Bapperida Gelar FGD Model Perencanaan Penggunaan Lahan Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kapuas - SuaraBorneo.com
Connect with us

Kalteng

Bapperida Gelar FGD Model Perencanaan Penggunaan Lahan Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kapuas

Published

on

Bapperida pada pelaksanaan FGD Model Perencanaan Penggunaan Lahan Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kapuas menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait hasil penelitian strategis Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang).

FGD yang membahas kajian ilmiah berjudul “Model Perencanaan Penggunaan Lahan untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah” dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas Jumat (19/6/2026).

FGD dipimpin langsung oleh Kepala Bapperida Kabupaten Kapuas Ahmad M Saribi mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas. Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas PGRI Palangka Raya (UPPR) perwakilan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalteng serta perwakilan sejumlah Perangkat Daerah terkait.

Kepala Bapperida Kapuas Ahmad M Saribi menjelaskan forum ini merupakan langkah konkret daerah untuk menindaklanjuti hasil koordinasi dan FGD yang telah dilaksanakan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya. Kajian komprehensif ini dikerjasamakan secara khusus dengan Bidang Litbang dan Inovasi Daerah Bapperida.

Menurutnya kajian model perencanaan dan penggunaan lahan untuk pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kapuas ini merupakan masukan yang sangat berharga bagi kita.

“Alhamdulillah kemarin kami juga baru saja mengikuti rapat koordinasi di Jakarta bersama kementerian koordinator (Menko) untuk menyusun Area of Interest (AoI). Sehingga substansi hasil FGD hari ini sangat sinkron dan relevan,” katanya.

Ia menjelaskan potret kondisi eksisting serta proyeksi spasial yang dihasilkan oleh tim peneliti UPPR akan dijadikan sebagai dokumen pertimbangan penting bagi Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan di tingkat pusat.

Ia melanjutkan sebagai informasi materi riset spasial-ekologis yang dipaparkan oleh tim peneliti Fakultas Pertanian UPPR menggarisbawahi posisi krusial Kabupaten Kapuas yang menyumbang 43% dari total produksi padi di Kalimantan Tengah pada tahun 2024.

“Namun riset tersebut juga memperingatkan adanya ancaman penyusutan lahan sawah eksisting hingga 18.423 hektare pada tahun 2040 akibat desakan alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertanian campuran,” tandasnya.

Ia menambahkan melalui FGD ini dokumen rekomendasi kebijakan (policy brief) yang merumuskan skema moratorium alih fungsi lahan proteksi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) serta optimalisasi tata air mikro sistem surjan akan segera disinkronkan ke dalam dokumen perencanaan daerah demi menjaga status Kapuas sebagai lumbung pangan nasional. (Ujg/SB)

Bagikan ke

Kalteng

Sekda Buka Kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus dan Lounching PGRI Power Kabupaten Kapuas 2026

Published

on

Pelaksanaan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus dan Lounching PGRI Power Kabupaten Kapuas Tahun 2026. (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus dan Launching PGRI Power Kabupaten Kapuas Tahun 2026 yang digelar oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kapuas di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Jumat (19/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas H Suwarno Muriyat Wakil Ketua PGRI Provinsi Kalteng Dr Hj Ernawati Ketua PGRI Kapuas Kadeni bersama jajaran pengurus PGRI kepala sekolah dan para guru sebagai peserta kegiatan.

Sekda Kabupaten Kapuas menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kabupaten Kapuas yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PGRI Kabupaten Kapuas yang telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis yang senantiasa bergerak selaras sinergis dan berkomitmen penuh dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah,” katanya.

Ia mengatakan pelatihan penguatan kapasitas pengurus merupakan langkah yang sangat tepat karena kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas para pengurusnya.

Pada kesempatan yang sama dilakukan pula Launching PGRI Power Tahun 2026 sebuah gerakan nasional yang bertujuan mendorong transformasi dan peningkatan kompetensi guru menghadapi perkembangan zaman.

Sekda menyebut PGRI Power sebagai inovasi besar yang harus mendapat dukungan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Kapuas. Melalui gerakan tersebut para guru didorong untuk menguasai kompetensi abad ke-21 khususnya di bidang coding dan kecerdasan artifisial.

“Saat ini kita tidak boleh lagi gagap teknologi. Melalui gerakan ini guru-guru di Kabupaten Kapuas dituntut untuk melompat ke depan dan menguasai kompetensi abad ke-21,” tegasnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh guru dan pengurus PGRI agar tidak takut menghadapi perubahan teknologi. “Jadikan teknologi sebagai alat pengganda kekuatan kita untuk mencetak generasi emas Kabupaten Kapuas. Karena sesungguhnya guru yang berhenti belajar harus berhenti mengajar,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriyat dalam laporannya menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan terus berkomitmen mendukung visi dan misi Bupati Kapuas melalui program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar yang telah dilaunching pada 2 Mei 2026 bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas terus memperkuat kolaborasi sinergi dan konsistensi dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengembangan guru,” ujarnya.
(Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Bupati Pimpin Apel Siaga Karhutla MoU Dengan PT GAL dan MPA

Published

on

Bupati Kapuas HM Wiyatno pada pelaksanaan apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan dan MoU dengan PT GAL serta MPA Jumat (19/6/2026). (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Bupati Kapuas HM Wiyatno bertindak sebagai pembina upacara pada Apel Siaga Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dirangkai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Globalindo Agung Lestari (GAL) dan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di lingkungan PT GAL

diikuti oleh seluruh karyawan Estate Lamunti Barat Lamunti Timur Plasma Mangkatip dan UAI serta perwakilan masyarakat dan desa-desa yang berada di wilayah operasional perusahaan Jumat (19/6/2026).

Bupati Kapuas menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada PT Globalindo Agung Lestari atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas.

Ia mengatakan apel siaga ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menghadapi musim kemarau. Ini sekaligus sinergi dengan pemerintah aparat keamanan dan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Oleh karena itu upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena kebakaran pada lahan gambut jauh lebih sulit dipadamkan membutuhkan waktu dan biaya yang besar serta berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Bupati berharap kerja sama yang ditandatangani pada hari tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan demi melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman Karhutla. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Pemkab Kapuas Mendukung Elektrifikasi Pembangunan Jaringan Listrik Desa Barunang

Published

on

Pemkab Kapuas pada rapat rencana elektrifikasi Desa Barunang di Ruang Rapat Rujab Bupati Kapuas Kamis (18/6/2026). (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah komitmen menyatakan dukungan terkait rencana elektrifikasi percepatan pembangunan jaringan listrik di Desa Barunang Kecamatan Kapuas Tengah dan wilayah sekitarnya.

Hal ini disampaikan Bupati Kapuas HM Wiyatno ketika memimpin rapat lanjutan bertempat di Ruang Rapat Rujab Bupati Kapuas Kamis (18/6/2026).

“Pemkab Kapuas mendukung terkait rencana elektrifikasi sebagai upaya percepatan pembangunan jaringan listrik guna meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas,” katanya.

Dalam rapat itu Bupati Kapuas didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai perwakilan Forkopimda sejumlah kepala perangkat daerah terkait Camat Kapuas Tengah Jhon Sutrisno perwakilan PT PLN serta perwakilan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Kapuas Tengah.

Sekda Kapuas Usis I Sangkai menjelaskan bahwa kewenangan pembangunan jaringan listrik di wilayah Desa Barunang berada pada PT EPN. Oleh karena itu pengelolaannya akan dilaksanakan oleh PT EPN dengan berkoordinasi bersama PT Barunang dan pihak-pihak terkait lainnya.

Meski begitu terkait pembangunan jaringan yang melintasi kawasan hutan Pemerintah Kabupaten Kapuas akan mengambil langkah cepat dalam proses Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).

“Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperoleh rekomendasi gubernur sekaligus melakukan komunikasi langsung dengan Kementerian Kehutanan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Selain itu Pemkab Kapuas juga akan mengoordinasikan proses pembebasan lahan yang diperlukan untuk pembangunan jaringan listrik. Pemerintah daerah menegaskan akan hadir dan mengambil peran aktif dalam penyelesaian berbagai kendala yang muncul di lapangan.

Lebih lanjut ia mengatakan sosialisasi kepada masyarakat disepakati bahwa pelaksanaannya akan dikoordinasikan oleh pihak kecamatan agar dapat berjalan lebih cepat dan efektif seiring dengan pelaksanaan tahapan-tahapan lainnya secara paralel.

Sekda menambahkan terkait pembentukan tim yang telah ada akan dioptimalkan dan diberdayakan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program elektrifikasi tersebut.

Menurutnya tim tersebut juga akan berfungsi membantu masyarakat Desa Barunang dalam melakukan koordinasi dan penanganan berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan jaringan listrik di wilayah mereka.

“Untuk itu melalui rapat lanjutan ini Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap seluruh pihak terkait dapat terus memperkuat sinergi dan koordinasi sehingga rencana elektrifikasi Desa Barunang dan sekitarnya dapat segera terealisasi,” katanya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Satresnarkoba Polres Kapuas Laksanakan Pengecekan Posko Kampung Bebas Narkoba Kelurahan Selat Utara

Published

on

Satresnarkoba Polres Kapuas bersama aparat Kelurahan Selat Utara pada kegiatan pengecekan Posko Kampung Bebas Narkoba. (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Satresnarkoba Polres Kapuas Kalteng melaksanakan pengecekan Posko Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas pada Kamis (18/6/2026).

Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Narkoba Polres Kapuas AKP Budi Utomo mengatakan personel Satresnarkoba Polres Kapuas secara aktif bersama-sama melaksanakan pengecekan Posko Kampung Bebas Dari Narkoba sebagai langkah preventif (pencegahan) penyalahgunaan narkotika.

“Menjalin tali silaturahmi guna meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah dan meningkatkan kesadaran masyarakat mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan serta menciptakan “Kampung Bebas Dari Narkoba” di Kelurahan Selat Utara Kecamatan Selat Kabupaten kapuas,” katanya.

Ia menjelaskan lokasi strategis Posko Kampung Bebas Dari Narkoba di antaranya memasang Struktur Organisasi dan Peta Kerawanan.

Lebih lanjut ia mengatakan pesan yang disampaikan antara lain spanduk memuat ajakan untuk berani hidup bersih sehat berprestasi dan mengatakan tidak pada narkoba demi masa depan yang gemilang.

Kemudian tambahnya kampanye humanis edukasi kepada masyarakat kepada masyarakat sebagai simbol kepedulian.

“Pemasangan spanduk ini merupakan bagian dari program P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) untuk melindungi generasi muda dan masyarakat umum dari bahaya narkoba,” ujarnya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

BPS Kapuas Gelar Apel Siaga Sensus Ekonomi (SE2026), Pelaku Usaha Diharapkan Dapat Berkontribusi Wujudkan Pembangunan Ekonomi

Published

on

BPS Kabupaten Kapuas pada pelaksanaan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah menggelar Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di halaman Kantor BPS Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen seluruh jajaran BPS pemerintah daerah mitra statistik dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Kapuas.

Apel siaga ini sekaligus menandai dimulainya tahapan pengumpulan data Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memotret kondisi riil dunia usaha dan perekonomian daerah secara menyeluruh. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam pelaksanaannya BPS Kabupaten Kapuas mengajak seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang lengkap akurat, dan sesuai kondisi usaha yang sebenarnya.

Oleh karena itu partisipasi masyarakat dan dunia usaha menjadi faktor kunci dalam menghasilkan statistik ekonomi yang berkualitas sebagai landasan perencanaan pembangunan di masa mendatang.

Apel siaga turut dihadiri oleh perangkat daerah instansi vertikal pelaku usaha serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan bersama terhadap pelaksanaan sensus ekonomi yang merupakan agenda statistik nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

Kegiatan apel siaga juga melibatkan sejumlah pelaku usaha mikro dan influencer lokal sebagai bagian dari upaya memperluas sosialisasi SE2026 kepada masyarakat.

Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, BPS Kabupaten Kapuas berharap kesadaran dan partisipasi pelaku usaha dalam sensus dapat semakin meningkat.

Kepala BPS Kabupaten Kapuas Ahmad Narullah mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan melainkan investasi data untuk masa depan pembangunan daerah.

“Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan dalam penyusunan program pembangunan pengembangan investasi pemberdayaan UMKM penciptaan lapangan kerja serta berbagai kebijakan ekonomi lainnya,” katanya.

Ia mengatakan dengan semangat kolaborasi dan gotong royong BPS Kabupaten Kapuas optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat mutakhir serta dapat dipercaya.

“Melalui sensus ini seluruh pelaku usaha diharapkan dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan ekonomi Kabupaten Kapuas yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujarnya seraya menambahkan “Mencatat Ekonomi Indonesia Membangun Masa Depan Bangsa.” (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Bupati Kapuas Lepas Peserta Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah

Published

on

Bupati Kapuas HM Wiyatno ketika mengibarkan bendera start pelepasan Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi Selasa (16/6/2026). (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Bupati Kapuas HM Wiyatno secara resmi melepas ratusan peserta Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi di depan Rujab Wabup Kapuas Jalan Patih Rumbih Selasa (16/6/2026) pagi.

Kegiatan dihadiri Fiorkopimda Wakil Bupati Kapuas Dodo Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Ny Hj Siti Saniah Wiyatno
Ketua GOW Kabupaten Kapuas Ny Hertitati Dodo Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kapuas Kepala Kantor Kementerian Agama Kapuas sejumlah Kepala OPD, serta jajaran pimpinan Ormas Islam.

Ketua PHBI Kabupaten Kapuas Saferaniansyah dalam laporan singkatnya menyampaikan bahwa pelaksanaan pawai ini didasarkan pada program kerja PHBI Kabupaten Kapuas tahun 2026.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa menyambut pergantian tahun hijriah kali ini,” katanya.

Ia mengatakan jumlah peserta yang mendaftar hingga waktu penutupan berakhir tercatat berjumlah 119 grup,” ujar Saferaniansyah.

Lebih lanjut ia mengatakan peserta pelajar TK RA SD MI SMA sederajat OPD rumah ibadah serta majelis taklim. “Panitia telah menyiapkan apresiasi berupa trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bagi peserta terbaik kategori Juara I II III hingga Harapan I II dan III,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Kapuas Kodim 1011/Klk Dinas Perhubungan Satpol PP serta Dinas Kesehatan dan RSUD yang bersiaga penuh memberikan pengawalan lalu lintas dan penyiapan tenaga medis di sepanjang rute pawai.

Bupati Kapuas HM Wiyatno menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh umat muslim di bumi Tingang Menteng Panunjung Tarung.

“Momentum peringatan Tahun Baru Islam bukan sekedar pergantian tahun dalam kalender hijriah tetapi menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mempererat persatuan dan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat kita,” ujarnya. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Kalteng

Terkait Sengketa PT ABB dan Warga Asisten I Setda Kapuas Terima Kunjungan Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng

Published

on

Asisten I Setda Kapuas Romulus bersama Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng. (foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Kapuas Romulus menerima kunjungan kerja sekaligus silaturahmi Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Junaidi beserta rombongan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Kamis (11/6/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait dan membahas perkembangan serta kronologis persoalan yang melibatkan PT Asmin Bara Bronang (ABB) di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah.

Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Tim Fasilitasi Penanganan Sengketa Pertanahan telah memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak perusahaan pada Februari 2026 guna mencari solusi terhadap klaim lahan tersebut.

Hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap objek sengketa.

Hanya saja proses penyelesaian sengketa belum menemukan titik temu mulai dari kecamatan sampai kabupaten sehingga Maret 2026 terjadi aksi pemortalan jalan hauling perusahaan oleh kelompok warga yang mendukung klaim lahan memicu ketegangan di lapangan. Situasi tersebut berkembang menjadi bentrokan yang menyebabkan adanya korban luka dari pihak aparat maupun warga.

Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian berbagai pihak termasuk DPRD Kalimantan Tengah yang mendorong penyelesaian secara menyeluruh terhadap persoalan sengketa lahan dan aspek perizinan perusahaan.

Asisten I Romulus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas tetap berkomitmen memfasilitasi penyelesaian berbagai permasalahan yang terjadi melalui mekanisme dialog mediasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemerintah daerah berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan menjaga situasi tetap kondusif demi terciptanya kepastian hukum iklim investasi yang sehat serta perlindungan terhadap hak-hak warga,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Kapuas dan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dalam mencari solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang berkembang di wilayah Kabupaten Kapuas. (Ujg/SB)

Bagikan ke
Continue Reading

Populer