Jamin Masyarakat Pekerja, Pemprov Kalsel Dorong Perluasan Kepesertaan Anggota Jamsostek   - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Jamin Masyarakat Pekerja, Pemprov Kalsel Dorong Perluasan Kepesertaan Anggota Jamsostek  

Published

on

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dorong percepatan perluasan cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). (Foto/M. Rezky Maulidja/Biro Adpim) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dorong percepatan perluasan cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) untuk menjamin masyarakat pekerja formal dan informal di Kalimantan Selatan.

Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel H. Muhidin dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H M Syarifuddin, pada saat hadir dan membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Upaya Peningkatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), yang digelar oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, pada Rabu (15/4/2026) pagi, di Fugo Hotel, Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa sesuai dengan Inpres nomor 2 tahun 2021, pemerintah daerah dituntut terlibat aktif dalam memperluas cakupan kepesertaan Jamsostek yang akan memperluas perlindungan sosial dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.

“Sebagaimana kita ketahui, saat ini Jamsostek telah menjadi agenda prioritas nasional dalam memperkuat perlindungan sosial dan menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Berdasarkan Inpres nomor 2 tahun 2021, yang menuntut keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memperluas cakupan kepesertaan,” sampai Sekdaprov.

Juga disampaikan oleh Gubernur, bahwa saat ini cakupan kepesertaan Jamsostek secara nasional hingga akhir tahun 2025 adalah 35 persen, yang notabene masih cukup rendah.

Untuk di Kalsel sendiri lanjutnya, dua kabupaten dengan cakupan kepesertaan tertinggi adalah Kabupaten Balangan, kemudian Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk daerah lain ujar Syarifuddin, masih perlu ditingkatkan.

“Untuk itu kita harapkan bagi seluruh kabupaten/kota di Kalsel untuk dapat meningkatkan cakupan kepesertaan, karena masyarakat kita perlu Jamsostek ini. Baik itu misalnya untuk pekerja konstruksi, kaum, ustad, guru mengaji dan lain-lain. Dimana dengan Jamsostek, apabila mereka meninggal, kehidupan keluarga dan anak-anaknya, terutama pendidikannya masih terjamin,” sampai Gubernur .

“Selain cakupan kepesertaan, tantangan utama yang kita hadapi saat ini terletak pada penguatan implementasi di lapangan. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kepatuhan pemberi kerja, perluasan perlindungan bagi pekerja informal dan juga rentan, kemudian juga pemutakhiran, dan integrasi data berbasis NIK serta penguatan koordinasi lintas perangkat daerah,” lanjutnya.

Oleh karena itu terang Gubernur melalui FGD yang terselenggara hari ini, diharapkan dapat menjadi forum strategis untuk menyamakan arah, mengidentifikasi kendala serta merumuskan langkah yang tepat untuk percepatan UCJ di Kalsel.

“FGD hari ini menjadi kesempatan bagi kita untuk menyamakan arah, mengidentifikasi kendala secara spesifik, serta merumuskan langkah yang dapat langsung diimplementasikan. Kita juga berharap forum ini dapat menghasilkan rumusan yang terukur dan dapat ditindaklanjuti. Sehingga percepatan UCJ di Kalsel dapat berjalan lebih efektif lagi,” harap Gubernur Kalsel.

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, Ady Hendratta dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemda, baik itu Pemprov Kalsel maupun pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel atas terselenggaranya UCJ di Kalsel.

“Apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian bapak/ibu atas terselenggaranya program pemerintah ini, dan atas perhatian kepada seluruh masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, dimana kami di sini hanya sebagai badan penyelenggara dan juga mitra. Untuk diketahui, total klaim program pada tahun 2025 di Kalsel adalah sebesar 1 triliyun rupiah, dengan 85.159 total klaim,” sampainya.

BPJS Ketenagakerjaan ujarnya, sebagai badan penyelenggara tidak lepas dari amanah yang diberikan Presiden RI, Prabowo Subianto melalui beberapa misi dalam Asta Cita yang perlu ditindakalnjuti.

“Kami sebagai badan penyelenggara tidak lepas dari amanah yang dititipkan kepada BPJS Ketenagakerjaan oleh Bapak Presiden melalui misi Asta Cita yang perlu ditindaklanjuti, yakni pemberdayaan ekonomi, perlindungan sosial dan investasi pendidikan,” sampai Ady.

Pada kegiatan ini, juga disampaikan testimoni langsung dari penerima manfaat Jamsostek, yakni seorang anak yang merupakan ahli waris dari salah satu Pekerja di Bank BPD Kalsel, yang meninggal pada Januari 2024 silam.

Anak yang bernama Arif tersebut menyampaikan bahwa berkat Jamsostek sang Ayah, dirinya tetap bisa terus mengenyam pendidikan, dan bahkan saat ini dirinya sudah berkuliah Semester 4 di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, meskipun sang Ayah telah berpulang 2 tahun silam.

Pada kegiatan ini juga diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, Syarifuddin, Jaminan Kematian dari Jamsostek, kepada 2 orang ahli waris, masing-masing senilai 42 juta rupiah.

Ditemui usai acara, Sekdaprov Kalsel Syarifuddin menyampaikan bahwa Kalsel perlu meningkatkan cakupan kepesertaan Jamsostek, dimana target di tahun 2026 adalah 48 persen.

“Pemprov Kalsel sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri, akan berusaha untuk meningkatkan luas cakupan kepesertaan tahun 2026, dengan target sebesar 48 persen, meningkat 6 persen, dari angka sebelumnya 42 persen. Kita tentu akan berusaha keras agar target ini bisa tercapai, bahkan terlampaui,” ujar Sekdaprov.

Lebih lanjut, Ady Hendratta secara singkat juga menyampaikan beberapa skema yang dilakukan dalam peningkatan UCJ untuk mencapai target yang sudah diberikan, baik kepada Pemprov Kalsel dan juga Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan.

“Rasanya ada skema-skema yang cukup menarik, seperti kewajiban pendaftaran Jamsostek oleh Pemberi KUR, kemudian juga kewajiban bagi para kontraktor pada proyek jasa konstruksi. Kemudian CSR Perusahaan, dimana perusahaan-perusahaan dapat mengalokasikan sedikit anggarannya untuk melindungi pekerjanya di sektor informal,” sampainya.

Skema yang melibatkan pemerintah sendiri adalah kerjasama BPJS Ketenagakerjaan dengan Dinas Tenaga Kerja, melalui skema kepatuhan untuk melakukan sosialisasi dan pengawasan kepatuhan terhadap perusahaan-perusahaan swasta, agar yang belum daftar segera didaftarkan.

Dan tentu yang terakhir adalah skema anggaran, melalui APBD, dan pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dan reboisasi. Disinilah dibutuhkan support dan dukungan pemerintah kabupaten/kota agar bisa melindungi masyarakat pekerjanya dengan program ini ujar Ady.

Turut hadir dalam FGD ini, kepala dinas dan perwakilan SKPD lingkup Pemprov Kalsel yang terkait, diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Irfan Sayuti, dan perwakilan dari Inspektorat Daerah, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

Juga berhadir dari kabupaten/kota se-Kalsel, Sekretaris Daerah atau yang mewakili, serta perwakilan dari Inspektorat Daerah, Dinas Tenaga Kerja, Bappeda dan BPKAD. [adv/adpim]

Bagikan ke

Banjarmasin

Hari Jadi Kotabaru, Bank Kalsel Hadirkan Promo Spesial Cashback Provisi Hingga 76 Persen

Published

on

Poster promo spesial cashback provisi hingga 76 persen. Program ini berlangsung periode 1 Juni hingga 30 Juni 2026. (Foto/DokBankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Guna memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru yang diperingati setiap 1 Juni, Bank Kalsel menghadirkan promo spesial bagi masyarakat melalui program Kredit Multiguna dengan penawaran cashback provisi hingga 76 persen.

Program promo tersebut berlangsung selama periode 1 Juni hingga 30 Juni 2026. Kehadiran promo ini menjadi salah satu bentuk komitmen Bank Kalsel dalam memberikan solusi kebutuhan finansial yang mudah, ringan, dan menguntungkan bagi nasabah di Kalimantan Selatan.

Melalui program ini, nasabah berkesempatan mendapatkan cashback provisi hingga 76 persen untuk pengajuan Kredit Multiguna kategori New, Take Over, Top Up, maupun Kompensasi.

Promo berlaku bagi seluruh debitur kredit konsumtif, seperti PNS, CPNS, PPPK, pensiunan termasuk pensiunan janda maupun duda, serta pegawai PDAM yang penghasilannya disalurkan melalui OSP atau payroll Bank Kalsel.

Selain itu, program promo juga berlaku untuk seluruh produk Kredit Multiguna, kecuali Terusan Vertikal, Kredit Properti, FLPP, Tapera, UMG, dan Channeling.

Khusus Kredit Multiguna Kretap, promo hanya diperuntukkan bagi PPPK dan pegawai PDAM yang gajinya disalurkan melalui Bank Kalsel.

Untuk mengikuti program ini, nasabah wajib memenuhi ketentuan minimal plafon kredit sebesar Rp25 juta dengan jangka waktu kredit minimal satu tahun.

Melalui promo tersebut, Bank Kalsel berharap dapat memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat sekaligus mendukung berbagai kebutuhan finansial nasabah di momentum Hari Jadi Kabupaten Kotabaru 2026. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Target Dorong Ekonomi Banua Tumbuh 8,1 Persen, Bank Kalsel Akan Launching Bank Devisa 17 Juni 2026

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin memberi keterangan rencana launching Bank Devisa. (Foto/DokHumasDPRDKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat perannya sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan memperluas cakupan layanan perbankan.

Salah satu langkah strategis yang segera diwujudkan yakni peluncuran operasional Bank Devisa pada 17 Juni 2026 mendatang.

Kehadiran Bank Devisa diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan perbankan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan hingga mencapai target 8,1 persen.

Sebagai informasi, Bank Devisa merupakan bank yang memiliki izin resmi untuk melakukan transaksi perbankan dalam mata uang asing. Layanan tersebut meliputi transfer uang ke luar negeri, penerbitan Letter of Credit (L/C), hingga layanan penukaran valuta asing.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan rencana launching Bank Devisa tersebut di sela kegiatan prosesi penyembelihan dua ekor sapi kurban bantuan Bank Kalsel di Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (28/5/2026).

Menurut Fachrudin, rencana pengembangan Bank Devisa akhirnya dapat direalisasikan setelah Bank Kalsel resmi mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Desember 2025 lalu.

“Untuk izin operasionalnya sudah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan terbitnya izin tersebut, Bank Kalsel siap melaksanakan launching operasional Bank Devisa pada pertengahan Juni mendatang.

“Insyaallah bulan depan, bertepatan dengan Tahun Baru Islam, kita launching operasional Bank Devisa,” katanya.

Dalam peluncuran nanti, Bank Kalsel juga akan menggelar simulasi layanan Bank Devisa dengan mengundang media massa agar masyarakat dapat memahami mekanisme dan manfaat layanan tersebut.

Fachrudin optimistis kehadiran Bank Devisa akan membuka peluang lebih besar bagi Kalimantan Selatan yang kaya sumber daya alam (SDA), khususnya dalam mendukung pembiayaan sektor produktif.

Menurutnya, potensi pembiayaan yang dimiliki Bank Kalsel nantinya dapat disalurkan melalui kredit kepada koperasi dan pelaku UMKM guna memperkuat perekonomian daerah.

“Mudah-mudahan potensi daerah yang kita miliki bisa dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banua. Target 8,1 persen, mudah-mudahan ini sejalan dengan visi misi pak gubernur,” tutupnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Kolaborasi Press Room DPRD Kalsel Gelar Ibadah Kurban

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin,Plh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Andry Yuzhar. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel berkolaborasi dengan Press Room DPRD Kalimantan Selatan menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi yang telah terjalin.

Kurban dihadiri Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin,Plh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Andry Yuzhar dan Ketua Press room, Ipik Gandama dan lainnya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, mengatakan pada kegiatan tersebut pihaknya menyerahkan dua ekor sapi kurban. Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga wujud kolaborasi dengan insan media dan DPRD Kalsel.

“Ini bentuk kerja sama kita dengan Press Room DPRD Kalsel. Mudah-mudahan ke depan sinergi ini semakin baik. Kami merasa sangat terbantu dan didukung oleh rekan-rekan media serta jajaran DPRD Kalsel,” ujarnya.

Selain itu, Bank Kalsel juga tengah mempersiapkan pengembangan layanan menjadi Bank Devisa. Fachruddin mengungkapkan, izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah terbit dan saat ini pihaknya bersiap melakukan simulasi operasional.

“Insya Allah bulan depan, bertepatan dengan Tahun Baru Islam, akan kami launching operasional Bank Devisa. Sebelumnya kami akan melakukan simulasi dan mengundang media untuk melihat langsung prosesnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan status sebagai Bank Devisa, potensi sumber daya alam Kalimantan Selatan diharapkan dapat dimaksimalkan, terutama dalam meningkatkan pendanaan bank.

“Potensi devisa sangat besar. Ini bisa menambah pendanaan yang nantinya disalurkan kembali dalam bentuk kredit, baik untuk sektor korporasi maupun UMKM, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Bank Kalsel menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat mencapai 8,1 persen seiring dengan penguatan layanan tersebut.

Sementara itu, Plh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Andry Yuzhar, menyampaikan bahwa kegiatan kurban ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Press Room DPRD Kalsel dan Bank Kalsel.

“Dua ekor sapi kurban diserahkan sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi yang sudah terjalin dengan baik,” ujarnya.

Untuk tahun ini, jumlah hewan kurban di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin mencapai 21 ekor sapi, termasuk dua ekor yang diserahkan di DPRD Kalsel.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 14 ekor, dengan partisipasi dari karyawan serta program sosial perusahaan.

Pembina Press Room DPRD Kalsel, Syamsuddin Hasan, berharap kegiatan kurban ini membawa keberkahan sekaligus mempererat hubungan antara Bank Kalsel, media, dan DPRD Kalsel.

Ia juga menyampaikan harapan agar jumlah hewan kurban ke depan dapat terus bertambah.

“Ke depan diharapkan partisipasi semakin meningkat, termasuk dari anggota dewan, sehingga jumlah hewan kurban bisa bertambah menjadi tiga ekor atau lebih,” pungkasnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Ikut Serta Sukseskan Banua QRIStival 2026

Published

on

Suasana kemeriahan acara Banua QRIStival 2026 Bank Indonesia, di Sirng Nol Kilometer, Banjarmasin. (Foto/Humas Bank Indonesia)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel ikut serta sukseskan penyelenggaraan Banua QRIStival 2026 oleh Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan, di kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin.

Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Senin, kegiatan dimaksudkan sebagai upaya percepatan digitalisasi sistem pembayaran, melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Puncak kegiatan Banua QRIStival, berlangsung pada Minggu (24/5) dibuka oleh Pelaksana Harian (PLH) Sekda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil. Kegiatan antusias di ikuti oleh ribuan warga yang dating dari berbagai wilayah di Banjarmasin dan sekitarnya.

Acara Banua QRIStival 2026 ini, diawali dengan jalan santai atau fun run dengan rute siring nol kilometer, menuju Jalan A Yani, Jalan Djok Mentaya, Jalan RE Martadinata, hingga Jalan Lambung Mangkurat sebelum kembali finis di titik awal.

Usai fun run kegiatan dilanjutkan dengan hiburan rakyat, edukasi transaksi digital, berbagai kegiatan kreatif dan kuliner hingga pengundian hadiah.

Dalam sambutannya, Subhan Noor Yaumil menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya Banua QRIStival 2026 yang dinilai berhasil memperluas penggunaan QRIS di masyarakat.

Menurutnya, digitalisasi pembayaran menjadi langkah penting dalam mendukung kemudahan transaksi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di Kalimantan Selatan.

“Pembayaran melalui QRIS memiliki banyak keunggulan, di antaranya praktis, cepat, universal karena satu kode dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pembayaran, serta lebih aman,” ujar Subhan
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, mengatakan penggunaan QRIS di Kalsel terus menunjukkan perkembangan positif.

Hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Selatan telah mencapai sekitar 832 ribu pengguna, sedangkan jumlah merchant yang menggunakan layanan tersebut tercatat sekitar 560 ribu merchant dengan total transaksi mencapai 24,7 juta transaksi.

“Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS terus meningkat. Kami akan terus mendorong perluasan penggunaan QRIS agar pemanfaatannya semakin luas di Kalimantan Selatan,” kata Fadjar.

Ia menambahkan, Banua QRIStival 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan digital masyarakat serta mendukung percepatan transformasi digital sistem pembayaran di daerah.

Banua QRIStival 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 24 Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti lomba band musik tradisional kontemporer khas Kalsel, lomba tari kreasi, permainan tradisional, hingga fashion show sasirangan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Banua QRIStival 2026 Perkuat Ekosistem Digital dan Sinergi Daerah di Kalsel

Published

on

Banua QRIStival 2026 pada 23 s.d. 24 Mei 2026 di kawasan Siring 0 KM Banjarmasin. (Foto/Humas-BI)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan Banua QRIStival 2026 pada 23 s.d. 24 Mei 2026 di kawasan Siring 0 KM Banjarmasin

Memasuki penyelenggaraan di tahun ketiganya, Banua QRIStivaI hadir dengan konsep dan inovasi baru yang memadukan semangat digitalisasi pembayaran dengan pelestarian seni budaya khas Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadikannya Iebih dari sekadar festival melainkan momentum strategis percepatan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan modern di Bumi Banua.

Data terkini menunjukkan adopsi QRIS di Kalimantan Selatan terus bertumbuh dan potensi perluasannya masih sangat besar.

Per Maret 2026, jumlah pengguna QRIS tercatat sebanyak 832.209 orang atau baru sekitar 19% dari total penduduk Provinsi Kalimantan Selatan. Jumlah merchant QRIS mencapai 564.547, sementara volume transaksi tercatat sebanyak 24.696.906 transaksi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyatakan bahwa Banua QRIStival 2026 dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus apresiasi kepada masyarakat yang telah antusias menggunakan QRIS dalam kehidupan sehari-hari.

“Banua QRIStival bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini adalah wujud kolaborasi nyata antara Bank Indonesia, Penyedia Jasa Pembayaran, dan Pemerintah Daerah dalam mendorong percepatan digitalisasi yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Fadjar menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang pada Banua Qristival 2026 ini mencanangkan Kawasan Menara 0 KM menjadi kawasan wisata digital pertama di Kalimantan Selatan sekaligus menjadikan QRIS sebagai kanal pembayaran utama yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil menyambut baik penyelenggaraan Banua QRIStival 2026 yang telah menjadi bagian dari Calendar of Event Kalimantan Selatan.

“Banua QRIStivaI adalah bukti nyata sinergi Pemerintah Provinsi, Bank Indonesia, dan mitra strategis dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi pembayaran di daerah. Saya mengapresiasi penyelenggaraan tahun ini yang tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga mendorong pelestarian seni dan budaya khas Kalimantan Selatan sebagai identitas daerah yang patut kita banggakan,” ungkapnya.

Gubernur Kalimantan Selatan juga menekankan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam mengakselerasi digitalisasi transaksi keuangan daerah. Melalui kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Penyedia Jasa Pembayaran (PJ P), perbankan, dan UMKM, digitalisasi diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari transaksi belanja pemerintah hingga layanan publik berbasis digital.

Masyarakat pun didorong untuk menjadikan transaksi digital sebagai gaya hidup yang praktis, modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Banua QRIStival 2026 diselenggarakan selama dua hari dengan menghadirkan beragam kegiatan olahraga dan hiburan, mulai dari Fun Run, Fun Zumba, Fun Walk, Fun Fit, hingga berbagai perlombaan dan permainan interaktif. Kegiatan ini juga diwarnai dengan nuansa budaya lokal Kalimantan Selatan melalui tari kreasi daerah, band kontemporer, fashion Show sasirangan, dan perlombaan permainan tradisional. Pada hari ke dua, dilaksanakan simulasi penggunaan QRIS di kawasan Menara 0 KM Banjarmasin yang sekaligus menjadi simbol pencanangan kawasan wisata digital di lokasi tersebut.

Selain itu, pada kegiatan Banua QRlStivaI 2026 juga telah dilakukan seremoni dan kick-off kompetisi Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Banua 2026. Fesyar Banua terdiri atas beragam rangkaian kegiatan yang dilakukan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah (Eksyar) di Kalimantan Selatan. Beragam program edukasi, fasilitasi, dan kompetisi dilakukan guna memperkuat ekosistem rantai nilai halal yang terintergrasi dan berkelanjutan, mendukung pembiayaan syariah yang optimal, dan meningkatkan literasi dan inklusi Eksyar.

Pemerintah Daerah bersama Bank Indonesia dan mitra strategis Iainnya menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Selatan. Melalui inovasi, kolaborasi, dan sinergi yang berkelanjutan, Banua QRlStivaI 2026 diharapkan memberikan dampak nyata bagi perluasan akseptasi QRIS, peningkatan daya saing UMKM, serta pertumbuhan ekonomi Banua yang lebih inklusif dan berdaya saing. [ad/rls-bi]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Jualan Makin Mudah dan Praktis Bersama QRIS Bank Kalsel

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Jualan sekarang makin mudah dan praktis bersama QRIS Bank Kalsel. Cukup satu scan, transaksi langsung masuk real-time dan bisa dipantau kapan saja lewat aplikasi Merchant QRIS.

Cocok buat kamu yang ingin usaha maki kekinian, cepat, tanpa potong biaya dan pastinya makin cuan, “Yuk segera daftarkan usahamu jadi Merchant QRIS Bank Kalsel sekarang!,” ajak Bank Kalsel.

Adapun syarat dan ketentuan :

1. Merchant mengisi dan menandatangani formulir permohonan pendaftaran layanan QRIS Bank Kalsel yang didapat dari petugas Cabang Bank Kalsel dan dilengkapi dengan materai.
2. Menyerahkan copy identitas dan copy NPWP dan menunjukkan aslinya kepada Bank.
3. Telah membaca dan memahami Ketentuan layanan Merchant QRIS Bank Kalsel.
4. Mempunyai rekening di Bank Kalsel.
5. Informasi detail mengenai merchant qris dapat melalui website :
https://www.bankkalsel. co. id/produk/detail/
idmerchant-qrisenmerchant-qris/100
[adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Peringkat 2 BPD dengan Pengalaman Nasabah Terbaik Versi BankCX Tracker 2026

Published

on

Kantor Pusat Bank Kalsel berlokasi di Jalan Lambung Mangkurat No. 7, Kertak Baru Ilir, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto/Dok. Bank Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali mencatatkan capaian positif dalam aspek pelayanan dan pengalaman nasabah. Berdasarkan publikasi BankCX Tracker: The Best Bank in Customer Experience 2026 yang diterbitkan oleh Infobank bersama Marketing Research Indonesia (MRI), Bank Kalsel berhasil menempati peringkat ke-2 dalam kategori 10 BPD dengan Pengalaman Nasabah Terbaik Tahun 2025–2026.

Dalam pemeringkatan tersebut, Bank Kalsel mencatatkan skor 83,28%, sekaligus menunjukkan konsistensi kualitas layanan di tengah persaingan antar-bank pembangunan daerah yang semakin kompetitif. Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalsel terus memperkuat kualitas pelayanan, baik melalui jaringan kantor, frontliner, maupun berbagai kanal digital yang semakin dekat dengan kebutuhan nasabah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Bank Kalsel dalam menjaga kualitas layanan dan membangun pengalaman nasabah yang lebih baik.

“Kami bersyukur atas capaian Bank Kalsel yang kembali mendapatkan pengakuan dalam BankCX Tracker 2026. Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang kecepatan dan keramahan, tetapi juga bagaimana nasabah mendapatkan pengalaman yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Fachrudin.

BankCX Tracker 2026 menilai pergeseran fokus industri perbankan dari sekadar service excellence menuju customer experience yang lebih menyeluruh. Pengukuran dilakukan dengan melihat pengalaman nasabah secara lintas kanal, mulai dari layanan di kantor cabang, ATM, call center, website, media sosial, mobile banking, email, live chat, hingga layanan digital lainnya.

Dalam publikasi tersebut, Bank Kalsel juga tercatat masuk dalam jajaran terbaik pada sejumlah aspek layanan BPD, di antaranya:
1. Peringkat 1 Performa Terbaik Website BPD
2. Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan Electronic Mail BPD
3. Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan Live Chat BPD
4. Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan SMS Banking BPD
5. Peringkat 2 Performa Terbaik Call Center BPD
6. Peringkat 2 Performa Terbaik Kenyamanan ATM BPD
7. Peringkat 2 Performa Terbaik Satpam BPD
8. Peringkat 3 Performa Terbaik Mobile Banking BPD
9. Peringkat 3 Performa Terbaik Social Media BPD
10. Peringkat 3 Performa Terbaik Customer Service BPD

Menurut Fachrudin, capaian ini menjadi dorongan bagi Bank Kalsel untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan perubahan perilaku nasabah.

“Perilaku nasabah saat ini semakin dinamis. Nasabah tidak hanya menilai pelayanan dari satu kanal, tetapi dari keseluruhan pengalaman ketika berinteraksi dengan bank. Karena itu, Bank Kalsel terus memperkuat layanan berbasis digital, meningkatkan kompetensi frontliner, serta menjaga kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini juga menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.

“Bank Kalsel akan terus menjaga kualitas layanan secara menyeluruh, baik di kantor cabang maupun kanal digital. Pengalaman nasabah menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan, loyalitas, dan citra Bank Kalsel sebagai bank daerah yang terus tumbuh dan beradaptasi,” pungkasnya.

Ke depan, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi digital, penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan proses layanan, serta pengembangan kanal komunikasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan nasabah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus hadir sebagai mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh nasabah di Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer