Banjarbaru
Puncak Kirab Merah Putih, Gubernur Kalsel dan Acil Odah Mengundi Hadiah Utama 10 Paket Umrah dan 20 Sepeda Motor
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Seusai memimpin rombongan Kirab Merah Putih ke-5 sekaligus peresmian Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru-Batulicin dengan menempuh jarak 194 km dari Kodim 1022 Tanah Bumbu hingga finish di Alam Roh 24 Kiram, Kabupaten Banjar, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Istri Hj Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan ratusan hadiah yang telah disiapkan pada Sabtu (24/8) sore.
Pada Kirab Merah Putih ke-5 tersebut terdapat hadiah menarik dengan hadiah utama 10 paket umroh, 20 sepeda motor, kulkas, televisi, mesin cuci, sepeda listrik dan hadiah lainnya.
Sejak finish puluhan ribu riders dan peserta kirab yang datang mengantre untuk menunggu pengundian doorprize tersebut. Di mulai dari pengundian televisi, masyarakat yang beruntung nomor undiannya silih berganti maju untuk mengambil hadiah tersebut.
Dilanjutnya hadiah kulkas, mesin cuci dan sepeda motor listrik.
“Alhamdulillah ada rejekinya,” ujar Ahmad yang berprofesi sebagai Ojak Online saat nomornya cocok dengan yang dibacakan MC.
Selanjutnya, Paman Birin juga mengundi masyarakat yang beruntung mendapat 20 motor merek Beat tersebut. Para pemenang undian motor tampak semringah dengan wajah penuh bahagia.
Sementara itu, puncak pemberian hadiah adalah umroh, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Acil Odah secara khusus berbagi hadiah umroh kepada 10 peserta Kirab Merah Putih ke-5 tahun 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Acil Odah terlebih dahulu mengatakan bahwa hadiah umroh ini sejatinya merupakan rezeki dari Allah SWT.
“Ini merupakan panggilan dari Allah kepada umatnya yang beruntung. Dan mudahan pian-pian yang memang dipanggil oleh Allah dapat melaksanakan ibadah umrah” ucap Acil Odah seusai mengambil kupon undian.
Acil Odah pun berharap kepada pemenang hadiah umroh ini untuk mendoakan yang terbaik bagi Banua, Kalsel Babussalam.
“Mohon do’anya nanti di tanah suci agar Banua kita tetap dalam lindungan-Nya dan terus maju lebih baik lagi. Dan doakan, bagi masyarakat yang belum beruntung semoga dipanggil oleh Allah ke tanah suci” pungkasnya.
Acil Odah pun membacakan 10 orang yang beruntung mendapat hadiah utama berupa umroh. 10 orang tersebut tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya mendapat hadiah umroh, bahkan terbayangkan saja mereka tak pernah.
“Seperti mimpin. Alhamdulillah, barakallah, terimakasih Acil Odah, terimakasih Paman Birin,” ucap Lia, salah satu pemenang umroh diwawancara. [ad/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Sekdaprov Kalsel Sambut Kunker Komisi IX DPR RI
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menerima kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan, yang berlangsung di Aula Rapat H. Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026).
Kedatangan rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi, Muhammad Yahya Zaini ke Kalsel ini dalam rangka pengawasan terhadap program kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan pembangunan keluarga serta kesehatan pangan di Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya yang disampaikan Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin., Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut baik kunjungan kerja dalam rangka reses Komisi IX ini ke Kalsel, karena kunker ini akan memperkuat hubungan kerja kelembagaan antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPR RI.
“Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Kalsel ini menjadi momen yang tepat bagi kita untuk membangun sinergi dan kemitraan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di daerah kami, Kalimantan Selatan. Kita siap menjalin komunikasi dan transparansi dalam hal apapun dengan DPR demi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik dan untuk kesejahteraan rakyat,” terang Gubernur H. Muhidin.
Ada beberapa hal yang yang digali oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, diantaranya mengenai realisasi program dan kegiatan serta alokasi anggaran yang dibiayai dari APBD. Selain itu pihaknya juga memetakan permasalahan Masyarakat dan memonitor pelaksanaan program-program instansi/badan mitra kerja Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pertemuan hari ini sangat tertib dan produktif, sangat interaktif dari pihak-pihak terkait. Memang ada beberapa temuan yang didapatkan, seperti angka-angka terkait ketenagakerjaan di Kalsel masih rendah. Maka solusinya, perlu ada pendidikan vokasi yang intensif yang diselenggarakan pemerinah pusat melalui UPTP BLK maupun UPTD di daerah,” jelas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini usai pertemuan.
Selain itu, disampaikan Yahya pertemuan kali ini juga membahas soal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang perkembangannya cukup signifikan di Kalimantan Selatan.
“Ada satu kasus di Kalsel yang terjadi penolakan untuk MBG ini, terkait ini kami minta kepada pemerintah daerah melakukan pendekatan dan edukasi agar MBG yang merupakan program prioritas Presiden ini, dapat diterima oleh semua pihak,” harap Yahya yang juga merupakan Ketua Tim Kunker.
Dalam kesempatan kunjungan kerja reses oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, juga dilakukan penyerahan Santunan Jaminan Kematian dan Beasiswa, dari BPJS Ketenagakerjaan kepada beberapa penerima yang diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Pempriov Kalsel dengan Komisi IX DPR RI.
Dalam pertemuan ini, selain dihadiri seluruh anggota Komisi IX DPR RI, juga dihadiri pula oleh Kepala SKPD Provinsi Kalsel terkait, instansi vertikal terkait, serta mitra kerja dari Komisi IX seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Tenaga Kerja, BKKBN, BP3MI, Badan POM RI, Badan Gizi Nasional, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Wagub Kalsel Tegaskan Komitmen Pemprov Dukung Penguatan Posbankum dan Paralegal di Desa/Kelurahan
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menyatakan komitmen Pemprov Kalsel mendukung Pos Bantuan Hukum (Posbankum) saat mendampingi Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria yang sekaligus meresmikan Gedung Baru Kanwilkum Kalsel yang berlangsung khidmat di Gedung DR. KH. Idham Chalid Banjarbaru, pada Jum’at (30/1/2026) siang.
Tampak sejumlah pejabat tinggi hadir yakni Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Riza Patria, Kepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Selatan Alex Cosmas Pinem; Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta Walikota/Bupati se-Kalsel.
Tari Japin Diyang Persembahan oleh Sanggar Idaman Banjarbaru, sembilan penari itu berpakaian adat khas Banjar yang memukau. Selanjutnya, prosesi penandatangan perjanjian kerjasama dan nota kesepakatan bersama jajaran Forkopimda Kalsel.
Lalu, penyerahan penghargaan melalui Walikota/Bupati se-Kalsel terkait Non Litigation Peacemaker, adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada Kepala Desa atau Lurah yang memiliki integritas dan prestasi dalam menyelesaikan sengketa di wilayahnya tanpa menempuh jalur hukum formal.
Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum, membantu penyelesaian konflik, mencegah pelanggaran hukum, dan menciptakan Paralegal Desa/Kelurahan yang berkompeten. Secara nasional, total paralegal per hari ini sejumlah 15.092 orang.
Peninjauan galeri binaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan berlangsung dengan penuh perhatian terhadap pengembangan UMKM lokal.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi, mendampingi Menteri Hukum Supratman bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Patria Riza, dalam meninjau berbagai produk unggulan UMKM. Dalam kesempatan tersebut, rombongan tidak hanya melihat hasil karya pelaku usaha, tetapi juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM, termasuk menanyakan dan memastikan aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan mereka, guna mendorong usaha yang berdaya saing dan taat regulasi.
”Provinsi Kalimantan Selatan saat ini dihuni oleh sekitar 4,27 Juta penduduk, yang tersebar di 11 kabupaten dan 2 kota, dengan rentang wilayah pelayanan yang luas dan karakter daerah yang berbeda-beda,” sampai Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman.
Lebih dari itu, Wagub Hasnuryadi mengatakan bahwa Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 2.015 desa dan kelurahan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik. Di tingkat inilah, dia menyebut masyarakat pertama kali berinteraksi dengan negara dalam berbagai urusan kehidupan, termasuk ketika menghadapi persoalan hukum.
Wagub Hasnuryadi menambahkan, kondisi ini sekaligus mencerminkan tantangan pemerataan akses pelayanan publik, termasuk layanan hukum, khususnya bagi masyarakat desa, wilayah terpencil, dan kelompok rentan.
”Berangkat dari kondisi geografis dan demografis tersebut, saya memandang bahwa penguatan akses terhadap keadilan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Diperlukan kehadiran layanan hukum yang lebih dekat, adaptif, dan menjangkau hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tutur dia.
Dalam konteks itulah, Wagub Hasnuryadi menyebut keberadaan pos bantuan hukum menjadi sangat relevan sebagai pintu awal layanan hukum bagi masyarakat. Posbankum diharapkan diharapkan mampu memberikan informasi, konsultasi, dan pendampingan hukum secara mudah dan terjangkau.
”Paralegal memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan negara dalam memberikan edukasi hukum, pendampingan awal, serta menjembatani masyarakat dengan sistem hukum yang lebih formal,” ungkap Wagub Hasnuryadi.
Sebagai kepala daerah, Wagub Hasnuryadi menegaskan komitmen pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung penguatan pos bantuan hukum dan paralegal melalui sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, aparat penegak hukum, serta perguruan tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria menegaskan pentingnya penguatan Pos Bantuan Hukum Desa sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses keadilan hingga ke tingkat desa.
Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat desa. Atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hukum, para menteri, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang berkomitmen memperluas akses keadilan bagi masyarakat desa.
Ia mengingatkan bahwa sejak tahun 2015, desa telah ditempatkan sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Dalam arahan Presiden Republik Indonesia, desa ditegaskan bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama pembangunan.
“Seiring dengan semakin besarnya kewenangan desa, maka tanggung jawab dan risiko yang dihadapi pemerintah desa juga meningkat. Karena itu, kepala desa dan perangkat desa membutuhkan dukungan penuh, termasuk dalam menghadapi persoalan hukum di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Pos Bantuan Hukum Desa memiliki peran strategis dalam mendampingi, melindungi, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat desa maupun aparatur desa. Sebagai bentuk komitmen nyata, pada 24 Januari 2025, Kementerian Desa dan PDT bersama Kementerian Hukum telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembinaan hukum di desa dan daerah tertinggal.
Kerja sama tersebut mencakup pembentukan dan penguatan Pos Bantuan Hukum Desa, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pelatihan paralegal desa, serta penguatan peran desa sebagai ruang penyelesaian sengketa secara damai melalui pendekatan non-litigasi.
“Seluruh upaya ini bertujuan membangun ekosistem hukum desa yang sehat, di mana persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, keadilan sosial terjaga, dan ketertiban hukum tetap terpelihara,” kata Ahmad Riza.
Pendanaan dan pelaksanaan Pos Bantuan Hukum Desa didukung oleh tenaga pendamping profesional dari tingkat provinsi hingga desa. Para pendamping bertugas membantu proses pendampingan hukum sekaligus pelaporan layanan Pos Bantuan Hukum yang diberikan oleh kepala desa dan paralegal.
Laporan layanan tersebut menjadi dasar evaluasi agar Pos Bantuan Hukum Desa berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paralegal desa pun dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial yang memahami konteks lokal dan budaya setempat.
Kehadiran Pos Bantuan Hukum Desa, lanjutnya, mencerminkan kehadiran negara yang dekat, sederhana, dan nyata bagi masyarakat desa. Kementerian Desa dan PDT terus mendorong sinergi antara pembangunan desa dan penguatan aspek hukum, karena pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud dari desa yang berdaya, tertib, dan produktif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh kepala desa atas dukungan terhadap pembentukan Pos Bantuan Hukum Desa. Diharapkan kebijakan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang maju dan berkeadilan. [adv/ad/adpim]
Banjarbaru
Jelang Peresmian Pos Bantuan Hukum se- Kalsel; Wagub Hasnuryadi Sambut Kedatangan Menteri Hukum RI
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyambut kedatangan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan Sekjen Nico Afinta beserta rombongan yang tiba di VIP Room Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru, Kamis (29/1) sore.
Tampak hadir juga dalam penyambutan tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Adi Santoso, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Suparjo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem, Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rofiqi, hingga Walikota Banjarmasin HM. Yamin juga tampat hadir dalam acara tersebut.
Disambut dengan pengalungan kain sasirangan berwarna biru muda, Supratman Andi tiba sekitar pukul 16.05 WITA dan langsung memasuki ruang translit ditemani beberapa pejabat lainnya.
“Selamat datang di Kalimantan Selatan, Pak Menteri,” ujar Hasnur seraya menjabat tangan orang nomor satu di Kementerian hukum tersebut.
Semuanya tampak mengalir dalam ruangan, lalu tak lama berselang para rombongan melanjutkan menuju kota Banjarmasin untuk melakukan peninjauan Layanan Posbankum di Kantor Kelurahan Telaga Biru.
Untuk diketahui, kedatangan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas tersebut Adalah untuk meresmikan Pos Bantuan Hukum dan Kick Off Pelatihan Paralegal Provinsi Kalimantan Selatan yang akan berlangsung di Auditorium Idham Chalid pada Jumat (30/1/2026)
Setelah acara tersebut, Menteri Hukum juga dijadwalkan akan melakukan peninjauan gedung Kanwil Kementerian Hukum Kalsel yang letaknya tak jauh dari Kantor Gubernur di Banjarbaru. [adv/ad/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Bank Kalsel Komitmen Perkuat Keamanan Siber dan Tata Kelola Kredit, Serta Akselerasi Operasional Bank Devisa Pasca-Audit BPK
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Selatan berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk melakukan penguatan menyeluruh pada sistem keamanan siber dan tata kelola penyaluran kredit.
Dalam acara penyerahan LHP yang berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan arahan tegas kepada manajemen Bank Kalsel. Terkait hasil evaluasi rutin BPK mengenai ketahanan siber, Gubernur menginstruksikan agar dilakukan penguatan di semua sektor untuk menjamin keamanan data dan sistem informasi perbankan.
“Keamanan siber adalah prioritas utama untuk melindungi kepercayaan nasabah. Saya meminta penguatan dilakukan pada seluruh lini,” ujar H. Muhidin.
Beliau juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit produktif.
“Ekspansi kredit harus dilakukan dengan baik dan wajib memperhatikan seluruh aspek risiko demi menjaga kesehatan bank,” ujar Muhidin.
Disela acara tersebut, Gubernur Muhidin juga memberikan dorongan strategis terkait status Bank Devisa yang telah disetujui oleh otoritas terkait. Beliau mengingatkan bahwa sebagai daerah penghasil sumber daya alam yang melimpah, potensi bisnis internasional melalui Bank Devisa sangatlah besar bagi kemajuan daerah.
“Saya meminta Bank Kalsel segera melengkapi syarat-syarat tambahan yang diminta regulator agar operasional Bank Devisa dapat segera berjalan. Kita harus menangkap peluang dari ekspor sumber daya alam kita,” tegas Gubernur.
Merespons hal tersebut, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyatakan sikap kooperatif dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan berkelanjutan. Bank Kalsel berkomitmen menuntaskan Rencana Aksi (Action Plan) selambatlambatnya 60 hari setelah LHP diterima.
“Kami berkomitmen segera menindaklanjuti hasil evaluasi rutin BPK dengan meningkatkan ketahanan siber pada seluruh aspek operasional. Selain itu, penyaluran kredit akan terus diperkuat melalui analisis prinsip kehati-hatian 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) yang lebih mendalam untuk memitigasi risiko,” ujar Fachrudin.
Mengenai operasional Bank Devisa, Direktur Utama memastikan bahwa proses pemenuhan syarat tambahan dari regulator berjalan sesuai jadwal.
“Kami sedang melakukan percepatan kelengkapan dokumen sesuai permintaan regulator. Kami optimis layanan Bank Devisa akan segera aktif untuk mendukung transaksi internasional para pelaku usaha di Kalsel secara lebih efisien,” ungkap Fahrudin.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Bank Kalsel berkomitmen meningkatkan kualitas operasionalnya sebagai bank pembangunan daerah yang handal, aman, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan keBanjarbaru
Presiden Prabowo : Pembangunan Harus Disertai Pemerataan untuk Seluruh Rakyat
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Namun, pembangunan tersebut menurut Presiden harus disertai dengan keberanian untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan, mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ucap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan negara harus berpihak pada seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.
“Tujuan bernegara kita, tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita menggarisbawahi itu,” ujar Kepala Negara, Senin (12/1/2026).
Presiden menyampaikan apresiasi atas peran dan dukungan seluruh pihak termasuk kepala daerah yang turut menjadi faktor penting keberhasilan program Sekolah Rakyat. Melalui peresmian Sekolah Rakyat ini, pemerintah telah membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan.
“Ini bukti kita berbuat, sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang mereka punya harapan. Dan saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa,” lanjutnya.
Kepala Negara pun berharap Sekolah Rakyat menjadi fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia yang berdaya saing global. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [adv/ad]
Bagikan keBanjarbaru
Peresmian 166 Sekolah Rakyat se- Indonesia, Gubernur H. Muhidin Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kalsel
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyambut kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalsel, Senin (12/1/2026) tepat pukul 10.53 Wita.
Didampingi, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin serta Komandan Lanud Syamsudin Noor, Kolonel Pnb. Hilman L. P. Ambarita, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalsel untuk pertama kalinya ini, dalam rangka meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Tiba di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Presiden Prabowo dari luar sudah disambut oleh warga Kalsel, dengan meriahnya. Seketika memasuki kawasan SRT 9, lebih meriah lagi disambut oleh Para Pelajar Sekolah Rakyat yang sudah berbaris rapi sejak pagi.
Sebelumnya Gubernur H. Muhidin menyampaikan harapannya sembari berbangga Presiden dan beberapa pejabat pusat terkait, bahkan Gubernur dari sejumlah provinsi di Indonesia datang ke Kalsel.
”Kami berharap kunjungan Presiden ini menjadi momen kebanggaan bagi kita semua. Ini merupakan kali pertama Presiden Republik Indonesia berkunjung ke sini untuk meresmikan program Sekolah Rakyat yang berskala nasional. Kehadiran Presiden menunjukkan perhatian dan kepercayaan terhadap daerah ini. Tentu hal ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kita semua,” ucap Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Seperti diketahui, pembangunan 166 sekolah rakyat di seluruh Indonesia ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah dari sektor pendidikan. (adv/ad/adpim)
Banjarbaru
Gubernur Muhidin Instruksikan Seluruh SKPD Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Banjir
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk kembali bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat mengumpulkan seluruh kepala SKPD di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (9/1/2026) petang.
Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan dengan sistem koordinasi yang rapi agar bantuan tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setiap dinas yang memiliki kemampuan dan dukungan anggaran saya minta segera menyiapkan bantuan. Lakukan pengemasan, tentukan isinya, kemudian laporkan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Nanti BPBD yang akan mengakomodir dan mengoordinasikan penyalurannya,” tegas Muhidin.
Gubernur secara khusus menunjuk Kepala BPBD Kalsel sebagai koordinator utama dalam proses pendataan dan distribusi bantuan dari seluruh SKPD agar tidak terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi dan kekurangan di lokasi lain, sebagaimana pengalaman penyaluran sebelumnya.
“Kalau tidak dikoordinasikan, bisa terjadi satu tempat kelebihan bantuan sementara tempat lain kekurangan. Itu yang harus kita hindari. Semua harus terdata dan terarah,” ujarnya.
Muhidin juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan kegiatan kemanusiaan ini sebagai panggilan nurani dan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Ini perintah langsung. Kita bantu masyarakat. Kita kerjakan dengan ikhlas, supaya membawa keberkahan dan pahala bagi kita semua,” kata Muhidin di hadapan para kepala SKPD.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana serta memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi warga yang membutuhkan. [adv/ad]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

