Banjarmasin
Gubernur Kalsel Terima Sertifikat Indikasi Geografis Kain Sasirangan dari Kemenkumham RI
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mendukung perlindungan kekayaan intelektual. Hal tersebut disampaikan gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini melalui sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Roy Rizali Anwar pada Opening Ceremony Mobile Intelectual Property Clinic 2024, yang dilaksanakan di G Sign Hotel, Banjarmasin, Rabu (6/19) malam.
Menurut Paman Birin, kekayaan intelektual memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Di era globalisasi ini, kekayaan intelektual merupakan aset yang sangat berharga dan memiliki peran strategis, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan inovasi,” sampai Paman Birin.
Atas terselenggaranya kegiatan ini, Paman Birin menyampaikan apresiasinya kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel.
Menurut Paman Birin, kegiatan ini menunjukkan sebuah konsistensi usaha dalam rangka peningkatan dan perkembangan kekayaan intelektual kepada pemda dan masyarakat Kalsel.
Paman Birin tak lupa menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan kegiatan Mobile IP Clinic yang sudah terselenggara untuk ketiga kalinya ini.
“Semoga melalui Mobile IP Clinic ini, masyarakat Kalsel akan semakin memahami pentingnya melindungi karya dan inovasi mereka, serta memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai alat untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk lokal,” harap Paman Birin.
Pada kesempatan ini, Pemprov Kalsel juga mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis untuk produk kain sasirangan.
Sertifikat ini diterbitkan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual, dan pada kegiatan ini diserahkan oleh Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM RI Bidang Ekonomi yang diterima oleh Sekda Provinsi Kalsel.
Diketahui ini merupakan sertifikat kedua yang diperoleh Kalsel, setelah sebelumnya menerima sertifikat untuk produk cabe hiung. Atas sertifikat ini, Paman Birin menyampaikan agar tidak berpuas diri dan berhenti di sini.
“Pemberian sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan pengakuan atas keunikan dan kualitas produk sasirangan asal Kalsel. Saya harap tidak berhenti disini, mengingat Kalsel masih menyimpan banyak potensi yang luar biasa,” ujar Paman Birin.
Pada kegiatan ini, juga diserahkan penghargaan South Borneo Intellectual Property tahun 2024 dengan kategori Jumlah Permohonan Kekayaan Intelektual Terbanyak, Fasilitasi Layanan Kekayaan Intelektual Terbaik kepada enam kabupaten/kota di wilayah Kalsel.
Serta penghargaan untuk Perguruan Tinggi atas kontribusi pembentukan Intellectual Property Corner pertama di Kalsel. Usai menyerahkan penghargaan, Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM, Lucky Agung Binarto menyampaikan apresiasi kepada pemda di wilayah Kalsel.
“Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemda di Kalsel, untuk capaian pendaftaran kekayaan intelektual di Kalsel yang sudah mencapai angka 3.790 pada tahun 2023 sampai dengan Mei 2024,” katanya.
Hal ini menurut Lucky, tak terlepas dari sinergitas dan kolaborasi seluruh pemda di Kalsel dengan Kanwil Kemenkumham Kalsel.
Dirinya juga menyampaikan harapan agar terselenggaranya kegiatan ini mampu mendorong upaya menumbuhkan semangat masyarakat untuk melindungi kekayaan intelektualnya.
“Kekayaan intelektual menunjukkan bahwa setiap kreatitifitas dan inovasi memiliki nilai ekonomi, oleh karena itu penting untuk didaftarkan agar dapat memperoleh perlindungan hukum,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, Taufiqurrahman, melalui laporan pelaksanaan kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan pemahaman seluruh elemen akan pentingnya kekayaan intelektual.
“Kehadiran saudara-saudara sekalian menunjukkan komitmen untuk terwujudnya sustainable development goal, yang merupakan agenda pembangunan global untuk meningkatkan kesejahteraan, melalui implementasi sistem kekayaan intelektual yang komprehensif,” ungkapnya.
Taufiq menyampaikan rangkaian Mobile IP Clinic ini akan diselenggarakan selama tiga hari, pada 19-22 Juni 2024 dengan mengusung tema “Bergerak Memperkuat Identitas Budaya Kalsel di Mata Dunia, melalui Indikasi Geografis”.
Diketahui, kegiatan ini dihadiri oleh setidaknya 100 orang peserta yang berasal dari berbagai satuan kerja di wilayah Kalsel, perguruan tinggi dan UPTD terkait, serta perkumpulan masyarakat peduli indikasi geografis. [ad/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Jamin Masyarakat Pekerja, Pemprov Kalsel Dorong Perluasan Kepesertaan Anggota Jamsostek
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dorong percepatan perluasan cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) untuk menjamin masyarakat pekerja formal dan informal di Kalimantan Selatan.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H M Syarifuddin, pada saat hadir dan membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Upaya Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, pada Rabu (15/4/2026) pagi, di Fugo Hotel, Banjarmasin.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa sesuai dengan Inpres nomor 2 tahun 2021, pemerintah daerah dituntut terlibat aktif dalam memperluas cakupan kepesertaan Jamsostek yang akan memperluas perlindungan sosial dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
“Sebagaimana kita ketahui, saat ini Jamsostek telah menjadi agenda prioritas nasional dalam memperkuat perlindungan sosial dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Berdasarkan Inpres nomor 2 tahun 2021, yang menuntut keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memperluas cakupan kepesertaan,” sampai Sekdaprov.
Juga disampaikan oleh Gubernur, bahwa saat ini cakupan kepesertaan Jamsostek secara nasional hingga akhir tahun 2025 adalah 35 persen, yang notabene masih cukup rendah.
Untuk di Kalsel sendiri lanjutnya, dua kabupaten dengan cakupan kepesertaan tertinggi adalah Kabupaten Balangan, kemudian Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk daerah lain ujar Syarifuddin, masih perlu ditingkatkan.
“Untuk itu kita harapkan bagi seluruh kabupaten/kota di Kalsel untuk dapat meningkatkan cakupan kepesertaan, karena masyarakat kita perlu Jamsostek ini. Baik itu misalnya untuk pekerja konstruksi, kaum, ustad, guru mengaji dan lain-lain. Dimana dengan Jamsostek, apabila mereka meninggal, kehidupan keluarga dan anak-anaknya, terutama pendidikannya masih terjamin,” sampai Gubernur .
“Selain cakupan kepesertaan, tantangan utama yang kita hadapi saat ini terletak pada penguatan implementasi di lapangan. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kepatuhan pemberi kerja, perluasan perlindungan bagi pekerja informal dan juga rentan, kemudian juga pemutakhiran, dan integrasi data berbasis NIK serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah,” lanjutnya.
Oleh karena itu terang Gubernur melalui FGD yang terselenggara hari ini, diharapkan dapat menjadi forum strategis untuk menyamakan arah, mengidentifikasi kendala serta merumuskan langkah yang tepat untuk percepatan UCJ di Kalsel.
“FGD hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menyamakan arah, mengidentifikasi kendala secara spesifik, serta merumuskan langkah yang dapat langsung diimplementasikan. Kita juga berharap forum ini dapat menghasilkan rumusan yang terukur dan dapat ditindaklanjuti. Sehingga percepatan UCJ di Kalsel dapat berjalan lebih efektif lagi,” harap Gubernur Kalsel.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ady Hendratta dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemda, baik itu Pemprov Kalsel maupun pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel atas terselenggaranya UCJ di Kalsel.
“Apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian bapak/ibu atas terselenggaranya program pemerintah ini, dan atas perhatian kepada seluruh masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, dimana kami di sini hanya sebagai badan penyelenggara dan juga mitra. Untuk diketahui, total klaim program pada tahun 2025 di Kalsel adalah sebesar 1 triliyun rupiah, dengan 85.159 total klaim,” sampainya.
BPJS Ketenagakerjaan ujarnya, sebagai badan penyelenggara tidak lepas dari amanah yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto melalui beberapa misi dalam Asta Cita yang perlu ditindakalnjuti.
“Kami sebagai badan penyelenggara tidak lepas dari amanah yang dititipkan kepada BPJS Ketenagakerjaan oleh Bapak Presiden melalui misi Asta Cita yang perlu ditindaklanjuti, yakni pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial dan investasi pendidikan,” sampai Ady.
Pada kegiatan ini, juga disampaikan testimoni langsung dari penerima manfaat Jamsostek, yakni seorang anak yang merupakan ahli waris dari salah satu Pekerja di Bank BPD Kalsel, yang meninggal pada Januari 2024 silam.
Anak yang bernama Arif tersebut menyampaikan bahwa berkat Jamsostek sang Ayah, dirinya tetap bisa terus mengenyam pendidikan, dan bahkan saat ini dirinya sudah berkuliah Semester 4 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, meskipun sang Ayah telah berpulang 2 tahun silam.
Pada kegiatan ini juga diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, Syarifuddin, Jaminan Kematian dari Jamsostek, kepada 2 orang ahli waris, masing-masing senilai 42 juta rupiah.
Ditemui usai acara, Sekdaprov Kalsel Syarifuddin menyampaikan bahwa Kalsel perlu meningkatkan cakupan kepesertaan Jamsostek, dimana target di tahun 2026 adalah 48 persen.
“Pemprov Kalsel sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, akan berusaha untuk meningkatkan luas cakupan kepesertaan tahun 2026, dengan target sebesar 48 persen, meningkat 6 persen, dari angka sebelumnya 42 persen. Kita tentu akan berusaha keras agar target ini bisa tercapai, bahkan terlampaui,” ujar Sekdaprov.
Lebih lanjut, Ady Hendratta secara singkat juga menyampaikan beberapa skema yang dilakukan dalam peningkatan UCJ untuk mencapai target yang sudah diberikan, baik kepada Pemprov Kalsel dan juga Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan.
“Rasanya ada skema-skema yang cukup menarik, seperti kewajiban pendaftaran Jamsostek oleh Pemberi KUR, kemudian juga kewajiban bagi para kontraktor pada proyek jasa konstruksi. Kemudian CSR Perusahaan, dimana perusahaan-perusahaan dapat mengalokasikan sedikit anggarannya untuk melindungi pekerjanya di sektor informal,” sampainya.
Skema yang melibatkan pemerintah sendiri adalah kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Tenaga Kerja, melalui skema kepatuhan untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan kepatuhan terhadap perusahaan-perusahaan swasta, agar yang belum daftar segera didaftarkan.
Dan tentu yang terakhir adalah skema anggaran, melalui APBD, dan pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dan reboisasi. Disinilah dibutuhkan support dan dukungan pemerintah kabupaten/kota agar bisa melindungi masyarakat pekerjanya dengan program ini ujar Ady.
Turut hadir dalam FGD ini, kepala dinas dan perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel yang terkait, diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irfan Sayuti, dan perwakilan dari Inspektorat Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.
Juga berhadir dari kabupaten/kota se-Kalsel, Sekretaris Daerah atau yang mewakili, serta perwakilan dari Inspektorat Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Bappeda dan BPKAD. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Diprediksi Mampu Kelola Transaksi Devisa Hingga Capai Rp400 triliun
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan Agus Maiyo mengatakan, berdasarkan hasil kajian bersama konsultan, Bank Kalsel diprediksi mampu mengelola nilai transaksi devisa hingga mencapai Rp400 triliun.
“Potensi perdagangan internasional di Kalsel sangat besar dengan estimasi nilai mencapai Rp400 triliun,” kata dia di Banjarmasin, Selasa.
Agus menjelaskan, pihaknya memberikan tenggat waktu transisi bagi Bank Kalsel menuju bank devisa.
“Terkait waktu, kami memberikan rentang tiga hingga enam bulan untuk Bank Kalsel segera menyelesaikan persiapan ini,” ujarnya.
Bank Kalsel terus melakukan berbagai langkah penguatan dalam rangka memenuhi persyaratan serta meningkatkan kesiapan penyelenggaraan kegiatan usaha dalam valuta asing.
Setelah seluruh tindak lanjut tersebut terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, Bank Kalsel akan melaksanakan serta memasarkan produk dan layanan berbasis valuta asing secara bertahap kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengembangan layanan dan peningkatan daya saing.
Sesuai regulasi dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian, setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa wajib dikelola di dalam negeri sebesar 100 persen dan ditahan selama minimal tiga bulan.
Ketentuan ini dipandang sebagai peluang emas bagi Bank Kalsel untuk menghadirkan produk perbankan yang relevan ketika menjadi bank devisa. [adv]
Banjarmasin
Top BUMD Award Tahun 2026, Dirut Bank Kalsel Fachrudin Raih Top CEO BUMD
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Acara puncak penghargaan Top BUMD Award Tahun 2026 yang berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta tersebut pada Senin, 13 April 2026 tadi, dihadiri oleh sejumlah kepala daerah dan direksi BUMD.Referensi Geografis
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin dan Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Firmansyah, serta Kepala Divisi Perencanaan & Kinerja Deddy Setiawan.
Keikutsertaan Bank Kalsel dalam ajang ini tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan penilaian yang komprehensif dan independen. Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, pengisian kuesioner kinerja, hingga sesi presentasi dan wawancara penjurian yang diikuti langsung oleh jajaran manajemen Bank Kalsel.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Bank Kalsel berhasil meraih sejumlah penghargaan, yaitu medali golden trophy (bintang 5 selama 4 tahun berturut-turut), Top Pembina BUMD 2026 diberikan kepada Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, kemudian Top BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 kepada Bank Kalsel serta Top CEO BUMD 2026 kepada Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Kalsel serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pemegang saham,” ujar Fachrudin.
Muhammad Syarifuddin juga mengatakan capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.
Ajang Top BUMD Awards 2026 mengangkat tema “Inovasi BUMD dalam pembangunan berkelanjutan”, menekankan pentingnya peran BUMD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan.
Partisipasi Bank Kalsel dalam ajang Top BUMD Awards 2026 ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat positioning dan meningkatkan brand awareness di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
Dengan capaian ini, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai bank daerah yang kompetitif, inovatif, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Syariah Hadirkan Produk Pembiayaan Multijasa iB Ar Rahman
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel Syariah menghadirkan produk Pembiayaan Multijasa iB Ar Rahman sebagai solusi fleksibel bagi masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan berbasis jasa sesuai prinsip syariah.
Produk ini menggunakan akad Ijarah, sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti biaya berobat, pendidikan, pernikahan, perjalanan wisata, hingga ibadah umrah.
Selain itu, pembiayaan ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan jasa lainnya selama tetap memenuhi ketentuan syariah yang berlaku.
Sejumlah keunggulan ditawarkan dalam produk ini, di antaranya jangka waktu pembiayaan yang fleksibel hingga 20 tahun, biaya administrasi yang terjangkau, ujrah yang bersaing, serta uang muka yang ringan. Proses pengajuan juga dibuat mudah agar dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.
Adapun persyaratan pengajuan meliputi e-KTP, NPWP (untuk pembiayaan di atas Rp50 juta), Kartu Keluarga, slip gaji atau laporan keuangan, serta surat keputusan pengangkatan atau legalitas usaha. Persyaratan lain dapat disesuaikan dengan ketentuan pihak bank.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, Bank Kalsel Syariah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan produk ini sebagai solusi pembiayaan yang aman, nyaman, dan sesuai prinsip syariah.
Masyarakat dapat langsung mengunjungi kantor Bank Kalsel Syariah terdekat untuk memperoleh informasi lebih lanjut dan menikmati manfaat dari produk Pembiayaan Multijasa iB Ar Rahman. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Perluas Layanan Masyarakat Dengan Operasikan 968 Agen ADINK ke Pelosok Pedesaan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat dengan mengoperasikan 968 Agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan komitmen bank untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat hingga ke pelosok pedesaan.
“Pencapaian 968 agen aktif ini adalah bagian dari strategi besar Bank Kalsel dalam mendukung misi pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemerataan akses keuangan,” ujar Fachrudin di Banjarmasin, Minggu.
Menurutnya, keberadaan agen yang diberi nama ADINK (Agen Digital Inklusif Keuangan) ini merupakan wujud konsistensi Bank Kalsel untuk memastikan layanan perbankan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari kantor cabang.
Dengan masifnya titik agen yang aktif, masyarakat di daerah terpencil kini dapat mengelola keuangan secara digital dengan lebih cepat, mudah, dan nyaman. Kehadiran ADINK juga diharapkan mampu membentengi masyarakat dari praktik keuangan ilegal serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efisiensi transaksi.
Sebagai perpanjangan tangan bank, ADINK melayani berbagai keperluan dasar perbankan tanpa mengharuskan nasabah menempuh perjalanan jauh.
Beberapa layanan utama yang tersedia di agen ADINK meliputi pembukaan rekening tabungan, setoran dan penarikan tunai secara real-time, pembayaran tagihan (listrik, air, pajak, dll), hingga transfer dana antar-rekening. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Terus Matangkan Persiapan Kegiatan Usaha Layanan Valuta Asing
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus mematangkan kesiapan untuk menyelenggarakan kegiatan usaha dalam valuta asing (valas) sepanjang tahun 2025. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan daya saing perseroan di industri perbankan.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menjelaskan bahwa upaya ini merupakan kelanjutan dari proses persiapan yang dimulai sejak tahun lalu. Fokus utama perseroan meliputi penguatan tata kelola, kesiapan operasional, pengembangan sistem, hingga pemenuhan aspek kepatuhan regulasi.
“Langkah kami sejalan dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada Bank Kalsel untuk melaksanakan kegiatan usaha valas, tentunya dengan menindaklanjuti sejumlah rekomendasi perbaikan,” ujar Fachrudin.
Saat ini, Bank Kalsel tengah melakukan berbagai penyempurnaan guna memenuhi seluruh rekomendasi OJK secara optimal. Setelah seluruh ketentuan terpenuhi, Bank Kalsel akan meluncurkan serta memasarkan produk dan layanan berbasis valas secara bertahap kepada masyarakat.
Inovasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Bank Kalsel dalam menghadapi kompetisi industri perbankan yang semakin ketat. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Rangkaian HUT Ke-62, Ikatan Istri Bank Kalsel “Berbagi Kebahagiaan, Menebar Kebaikan”
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dokumentasi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Kalsel yang ke-62, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui Ikatan Istri Pegawai (IIP) Bank Kalsel, aksi sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan, Menebar Kebaikan” suksesd ilaksanakan dengan menyasar di Panti Asuhan Putri Asri, JI. Gubernur Soebarjo KM. 9 dan Panti Asuhan Ibnu Ruslan Asy Syafiiyah, Gambut.
Bagi Donatur dan Sahabat Bank Kalsel yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv]
Rekening Zakat, Infak dan Sedekah:
Bank Kalsel Syariah:
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel: 0811505153
#UPZBankKalsel #bankkalsel #bankkalselsyariah
#Baznas #Baznaskalsel lebih sedikit
-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

