Komisi III DPRD Kalsel Dorong Percepatan Pembenahan Kawasan Kumuh - SuaraBorneo.com
Connect with us

Jakarta

Komisi III DPRD Kalsel Dorong Percepatan Pembenahan Kawasan Kumuh

Published

on

Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja (kunker) dewan ‘rumah banjar’ kali ini yakni DPRD Provinsi DKI Jakarta. (Foto/DPRD Kalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya benahi kawasan kumuh di Kalsel, diantaranya dengan cara menggali informasi strategi penataan kawasan pemukiman kumuh yang dilakukan oleh daerah lain di Indonesia. Salah satu titik kunjungan kerja (kunker) dewan ‘rumah banjar’ kali ini yakni DPRD Provinsi DKI Jakarta.

Ditemui usai kegiatan kunker, Selasa (23/4/2024), H. Gusti Abidinsyah, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, mengatakan tujuan kunker kali ini untuk melihat bagaimana konsep yang dilakukan oleh DKI Jakarta dalam menangani masalah penanganan kawasan kumuh dan rumah yang tidak layak huni.

“Tadi ada beberapa hal yang sudah kita dapatkan, mudah-mudahan ini nantinya akan kita coba terapkan dan bagaimana kita menangani ini,” tuturnya.

Abidinsyah menambahkan sebelumnya ia dan anggota Komisi III lainnya juga telah berkunjung ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur, seluruh informasi itu akan dikumpulkan dengan hasil kunker kali ini untuk mendukung percepatan penanganan kawasan kumuh dan rumah yang tidak layak huni di Kalsel sebagaimana dengan visi misi Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor.

Didi Jubaidi dari Sekretariat DPRD Provinsi DKI Jakarta mengatakan saat ini DKI Jakarta memang sedang menanggulangi persoalan tersebut, diantaranya dengan membangun hunian yang lebih layak bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Langkah penanganannya bermacam-macam, tergantung dari tingkat kekumuhan daerah itu sendiri. Mulai dari penanganan drainase, sanitasi, pembangunan rusun dan lainnya. (*)

Bagikan ke

Jakarta

Momentum Penguatan UMKM Kalsel Melalui Perluasan Pasar

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong UMKM naik kelas. (Foto/IG-Humas-BI-Kalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Semangat penguatan UMKM tersebut turut bergema di Kalimantan Selatan. Komitmen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong UMKM naik kelas turut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pengembangan UMKM binaan seperti Digdaya UMKM, Festival Kuliner Banua 2026 pada 17–19 Juli 2026, serta Pamor Borneo 2026 pada 7–9 Agustus 2026 di Banjarmasin dan Kalsel Expo 2026 pada 12–17 Agustus 2026 di Banjarbaru yang digelar bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat daya saing UMKM Kalimantan Selatan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 500 ribu UMKM yang turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah, sehingga penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan secara konsisten mendorong UMKM daerah naik kelas melalui tiga pilar pengembangan, yaitu penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pembiayaan.

Pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan juga diarahkan untuk mendorong praktik usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Hal tersebut tercemin melalui pengembangan UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan yang mengusung produk berbasis produk ramah lingkungan serta melibatkan kelompok perempuan, komunitas lokal dan generasi muda. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM daerah untuk tidak hanya tumbuh dari sisi usaha, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan.

Pada gelaran KKI 2026, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) turut ambil bagian menampilkan produk unggulan Bumi Lambung Mangkurat. Sebanyak 7 (tujuh) UMKM asal Kalimantan Selatan hadir secara luring di Hall A dan B JICC, Jakarta, dengan produk yang ditampilkan merepresentasikan kekayaan Banua, mulai dari wastra khas Kalimantan Selatan seperti kain Sasirangan premium dan ecoprint, kerajinan kayu ulin dan anyaman purun, hingga makanan dan minuman olahan berbasis komoditas lokal seperti sorgum dan kopi liberika khas Kabupaten Tapin. Keikutsertaan ini membuka ruang bagi UMKM Kalimantan Selatan untuk memperluas jaringan pasar melalui business matching pembiayaan, ekspor, dan value chain, sekaligus memperkenalkan produk daerah kepada pengunjung nasional, mitra usaha, dan duta besar negara sahabat.

Selama 4 hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa. [Rls/BI]

Bagikan ke
Continue Reading

Ekonomi

KKI 2026, Gerakan Korporasi Gandeng UMKM Kalsel

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memfasilitasi business matching ekspor kepada 2 UMKM dengan nilai sebesar Rp2,08M dan business matching pembiayaan kepada 112 UMKM dengan nilai sebesar Rp8,7M hingga bulan Agustus 2026. (Foto/IG-Humas-BI-Kalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Ketahanan perekonomian dan stabilitas sistem keuangan perlu terus ditransformasikan menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Intermediasi berperan penting untuk memastikan kapasitas pembiayaan di sektor keuangan mengalir kepada sektor produktif, mendukung ekspansi usaha, serta mendorong penciptaan lapangan kerja. Salah satu upaya Bank Indonesia untuk mendorong UMKM naik kelas adalah melalui inisiasi Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, saat membuka talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas”, di JICC Jakarta (20/8). Talkshow digelar sebagai rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, gelaran Bank Indonesia bersinergi dengan otoritas dan penggiat UMKM. KKI 2026 mengangkat semangat Beudaya Meusare Sare yang artinya Berdaya Bersama-sama.

Penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi yang semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi. “UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas. Untuk itu, UMKM perlu terus didorong meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, dan terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas.

Gerakan Korporasi Gandeng UMKM menghubungkan UMKM dengan rantai pasok dan rantai nilai korporasi melalui kemitraan. Akses pasar, jaringan, teknologi, pengalaman, dan standar usaha yang dimiliki korporasi dapat menjadi pengungkit bagi UMKM untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas usaha. Kemitraan tersebut juga membuka akses pasar dan pembiayaan yang lebih luas sehingga UMKM dapat terus berkembang dan naik kelas. Upaya ini diwujudkan dalam KKI 2026 antara lain melalui fasilitasi business matching, yang menargetkan omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar serta business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, sebesar Rp212,8 miliar.

Sepanjang tahun 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memfasilitasi business matching ekspor kepada 2 UMKM dengan nilai sebesar Rp2,08M dan business matching pembiayaan kepada 112 UMKM dengan nilai sebesar Rp8,7M hingga bulan Agustus 2026. Hal tersebut mempertegas komitmen Bank Indonesia untuk terus memperluas akses pembiayaan terhadap UMKM di daerah untuk memperluas pasar dan mengembangkan usahanya dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata. Sinergi ini akan mendukung terwujudnya ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang untuk menjadi besar, korporasi tumbuh bersama mitra usahanya, dan pembiayaan mengalir kepada kegiatan ekonomi yang semakin produktif.

Akselerasi pembiayaan terus berjalan di Kalimantan Selatan, tercermin dari realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur dengan skema mikro mendominasi sebesar Rp1,76 triliun, serta ditopang pembiayaan Ultra Mikro (UMi) senilai Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur. Penguatan juga dilakukan melalui pelatihan aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) kepada pelaku UMKM dan pendataan pelaku usaha yang potensial dibiayai melalui aplikasi BISAID. Lebih lanjut, sinergi lintas instansi terus dilakukan, antara lain bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan untuk mendorong legalitas usaha UMKM agar semakin dipercaya lembaga keuangan dan Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Selatan untuk pembinaan pelaku usaha ultra mikro dan pra sejahtera.

Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan wz dan korporasi untuk terus meningkatkan intermediasi untuk mendukung sektor riil, terutama UMKM. Melalui Gerakan Korporasi Gandeng UMKM diharapkan semakin banyak UMKM terhubung dengan rantai nilai, memperoleh akses pasar dan pembiayaan, serta tumbuh dan naik kelas. Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama mendorong UMKM naik kelas, memperkuat ketahanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. [Rls-BI]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Tanggap Cepat Pemerintah untuk NTT, Letkol Teddy Indra Wijaya Dukung Percepatan Distribusi Bantuan Bencana

Published

on

Presiden Prabowo Subianto melalui Letkol Teddy Indra Wijaya mendukung dalam pengiriman bantuan logistik. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pemerintah terus memperkuat langkah tanggap darurat dalam penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Letkol Teddy Indra Wijaya mendukung dalam pengiriman bantuan logistik kembali dilakukan pada Rabu (19/8/2026), memasuki hari kelima pascabencana.

Sebanyak lima pesawat diberangkatkan sejak pukul 04.00 WIB dengan membawa total 65 ton logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Dengan tambahan pengiriman tersebut, sejak hari pertama hingga hari kelima penanganan, pemerintah telah mengangkut sedikitnya 253 ton bantuan logistik ke wilayah NTT.

Bantuan yang dikirim mencakup makanan dan minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi akses menuju wilayah terdampak.

Dalam rangka memastikan penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi, Letnan Kolonel (Letkol) dan menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya turut berperan dalam mendukung koordinasi dan percepatan respons di lapangan. Kehadiran unsur personel yang bekerja secara terukur dan responsif menjadi bagian penting dari upaya pemerintah memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Teddy Indra Wijaya menjelaskan dua posko bantuan utama ditempatkan di Labuan Bajo dan Maumere. Dari Labuan Bajo, distribusi diarahkan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara dari Maumere, bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak di Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Distribusi bantuan menggunakan berbagai moda transportasi sesuai kondisi wilayah. Jalur udara didukung helikopter dan pesawat kecil untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Jalur laut diperkuat dengan tiga KRI dan satu kapal rumah sakit, sedangkan jalur darat telah dapat digunakan sejak hari kedua untuk mempercepat mobilisasi bantuan.

“Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi lintas unsur dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan sasaran, dan kesinambungan distribusi. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi secara bertahap,” ucap Teddy Indra Wijaya.

Peran personel seperti Letkol Teddy Indra Wijaya mencerminkan pentingnya kepemimpinan lapangan yang sigap, koordinatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat. Respons cepat tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong antara pemerintah, aparat, relawan, masyarakat, dan berbagai unsur kemanusiaan.

Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparat, tenaga kesehatan, relawan, masyarakat, serta seluruh pihak yang terus bekerja bersama dalam penanganan bencana di NTT.

“Dengan sinergi dan koordinasi yang terus diperkuat, pemerintah berkomitmen memastikan respons kemanusiaan berjalan cepat, distribusi bantuan semakin efektif, dan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan hingga proses pemulihan berlangsung,” tutup Teddy Indra Wijaya. [Ady/Rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Bank Kalsel Dukung Festival Kuliner Banjar di Jakarta

Published

on

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Komitmen Bank Kalsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan kembali diwujudkan melalui dukungannya sebagai salah satu sponsor Festival Kuliner Khas Banjar Jakarta 2026. Ajang yang digelar pada 25 Juli 2026 di Ragunan, Jakarta Selatan, ini menjadi panggung strategis bagi pelaku UMKM Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan produk kuliner dan budaya Banjar kepada pasar yang lebih luas.

Partisipasi Bank Kalsel tidak sekadar menjadi bentuk dukungan terhadap sebuah kegiatan budaya, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM agar mampu memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan nilai tambah produk, serta membuka peluang transaksi dan investasi baru. Dukungan terhadap UMKM merupakan salah satu fokus Bank Kalsel dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Festival ini menghadirkan beragam kuliner khas Banjar, seperti Soto Banjar, Ketupat Kandangan, Bingka, hingga aneka wadai tradisional. Kehadiran berbagai produk unggulan tersebut diharapkan mampu memperkuat citra kuliner Banjar sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar menembus pasar nasional.

Melalui kolaborasi antara dunia perbankan, komunitas, dan pelaku usaha, Festival Kuliner Khas Banjar Jakarta 2026 diharapkan menjadi penggerak ekonomi berbasis budaya. Selain melestarikan warisan kuliner daerah, kegiatan ini juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi UMKM sekaligus memperkuat posisi produk lokal Kalimantan Selatan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Bank Kalsel Borong 10 Penghargaan pada Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Published

on

penghargaan mewakili Bank Kalsel diterima oleh Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti. (Foto/Humas-BankKalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih 10 penghargaan dalam ajang 23rd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank Media Group bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Mid-Year Economic Outlook 2026 bertajuk “The New Rules of Survival in Uncertain Times: Kapan Ketidakpastian Berlalu?” yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jumat (26/6).

Pada kesempatan tersebut, penghargaan mewakili Bank Kalsel diterima oleh Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti.

Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian independen yang dilakukan oleh Marketing Research Indonesia (MRI) terhadap kualitas pelayanan perbankan melalui berbagai kanal layanan, baik layanan tatap muka (walk-in channel) maupun layanan digital (digital channel). Penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap pengalaman nasabah pada berbagai titik interaksi layanan, mulai dari kantor cabang, ATM, call center, website, email, live chat, SMS Banking, hingga kanal digital lainnya.

Pada ajang tersebut, Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai berikut:

• The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) – Golden Award
• The 2nd Best Region Bank in Service Excellence 2026 – Overall Walk In Channel and Digital Channel
• The Best Region Bank in Excellence Website
• The 2nd Best Region Bank in Excellence Satpam
• The 2nd Best Region Bank in Excellence Convenient Branch Experience
• The 2nd Best Region Bank in Excellence ATM
• The 2nd Best Region Bank in Excellence Email
• The 2nd Best Region Bank in Excellence Live Chat
• The 2nd Best Region Bank in Excellence Call Center
• The 2nd Best Region Bank in Excellence SMS Banking

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas komitmen seluruh insan Bank Kalsel dalam menghadirkan layanan yang berkualitas serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bank Kalsel dalam menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah. Bagi kami, pelayanan prima bukan sekadar memenuhi standar, tetapi bagaimana membangun kepercayaan melalui pengalaman layanan yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Mitra.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan Golden Award sebagai The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) menjadi bukti konsistensi Bank Kalsel dalam melakukan perbaikan berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya service excellence, mengembangkan inovasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah,” tambahnya.

Mitra menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan menjadi penyemangat bagi Bank Kalsel untuk terus menghadirkan layanan yang semakin responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.Sejalan dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus berkomitmen memperkuat transformasi layanan, baik melalui peningkatan kualitas frontliner maupun pengembangan berbagai kanal digital, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin baik serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Published

on

Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas di tengah derasnya arus informasi global.

Dalam peringatan yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, Komaruddin menyampaikan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penjernih di tengah maraknya disinformasi.

“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia turut menggelar rangkaian kegiatan dengan tema “Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media.”

Kegiatan yang digelar di kawasan Car Free Day, tepatnya di Café Vilo Riverview, Stasiun KA BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, ini berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Acara dikemas dalam bentuk sambutan, penekanan sirine peringatan, serta kegiatan fun walk bersama Menteri Komunikasi dan Digital, komunitas pers, pelaku industri media, dan masyarakat.

FOPI yang terdiri dari berbagai asosiasi penyiaran menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, platform digital, dan publik untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media.

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik, termasuk percepatan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge.

Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak insan pers untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.

“Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya. [rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Bangga, Anjungan Kalsel Raih Predikat Terbaik Pradana Nitya Budaya TMII Award Tahun 2026

Published

on

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, dan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. (Foto/Adpim)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kabar gembira datang dari Anjungan Provinsi Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

Anjungan Kalsel ini meraih prestasi gemilang dengan meraih juara pertama atau Terbaik 1 pada ajang Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 untuk kategori resolusi terbaik.

Penghargaan tersebut diterima Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, dan diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Gelaran Puncak HUT ke-51 Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, jumat (1/5/2026).

Pradana Nitya Budaya TMII Awards 2026 merupakan penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI bersama Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diberikan kepada anjungan daerah terbaik di Indonesia.

Ajang ini bertujuan mendorong setiap daerah agar terus berinovasi dalam menampilkan identitas budaya Nusantara.

Tahun ini, terdapat 13 anjungan daerah yang masuk dalam daftar nominasi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Bali.

Dalam narasi resmi yang disampaikan, Anjungan Kalimantan Selatan dinilai unggul berkat konsistensi dan kelengkapan dalam enam aspek pengelolaan, yakni revitalisasi fisik dan fungsi anjungan sebagai etalase budaya, peningkatan tata kelola manajemen serta pelayanan publik, aktivasi anjungan melalui kegiatan seni budaya yang kreatif dan berkelanjutan, penguatan narasi budaya dan edukasi, kolaborasi serta partisipasi dengan komunitas, serta pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya.

Selain dinilai mampu menghadirkan pengalaman budaya yang autentik dan berkesan bagi pengunjung, anjungan Provinsi Kalimantan Selatan juga dinilai berhasil berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif sekaligus wadah pengembangan potensi daerah.

Pada ajang tersebut, posisi kedua diraih oleh Bali, sementara Jawa Tengah menempati peringkat ketiga. Selanjutnya, penghargaan sertifikat terbaik diberikan kepada Sumatra Barat dan Sulawesi Barat, sedangkan kategori resolusi terbaik lainnya diraih oleh Jawa Timur.

Keberhasilan Kalsel mempertahankan gelar ini—setelah sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama pada tahun 2025—menjadi bukti komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengelola dan mempromosikan budaya lokal secara profesional. Capaian tersebut sekaligus memperkuat peran anjungan sebagai wajah budaya daerah di tingkat nasional.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang ditemui di sela-sela acara menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut.

Ariadi menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola anjungan, hingga para pelaku seni dan budaya yang terus menjaga dan mengembangkan warisan daerah.

Menyampaikan pesan khusus Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas pengelolaan anjungan.

Gubernur Muhidin berharap seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri, melainkan terus berinovasi dalam menampilkan kekayaan budaya daerah agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

Menurut Gubernur Muhidin, keberhasilan ini tidak terlepas dari komitmen untuk terus menghadirkan anjungan yang informatif, atraktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Bapak Gubernur Muhidin berpesan agar prestasi ini terus dijaga dan ditingkatkan. Jangan cepat puas, tetapi jadikan ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi daerah,” ujar Ariadi menyampaikan pesan Gubernur H. Muhidin.

Ariadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus mendorong penguatan peran anjungan sebagai pusat promosi budaya sekaligus etalase potensi daerah, termasuk sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Anjungan diharapkan tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga menghadirkan interaksi yang hidup melalui pertunjukan seni, pameran produk unggulan, serta kolaborasi lintas komunitas.

Lebih lanjut, melalui Ariadi, Gubernur H. Muhidin menegaskan pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas pengelolaan agar prestasi yang diraih dapat terus dipertahankan, dengan dukungan semua pihak dan semangat pelestarian budaya yang kuat, Provinsi Kalsel akan terus mampu bersaing di tingkat nasional.

“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pemicu untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami ingin memastikan budaya Kalsel tetap hidup, berkembang, dan semakin dicintai generasi muda,” pungkasnya

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen untuk mendorong inovasi dan meningkatkan kinerja pengelolaan anjungan daerah.

Menteri Fadli juga menekankan pentingnya setiap daerah menghadirkan program budaya yang orisinal dan mencerminkan identitas lokal, sebagaimana amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 ayat (1), yang menegaskan kewajiban negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Negara menjamin masyarakat untuk memelihara dan mengembangkan nilai budayanya. Ini menjadi dasar penting bagi seluruh kebijakan kebudayaan kita,” ujar Fadli.

Menteri Fadli turut mengingatkan sejarah berdirinya TMII yang kini telah memasuki usia ke-51 tahun, sebagai gagasan visioner yang diinisiasi Presiden ke-2 RI Soeharto bersama Ibu Negara Siti Hartinah. Sejak awal, TMII dirancang sebagai etalase budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman dari Sabang hingga Merauke.

Menurutnya, hingga kini keberadaan TMII tetap relevan sebagai ruang edukasi, pelestarian, dan promosi budaya bangsa.

“TMII adalah etalase budaya kita yang menampilkan kekayaan dan keberagaman Indonesia. Ini harus terus kita jaga dan kembangkan agar tetap menjadi kebanggaan nasional,” tutur Menteri Fadli. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer