Paslon Bupati dan Wakil HSS Nomor Urut 1 Kampanye di Baruh Jaya Daha Selatan - SuaraBorneo.com
Connect with us

Umum

Paslon Bupati dan Wakil HSS Nomor Urut 1 Kampanye di Baruh Jaya Daha Selatan

Published

on

pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, HEPI (Hermansyah-Yopie) melakukan kampanye terbatas. (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Bertempat di Desa Baruh Jaya kecamatan Daha Selatan, pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, HEPI (Hermansyah-Yopie) melakukan kampanye terbatas di desa baruh jaya kecamatan Daha Selatan, Jumat (11/10/2024).

Kesempatan ini, Hermansyah selaku calon bupati Hulu Sungai Selatan, menyampaikan program-program, Paslon nomor urut 1 di depan tokoh masyarakat, warga dan undangan lainnya.

Salah satu warga hadir (tidak disebutkan namanya), *Alhamdulillah kami bersyukur kedatangan Hermansyah dan Yopie, Hermansyah ini pernah menjadi Penjabat bupati kabupaten Hulu Sungai Selatan kami di desa Baruh Jaya mendukung dan mencoblos di Pilkada HSS nanti,” ungkapnya.

“Alhamdulillah kami hari ini bersama Yopie melakukan kampanye terbatas, mendengarkan aspirasi masyarakat, di desa Baruh Jaya kecamatan Daha Selatan,” ungkap Hermansyah. (azifa)

Bagikan ke

Kalteng

Wabup Pantau Ketersediaan Harga Bahan Pokok

Published

on

Wabup Kapuas Dodo pada kegiatan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Blok R Kapuas. (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Wakil Bupati Kapuas Dodo bersama sejumlah OPD terkait melakukan pemantauan ketersediaab harga bahan pokok di Pasar Blok R Jalan Anggrek Kuala Kapuas Selasa (9/6/2026).

Ini memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat serta merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Kapuas pada 25 Mei 2026 serta hasil Rakor Pengendalian Inflasi.

Wabup meninjau sejumlah lapak pedagang serta berdialog langsung dengan para penjual dan pembeli untuk mengetahui kondisi terkini harga bahan pokok di pasaran.

“Secara umum ketersediaan bahan pangan dan sembako di Pasar Blok R masih relatif aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Meski begitu terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga akibat faktor pasokan dan distribusi.

“Sembako tersedia kendati ada beberapa yang disparitas harganya cukup naik. Antisipasi ke depan OPD teknis terkait akan menindak lanjutinya,” jelasnya.

Selain memantau harga bahan pokok Pemerintah Kabupaten Kapuas juga menyoroti kondisi aktivitas pasar yang sebagian masih menggunakan badan jalan.

Menurutnya hal itu akan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk ditindak lanjuti demi menciptakan ketertiban dan kenyamanan aktivitas perdagangan di kawasan pasar. “Sesuai arahan Bapak Bupati kami tindak lanjuti,” ujarnya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Bupati Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kapuas

Published

on

Bupati Kapuas HM Wiyatno pada penyambutan jamaah haji Kapuas di Asrama Haji Banjarbaru. (foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bupati Kapuas HM Wiyatno menyambut kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Kapuas Kloter 04 BDJ di Asrama Haji Banjarbaru Kalsel Selasa (9/5/2026).

Bupati didampingi Sekda Kapuas Usia I Sangkai serta sejumlah OPD. Total jamaah haji Kapuas 358 orang mereka tiba dengan selamat setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.

Bupati Kapuas HM Wiyatno menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas kami mengucapkan selamat datang,” ujarnya.

Ia berharap para jamaah dapat menjadi haji yang mabrur serta membawa nilai-nilai kebaikan dan keteladanan di tengah masyarakat.

Bupati melanjutkan Pemerintah Kabupaten Kapuas juga memastikan proses penyambutan dan pemulangan jamaah berjalan dengan lancar.

“Kepulangan Jamaah Haji Kloter BDJ 04 ini menjadi momentum penuh syukur bagi masyarakat Kabupaten Kapuas sekaligus menandai berakhirnya perjalanan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi,” ujarnya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Satresnarkoba Polres Kapuas Tangkap Seorang Pria Pemilik Sabu

Published

on

Pelaku dan barang bukti narkotika Sabu yang diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas. (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Satresnarkoba Polres Kapuas Kalteng menangkap seorang pria AY (29) terduga pemilik narkotika jenis sabu-sabu.

Polisi mengamankan pelaku di rumah Jumiati warga Jalan Cilik Riwut Gang Cipta Sejati RT 27 Kelurahan Selat Hulu Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas pada Jumat (5/6/2026).

Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Narkoba Polres Kapuas AKP Budi Utomo mengatakan pengungkapan kasus narkotika berdasar informasi masyarakat.

Ia mengatakan atas informasi tersebut polisi kemudian melakukan penggeladahan di rumah Jumiati disaksikan Ketua RW setempat.

“Hasilnya kami mengamankan pelaku dan barang bukti di antaranya 2 paket klip kristal bening dengan berat 0,46 gram.
Uang tunai Rp 400.000,” katanya.

Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Kapuas guna proses hukum lebih lanjut.

“Dikenai Pasal 114 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan atau Pasal 609 ayat (1) huruf a UU No.1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo. UU No.1 Tahun 2026 Tentang penyesuaian pidana,” katanya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Segera Jadi Bank Devisa, Direncanakan Mulai Juni 2026

Published

on

Direktur Utama Bank Kalael Fakhrudin bersama rombongan PWI Kalsel. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Komitmen Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank devisa segera memasuki tahap akhir. Bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menargetkan mulai beroperasi sebagai bank devisa pada 17 Juni 2026.

Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Fakhrudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

Fakhrudin mengatakan seluruh persiapan menuju operasional bank devisa telah dilakukan. Saat ini Bank Kalsel tinggal menuntaskan tahapan akhir sebelum resmi memberikan layanan transaksi valuta asing dan kegiatan perbankan internasional lainnya.

Menurutnya, proses menjadi bank devisa memerlukan perjalanan panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi puluhan persyaratan administratif, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia sebelum mendapatkan izin operasional.

Status bank devisa memungkinkan bank melakukan berbagai layanan transaksi dalam mata uang asing, seperti transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan regulator.

Fakhrudin menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan.

“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” ujar Fakhrudin.

Ia optimistis status baru sebagai bank devisa akan memperkuat daya saing Bank Kalsel sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas.

“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fakhrudin juga berharap sinergi antara Bank Kalsel dan insan pers, khususnya PWI Kalimantan Selatan, dapat terus terjalin dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Helmie, menyambut positif rencana operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan potensi ekonomi Kalimantan Selatan yang didukung sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, dan berbagai sumber daya alam lainnya.

“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa. Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” kata Zaenal Helmie.

Dengan status bank devisa, Bank Kalsel diharapkan dapat memperluas layanan kepada pelaku usaha, eksportir, investor, dan masyarakat yang membutuhkan transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat peran sebagai motor penggerak perekonomian daerah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Bengkayang

Tradisi Ngarantek Sawa’ Bahu Perkuat Perlindungan Masyarakat Adat dan Ketahanan Pangan

Published

on

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat. (Foto/Ist)

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, perlindungan masyarakat adat, sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Darwis saat menghadiri kegiatan Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 yang digelar di Ramin Adat Banua Lumar, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang, Selasa (9/6).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkayang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, lembaga adat, tokoh masyarakat, para donatur, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini,” kata Darwis.

Menurut dia, tema perlindungan masyarakat adat yang diangkat dalam pelaksanaan Ngarantek Sawa’ Bahu tahun ini memiliki makna penting karena mengingatkan seluruh pihak bahwa adat, budaya, dan kearifan lokal tidak dapat dipisahkan dari peran masyarakat adat yang selama ini menjaga serta mewariskannya kepada generasi berikutnya.

Ia mengatakan tanpa peran masyarakat adat, berbagai nilai luhur, pengetahuan tradisional, bahasa daerah, serta warisan budaya berpotensi hilang seiring perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Dayak Bakati Lumar, lanjut Darwis, Ngarantek Sawa’ Bahu bukan sekadar seremoni adat, melainkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui tradisi ini kita diingatkan akan pentingnya kebersamaan, gotong royong, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Darwis menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya mempertahankan keberadaan tradisi, tetapi memastikan generasi muda terus mengenal, mempelajari, dan menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, hilangnya budaya sering kali bukan disebabkan perubahan zaman, melainkan karena generasi penerus tidak lagi mengenal dan melestarikannya.

Karena itu, tradisi seperti Ngarantek Sawa’ Bahu menjadi ruang penting untuk proses pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.

Selain itu, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat juga tidak hanya berkaitan dengan identitas budaya, tetapi juga penghargaan terhadap peran masyarakat adat sebagai penjaga kearifan lokal yang mengajarkan nilai kebersamaan, musyawarah, penghormatan terhadap sesama, serta keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

“Nilai-nilai tersebut merupakan kekayaan yang sangat berharga bagi daerah kita,” katanya.

Darwis juga menekankan bahwa tradisi Ngarantek Sawa’ Bahu mengingatkan masyarakat akan eratnya hubungan masyarakat Dayak dengan sektor pertanian.

Melalui tradisi tersebut, kata dia, para leluhur telah mewariskan nilai kerja keras, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

“Kemajuan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi, tetapi juga oleh karakter dan kearifan masyarakatnya,” ujar Darwis.

Ia berharap Ngarantek Sawa’ Bahu tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap adat dan budaya sekaligus mendorong generasi muda untuk menjaga serta melanjutkan warisan leluhur.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Lumar, Esidorus, mengatakan Ngarantek Sawa’ Bahu merupakan tradisi yang menandai dimulainya masa tanam baru bagi masyarakat Dayak di wilayah tersebut.

“Kalau Ngarantek Sawa’ Bahu tahun 2026 dilaksanakan hari ini, artinya kita memasuki tahun tanam baru periode 2026–2027,” katanya.

Menurut Esidorus, tradisi masyarakat Dayak tidak dapat dipisahkan dari sektor pertanian. Namun selama ini berbagai kegiatan budaya lebih banyak menonjolkan fase pascapanen, seperti pesta padi baru, naik dango, hingga penutupan masa panen.

Sebaliknya, Ngarantek Sawa’ Bahu justru mengangkat nilai budaya yang berkaitan dengan tahapan awal pertanian atau sektor hulu, mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga perawatan tanaman.

“Di sektor hulu inilah persoalan pertanian paling banyak terjadi dan perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini antara lain penyempitan lahan pertanian, alih fungsi lahan menjadi perkebunan, dampak perubahan iklim yang memicu gagal panen, menurunnya minat generasi muda menjadi petani, serta berkurangnya produktivitas pertanian.

Karena itu, melalui Ngarantek Sawa’ Bahu, masyarakat didorong untuk kembali menghidupkan semangat bercocok tanam melalui pola tanam serentak guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Menurut Esidorus, bercocok tanam bagi masyarakat Dayak tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga menjaga keberlanjutan benih lokal, melestarikan plasma nutfah, dan mempertahankan keberlangsungan tradisi budaya.

“Kalau kita meninggalkan bercocok tanam, maka berbagai tradisi yang berkaitan dengan padi dan pertanian lambat laun juga akan hilang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Bengkayang secara simbolis menyerahkan sejumlah perlengkapan pertanian berupa parang, tugal, dan benih kepada masyarakat sebagai simbol dimulainya masa tanam baru sekaligus dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal.

Kegiatan Ngarantek Sawa’ Bahu ke-10 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga adat, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat Dayak di Kabupaten Bengkayang. (Robin)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalbar

PPPK Paruh Waktu Guru Tersertifikasi Audiensi ke Disdikbud Melawi, Pertanyakan Skema Gaji Lewat Dana BOS

Published

on

PPPK) Paruh Waktu tenaga guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik melakukan audiensi dengan Disdikbud Melawi. (Foto/Ist)

MELAWI, SuaraBorneo.com – Sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu tenaga guru yang telah mengantongi sertifikat pendidik melakukan audiensi dengan Disdikbud Melawi, Senin (8/6/2026).

Pertemuan tersebut digelar untuk mempertanyakan kejelasan skema pembayaran gaji melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang belakangan menjadi perbincangan di kalangan guru PPPK paruh waktu.

Dalam audiensi itu, para guru menyampaikan sejumlah pertanyaan mekanisme penyaluran, serta kepastian gaji yang akan diterima apabila pembayarannya bersumber dari Dana BOS. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di lingkungan satuan pendidikan.

Perwakilan guru PPPK Paruh Waktu menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat berbagai informasi yang berkembang mengenai pola pembayaran gaji PPPK paruh waktu. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik, terutama terkait keberlanjutan penghasilan dan hak-hak yang seharusnya diterima sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami datang Langsung Bersama Kawan untuk mendapatkan penjelasan resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi. Kami ingin mengetahui bagaimana mekanisme pembayaran gaji ke depan dan apakah Dana BOS dapat digunakan untuk membiayai gaji PPPK paruh waktu yang sudah tersertifikasi. Intinya kita menunggu lah kebijakan dinas menyangkut ini. Dan menaruh harapan besar terhadap dinas untuk mencari solusi,” ujar Petrus salah satu peserta audiensi.

Menanggapi hal tersebut, pihak Disdikbud Melawi menerima aspirasi para guru dan menyatakan akan menindaklanjuti berbagai pertanyaan yang disampaikan. Selain itu, dinas juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan instansi terkait Maupun guna memastikan kebijakan yang diterapkan tetap mengacu pada regulasi pemerintah pusat.

Pihak Disdikbud menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang berkaitan dengan penganggaran dan pembayaran gaji tenaga pendidik harus berpedoman pada aturan yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian dalam mengambil keputusan agar tidak menimbulkan persoalan administratif.

“Kita Masih Menunggu Aturan dari Pusat Terkait Gaji Para Guru PPPK Paruh Waktu ini Lewat Dan BOS. Namun, semuanya kita Perjuangkan. Kami dari Dinas Pendidikan Juga akan Menyurati Pemerintah Pusat. Kita juga Sangat Paham dengan Hak-hak Para Tenaga Pendidik di Melawi. Sementara Fiskal Daerah Sangat Terbatas,” ucap Kepala Disdikbud Kabupaten Melawi , Yussenno.

Audiensi berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh dialog. Para guru berharap hasil pertemuan tersebut dapat menghasilkan kejelasan mengenai status dan mekanisme pembayaran gaji PPPK paruh waktu, sehingga mereka dapat menjalankan tugas pendidikan dengan lebih tenang dan fokus melayani peserta didik.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para tenaga pendidik untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah daerah. Mereka berharap komunikasi yang terjalin dapat terus berlanjut demi terciptanya solusi yang memberikan kepastian bagi guru PPPK paruh waktu di Kabupaten Melawi. (Tio)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Meningkatnya Kasus Penipuan Digital, Bank Kalsel Minta Nasabah Waspadai Link Mencurigakan

Published

on

Marak Penipuan Digital, Bank Kalsel Minta Nasabah Waspadai Link Mencurigakan. (Foto/Iklan)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Meningkatnya kasus penipuan digital, mendorong Bank Kalsel mengingatkan nasabah agar semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan siber yang mengatasnamakan layanan perbankan.

Beragam modus penipuan kini kerap ditemukan melalui pesan singkat (SMS), WhatsApp, telepon, hingga tautan (link) mencurigakan yang dikirim oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Modus tersebut umumnya bertujuan memperoleh data pribadi dan informasi perbankan milik nasabah. Bank Kalsel menegaskan tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah seperti PIN, kode OTP (One Time Password), password, maupun data pribadi lainnya melalui SMS, WhatsApp, telepon, atau media komunikasi tidak resmi.

Nasabah juga diimbau untuk tidak sembarangan membuka maupun mengklik tautan yang diterima dari nomor atau pihak yang tidak dikenal. Sebab, link mencurigakan berpotensi menjadi sarana phishing atau upaya pencurian data yang dapat menimbulkan kerugian finansial.

Apabila menerima pesan yang mengatasnamakan Bank Kalsel dan meminta data pribadi atau mengarahkan untuk membuka tautan tertentu, nasabah diminta segera mengabaikannya serta melakukan verifikasi melalui kanal resmi Bank Kalsel guna memastikan kebenaran informasi. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer