Jawa Timur
Bank Kalsel KC Tanjung Raih Penghargaan Pengelola CSR Alokasi Pemkab/Pemko Terbaik 2026
SURABAYA, SuaraBorneo.com – Program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kalsel mulai ditempatkan dalam kerangka yang lebih terukur. Bukan sekadar melihat besaran anggaran yang tersalurkan maupun banyaknya kegiatan, Bank Kalsel mengevaluasi CSR melalui keaktifan cabang, bidang kegiatan, dampak program, kepatuhan terhadap aturan, hingga frekuensi pelaksanaan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja CSR seluruh cabang yang dilakukan selama satu tahun. Setiap indikator memiliki bobot penilaian, sebelum hasilnya dipresentasikan kepada Direksi untuk mendapatkan persetujuan dan menetapkan cabang dengan pelaksanaan CSR terbaik.
Firmansyah, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan mengatakan, penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap aktivitas CSR masing-masing cabang.
“Beberapa kriterianya, pertama masalah keaktifan cabang untuk bisa menjalankan kegiatan. Kemudian bidang kegiatannya, dampak kegiatan, kepatuhannya atas aturan yang sudah kita buat, dan juga jumlah kegiatannya,” ujar Firmansyah dalam wawancara di sela Media Gathering Bank Kalsel 2026 di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Menurut dia, mekanisme tersebut memastikan penilaian tidak berhenti pada aspek kuantitas. Kesesuaian kegiatan dengan tujuan CSR dan kepatuhan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pelaksanaan program.
Hasil evaluasi tahun ini menempatkan Bank Kalsel Kantor Cabang (KC) Tanjung sebagai Pengelola CSR Alokasi Pemkab/Pemko Terbaik 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Iwan Direktur Operasional Bank Kalsel kepada Pgs. Kepala Bank Kalsel KC Tanjung, Rabbiyanur Fahmi, dalam rangkaian Media Gathering Bank Kalsel 2026.
“Untuk tahun ini adalah Cabang Tanjung. Sebelumnya ada Balangan, kemudian Amuntai, dan tahun ini Tanjung,” kata Firmansyah.
Alokasi Ratusan Juta, Realisasi CSR Capai 70 Persen
Di sisi anggaran, alokasi CSR Bank Kalsel pada 2025 disebut mencapai sekitar Rp900 juta lebih. Pada 2026, alokasi tersebut mengalami sedikit penurunan menjadi sekitar Rp800 juta lebih.
Rabbiyanur Fahmi mengatakan, hingga tahun berjalan realisasi CSR 2026 telah mencapai sekitar 70 persen. Sementara sekitar 30 persen lainnya masih akan direalisasikan sesuai program dan ketentuan yang telah ditetapkan.
“Realisasi sampai dengan yang untuk tahun ini sekitar 70 persen. Jadi sisa sekitar 30 persen lagi,” ujar Rabbiyanur.
Program CSR Bank Kalsel diarahkan ke sejumlah bidang, di antaranya keagamaan, sosial dan kemasyarakatan, serta pendidikan. Pelaksanaan program mengacu pada bidang dan ketentuan yang ditetapkan kantor pusat.
Dengan demikian, besarnya anggaran bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Tata kelola, kesesuaian program, administrasi, dokumentasi, frekuensi kegiatan, serta dampak yang dihasilkan menjadi bagian dari evaluasi.
“Jadi tidak hanya melihat berapa banyak kegiatannya, tetapi juga kesesuaian dengan tujuan penggunaan CSR sendiri,” katanya.
Kepatuhan Administrasi Jadi Penopang
Penguatan evaluasi juga menyentuh aspek administrasi. Setiap penyaluran dan penggunaan dana CSR harus mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Dokumentasi kegiatan, frekuensi pelaksanaan, keaktifan cabang, hingga kesesuaian penggunaan dana dengan tujuan program menjadi bagian dari penilaian. Pola tersebut sekaligus menempatkan CSR sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang membutuhkan proses perencanaan dan pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Bank Kalsel, pendekatan tersebut penting agar CSR tidak berhenti pada aktivitas seremonial maupun penyerapan anggaran. Program diharapkan tetap memiliki tujuan yang jelas dan dilaksanakan sesuai koridor kebijakan perusahaan.
Karena itu, evaluasi tahunan menjadi instrumen untuk mendorong cabang lebih aktif mengembangkan program sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Apresiasi untuk Pengelola CSR dan Influencer Internal
Rangkaian Media Gathering Bank Kalsel 2026 juga menjadi momentum pemberian apresiasi terhadap pegawai internal yang dinilai berkontribusi dalam mendukung komunikasi dan aktivitas perusahaan.
Selain penghargaan kepada Pgs. Kepala Bank Kalsel KC Tanjung Rabbiyanur Fahmi sebagai Pengelola CSR Alokasi Pemkab/Pemko Terbaik 2026, manajemen Bank Kalsel turut memberikan apresiasi kepada Muhammad Akhsan dan Muhammad Rizky Affandi sebagai Influencer Internal Bank Kalsel 2026.
Pemberian apresiasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghargai kontribusi internal, baik dalam pelaksanaan program CSR maupun dalam membangun komunikasi perusahaan melalui sumber daya manusia di lingkungan Bank Kalsel.
Dengan evaluasi berbasis indikator, Bank Kalsel berupaya menempatkan CSR bukan hanya sebagai pos pengeluaran sosial, tetapi sebagai program perusahaan yang membutuhkan tata kelola, kepatuhan, pengukuran kinerja, serta orientasi pada manfaat. Penetapan Cabang Tanjung sebagai pengelola terbaik 2026 menjadi salah satu hasil dari mekanisme evaluasi tersebut.
Bagikan keJawa Timur
Dihadiri Ribuan Warga Banjar di Jatim Halalbihalal Bersama Gubernur Kalsel
SURABAYA, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel sekaligus Presiden Kerukunan Bubuhan Banjar Sadunia, H Sahbirin Noor atau Paman Birin menghadiri Halalbihalal 1445 H Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jawa Timur di Gedung Islamic Center (ISC) Surabaya, Minggu (12/5) pagi.
Diiringi Sinoman Hadrah setibanya di lokasi acara Paman Birin dan rombongan disambut meriah oleh para tamu undangan dan ribuan warga Banjar yang hadir.
Warga Banjar yang hadir dari berbagai pelosok kabupaten/kota se- Jawa Timur. Jumlah warga Banjar yang hadir mencapai lebih dari 2.000 warga.
Kemeriahan pun terlihat dalam gedung sesaat sebelum acara dimulai hingga acara selesai.
Dalam sambutannya Paman Birin mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada warga Banjar yang ada di Jawa Timur khususnya yang hadir diacara halalbihalal tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel dan masyarakat Banua, ulun mengucapakan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 H,” kata Paman Birin.
Paman Birin menuturkan pertemuan hari ini merupakan kebahagian bagi semua masyarakat Banjar di Jatim.
“Kekerabatan antara Banjar dan Jatim itu sangat dekat, buktinya masyarakat Banjar banyak di Jatim begitu juga sebaliknya. Maka dari itu, tetap jaga kerukunan dimanapun berada, dimana bumi di pijak disitu langit di junjung,” ujar Paman Birin.
Paman Birin juga mengajak para perantau Banjar untuk terus mencintai negeri dan banua mereka, Kalimantan Selatan.
“Jangan sampai kada ingat lawan kampung halaman, kita harus terus menjaga dan melestarikannya. Dengan terselenggaranya KBB ini, diharapkan dapat terus menambah kecintaan kita kepada negeri dan banua kita Kalsel,” pungkas Paman Birin.
Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengucapkan apresiasi atas kekompakkan masyarakat Banjar di Jatim.
“Jatim merupakan rumah yang nyaman bagi semua etnis dan agama,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, siapa saja mempunyai hak yang sama di Jatim, tak terkecuali masyarakat Banjar.
“Kemajuan ekonomi di Jatim juga tidak luput dari peran dan kontribusi masyarakat Banjar di Jatim. Sungguh beruntung masyarakat Banjar mempunyai Presiden KBB seperti Paman Birin, beliau adalah Gubernur panutan, Gubernur senior di Indonesia yang banyak prestasi dan terkenal dekat dengan rakyatnya,” ungkap Adhy.
Sementara itu, Ketua Umum KBB Jawa Timur, H Noor Alamsyah mengucapkan terimakasih atas kehadiran serta dukungan Paman Birin terhadap KBB Jawa Timur selama ini.
“Terus melestarikan budaya Banjar serta menjaga kerukunan antar sesama perantauan merupakan dukungan yang selalu beliau berikan kepada KBB Jatim,” ujarnya.
Ia menambahkan, KBB Jatim mempunyai program yaitu ibadah qurban, fitrah dan lain-lain.
Dalam kesempatan tersebut, Paman Birin membawakan oleh-oleh dari Kalsel kepada masyarakat yang hadir pada acara Halalbihalal tersebut berupa kue bingka serta menyumbang 4 ekor sapi untuk KBB Jatim pada saat hari raya Idul Adha nanti.
Halalbihalal KBB Jatim ini selain dihadiri Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, tampak hadir juga mantan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Walikota Banjarmasin, Wakil Bupati HST, Guru Sufian Al Banjari, Sekjen KBB Sadunia Taufik Arbain, Ketua Umum dan Kordinator Kerukunanan Bebuhan Banjar (KBB) sepulau Jawa, sejumlah kepala SKPD lingkup Provinsi Kalsel, para alim ulama serta tokoh masyarakat. (nrl/adpim)
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum2 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

