalankan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Mewakili Gubernur Kalsel, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan amanah dengan disiplin, kekompakan, dan penuh tanggung jawab.

“Nama baik Paskibraka melekat pada adik-adik seumur hidup. Saya titip masa depan daerah, bangsa, dan negara kepada kalian,” sampai Wagub Hasnuryadi.

Wagub Hasnuryadi mengingatkan, berakhirnya pemusatan pendidikan dan pelatihan bukan berarti berakhir pula tanggung jawab para anggota Paskibraka. Sebaliknya, pengalaman selama menjalani pembinaan harus menjadi bekal untuk terus menunjukkan keteladanan di lingkungan masing-masing.

Wagub Kalsel juga meminta para anggota Paskibraka membawa kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan keluarga dan sekolah.

“Malam ini pemusatan latihan kita tutup, sedangkan tugas adik-adik sebagai teladan baru saja dimulai. Bawa pulang disiplin ini ke rumah dan ke sekolah,” ujarnya.

Selain kedisiplinan, Wagub Hasnuryadi juga mengarahkan generasi muda Kalsel untuk tekun belajar, menjaga diri, serta menjauhi narkoba, perundungan, dan pergaulan yang dapat merusak masa depan.

Menurut Wagub Hasnuryadi, para anggota Paskibraka memiliki kesempatan besar untuk menjadi generasi yang berkarakter dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan diharapkan terus diamalkan secara istiqamah dan konsisten.

“Mudah-mudahan bisa menjadi generasi muda yang kita banggakan, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Semoga adik-adik semuanya sukses di bidangnya masing-masing dan menjadi pemimpin-pemimpin di daerahnya masing-masing,” ungkap Wagub Kalsel.

Dalam kesempatan itu, Wagub Hasnuryadi juga berpesan agar persaudaraan yang terbangun selama pemusatan latihan tetap dijaga. Perbedaan asal daerah dan latar belakang, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan dan mempererat persatuan.

Wagub Hasnuryadi juga menilai pengalaman Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan tugas pengibaran bendera, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dalam momentum itu, Hasnuryadi turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, panitia, tim kesehatan, pendamping asrama, Purna Paskibraka Indonesia, orang tua, serta pihak sekolah yang telah mendukung proses pembinaan.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tadi menanyakan kondisi adik-adik, semuanya sehat dan siap menjadi teladan di tempatnya masing-masing,” tuturnya.

Acara penutupan turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko, dan segenap jajaran Pimpinan SKPD Kalsel, serta para anggota Paskibraka.

Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Kalsel juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan senilai Rp5 juta kepada salah satu perwakilan Paskibraka Kalsel.

Dengan mengucapkan “Alhamdulillahirabbil ‘alamin”, Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 secara resmi dinyatakan ditutup.

Namun, bagi 44 anggota Paskibraka, Hasnuryadi menegaskan bahwa penutupan pemusatan latihan justru menjadi awal untuk membuktikan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan melalui tindakan nyata di sekolah, keluarga, dan masyarakat. [Ady/Adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Berlangsung Khitmad, Wagub Kalsel Hasnuryadi Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bertindak sebagai Inspektur Upacara pada acara Penurunan Bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang berlangsung di lapangan Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/08/2026) sore.

Upacara penurunan bendera tersebut menjadi rangkaian penutup peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan penuh penghormatan, mulai dari prosesi persiapan hingga Sang Saka Merah Putih diturunkan, dilipat, dan disimpan kembali.

Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H Muhammad Syarifuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, para pejabat teras Pemerintah Provinsi Kalsel, pimpinan instansi vertikal, pejabat TNI dan Polri, serta undangan lainnya.

Usai memimpin upacara, Wagub Kalsel Hasnuryadi menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian prosesi penurunan Bendera Merah Putih berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat.

“Alhamdulillahi rabbil alamin, tugas pada pelaksanaan upacara penurunan bendera berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Wagub kemudian menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas, serta para pelatih yang telah mendampingi dan mempersiapkan mereka selama berminggu-minggu.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Paskibraka yang bertugas, maupun para pelatih yang telah berlatih selama berminggu-minggu,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat persatuan sekaligus membangun semangat bersama dalam memajukan bangsa.

“Saya juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-81 Republik Indonesia, seraya berharap momentum ini menjadi penguat persatuan dan semangat membangun bangsa,” tuturnya.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Mudah-mudahan kita semakin solid, bersatu, Indonesia semakin maju, dan rakyat semakin sejahtera,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Wakil Gubernur juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda dan meminta generasi penerus bangsa untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak berhenti menimba ilmu sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Pesan saya untuk generasi muda, junjung tinggi persatuan dan kesatuan, dan teruslah menimba ilmu sebaik-baiknya sebagai bekal. Mudah-mudahan bisa menjadikan Indonesia semakin maju, sesuai dengan amanat Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” pesannya.

Untuk diketahui, dalam prosesi tersebut, Mayor (POM) Hendrik Yoneska, S.S.T.Han., M.H., lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 2012 yang menjabat Danspatpom Lanud Syamsudin Noor, bertindak sebagai Komandan Upacara.

Sementara Perwira Upacara dijabat Mayor Inf Teuku Rhoma Donny Syahputra, lulusan Secapa AD tahun 2015 yang menjabat Pasiops Korem 101/Antasari. Adapun Komandan Kompi Paskibra dijabat Letnan Dua Inf Kharisma Ikhsan Cendikia, S.Sos., lulusan Sepa PK tahun 2025 yang menjabat Danton Ban Kipan A Yonif TP 828/Banua Warani Mattone.

Prosesi penurunan bendera juga melibatkan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang tergabung dalam Paskibraka. Pembawa baki dipercayakan kepada Masnah dari SMK Negeri 2 Simpang Empat, utusan Kabupaten Tanah Bumbu. Sebagai cadangan pembawa baki adalah Hidayatul Azkia dari SMA Negeri 1 Kandangan, utusan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Selanjutnya, Pascal Irfan Santoso dari Global Islamic Boarding School, utusan Kabupaten Barito Kuala, bertugas sebagai penggerak bendera. Muhammad Nurul Irfan dari SMA Negeri 4 Banjarbaru, utusan Kota Banjarbaru, bertugas sebagai pembentang bendera.

Untuk Danpok 8 dijabat Muhammad Rezky Nazari dari MA Negeri 2 Hulu Sungai Tengah, utusan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sedangkan Danpok 17 dijabat Mohammad Ashiddah Al Ghoefar Khozein dari SMA Negeri 7 Banjarmasin, utusan Kota Banjarmasin. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Serahkan SK Remisi HUT RI ke-81 Sebanyak 6.189 Warga Binaan Terima Pengurangan Masa Pidana

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno, resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi Umum bagi narapidana serta pengurangan masa pidana umum bagi anak binaan, dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIB Banjarbaru, Senin (17/8/2026).

Penyerahan SK Remis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI oleh Gubernur H. Muhidin yang disaksikan pula oleh pimpinan Forkopimda Kalsel dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel M. Syarifuddin, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Kota Banjarbaru, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan, Pimpinan Instansi, Lembaga, dan Mitra Kerja Pemasyarakatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Pejabat Manajerial Di Lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kanwil Ditjen Imigrasi, serta perwakilan Warga Binaan tersebut, digelar dengan khidmat dan penuh makna, sebagai bentuk apresiasi negara kepada warga binaan pemasyarakatan yang telah menunjukkan perilaku baik, taat aturan, serta berkomitmen memperbaiki diri selama menjalani masa hukuman.

Junlah Narapidana yang mendapatkan remisi umum I (Pengurangan sebagian dari masa pidana) kali ini sebanyak 6.056 orang dan yang mendapat Remisi Umum II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) berjumlah 133 orang, terdiri 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda/subsider.

Gubernur H. Muhidin dalam sambutannya menyampaikan, pemberian remisi dan pengurangan masa pidana, merupakan bagian dari sistem pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai proses penting dalam membantu warga binaan memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Karena itu, saya berharap remisi ini bukan sekadar dimaknai sebagai pengurangan masa menjalani pidana, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan kesempatan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat tekad, memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, serta membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Gubenur H. Muhidin juga dalam kesempatan ini memberi pesan khusus kepada anak-anak binaan, agar jangan pernah merasa bahwa masa depan telah berakhir. Usia muda adalah kesempatan yang sangat panjang untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita.

“Kita semua tentu berharap proses pembinaan di lembaga pemasyarakatan tidak hanya memberikan perubahan secara administratif, tetapi benar-benar mampu membentuk karakter, keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, saudara-saudara dapat hadir sebagai pribadi yang produktif, memiliki keterampilan, mampu bekerja, berusaha, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan,” harap Gubenur H. Muhidin.

Kemerdekaan menurut Gubeenur H. Muhidin, mengajarkan bahwa selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik. tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, tetapi setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Mari kita jadikan momentum hari kemerdekaan ke-81 ini, sebagai semangat untuk membuka lembaran baru,
membangun kehidupan yang lebih baik, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ajak Gubernur H. Muhidin mengakhiri sambutannya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalsel, Erwedi Supriyatno, dalam laporannya menyebut, untuk jumlah Satuan kerja Pemasyarakatan di Kalsel, sebanyak 18 UPT terdiri dari 8 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas),1 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), 6 Rumah Tahanan Negara (Rutan), dan 3 Balai Pemasyarakatan (Bapas).

“Jumlah Warga Binaan, baik Narapidana, Anak Binaan dan Tahanan, saat ini mengalami over kapasitas 99 persen. Dari Kapasitas ynag tersedia hanya untuk 4.382 orang, kini jumlahnya mencapai 8.716 orang,” jelas Erwendi.

Sementara itu dirincikan Erwendi, jumlah Narapidana yang mendapatkan remisi umum I (Pengurangan sebagian dari masa pidana) kali ini sebanyak 6.056 orang dan yang mendapat Remisi Umum II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) berjumlah 133 orang, terdiri 51 orang langsung bebas dan 82 orang masih harus menjalani kurungan pengganti denda/subsider.

“Anak binaan yang mendapatkan Pengurangan Masa Pidana (PMP), dibagi dalam 2 kategori pula, PMP I (Pengurangan sebagian dari masa pidana ) sebanyak 9 anak, dan untuk PMP II (Pengurangan seluruhnya dari masa pidana) diterima oleh 1 anak. Adapun besaran Remisi Umum dan Pengurangan Masa Pidana Umum yang diperoleh bervariasi, mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan. Dan adalagi, untuk narapidana yang mendapatkan Remisi Tambahan, yakni Pemuka sebanyak 18 orang, dan remisi tambahan Donor Darah sebanyak 1 orang,” jelas Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan, Erwendi menambahkan.

Pada kesempatan ini pula, Erwendi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, seluruh pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait, mitra kerja, serta seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pelayanan, pembinaan, pembimbingan, dan reintegrasi sosial di bidang Pemasyarakatan.

“Kolaborasi dan sinergi seluruh pihak merupakan bagian penting dalam mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya.

Acara yang dimeriahkan dengan unjuk kebolehan dari para warga binaan, hingga pemberian cendera mata berupa lukisan pasar Terapung yang merupakan karya warga binaan ini, ditutup dengan peninjauan langsung Pameran hasil karya warga binaan dari seluruh Lapas di Kalsel, oleh Gubernur H. Muhidin, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin, serta seluruh Forkopimda dan para tamu undangan yang berhadir dalam acara tersebut. [Ady/Adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur Kalsel H Muhidin Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Kobarkan Semangat Perjuangan Pahlawan Merebut Kemerdekaan

Published

on

Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin  menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. (Foto/Adpim) 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubenur Kalimantan Selatan, H. Muhidin beserta Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin bersama Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman beserta Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, yang dipusatkan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (17/8/2026)

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin memimpin langsung rangkaian upacara yang dalam prosesinya dikibarkan dengan khidmat Sang Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera yang merupakan putra-putri terbaik Kalimantan Selatan yang berasal dari 13 kabupaten/kota di bawah asuhan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kalimantan Selatan.

Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan ini, bertindak sebagai Pembawa Baki, Quensha Anindya Pitoko, dari SMA Negeri 1 Marabahan Barito Kuala. Untuk Penggerek Bendera, Ramadani Haikal Nur Fadilah, dari SMA Darul Hijrah Kabupaten Banjar, Pembentang Bendera , Muhammad Ilham dari SMA Negeri 4 Banjarbaru. Sementara untuk Komandan Kelompok 8 adalah Muhammad Rizki Fajar dari SMA Negeri 1 Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru dan Komandan kelompok 17, Muhammad Dede Mubadillah dari SMA Negeri 1 Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.

Suasana semakin syahdu saat seluruh peserta diajak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Suasana semakin khidmat ketika Asisten Pemerintah dan
Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Galuh Tantri Narindra membacakan UUD Tahun 1945, yang dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, H. Supian HK.

Usai upacara, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan harapannya terhadap bangsa Indonesia di usianya yang ke- 81 tahun ini.

“Alhamdulillah kita hari ini memperingati dengan penuh khidmat. Dengan momen ini, mudah-mudahan dapat mengingatkankan lagi kepada kita bagaimana perjuangan pahlawan dengan gagah berani merebut kemerdekaan Negara Indonesia kala itu,” ucap Gubernur H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin juga berharap generasi bangsa Indonesia khususnya yang ada di Kalsel, dapat menjadi penerus perjuangan para pahlawan, dengan terus rajin belajar untuk Indonesia lebih baik lagi.

Upacara Peringatan HUT RI ke 81 yang turut dihadiri jajaran petinggi Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan seluruh unsur TNI Polri, serta seluruh Pejabat Pimpinan tinggi Pratama Lingkup Pemprov Kalsel, Perwakilan Mahasiswa, Pelajar dan tamu undangan kali ini juga semakin semarak dengan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Paduan Suara binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan. Lagu Hari Merdeka, Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, serta Sapu Tangan Babuncu menggema, membangkitkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.

Berbalut busana adat nusantara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 inipun tampak semakin meriah. Bagaimana tidak, terlihat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin dalam momen ini sengaja menggunakan pakaian adat Banjar yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan. Sementara itu, Ketua BKOW Provinsi Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi juga tampak menggunakan pakaian adat dari Sumatera Selatan, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel, Masrupah Syarifuddin tampak menggunakan baju bugis dari Sulawesi.

Rangkaian upacara juga diselingi penyerahan penghargaan Kenaikam Pangkat Luar Biasa oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhudin kepada Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, dan ditutup dengan penyerahan secara simbolis bantuan berupa sembako kepada para veteran, sekaligus penyerahan pila dan piagam penghargaan kepada para pemenang lomba gerak jalan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinso Kalsel dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 81 Tahun 2026 ini. [Ady/Adpim]

 

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Momentum Harjad Kalsel, Gubernur H Muhidin Berikan Berbagai Penghargaan Hingga Pemprov Terima Deviden PT bangun Banua

Published

on

Pemprov Kalsel menerima penyerahan dividen dari PT Bangun Banua Tahun 2026 sebesar Rp9.161.548.491. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyerahkan sejumlah penghargaan kepada individu, kelompok, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga mitra kerja yang dinilai berprestasi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Pada momentum hari jadi ini juga, Pemprov Kalsel menerima penyerahan dividen dari PT Bangun Banua Tahun 2026 sebesar Rp9.161.548.491. Nilai dividen tersebut meningkat hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penyerahan deviden ini diserahkan langsung Direktur Utama PT Bangun Banua Kalimantan Selatan H. Aprizaldi dan diterima Gubernur H. Muhidin.

‎Penyerahan penghargaan dan deviden PT Bangun Banua Kalsel tersebut menjadi salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Kota Banjarbaru, Kamis (13/8/2026) pagi.

‎Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap berbagai capaian, inovasi, kontribusi, dan kinerja terbaik yang ditunjukkan masyarakat maupun instansi di berbagai bidang.

‎“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada pihak-pihak yang telah memberikan prestasi dan kontribusi terbaik bagi daerah,” sampai Gubernur Kalsel H. Muhidin.

‎Di bidang pendidikan, apresiasi diberikan kepada tiga siswa asal Kalimantan Selatan yang berhasil menorehkan prestasi pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2026.

‎Adapun Hendra Gunadie meraih Juara I bidang IT Software Solution for Business. Sementara Azril Azkia meraih Juara II bidang Motorcycle Maintenance & Repair dan Makiah meraih Juara II bidang Fashion Technology.

‎Penghargaan juga diberikan melalui Kalsel Innovation Award 2026 bagi kategori SKPD dan masyarakat umum. Apresiasi ini ditujukan kepada para inovator yang menghasilkan gagasan maupun terobosan yang dinilai memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

‎Di sektor kesehatan, Gubernur Kalsel turut menyerahkan penghargaan kepada Tenaga Kesehatan Teladan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Penghargaan mencakup sejumlah kategori, antara lain dokter spesialis, dokter pendidik klinis, dokter gigi, apoteker/tenaga teknis kefarmasian, serta bidan.

‎Sementara di bidang pemerintahan dan perekonomian, penghargaan diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota atas kinerja terbaik dalam berbagai bidang. Di antaranya kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), capaian realisasi investasi, serta prestasi dalam pengembangan desa, kelurahan, dan BUMDesa.

‎Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah pelaku usaha yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), pajak air permukaan, Pajak Alat Berat (PAB), serta kontribusi utama Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

‎“Melalui momentum Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, berbagai prestasi dan kontribusi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi, berkarya, dan bersama-sama mendukung pembangunan Kalimantan Selatan yang lebih maju dan sejahtera,” ungkap Gubernur Kalsel H. Muhidin.

‎Pada sektor pertanian, penghargaan diberikan kepada insan pertanian berprestasi serta kelompok tani dan kelompok ternak yang menunjukkan kinerja unggul di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

‎Tidak hanya penghargaan prestasi, Pemprov Kalsel juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis, bantuan rumah tidak layak huni, serta rumah bagi korban bencana. Penghargaan turut diberikan kepada mitra kerja yang berkontribusi dalam menyukseskan program peningkatan Kartu Identitas Anak (KIA). Penghargaan tersebut diberikan kepada Martinus sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya dalam pelaksanaan program KIA melalui kerja sama dengan Breeze Waterpark.

‎Rangkaian apresiasi juga mencakup para pemenang lomba dalam rangka Hari Jadi Kalsel, seperti lomba tema dan logo Hari Jadi serta lomba video singkat bertema “Stop Bullying” dan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.”

‎Beragam penghargaan yang diserahkan Gubernur H. Muhidin pada momentum Hari Jadi ke-76 Kalsel menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya ditopang pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra pembangunan.

‎Melalui pemberian penghargaan tersebut, Pemprov Kalsel mendorong agar capaian dan kontribusi para penerima apresiasi menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berprestasi, berinovasi, dan bersama-sama mendukung terwujudnya Kalimantan Selatan yang semakin maju dan sejahtera. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Momentum Hari Jadi Ke-76 Kalsel, Gubernur H Muhidin Resmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Published

on

Pembukaan masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/08/2026), menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Banua. Di tengah kemeriahan peringatan hari jadi, satu lagi ruang publik keagamaan hadir dan mulai dibuka untuk masyarakat, yakni Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Pembukaan masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman dan Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Penandatanganan prasasti menjadi penanda bahwa masjid tersebut kini resmi dibuka dan dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk berbagai aktivitas keagamaan.

“Alhamdulillah, hari ini Kamis 13 Agustus 2026 bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kita buka untuk masyarakat umum. Tentu kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Suasana pembukaan kemudian berlangsung semakin khidmat dengan pembacaan sholawat. Setelah itu, pintu utama masjid yang memiliki warna emas dibuka langsung oleh Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Keduanya kemudian memasuki ruang utama masjid, diikuti jajaran Forkopimda dan para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk meninjau langsung bagian dalam masjid yang memperlihatkan desain luas, terbuka dan kental dengan karakter arsitektur Banjar.

Tidak hanya tampak megah dari luar, bagian dalam masjid juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah. Sistem sirkulasi udara dan pencahayaan dibuat terbuka dengan memaksimalkan masuknya udara serta cahaya alami.

Gubernur H. Muhidin pun mengajak masyarakat, khususnya para karyawan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang beraktivitas di kawasan perkantoran tersebut, untuk bersama-sama memakmurkan masjid.

“Masjid ini sudah kita bangun dengan baik, sekarang tugas kita bersama adalah mengisinya. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk datang beribadah, melaksanakan kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpul dalam kebaikan,” katanya.

Untuk diketahui, masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dirancang sebagai salah satu ikon religi di Kalimantan Selatan. Kawasannya berdiri di atas lahan sekitar 11 hektar, dengan bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi dan kapasitas yang mampu menampung sekitar 3.000 hingga 3.288 jamaah.

Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahap awal dimulai pada 2022 dan dilanjutkan dengan pembangunan bangunan utama pada 2023 hingga 2024.

Pada periode tersebut, pembangunan bangunan utama menjadi bagian penting dalam mewujudkan masjid yang dirancang dengan konsep arsitektur khas Banua.

Pembangunan kemudian berlanjut pada 2025 dengan pengerjaan bangunan penunjang sayap kanan dan sayap kiri, pembangunan plaza, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Pekerjaan kawasan juga mencakup penataan lanskap berupa kolam, titian, minaret, area parkir, taman dan vegetasi. Penerangan Jalan Umum turut menjadi bagian dari penataan kawasan, dengan pengerjaan yang dilakukan secara bertahap hingga 2026.

Dari sisi desain, masjid ini menggunakan bentuk atap limas yang terinspirasi dari arsitektur lokal Banjar. Sistem bangunannya dibuat terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami.

Konsep bangunan tropis juga diterapkan, termasuk penggunaan energi alternatif pada bagian atap. Keseluruhan konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan tempat ibadah yang tidak hanya luas dan representatif, tetapi juga nyaman bagi jamaah.

Sementara itu, nama Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari bukan sekadar penamaan. Nama tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Banua.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kabupaten Banjar, pada 17 Maret 1710 dan wafat di Dalam Pagar, Martapura, pada 3 Oktober 1812.

Warisan keilmuan dan dakwah beliau hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah Islam di Kalimantan Selatan. Bahkan, nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah diusulkan sebagai salah satu tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.

Gubernur H. Muhidin berharap nama besar ulama tersebut dapat menjadi semangat bagi masyarakat untuk terus menghidupkan masjid dengan kegiatan yang memberikan manfaat.

“Kedepan, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang yang diharapkan dapat memperkuat identitas Banua sebagai daerah yang religius, sekaligus menjadi tempat masyarakat beribadah, belajar, dan menebarkan manfaat bagi sesama. [ady/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Keuangan Partai Politik dengan Total Rp 20,5 Miliar

Published

on

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp20.578.180.000 kepada 9 (sembilan) partai politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan kelembagaan partai politik dan kualitas demokrasi di Banua, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp20.578.180.000 kepada 9 (sembilan) partai politik (Parpol) yang mendapat kursi di DPRD Kalsel.

Penyerahan bantuan dana parpol ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima bantuan keuangan kepada parpol tahun anggaran 2026, Kamis (30/07/2026) di ruang rapat H Aberani Sulaiman Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Gubernur Kalsel H Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Adi Santoso, diharapkan dana bantuan ini dioptimalkan dan dimanfaatkan sesuai ketentuan yakni minimal 60 persen untuk kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat seperti pendidikan politik dan pangkaderan, selebihnya untuk operasional partai.

“Agar kemanfaatannya bisa benar-benar dirasakan masyarakat Banua di Kalimantan Selatan, itu pesan beliau (Gubernur H Muhidin,red), ” ujar Adi kepada wartawan, usai kegiatan.

Pada kesempatan itu, Adi juga menyampaikan apresiasi Gubernur H Muhidin kepada Badan Kebangpol dan 9 partai politik yang mendapatkan kursi di DPRD Kalsel atas komitmen bersama yang terjakin. Gubernur juga mengajak kalangan parpol untuk menjadikan penyaluran bantuan ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat pendidikan politik bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapala Sub Bidang Fasilitasi, Kelembaban, Pemerintahan, Perwakilan, Partai Politik, Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, Harry Widiyatmoko mengatakan, dana bantuan diberikan kepada sembilan parpol tahun ini mengalami kenaikan dari Rp7.500 menjadi Rp10.000 per suara perolehan Pemilu Legislatif 2024. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Dukung Program Tukar Sampah dengan Sembako

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi membuka kegiatan Rimba Mart yang dirangkai dengan program Tukar Sampah dengan Sembako. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin secara resmi membuka kegiatan Rimba Mart yang dirangkai dengan program Tukar Sampah dengan Sembako di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Forester Cafe, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel bersama Dinas Kehutanan Kalsel tersebut menjadi upaya mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pemanfaatan hasil hutan yang bernilai ekonomi.

Melalui program ini, masyarakat dapat menukarkan berbagai jenis sampah yang masih bernilai daur ulang, seperti kardus, kertas, koran, buku, botol dan gelas plastik, aki bekas, rak telur, hingga minyak jelantah dengan paket sembako.

Selain membantu mengurangi timbunan sampah, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat bahwa sampah yang dipilah dengan baik memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat memberi manfaat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program tukar sampah dengan sembako.

Menurut Gubernur H. Muhidin, gerakan tersebut harus dibarengi dengan budaya menjaga kebersihan, dimulai dari lingkungan masing masing.

“Program tukar sampah dengan sembako harus menjadi budaya. Kebersihan harus dimulai dari lingkungan masing-masing.”

Lebih lanjut, Gubernur H. Muhidin juga mendorong rehabilitasi hutan melalui penanaman tanaman produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Hutan harus memberi manfaat bagi masyarakat melalui tanaman produktif seperti durian, manggis, rambutan, langsat, dan lainnya.”ujarnya.

Selain itu, Gubernur H. Muhidin menilai potensi jutaan hektare hutan di Kalsel perlu dioptimalkan, termasuk melalui pengembangan carbon credit sebagai sumber pendapatan daerah.

“Potensi carbon credit harus dikelola agar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.”tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menjaga lingkungan demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih bersih dan sejahtera.

“Mari bersama-sama mendukung pelestarian lingkungan agar Kalimantan Selatan semakin maju, bersih, dan masyarakatnya sejahtera.”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan program tukar sampah dengan sembako kini telah berjalan di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel sebagai upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Sampah bukan akhir, tetapi memiliki nilai ekonomi dan manfaat jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Rahmat berharap gerakan tersebut semakin masif melalui dukungan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar mampu membantu kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar manfaatnya bagi masyarakat dan kebersihan Kalsel” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hj. Fatimatuzzahra, menjelaskan Rimba mart menjadi wadah promosi berbagai produk hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu yang dihasilkan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama kelompok tani hutan se-Kalimantan Selatan.

“Rimba mart menjadi ajang memperkenalkan potensi hasil hutan sekaligus memberdayakan kelompok tani hutan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan hasil hutan bukan kayu melalui rehabilitasi hutan dan lahan sesuai arahan Gubernur Kalsel.

“Kami ingin hasil hutan memberi manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Usai membuka Rimba Mart dan program Tukar Sampah dengan Sembako, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meninjau stan produk unggulan hasil hutan dari berbagai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) se-Kalsel.

Didampingi jajaran, Gubernur H. Muhidin berdialog dengan kelompok tani hutan dan pelaku UMKM sekaligus melihat beragam produk hasil hutan bukan kayu sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kehutanan yang berkelanjutan.

Turut hadir Tenaga Ahli Gubernur, para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kalsel, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perusahaan Swasta, Pelaku UMKM, kelompok tani hutan, serta tamu undangan lainnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer