Gubernur Kalsel Serahkan Sertifikat Proper 2022-2023, Jaminan Untuk Menjaga Lingkungan - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Gubernur Kalsel Serahkan Sertifikat Proper 2022-2023, Jaminan Untuk Menjaga Lingkungan

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana menyerahkan sertifikat Proper Periode 2022-2023 di Hotel Gsign. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Hanifah Dwi Nirwana menyerahkan sertifikat Proper Periode 2022-2023 di Hotel Gsign, Kota Banjarmasin pada Jum’at (14/6/2024) pagi.

Public Disclosure Program for Environmental Compliance (PROPER) atau program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dengan jumlah perusahaan di Kalsel sebagai peserta adalah sebanyak 81 perusahaan.

Dengan kategori Emas (1), Hijau (13), Biru (56), Merah (8) dan 3 perusahaan ditangguhkan dalam proses pembinaan oleh KLHK melalui kegiatan Penegakkan Hukum.

Sedangkan untuk Proper Daerah periode penilaian adalah Januari-Desember 2022 diikuti sebanyak 18 perusahaan.

Yaitu 2 perusahaan peringkat hijau adalah PT Bina Indo Raya dan PT. Mandiri Citra Bersama, mereka menonjolkan konservasi air, perlindungan keanekaragaman hayati serta konservasi bekantan. Kemudian terkait rehabilitasi DAS Barito dan pemberdayaan masyarakat peduli api.

Sementara, 16 perusahaan peringkat biru dari sektor pertambangan, sawit, pakan ternak, pengolahan udang, jasa perhotelan dan rumah sakit.

Diantaranya RSUD Ulin Banjarmasin yang menerima sertifikat biru dan RSUD Ansyari Saleh juga menerima kategori yang sama biru.

Kepala DLH Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menjelaskan bahwa adanya sertifikat proper ini menjadi sebuah jaminan perusahaan untuk menjaga lingkungan.

Gubernur Paman Birin pun menyerahkan sertifikat dalam lima kategori yaitu biru, hijau dan emas.

“Pada hari ini kita melakukan penyerahan sertifikat propernas dan properda dari Bapak Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Dan proper telah dilaksanakan hampir 25 tahun untuk mendorong aktivitas bisnis atau industri, tak hanya memenuhi ketaatan tetapi menjadi Beyond Compliance,” ucap Hanifah.

Sehingga, menurut Hanifah harus lebih mendorong efisiensi energi dan inovasi lainnya. Terlebihnya lagi, perusahaan lingkungan yang menjalankan tanggungjawabnya untuk mempertahankan kategori biru, hijau dan emas tersebut.

Hanifah mengatakan, konsisten dan akselerasi sangat diperlukan dalam pengembangan perubahan. Karena, baginya ada upaya perbaikan-perbaikan ke depan.

“Apalagi namanya perusahaan industri yang kita disebut pertambangan misalnya, pasti mengalami dampak lingkungan. Sehingga, DLH Provinsi Kalsel mencoba meng-guidance mereka untuk memenuhi kepatuhan syarat yang berlaku,” jelasnya.

DLH Provinsi Kalsel terus memberikan penilaian dan pembinaan terhadap perusahaan industri, Hanifah pun ingin semua meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik lagi.

Hanifah mengaku, banyak sudah perusahaan yang awalnya mendapatkan kategori merah kini meningkatkan menjadi kategori hijau. Pada periode ini, pihaknya telah menyerahkan 127 sertifikat proper.

“Awalnya 99 menjadi 127 sertifikat proper. Artinya bertambah terus, patut kita syukuri. Sehingga, kita harapkan agar meningkat terus upaya perusahaan menjaga lingkungan ini,” ungkap Hanifah.

Kedepan, Hanifah terus mendorong sejumlah perusahaan di Kalsel agar menyiapkan lembaganya untuk masuk ke tahap lebih tinggi lagi. Lantas, DLH Provinsi Kalsel berupaya menguatkan perusahaan daerah agar mencapai menjadi propernas atau kategori emas.

“Sekarang, Kementrian LHK RI juga akan membidik perusahaan ikut propernas. Dan kami dari DLH Provinsi Kalsel terus mencari pelaku-pelaku usaha dari perusahaan baru, seperti Adaro dengan kategori emasnya. Sebagaimana yang disampaikan karena ada program unggulannya itu,” pungkasnya.

Program unggulannya itu bernama Taman Wisata Menanti Laburan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Maju Jaya. Secara program itu memiliki sistem pengolahan air bersih atau mini Water Treatment Plant, bantuan program Corporate Social Responsibillity PT Adaro Indonesia.

Gilang Nurdiansyah dari PT Astra Agro Lestari-1 Bidang Perkebunan Kelapa Sawit asal Tabalong mengucapkan rasa syukur bahwa pihaknya diberi kesempatan kembali meraih kategori biru. Pihaknya telah meraih sebanyak 8 kali dengan kategori yang sama.

“Diharapkan, apa yang sudah kita capai bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Tentunya standar perusahaan sesuai syaratnya, PT Astra Agro Lestari-1 terus mempertahankan dan meningkatkan upaya untuk menjaga pengelolaan lingkungan,” terang Gilang.

Langkah itu, Gilang menyebut pihaknya di bidang perkebunan kelapa sawitnya terus menata usahanya dalam aspek lingkungan. Karena, upaya PT Astra Agro Lestari-1 untuk mereduksi atau mengurangi Carbon Energy dapat ditingkatkannya secara perlahan.

Terkait inovasi seperti perusahaan lainnya, Gilang hanya menyebut pihaknya memiliki program pengurangan emisi karbon dioksida (CO2).

“Semoga, kita konsisten hingga mencapai ke depannya nanti sampai kategori hijau,” tutupnya. [ad/adpim]

Bagikan ke

Banjarmasin

Bank Kalsel Hadirkan Program Pinjaman Tanpa Bunga Bagi UMKM Banjarmasin

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin menghadirkan program pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Usaha Mikro Maju Sejahtera (UMARA).

Kepala Bidang Pemasaran Bank Kalsel Cabang Utama Banjarmasin, Pradoni Akbar, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan UMKM di Kota Banjarmasin melalui kerja sama yang terjalin dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, melalui Program UMARA, pelaku UMKM dapat memperoleh fasilitas pinjaman hingga Rp150 juta.

“Pelaku UMKM hanya membayar angsuran pokok setiap bulan, sedangkan beban bunga ditanggung oleh pemerintah kota,” ujar Pradoni.

Ia menjelaskan, setiap pengajuan akan melalui proses survei dan analisis kelayakan usaha sesuai prosedur perbankan.

“Apabila hasil survei dan analisis menunjukkan usaha tersebut layak, maka pengajuan akan disetujui dan pembiayaan dapat dicairkan,” katanya.

Pradoni menambahkan, Program UMARA memiliki pagu anggaran sebesar Rp3 miliar per tahun. Besaran pembiayaan yang diberikan kepada masing-masing pelaku usaha disesuaikan dengan kebutuhan dan kelayakan usahanya.

“Nominal kredit yang diberikan bervariasi, tergantung hasil penilaian terhadap kelayakan usaha masing-masing pelaku UMKM,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, antusiasme pelaku UMKM terhadap program tersebut cukup tinggi. Sejumlah pelaku usaha telah mengajukan pembiayaan, bahkan pada kegiatan sosialisasi juga dilakukan penyerahan simbolis pinjaman UMARA kepada beberapa penerima manfaat.

“Mudah-mudahan setelah mengikuti sosialisasi ini semakin banyak pelaku UMKM yang mengajukan dan memanfaatkan program UMARA,” pungkasnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Perkuat Ekonomi Daerah, Sinergi UMKM Bersama Jamkrida Kalsel

Published

on

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Direktur Utama Jamkrida Kalsel, M. Fauzan Noor, pada hari Selasa, 23 Juni 2026. (Foto/Humas-BankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai wujud sinergi antar-BUMD untuk menumbuhkan perekonomian daerah. Bank Kalsel terus berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama PT Jamkrida Kalsel (Perseroda). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Direktur Utama Jamkrida Kalsel, M. Fauzan Noor, pada hari Selasa, 23 Juni 2026, bertempat di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini juga, turut disaksikan oleh Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Eddy Elminsyah Jaya; Perwakilan dari Divisi Konsumer & UMK dan Jamkrida Kalsel.

Perjanjian ini bukan merupakan kerja sama baru, melainkan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin baik antara Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel sejak tahun 2021. Dengan adanya dukungan penjaminan, penyaluran KUR diharapkan dapat semakin menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan permodalan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kegiatan produktif dan menambah daya saing serta menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan Masyarakat Kalimantan Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyambut baik perpanjangan kerja sama tersebut sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pembiayaan kepada sektor produktif, khususnya UMKM. Menurutnya, sinergi antara Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel merupakan bentuk dukungan BUMD terhadap visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sinergi yang dilakukan hari ini, merupakan bagian dari komitmen kami dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam memperkuat sektor usaha produktif. Diharapkan, penyaluran KUR dapat semakin optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Fachrudin.

Sementara itu, Direktur Utama Jamkrida Kalsel, M. Fauzan Noor, menyampaikan bahwa penjaminan memiliki peran penting dalam memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha produktif, khususnya UMKM yang berpotensi berkembang namun masih membutuhkan dukungan dalam memperoleh pembiayaan.

“Melalui penjaminan KUR ini, Jamkrida Kalsel berkomitmen mendukung perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha produktif di Kalimantan Selatan. Kami juga mengajak para pelaku UMKM agar memanfaatkan KUR secara bijak, meningkatkan literasi keuangan, serta mengelola usaha dengan baik, sehingga pembiayaan yang diperoleh benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif yang mampu menambah daya saing usaha,” ungkap Fauzan.

Sebagai Informasi, Bank Kalsel merupakan Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Bank Kalsel menjalankan fungsi intermediasi perbankan serta mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai layanan keuangan, termasuk pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat produktif. Pada tanggal 22 Juni 2026, Bank Kalsel resmi beroperasi sebagai Bank Devisa. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Resmi! Haris Munandar Dikukuhkan Jadi Kepala Perwakilan BI Kalsel

Published

on

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, secara resmi mengukuhkan Haris Munandar sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, secara resmi mengukuhkan Haris Munandar sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam Upacara Pengukuhan yang diselenggarakan di Aula Pangeran Antasari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/6).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, kepala daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, pimpinan kementerian/lembaga, perbankan, pelaku usaha, akademisi dan insan media.

Pengukuhan ini menandai kesinambungan kepemimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dari Fadjar Majardi kepada Haris Munandar. Estafet kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas di daerah, sekaligus memperkuat kontribusi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa Bank Indonesia senantiasa memperkuat sinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka menjaga stabilitas nilai Rupiah, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta memastikan pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dukungan Bank Indonesia di daerah akan terus dioptimalkan melalui pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, akselerasi ekonomi dan keuangan digital, penyediaan uang Rupiah berkualitas, serta penguatan tata kelola dan kesinambungan kepemimpinan internal.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan terus menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalimantan Selatan tumbuh sebesar 5,67% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61%. Namun demikian, inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 yang tercatat 4,22% secara tahunan perlu terus direspons melalui penguatan koordinasi kebijakan, terutama dalam menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif kepada masyarakat.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi kelembagaan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat, khususnya pada pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan, pengembangan UMKM dan ekonomi kerakyatan, penguatan ekonomi dan keuangan syariah, serta sinergi lintas lembaga.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga menyampaikan penghargaan kepada Fadjar Majardi atas dedikasi dan kontribusi selama menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan periode 2024–2026. Melalui pengukuhan ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dalam menjaga stabilitas harga, memperluas digitalisasi, mengembangkan ekonomi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. [rls-bi]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Manfaat Lain Layanan Bank Devisa dari Bank Kalsel, Portofolio Produk Valas dan Kemudahan Akses Jaringan Kantor

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel tidak hanya membatasi layanan pada pengiriman uang, melainkan turut memperkenalkan variasi produk finansial berbasis valas (Foreign Exchange) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, antara lain:

Tabungan Valas: Simpanan dalam mata uang asing bagi perorangan maupun badan usaha. Produk ini sangat cocok bagi Sobat Aksel yang berencana umrah tahun depan atau kuliah di luar negeri, sehingga kebutuhan dana dalam mata uang asing dapat dipersiapkan secara bertahap tanpa harus melakukan pembelian valas sekaligus menjelang keberangkatan.

– Deposito Valas: Instrumen investasi berjangka dalam mata uang asing dengan imbal hasil yang kompetitif.

– Giro Valas: Solusi rekening koran valas untuk mempermudah likuiditas transaksi bisnis berskala internasional.

– Layanan pembelian dan penjualan uang kertas asing (Banknotes): Layanan penukaran fisik uang kertas asing dengan kurs yang bersaing.

Bagi nasabah yang ingin melakukan pengiriman uang ke luar negeri, caranya sangat mudah. Nasabah cukup menyiapkan data penerima secara lengkap, meliputi: nama penerima, nomor rekening, nama bank tujuan, kode SWIFT (SWIFT Code), dokumen pendukung dan negara tujuan. Setelah data terverifikasi benar, Bank Kalsel akan meneruskan instruksi pembayaran kepada bank koresponden untuk selanjutnya diteruskan ke Bank tujuan & rekening penerima di negara tujuan.

Sebaliknya, bagi nasabah yang memiliki keluarga, teman, atau rekan bisnis di luar negeri yang ingin mengirimkan uang ke Indonesia, nasabah cukup memberikan informasi nama lengkap penerima, nomor rekening, nama Bank Penerima yaitu Bank Kalsel dan menyebutkan SWIFT Code Bank Kalsel: PDKSIDBB kepada pihak pengirim dana. Menerima dana internasional kini menjadi jauh lebih praktis.

Untuk mengawali langkah keuangan global, pembukaan rekening Tabungan Valas maupun konsultasi produk devisa dapat dilakukan dengan mengunjungi langsung Kantor Cabang (KC) Bank Kalsel terdekat yang telah melayani operasional Devisa, yaitu:
1. KC Utama Banjarmasin
2. KC Jakarta
3. KC Batulicin

Petugas layanan (Customer Service) Bank Kalsel di kantor cabang tersebut siap mendampingi proses pembukaan rekening, memberikan edukasi persyaratan, serta menginformasikan pilihan mata uang asing yang tersedia. Kenali layanan Bank Kalsel sebagai Bank Devisa, pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan, dan nikmati kemudahan transaksi internasional yang praktis dan aman. Mari melangkah ke panggung global bersama Bank Kalsel!. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Manfaat Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel Menjadi Solusi Kebutuhan Ibadah, Edukasi, dan Bisnis Global

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. (Foto/Humas-Bank Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kehadiran Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel ini dirancang secara khusus untuk menyasar berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas finansial lintas negara. Salah satu manfaat utama yang dihadirkan adalah kemudahan bagi masyarakat yang sedang melakukan persiapan ibadah umrah maupun haji. Bagi nasabah yang akan berangkat ke Tanah Suci dan bingung mencari tempat penukaran uang, Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel hadir menjadi salah satu solusi utama untuk memenuhi kebutuhan mata uang Riyal (SAR).

Bukan cuma untuk kebutuhan ibadah ke Tanah Suci, layanan Bank Devisa ini juga memberikan manfaat besar bagi kelompok nasabah lainnya, antara lain:

– Mahasiswa di Luar Negeri: Memudahkan orang tua yang memiliki anak kuliah di luar negeri dan memerlukan kiriman biaya hidup maupun biaya pendidikan secara rutin setiap bulan.
– Wisatawan (Traveler): Membantu perencanaan keuangan bagi nasabah yang berencana melakukan liburan ke luar negeri.
– Pelaku Usaha Finansial & UKM: Mendukung para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun korporasi yang melakukan transaksi perdagangan atau ekspor-impor dengan mitra bisnis di luar negeri.
– Penerima Dana Lintas Negara: Memfasilitasi nasabah yang secara berkala menerima atau mengirimkan dana dari dan ke luar negeri.

Aktivitas pengiriman dana berkala tersebut didukung oleh layanan Remittance, yaitu layanan pengiriman dan penerimaan dana dari dan/atau ke luar negeri melalui jaringan perbankan internasional yang terhubung menggunakan sistem SWIFT. Layanan ini memastikan setiap transaksi lintas negara milik nasabah berjalan secara aman, resmi, dan efisien.

Bank Kalsel menjamin bahwa seluruh infrastruktur transaksi internasional, termasuk penggunaan kode identitas unik SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) dengan SWIFT Code: PDKSIDBB, telah terintegrasi dengan ketat dan aman. SWIFT Code merupakan identitas internasional Bank Kalsel dalam jaringan perbankan global yang digunakan untuk memastikan instruksi pembayaran dapat diteruskan kepada bank tujuan secara tepat. Dengan sistem verifikasi berlapis, kami memastikan seluruh transaksi lintas negara berjalan lancar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Resmi Meluncurkan Layanan Perbankan Devisa untuk Kemudahan Transaksi Internasional

Published

on

Diawali dengan pembukaan Rekening Valas (Valuta Asing) layanan ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. (Foto/Humas-Bank Kalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bertepatan dengan komitmen memperluas jangkauan layanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di kancah internasional, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) secara resmi meluncurkan (launching) status operasional baru sebagai Bank Devisa pada hari ini, Senin, 22 Juni 2026.

Bertempat di Bank Kalsel Kantor Pusat, diawali dengan pembukaan Rekening Valas (Valuta Asing) layanan ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.

Melalui peresmian ini, Bank Kalsel siap untuk melayani berbagai transaksi perbankan dalam mata uang asing (valuta asing/valas), sekaligus membuka pintu bagi nasabah untuk terhubung langsung dengan ekosistem perbankan global secara lebih mudah, aman, dan tepercaya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan tonggak sejarah baru (milestone) yang sangat strategis bagi pertumbuhan korporasi dan pelayanan masyarakat di Banua.

“Peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan jawaban nyata kami atas dinamika kebutuhan nasabah yang kian global, mulai dari pelaku usaha, instansi, hingga masyarakat umum. Melalui status baru ini, kebutuhan transaksi internasional kini bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah dan aman langsung melalui Bank Kalsel. Melalui status Bank Devisa, nasabah kini dapat melakukan transaksi internasional langsung melalui Bank Kalsel tanpa harus menggunakan jasa Bank Devisa lain sebagai perantara layanan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel menghadirkan spektrum layanan yang jauh lebih luas dibandingkan status operasional sebelumnya sebagai Bank Non-Devisa. Perbedaan mendasar terletak pada kapabilitas akomodasi transaksi lintas negara. Jika Bank Non-Devisa umumnya hanya melayani transaksi domestik dalam mata uang Rupiah, kini nasabah baik perorangan maupun korporasi dapat menikmati portofolio produk internasional secara komprehensif di Bank Kalsel, mulai dari pembukaan rekening valas, transfer uang ke luar negeri (remittance), penerimaan dana dari luar negeri, hingga aktivitas jual beli mata uang asing (banknotes).

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian layanan Bank Devisa yang baru saja diluncurkan.

“Alhamdulillah, hari ini kita meluncurkan layanan Bank Devisa Bank Kalsel atas izin dari OJK dan BI. Tentu dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dengan bank lain, sehingga kita bisa melakukan transaksi langsung ke luar negeri,” ujarnya.

Beliau juga mengimbau seluruh pengusaha, HIPMI, Kadin, ASN, pelaku usaha, asosiasi, UMKM, serta masyarakat luas untuk memanfaatkan transaksi langsung di Bank Kalsel. Dengan beralihnya Bank Kalsel menjadi bank devisa, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan tabungannya di sana demi mendukung kemajuan Bank Kalsel yang lebih baik.

“Selain itu, Bank Kalsel harus terus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh OJK dan BI secara berkesinambungan. Hal ini perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM yang profesional demi kemajuan layanan Bank Devisa Bank Kalsel ke depan,” pungkasnya. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Dukung Peluncuran Layanan Devisa Bank Kalsel

Published

on

Dirut Bank Kalsel, Fachrudin; Sekdko Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat menghadiri peluncuran layanan Bank Devisa Bank Kalsel di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mendukung peluncuran layanan Bank Devisa Bank Kalsel dan berharap kehadiran layanan tersebut dapat memperkuat fasilitas transaksi keuangan internasional, khususnya untuk mendukung aktivitas ekspor-impor masyarakat serta pelaku usaha di daerah.

Dukungan itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat menghadiri peluncuran layanan Bank Devisa Bank Kalsel di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).

Ichrom, mengatakan, hadirnya layanan devisa di Bank Kalsel menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan perbankan daerah. Layanan tersebut dinilai akan memberi kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan transaksi keuangan internasional, termasuk pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor-impor.

“Kami dari Pemerintah Kota Banjarmasin berharap layanan ini dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ekspor-impor. Masyarakat juga diharapkan bisa memanfaatkan layanan yang ada di Bank Kalsel ini dengan sebaik-baiknya,”katanya.

Ia berharap Bank Kalsel mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan layanan perbankan yang berkaitan dengan transaksi internasional dan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berharap layanan devisa Bank Kalsel dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang sudah mulai menembus pasar internasional.

Ichrom menyebut, di Banjarmasin sudah ada sejumlah UMKM yang produknya dikenal hingga luar negeri, di antaranya perajin biola dan beberapa pelaku usaha kreatif lainnya. Karena itu, kehadiran layanan bank devisa dinilai dapat mempermudah kebutuhan transaksi usaha sekaligus mendorong UMKM lokal semakin berkembang di pasar global.

“Kami berharap layanan devisa Bank Kalsel ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, khususnya UMKM yang sudah mulai menembus pasar internasional. Mudah-mudahan layanan ini bisa benar-benar membantu kebutuhan transaksi mereka,” harapnya.

Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel kini dapat melayani berbagai transaksi dalam valuta asing, seperti pembukaan rekening valas, pengiriman dan penerimaan dana internasional, transaksi ekspor-impor, hingga layanan pendukung perdagangan global lainnya.

Pemerintah Kota Banjarmasin memandang kehadiran layanan tersebut sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk masuk ke pasar luar negeri. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer