Banjarmasin
Gubernur Kalsel Dukung Penguatan Pemangku Kepentingan Terhadap Pendidikan Vokasi
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar dialog publik “Kebijakan Bersama Pemangku Kepentingan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan”, Selasa (16/07/2024) di Banjarmasin.
Kegiatan dihadiri dan dibuka Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Adi Santoso, narasumber dialog dan para pakar.
Paman Birin dalam sambutan tertulisnya mengapresiasi dialog publik yang digelar Poliban yang dianggap memiliki arti penting bagi penguatan peran pemangku kepentingan terhadap pendidikan vokasi.
Pemangku kepentingan daerah dan satuan pendidikan vokasi perlu menjalin kolaborasi sinergi dalam rangka melakukan revitalisasi pendidikan vokasi sebagaimana amanat Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2022.
Program kemitraan menurut Paman Birin, menjadi wadah bersama dalam memperkuat kinerja tim koordinasi daerah vokasi atau TKDP serta memfasilitasi beragam aktivitas dalam rangka penguatan kolaborasi pembinaan hubungan juga keperluan kemitraan antar pemangku kepentingan di daerah.
Pemprov Kalsel sangat mendukung pelaksanaan program kemitraan dalam rangka pendidikan vokasi di Kalsel. Hal ini sejalan dengan misi Kalsel Maju sebagai ibu pintu gerbang IKN yaitu mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi luhur.
Lembaga pendidikan vokasi mencetak lulusan-lulusan yang memiliki keahlian spesifik yang diserap dunia industri. Disisi lain dunia industri terus bergerak dinamis melahirkan kebutuhan baru seiring perkembangan zaman, sering akan hadirnya era Indonesia emas yang menuntut produktivitas dan daya saing.
Hal itu dapat menjadi hambatan atau peluang, tergantung bagaimana pendidikan vokasi mampu beradaptasi. Melalui program kemitraan, dapat mendorong daya saing dan kemampuan adaptasi pendidikan vokasi dengan cara yang menyeluruh serta sinambungan, terintegrasi,.dan terkoordinasi.
Dialog ini dapat juga menjadi sarana untuk berbagi gagasan dan menyelaraskan langkah-langkah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi di daerah.
“Pemprov akan mendukung semua rumusan yang dihasilkan dalam diskusi dari semua unsur-unsur terkait”, ujar gubernur.
Sementara itu, Wakil Direktur 1 Poliban, Ahmad Rijani menyebut, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mendorong pengembangan inovasi di daerah salah satunya melalui program fasilitas kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.
Program ini merupakan salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal pendidikan vokasi Kementerian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan membangun ekosistem kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi, vokasi dunia usaha, dunia industri dan pemerintah daerah.
“Melalui program ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing daerah,” terang Ahmad Rijani.
Narasumber dialog adalah Ahmad Saufi (Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Koordinator Bidang PMK), Supian HK (Ketua DPRD Provinsi Kalsel), Shinta Laksmi Dewi (Ketua Kadin Kalsel), Ariadi Noor (Kepala Bappeda Provinsi Kalsel), dan Irfan Sayuti (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel). [ad/adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Banua Card Berubah Jadi Aksel Card dari Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali mengumumkan bahwa Banua Card telah berubah namanya menjadi Aksel Card sejak 1 November 2024.
Tak hanya namanya, tarifnya juga mengalami perubahan, yaitu dari Rp20.000 menjadi Rp25.000.
Melalui Insta Story-nya, Kamis (15/1/2026), Bank Kalsel mengumumkan lagi hal tersebut ke seluruh nasabah setianya.
Sebagai informasi tambahan, Aksel Card adalah alat pembayaran uang elektronik berbentuk kartu dan berfungsi sebagai pengganti uang tunai dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan memotong nominal saldo yang tersimpan didalam Kartu.
Aksel Card merupakan produk uang elektronik unregistered, yaitu uang elektronik yang data identitas pemegangnya tidak terdaftar dan tidak tercatat pada penerbit/bank.
Aksel Card Bank Kalsel merupakan hasil kerjasama/co-branding dengan produk uang elektronik Bank BRI (BRIZZI).
“Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan ke Bank Kalsel cabang terdekat,” ujar Humas Bank Kalsel.
Selain bisa, bisa juga dengan menghubungi langsung ke nomor Call Center 0800 1122 000. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
OJK Resmi Menunjuk Bank Kalsel Sebagai Bank Devisa
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – OJK Kalimantan Selatan resmi menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa. Untuk itu meminta Bank Kalsel untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu agar ketika kebijakan ini dijalankan, setelah resmi tanggal 31 Desember 2025 sebagai Bank Devisa.
Pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan yang diharapkan, bukan justru menimbulkan risiko-risiko baru yang pada akhirnya harus kembali kita hadapi.
”Terkait waktu, kami memberikan rentang tiga hingga enam bulan untuk segera menyelesaikan persiapan ini,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo di Yogyakarta,Selasa (13/1) pagi.
Untuk skala yang besar, batas maksimalnya enam bulan, namun ia berharap Bank Kalsel dapat menyelesaikannya sebelum itu. Pasalnya, berdasarkan informasi yang kami terima, sudah ada beberapa potensi di Kalimantan Selatan, baik dari pengusaha maupun pelaku industri, yang siap melakukan kegiatan di bidang devisa dan menggunakan Bank Kalsel sebagai bank mitranya.
Potensinya sangat besar. Dari laporan hasil kajian yang telah dilakukan, termasuk dengan melibatkan konsultan, diperkirakan nilai transaksi devisa tersebut bisa mencapai kurang lebih Rp400 triliun.
”Selain itu, kita juga mengetahui bahwa pemerintah melalui Kemenko telah mengeluarkan peraturan mengenai devisa hasil sumber daya alam, di mana setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa wajib dikelola dengan ketentuan saat ini 100 persen dan ditahan selama tiga bulan,” jelasnya.
Ketentuan ini merupakan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh Bank Kalsel melalui pengembangan produk-produk standar yang relevan.
Misalnya, selama masa penahanan devisa tersebut, eksportir dapat memanfaatkan produk perbankan berupa pinjaman atau skema back to back loan yang dijadikan dasar pemberian kredit bagi eksportir itu sendiri.
Pada intinya, potensi ini sangat besar dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Bank Kalsel, di samping tentu saja transaksi devisa lainnya yang bersifat reguler. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Peduli Bencana Banjir, Bank Kalsel Salurkan Bantuan ke Warga Balangan dan Banjar
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana banjir di Kabupaten Balangan dan Kabupaten Banjar melalui penyaluran bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke sejumlah kecamatan yang terdampak banjir, sebagai bentuk kehadiran Bank Kalsel di tengah masyarakat pada saat menghadapi musibah.
Penyaluran bantuan ini bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Kalsel, sebagai wujud pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan disalurkan antara lain ke Kabupaten Balangan di Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Awayan, Kecamatan Halong, Kecamatan Lampihong, serta ke Posko Siaga Darurat Banjir di Kabupaten Banjar.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan serta harapan agar bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.
“Musibah banjir ini tentu membawa dampak besar bagi masyarakat. Melalui UPZ Bank Kalsel, kami berupaya hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Kami berharap bantuan ini dapat membantu kebutuhan darurat warga serta menjadi penguat semangat untuk bangkit bersama,” ujarnya, Jum’at (2/1/2026).
Lebih lanjut, Fachrudin menegaskan bahwa penyaluran bantuan melalui UPZ merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam mengelola dana zakat secara amanah dan tepat sasaran, khususnya untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan.
“Dana zakat yang dihimpun melalui UPZ Bank Kalsel kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama pada kondisi darurat seperti bencana alam. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan nilai kebersamaan yang terus kami jaga,” tambahnya.
Bank Kalsel berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, dan masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan bencana serta pemulihan pascabencana. Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Paparkan Kinerja Positif dan Kesiapan Layanan Hadapi Akhir Tahun 2025
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menyelenggarakan Press Conference: Kinerja Bank Kalsel 2025 dan Outlook 2026 berlokasi di Bank Kalsel Kantor Pusat sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan media, sekaligus menyampaikan arah strategis Bank Kalsel dalam menghadapi dinamika ekonomi dan industri perbankan tahun 2025-2026 (22/12). Paparan ini mencakup kondisi ekonomi terkini, capaian kinerja, proyeksi bisnis, kesiapan operasional, hingga penguatan tata kelola dan layanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen Bank Kalsel, yakni Komisaris Utama Non Independen, Subhan Nor Yaumil; Komisaris Independen, Riza Aulia; Direktur Utama, Fachrudin; Direktur Bisnis, Akhmad Fauzi Noor; Direktur Operasional, Abdurrahim Fiqry; dan Direktur Kepatuhan, Mitra Damayanti.
“Press Conference ini menjadi momentum bagi Bank Kalsel untuk refleksi serta menyampaikan secara terbuka kepada publik mengenai kinerja, kesiapan, dan arah strategis kami dalam menghadapi dinamika ekonomi dan industri perbankan ke depan. Di tengah kondisi global yang penuh kehati-hatian, Bank Kalsel tetap fokus menjaga stabilitas, memperkuat kepercayaan nasabah, serta memastikan layanan perbankan tetap berjalan optimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Kinerja Bank Kalsel Tahun 2025
Hingga 2025, lanskap ekonomi relatif stabil namun penuh kehati-hatian, seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap berada di kisaran 5% di tengah perlambatan global, tekanan inflasi pangan, serta ketidakpastian geopolitik internasional. Bank Kalsel tetap mampu mencatat performa yang positif, terlihat dari posisi November 2025, aset bank menembus Rp33,43 triliun atau tumbuh 10,28% secara tahunan (YoY). Dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank mengalami peningkatan sebesar 13,98% (YoY), mencapai nominal Rp26,78 triliun. Sementara untuk penyaluran Kredit & Pembiayaan mengalami sedikit kontraksi di 2,79% (YoY) dengan nominal mencapai Rp 14,47 triliun. Pencapaian atas kinerja bisnis dan operasional tersebut mendorong perolehan Laba konsolidasi bank sebesar Rp440,54 miliar di November 2025, mengalami pertumbuhan 24,67% (YoY).
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalsel berhasil menorehkan berbagai capaian dan penghargaan bergengsi sebagai wujud komitmen dalam menjaga kinerja, tata kelola, serta kualitas layanan kepada masyarakat. Prestasi ini menjadi pengakuan atas konsistensi Bank Kalsel dalam mendukung pembangunan daerah, memperkuat kepercayaan publik, dan bertransformasi menjadi bank daerah yang semakin profesional, adaptif, dan berdaya saing.
1.TOP BUMD Award 2025 – Top Pembina BUMD (Gubernur Kalsel)
2.TOP BUMD Award 2025 – BPD – Top CEO (Direktur Utama)
3.TOP BUMD Award 2025 – BPD – Bintang 5
4.TOP BUMD Award 2025 – Golden Trophy
5.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The Best Region Bank In Service Excellence For 5 Consecutive Years (2020 – 2024)
6.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Service Excellence
7.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Mobile Banking Bank Umum Konvensional 2024 – KBMI 1 (Modal Inti s/d Rp6 Triliun) – Aset Rp10 Triliun s/d <Rp25 Triliun
8.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The Best Region Bank In Excellence Branch ATM
9.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Excellence Customer Service
10.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Excellence Teller Service
11.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Excellence Walk-In Channel
12.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Excellence Social Media
13.22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2025 – The 2nd Best Region Bank In Excellence SMS Banking
14.Frontliner Championship 2025 – Juara 1 Frontliner Championship kategori Satpam
15.Frontliner Championship 2025 – Juara 3 Harapan Frontliner Championship kategori Teller
16.Frontliner Championship 2025 – Juara 3 Harapan Frontliner Championship kategori CS
17.14th Infobank Sharia Award 2025 – The Excellence Performance Banking Sharia Business Unit 2025
18.Top 100 CEO and The Future Leaders Forum & Appreciation 2025 – Top 100 CEO 2025 versi Infobank (Direktur Utama)
19.Top 100 CEO and The Future Leaders Forum & Appreciation 2025 – 200 Future Leaders 2025 versi Infobank (Direktur Bisnis)
Kesiapan Likuiditas Hingga Akhir Desember 2025
Untuk persiapan dana menghadapi akhir tahun terhitung sejak minggu ke-3 s/d akhir bulan Desember 2025 diproyeksikan dana yang akan keluar ± sebesar Rp5,35 Triliun, dimana berdasarkan proyeksi cash in ditambah dengan kelolaan dana Bank Kalsel sebesar Rp5,80 Triliun, masih dapat mengcover untuk keperluan penarikan dana nasabah.
Adapun pengeluaran dana tersebut digunakan untuk kebutuhan antara lain Dropping dana untuk kebutuhan kas fisik di Cabang untuk kebutuhan penarikan tunai nasabah dan termasuk persiapan fisik kas ATM di seluruh Cabang Bank Kalsel, pencairan kredit dan pembiayaan, pembayaran pajak nasabah, Cover RTGS, SKNBI dan BI-FAST serta pencairan SP2D untuk pembayaran termijn proyek, realisasi belanja daerah dan dana lainnya).
Untuk posisi kas gabungan per tanggal 09 Desember 2025 tercatat sebesar Rp. 533,72 Miliar dengan komposisi Rp. 424,07 Miliar kas fisik di khasanah dan sisanya sebesar Rp. 109,75 Miliar di fisik kas ATM. Diperkirakan posisi kas ini akan mengalami peningkatan hingga 150% pada minggu ke-4 dan minggu ke-5 Desember 2025 untuk mencover peningkatan penarikan dana secara tunai di Cabang;
Diperkirakan penarikan fisik dana di KpW-BI dilakukan paling lambat tanggal 24 Desember 2025, sedangkan untuk pelayanan BI-RTGS dan SKNBI untuk nasabah, Bank Indonesia tetap membuka layanan sampai dengan tanggal 31 Desember 2025;
Kesiapan ATM dan Layanan Transaksi Akhir Tahun
Menjelang akhir tahun 2025 serta menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru, Bank Kalsel memastikan kesiapan layanan perbankan guna mendukung kelancaran transaksi masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan. Salah satu fokus utama adalah keandalan layanan ATM dan CRM sebagai kanal layanan yang paling banyak digunakan nasabah pada periode dengan intensitas transaksi tinggi.
Saat ini, Bank Kalsel mengoperasikan total 299 unit jaringan ATM dan CRM, yang terdiri dari 179 ATM, 116 CRM, dan 4 ATM Mobile, tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Jaringan ini dirancang untuk memastikan akses layanan perbankan tetap tersedia hingga ke wilayah pelosok, termasuk pada saat peningkatan kebutuhan transaksi tunai masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Bank Kalsel juga telah melakukan pembaruan mesin ATM secara bertahap selama periode 2024–2025. Selain itu, sebanyak 106 unit ATM telah ditingkatkan menjadi CRM (Cash Recycling Machine), sehingga nasabah dapat melakukan setor dan tarik tunai kapan saja tanpa bergantung pada jam operasional kantor.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan layanan, Bank Kalsel menyiagakan petugas maintenance dan Call Center selama 24 jam penuh. Dengan langkah ini, Bank Kalsel berkomitmen menjaga layanan ATM dan CRM tetap aman, andal, dan responsif, sebagai bagian dari upaya memberikan kenyamanan bertransaksi bagi masyarakat pada momentum akhir tahun.
Selain transaksi melalui jaringan ATM dan CRM, Bank Kalsel juga mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan transaksi non-tunai melalui Mobile Banking AKSEL by Bank Kalsel. Melalui AKSEL, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi secara cepat, mudah, aman, dan nyaman untuk berbagai kebutuhan transaksi seperti transfer, pembayaran, dan pembelian kapan saja dan di mana saja, sebagai solusi transaksi digital yang efektif dan efisien selama periode libur akhir tahun.
“Ke depan, Bank Kalsel akan terus memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, serta kualitas layanan kepada masyarakat. Dengan likuiditas yang terjaga, kesiapan infrastruktur layanan, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Bank Kalsel dapat menjalankan peran strategis sebagai mitra keuangan daerah yang andal, setia melayani, dan melaju bersama masyarakat Kalimantan Selatan,” tutup Fachrudin. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Outlook 2026: Bank Kalsel Perkuat Fundamental dan Akselerasi Transformasi
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menyelenggarakan Press Conference: Kinerja Bank Kalsel 2025 dan Outlook 2026 berlokasi di Bank Kalsel Kantor Pusat sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik dan media, sekaligus menyampaikan arah strategis Bank Kalsel dalam menghadapi dinamika ekonomi dan industri perbankan tahun 2025-2026 (22/12). Paparan ini mencakup kondisi ekonomi terkini, capaian kinerja, proyeksi bisnis, kesiapan operasional, hingga penguatan tata kelola dan layanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen Bank Kalsel, yakni Komisaris Utama Non Independen, Subhan Nor Yaumil; Komisaris Independen, Riza Aulia; Direktur Utama, Fachrudin; Direktur Bisnis, Akhmad Fauzi Noor; Direktur Operasional, Abdurrahim Fiqry; dan Direktur Kepatuhan, Mitra Damayanti.
“Menjelang tahun 2026, Bank Kalsel mencermati bahwa perekonomian global masih diwarnai ketidakpastian, namun Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif kuat. Dalam konteks tersebut, Bank Kalsel mengambil langkah yang terukur dan penuh kehati-hatian dengan tetap menjaga optimisme terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan peran kami sebagai Bank Pembangunan Daerah yang mendukung perekonomian Kalimantan Selatan,” ujar Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.
Outlook Perekonomian dan Perbankan 2026
Memasuki tahun 2026, perekonomian global masih berada dalam fase pemulihan dengan tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi. Pertumbuhan global diproyeksikan moderat, dipengaruhi oleh fragmentasi perdagangan, tensi geopolitik, serta normalisasi kebijakan moneter negara maju.
Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif kuat dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5%. Konsumsi rumah tangga, pengendalian inflasi, serta sinergi kebijakan fiskal–moneter menjadi penopang utama stabilitas nasional. Sementara itu, sektor perbankan nasional tetap solid, meskipun menghadapi tantangan berupa pengetatan likuiditas dan tekanan margin.
Bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD), tahun 2026 membawa tantangan spesifik, antara lain penyesuaian kebijakan fiskal daerah, kebutuhan penguatan modal inti, serta tuntutan efisiensi dan transformasi digital. Kondisi ini menjadi dasar bagi Bank Kalsel untuk memperkuat fundamental, menjaga kehati-hatian, dan mengarahkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Proyeksi Kinerja di 2026
Dalam proyeksi tahun 2026, Bank Kalsel menargetkan pertumbuhan Aset sebesar 6,70% (YoY), Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,01% (YoY), sedangkan Kredit dan Pembiayaan Bank Kalsel ditargetkan tumbuh 8,06% (YoY). Dari aktivitas dan ekspansi bisnis bank yang akan dilakukan di tahun 2026, ditargetkan laba bank tumbuh 7,26% dan modal inti tumbuh 8,12%.
Potensi Bisnis Bank Kalsel Tahun 2026
Dengan mempertimbangkan lanskap ekonomi global, nasional, dan regional, Bank Kalsel menetapkan target bisnis tahun 2026 secara realistis namun progresif, sebagaimana tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026–2028.
Fokus utama diarahkan pada:
1. Pertumbuhan kredit yang sehat, terutama pada sektor produktif.
2. Penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan strategi peningkatan dana murah (CASA).
3. Peningkatan profitabilitas dan efisiensi, melalui optimalisasi pendapatan bunga dan fee based income.
Ceruk pasar prioritas Bank Kalsel meliputi segmen ASN dan pensiunan, UMKM lokal, sektor produktif unggulan daerah, ekosistem pemerintah daerah, serta pembiayaan berkelanjutan (green finance). Strategi ini menegaskan peran Bank Kalsel sebagai motor intermediasi keuangan daerah dan mitra utama pembangunan Kalimantan Selatan.
Pengembangan Operasional dan Digitalisasi Bank Kalsel 2026
Tahun 2026 ditetapkan sebagai fase akselerasi pengembangan operasional dan digitalisasi Bank Kalsel. Langkah ini ditempuh untuk menjawab perubahan perilaku nasabah, perkembangan teknologi, serta kebutuhan layanan yang semakin cepat dan efisien.
Arah pengembangan meliputi:
• Modernisasi proses operasional dan penyempurnaan SOP layanan.
• Akselerasi digital banking, termasuk peningkatan layanan mobile banking dan integrasi sistem.
• Penguatan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan data.
• Kesiapan menuju Bank Devisa, melalui penguatan SDM, sistem, dan manajemen risiko transaksi internasional.
Seluruh pengembangan ini diselaraskan dengan RBB 2026–2028 untuk memastikan efisiensi operasional, peningkatan kualitas layanan, dan daya saing Bank Kalsel secara berkelanjutan.
Tata Kelola dan Penguatan SDM
Bank Kalsel terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) sesuai denga regulasi terbaru, termasuk penyesuaian terhadap POJK terkini. Penguatan dilakukan pada aspek transparansi, akuntabilitas, manajemen risiko, dan integritas organisasi.
Selain itu, Bank Kalsel meningkatkan:
• Penguatan APU PPT dan pencegahan kejahatan keuangan.
• Kesiapan ketahanan siber melalui penguatan sistem keamanan dan pengawasan digital.
• Strategi pengembangan SDM tahun 2026, meliputi talent acquisition, reposisi frontliner, sertifikasi kompetensi, serta pengembangan Learning Center digital.
Penguatan tata kelola dan SDM ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan bisnis Bank Kalsel.
“Ke depan, Bank Kalsel akan terus memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, serta kualitas sumber daya manusia, sekaligus mengakselerasi pengembangan operasional dan digitalisasi. Dengan arah bisnis yang realistis namun progresif, kami optimistis Bank Kalsel dapat menjaga kinerja yang sehat, meningkatkan daya saing, dan menjalankan peran strategis sebagai mitra utama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan,” tutup Fachrudin. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Pekan Aksel 2025 Resmi Digelar, Bank Kalsel Dorong Transaksi Digital dan Gaya Hidup Sehat
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Menutup tahun dengan semangat kolaborasi dan gaya hidup digital, Bank Kalsel akan menghadirkan Pekan AKSEL 2025 pada tanggal 19 hingga 21 Desember 2025 di Area Parkir Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat No 7, Banjarmasin. Event ini mengintegrasikan layanan perbankan digital dengan UMKM, olahraga, hobi, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan untuk Masyarakat Kalimantan Selatan.
Pekan AKSEL 2025 dirancang sebagai langkah strategis Bank Kalsel dalam meningkatkan brand awareness sekaligus memperkuat citra sebagai bank daerah yang inovatif, adaptif terhadap digitalisasi, dan dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel juga mendorong peningkatan pemahaman dan penggunaan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel serta perluasan transaksi non-tunai berbasis QRIS, sejalan dengan upaya percepatan ekosistem cashless society di daerah.

Selama tiga hari pelaksanaan, Pekan AKSEL 2025 akan menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, antara lain Press Conference Pekan AKSEL yang dirangkaikan dengan Outlook Akhir Tahun Bank Kalsel, Expo Pekan AKSEL yang melibatkan UMKM dan pelaku usaha lokal dengan sistem transaksi QRIS, AKSEL Fun Night Run 5K, Fun Walk Family Bank Kalsel, serta berbagai lomba anak, pelajar, dan komunitas seperti lomba mewarnai, fashion show anak, modern dance, cosplay, RC Rally, dan Beyblade. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan aktivitas sehat seperti Zumba bersama serta hiburan musik dan art performance yang terbuka untuk masyarakat umum.

Selain menghadirkan hiburan dan aktivitas olahraga, Pekan AKSEL 2025 menjadi wadah promosi dan pemberdayaan bagi UMKM lokal untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan literasi transaksi digital. Seluruh konsep kegiatan dirancang inklusif dan menyesuaikan karakteristik berbagai segmen masyarakat, termasuk Generasi Z, dengan tujuan membangun brand recall Bank Kalsel sejak dini sebagai pilihan utama layanan perbankan di masa depan.
Disela kegiatan, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025 merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Ia juga berkomitmen, untuk terus tumbuh dan berkembang bersama, serta berperan aktif dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui inovasi layanan, digitalisasi transaksi, dan dukungan nyata terhadap UMKM lokal.

“Pekan AKSEL 2025 ini, tidak hanya menjadi ajang hiburan akhir tahun, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan Bank Kalsel dengan masyarakat dan pelaku UMKM. Diharapkan melalui kegiatan ini, kami dapat mengajak masyarakat banua untuk semakin memanfaatkan layanan perbankan digital yang cepat, mudah, aman dan nyaman serta ingin menghadirkan pengalaman akhir tahun yang sehat, edukatif, dan menghibur bagi seluruh lapisan Masyarakat di Kalimantan Selatan,” ungkap Fachrudin.
Melalui penyelenggaraan Pekan AKSEL 2025, Bank Kalsel berharap dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta menjadikan layanan digital Bank Kalsel sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Kalimantan Selatan. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel dan BI Kalsel Gelar Edukasi Maritim dan Literasi Keuangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Edukasi Maritim, Literasi dan Inklusi Keuangan untuk peserta didik SMAN 9 Banjarmasin, baisukan Rabu (10/12/2025). Kegiatan edukasi ini dikemas berbeda, karena para siswa diajak susur Sungai Barito menggunakan Kapal Pinisi Barito River Cruise, berkeliling hingga kawasan Pulau Kembang dengan titik kumpul di Dermaga Pelabuhan Bawang, Basirih, Banjarmasin Selatan.
Program literasi ini menjadi bagian dari upaya Bank Kalsel dan BI untuk mendekatkan pemahaman mengenai rupiah dan keuangan sejak dini dengan cara yang lebih kreatif, menyenangkan, dan kontekstual dengan karakter daerah sungai di Kalimantan Selatan.
Kepala Bagian Inklusi, Literasi dan Tanggung Jawab Sosial Kemasyarakatan Bank Kalsel, Fandry Azhari, mengatakan program ini dirancang untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya memahami nilai rupiah dan peran duit dalam kehidupan sehari-hari. “Tujuannya untuk memberikan pelajaran kepada siswa SMA, khususnya yang sudah beranjak dewasa, agar cinta, bangga dan paham rupiah,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel merasa berkewajiban berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk memberikan edukasi yang tepat kepada generasi muda, terutama dalam menghadapi perkembangan digitalisasi transaksi.
Pelaksana Pengelolaan Uang Rupiah BI Provinsi Kalimantan Selatan, Fahruddin A.S, memberikan apresiasi atas inisiatif Bank Kalsel yang mengintegrasikan literasi keuangan dengan edukasi maritim. “Kegiatan ini memberikan pemahaman tambahan tidak hanya mengenai rupiah, tetapi juga edukasi maritim dan literasi keuangan secara menyeluruh. Literasi keuangan sudah seharusnya diajarkan sejak dini, baik secara teori maupun praktik,” jelasnya.
Menurut BI, pengenalan duit rupiah dan cara mengenali keasliannya perlu dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat, khususnya para pelajar, mampu bertransaksi secara aman dan bijaksana.
Selain edukasi mengenai rupiah dan keaslian duit, para peserta didik juga dikenalkan program pembukaan rekening tanpa minimal saldo awal. Melalui program ini, siswa dapat mulai menabung hanya dengan Rp 1000, sebagai bentuk pembiasaan pengelolaan keuangan sejak usia muda.
Program ini sekaligus melatih siswa untuk mengenali ciri-ciri duitasli dan duit yang diragukan, bijak dalam melakukan transaksi, serta bijak dalam mengelola dan membelanjakan duit.
Kepala SMAN 9 Banjarmasin, Khairul Saleh, menyampaikan terima kasih atas kegiatan edukasi ini. Menurutnya, metode pembelajaran di luar sekolah melalui susur sungai memberikan pengalaman baru yang bernilai bagi siswa. “Kegiatan ini membuat para siswa mendapat pemahaman dan mengetahui cara menghargai keuangan. Kami berharap program seperti ini dapat terus diperluas,” jelasnya.
Program edukasi gabungan Bank Kalsel dan BI ini diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan generasi muda serta mendorong inklusi keuangan bagi pelajar, khususnya di daerah yang memiliki karakteristik budaya sungai seperti Banjarmasin. [adv/ad]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel1 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalsel1 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kalbar1 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan1 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta1 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

