Banjarmasin
Bank Kalsel Segera Jadi Bank Devisa, Direncanakan Mulai Juni 2026
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Komitmen Bank Kalsel untuk bertransformasi menjadi bank devisa segera memasuki tahap akhir. Bank pembangunan daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menargetkan mulai beroperasi sebagai bank devisa pada 17 Juni 2026.
Kepastian itu disampaikan Direktur Utama Fakhrudin saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Selatan di kantor pusat Bank Kalsel di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).
Fakhrudin mengatakan seluruh persiapan menuju operasional bank devisa telah dilakukan. Saat ini Bank Kalsel tinggal menuntaskan tahapan akhir sebelum resmi memberikan layanan transaksi valuta asing dan kegiatan perbankan internasional lainnya.
Menurutnya, proses menjadi bank devisa memerlukan perjalanan panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi puluhan persyaratan administratif, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia sebelum mendapatkan izin operasional.
Status bank devisa memungkinkan bank melakukan berbagai layanan transaksi dalam mata uang asing, seperti transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, transaksi ekspor-impor, remitansi, hingga layanan pendukung perdagangan internasional sesuai ketentuan regulator.
Fakhrudin menyampaikan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan.
“Kami bersyukur seluruh proses dapat dilalui dengan baik. Ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan beserta seluruh pihak yang selama ini mendukung penguatan Bank Kalsel,” ujar Fakhrudin.
Ia optimistis status baru sebagai bank devisa akan memperkuat daya saing Bank Kalsel sekaligus membuka peluang bisnis yang lebih luas.
“Dengan menjadi bank devisa, kami memiliki ruang yang lebih besar untuk melayani kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, termasuk sektor perdagangan internasional. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fakhrudin juga berharap sinergi antara Bank Kalsel dan insan pers, khususnya PWI Kalimantan Selatan, dapat terus terjalin dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zaenal Helmie, menyambut positif rencana operasional Bank Kalsel sebagai bank devisa. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan potensi ekonomi Kalimantan Selatan yang didukung sektor pertambangan, perkebunan, perdagangan, dan berbagai sumber daya alam lainnya.
“Kami mengapresiasi capaian Bank Kalsel yang segera menjadi bank devisa. Kehadiran layanan perbankan internasional ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi daerah, memperkuat investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan ke depan,” kata Zaenal Helmie.
Dengan status bank devisa, Bank Kalsel diharapkan dapat memperluas layanan kepada pelaku usaha, eksportir, investor, dan masyarakat yang membutuhkan transaksi lintas negara, sekaligus memperkuat peran sebagai motor penggerak perekonomian daerah. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Hj Fathul Jannah Muhidin Ketua TP PKK Kalsel Ajak Lestarikan Kebaya dan Sasirangan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Balutan kebaya biru tua yang anggun berpadu harmonis dengan kain sasirangan khas Kalimantan Selatan bertabur rangkaian payet, menjadi penampilan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, saat hadiri Seminar Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 Tahun 2026 di Hotel Roditha, Banjarmasin, Selasa (21/7) pagi.
Bukan sekadar pilihan berbusana, perpaduan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia dengan sasirangan sebagai warisan budaya Banua yang dikenakan Hj Fathul Jannah Muhidin, juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya dan mencerminkan semangat menjaga jati diri bangsa sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Seminar yang diselenggarakan melalui kolaborasi TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan itu dihadiri peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Kalimantan Selatan, di antaranya Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Dharma Wanita Persatuan hingga peserta dari TP PKK kabupaten/kota se-Kalsel.
Dalam sambutannya, Hj Fathul Jannah Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan seminar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli ini.
Menurut Hj Fathul Jannah Muhidin, yang juga merupakan Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel ini, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang sarat akan nilai sejarah, karakter, dan jati diri perempuan Indonesia.
“Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga simbol keanggunan, kesopanan, ketangguhan, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Hj Fathul Jannah.
Ketua TP PKK Provinsi Kalsel kemudian menjelaskan, penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2023 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Terlebih, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO semakin memperkuat tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikannya.
Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, lanjut Hj Fathul Jannah Muhidin, kebaya memiliki nilai yang semakin istimewa ketika dipadukan dengan kain sasirangan sebagai wastra khas Banua. Perpaduan keduanya tidak hanya menghadirkan keindahan dalam berbusana, tetapi juga menjadi representasi identitas daerah yang tetap berpijak pada budaya nasional.
“Di Kalimantan Selatan, kebaya dapat dipadukan dengan kain sasirangan sebagai ciri khas daerah. Perpaduan ini tidak hanya melestarikan budaya kita, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan di tengah dinamika perkembangan zaman,” tutur Hj Fathul Jannah Muhidin.
Melalui seminar ini, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel berharap, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, makna, ragam kebaya, serta berbagai upaya pelestariannya sehingga tetap relevan digunakan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang dikandungnya.
Hj Fathul Jannah Muhidin juga berharap, pelestarian kebaya tidak hanya berdampak pada aspek budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang fesyen dan kriya berbasis budaya lokal.
Karena itu, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda terus berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, promosi, dan pemberdayaan agar para perajin mampu berkembang serta memiliki daya saing yang semakin kuat.
“Kami berharap momentum Hari Kebaya Nasional ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bangga mengenakan kebaya dalam berbagai kesempatan. Dengan demikian, kebaya tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga budaya yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat,” ucap Hj Fathul Jannah Muhidin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar tentang kebaya, dengan narasumber Hj Kathrin Ambarsari, yang memang telah dikenal di Banua Kalimantan Selatan sebagai seorang fashion designer dan pengamat mode.
Sebelum ditutup dengan foto bersama, kegiatan yang menyatukan puluhan wanita dari seluruh daerah di Provinsi Kalimantan Selatan ini juga diisi dengan fashion show, oleh masing-masing perwakilan organisasi wanita yang berhadir, yang kemudian ditutup dengan penampilan Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Fathul Jannah Muhidin, yang tampil anggun dengan kebaya biru tua dan kain sasirangannya.
Ditemui usai acara, Hj Fathul Jannah Muhidin kembali menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya seminar yang memperingati Hari Kebaya Nasional ke-3 tahun 2026 ini.
“Mudah-mudahan ke depannya melalui momentum seperti ini, dapat mendorong UMKM dan pengrajin kita, khususnya di bidang fesyen, dalam hal ini kebaya dan juga tentunya wastra khas Banua kita, kain sasirangan,” harap Hj Fathul Jannah Muhidin.
“Dan dengan diadakannya seminar kebaya pada hari ini, semoga dapat menjadi sarana edukasi dan meningkatkan kesadaran generasi muda dan juga masyarakat kita untuk melestarikan dan lebih mencintai kebaya dan juga kain sasirangan khususnya, untuk kita di Kalimantan Selatan,” tutup Hj Fathul Jannah Muhidin. [Adpim]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Mengsksplorasi Destinasi Wisata Air Terjun Bajuin Lewat Program Aksel OTW
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel melalui program Aksel OTW mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi destinasi wisata alternatif yang menarik, yakni Air Terjun Bajuin, di Kabupaten Tanah Laut.
Dipandu oleh trio host Yudhi, Windy, dan Amanda, perjalanan “Sobat Aksel” kali ini membuktikan bahwa Tanah Laut memiliki pesona alam yang sangat beragam. “Kalian pikir di Tanah Laut cuma ada pantai, Eits, nggak cuma itu tahu, tapi ada juga destinasi lainnya. Air terjun Bajuin aja” seru mereka dengan antusias pada keterangan yang diterima di Banjarmasin, Kamis.
Berjarak hanya sekitar 20 menit dari pusat Kota Pelaihari, Air Terjun Bajuin menawarkan kemudahan akses bagi para wisatawan. Setibanya di lokasi, pengunjung langsung disambut oleh udara segar, rindangnya pepohonan, dan pemandangan alam perbukitan yang asri.
Menariknya, kawasan wisata Air Terjun Bajuin memiliki tiga titik mata air atau tingkatan air terjun. Titik pertama berada di area bawah, sedangkan titik kedua dan ketiga berada di posisi yang lebih tinggi.
Bagi pengunjung yang ingin menikmati air terjun di atas namun enggan atau tidak sanggup mendaki jauh (trekking), pihak pengelola telah menyediakan solusi praktis berupa layanan ojek wisata.
Untuk tarif tiket masuk ke lokasi wisata ini pengelola menetapkan sebesar Rp10.000 per orang, parkir kendaraan Rp5.000 per motor dan layanan ojek wisata dikenakan biaya Rp15.000 (biaya antar naik ke atas dan turun kembali)
Di tengah asyiknya mengeksplorasi alam, terkadang wisatawan menghadapi kendala teknis, seperti kehabisan kuota internet saat ingin mengunggah momen ke media sosial.
Hal ini pun sempat dialami oleh Yudhi saat mencoba membuat Instagram Story di lokasi. Namun, masalah tersebut dapat diselesaikan seketika menggunakan aplikasi mobile banking AKSEL dari Bank Kalsel.
Melalui fitur pembelian pada aplikasi AKSEL, pengguna dapat dengan mudah dan cepat mengisi pulsa atau paket data langsung dari smartphone mereka. Transaksi yang praktis ini memastikan wisatawan tetap terhubung dan bisa membagikan momen indah mereka di dunia maya tanpa hambatan.
Segala usaha perjalanan langsung terbayar lunas begitu wisatawan tiba di titik air terjun. Pemandangan air jernih yang jatuh dari tebing berbatu, ditambah suasana alam yang menenangkan, menciptakan pengalaman liburan yang menyegarkan mata dan pikiran.
Wisatawan dihimbau untuk tetap berhati-hati karena bebatuan di sekitar air terjun cukup licin, namun keseruan bermain air dijamin akan membuat siapa saja betah berlama-lama.
“Suasananya masih asri, segar, dan benar-benar bikin mata adem. Pokoknya worth it banget buat dikunjungi. Kalian harus ke Tanah Laut, Pelaihari,” pungkas Yudhi merekomendasikan destinasi ini di akhir petualangan.
Dengan kemudahan akses, fasilitas yang memadai, dukungan layanan transaksi digital yang praktis dari Bank Kalsel, serta keindahan alamnya, Air Terjun Bajuin sangat direkomendasikan menjadi salah satu daftar wajib liburan akhir pekan bersama keluarga maupun teman tercinta. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Siapkan Promo Spesial AKSEL FUN Semarakkan HUT Ke-55 BPost
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Banjarmasin Post, dengan menghadirkan kemudahan pendaftaran sekaligus promo menarik melalui layanan mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
Masyarakat yang ingin mengikuti FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST (BPost) cukup melakukan pendaftaran melalui fitur AKSEL FUN. Menariknya, peserta cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp500 dan berkesempatan mendapatkan cashback 100 persen sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran dapat dilakukan secara mudah melalui aplikasi mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
Berikut cara pendaftarannya :
* Buka aplikasi mobile banking AKSEL by Bank Kalsel.
* Pilih menu “Aksel Fun”.
* Pilih event “FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST”.
* Masukkan alamat email aktif.
* Pilih kategori lomba.
* Masukkan PIN.
* Setelah transaksi berhasil, akan muncul notifikasi “Transaksi Sukses”.
Tiket peserta selanjutnya akan dikirimkan melalui email yang telah didaftarkan.
Peserta cukup membuka email tersebut, kemudian memilih tombol “Lihat Tiket” untuk menampilkan QR Code tiket.
Setelah itu, peserta dapat langsung mempersiapkan diri untuk mengikuti keseruan FUN WALK bersama keluarga dan sahabat.
FUN WALK 55TH BANJARMASIN POST akan digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 06.30 WITA hingga selesai. Kegiatan ini mengambil lokasi start dan finish di halaman Pemerintah Kota Banjarmasin.
Melalui AKSEL FUN, Bank Kalsel terus menghadirkan layanan digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung berbagai kegiatan dan event yang digelar di Kalimantan Selatan.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari kemeriahan FUN WALK HUT ke-55 Banjarmasin Post.
Informasi lebih lanjut mengenai event dapat diperoleh melalui akun Instagram @banjarmasinpost. Sementara informasi dan bantuan peserta dapat menghubungi Tasya selaku panitia Fun Walk melalui WhatsApp 0896-8511-0402. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Pesan Bagi Nasabah, Waspada Penipuan Berkedok WhatsApp Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nasabah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Salah satu modus yang kembali ditemukan adalah penyalahgunaan nomor WhatsApp dan penyebaran tautan palsu yang menyerupai layanan resmi bank.Kejahatan Perusahaan & Keuangan
Bank Kalsel mengimbau nasabah agar selalu memastikan keaslian setiap pesan yang diterima sebelum membalas, memberikan data pribadi, maupun mengklik tautan yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Bank Kalsel.
Untuk layanan melalui WhatsApp, Bank Kalsel menegaskan bahwa nomor resmi Bank Kalsel Care adalah 0811 500 1122 yang telah terverifikasi (centang biru). Di luar nomor tersebut, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan Bank Kalsel.Aplikasi & Add-On Seluler
Bank Kalsel juga mengingatkan masyarakat agar mengabaikan pesan yang dikirim melalui nomor 0851 3527 8308 maupun tautan yang mengarah ke situs ib-bankkalsel.cloudds.my.id, karena nomor dan alamat tersebut bukan merupakan kanal resmi Bank Kalsel.
Nasabah diimbau untuk tidak memberikan informasi rahasia kepada siapa pun, termasuk PIN, password, kode OTP, maupun data pribadi, karena Bank Kalsel tidak pernah meminta data tersebut melalui pesan WhatsApp, telepon, maupun tautan yang dikirim secara pribadi.
Apabila menerima pesan, telepon, atau tautan yang mencurigakan, masyarakat disarankan untuk tidak menanggapinya dan segera melakukan konfirmasi melalui layanan resmi Bank Kalsel agar terhindar dari penyalahgunaan data maupun tindak kejahatan perbankan.
Bank Kalsel menegaskan bahwa keamanan rekening tidak hanya menjadi tanggung jawab bank, tetapi juga memerlukan kewaspadaan dari setiap nasabah. Dengan selalu berhati-hati dan hanya mempercayai informasi dari kanal resmi, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan yang semakin beragam di era digital. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
BI Kalsel Gelar Festival Kuliner Banua 2026, Perkuat Ekonomi Kerakyatan Melalui Kuliner dan Digitalisasi Masyarakat
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 resmi ditutup hari ini setelah berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026, di Halaman Parkir Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Rasa Banua, Kebanggaan Kita Semua”, festival yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM kuliner lokal untuk memperluas pasar, sekaligus mendekatkan masyarakat pada kemudahan transaksi digital, Senin (20/7/2026).
Festival ini hadir sebagai bagian dari upaya bersama mengarahkan transformasi ekonomi Kalimantan Selatan ke sektor-sektor non-ekstraktif, seperti perdagangan, UMKM, dan jasa pariwisata, salah satunya kuliner. Di tengah kekayaan rasa yang dimiliki Bumi Banua, festival ini membuka ruang bagi masyarakat untuk semakin mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas daerah, sekaligus merasakan langsung kemudahan berekonomi lewat transaksi digital yang semakin merata di tengah masyarakat.
Festival Kuliner Banua 2026 melibatkan 15 pelaku usaha kuliner unggulan yang terpilih dari 131 kandidat se-Kalimantan Selatan, hasil kurasi bersama Indonesia Chef Association (ICA) Kalimantan Selatan. Rangkaian kegiatan mencakup Bazaar UMKM Kuliner, Banua Culinary Competition, Banua Brewing Battle, lomba tebak aroma rempah dan masakan Banjar, Wakaf Duren dan Wakaf Cendol, community gathering bersama komunitas sepeda dan pelari, hingga booth edukasi QRIS, Pelindungan Konsumen, cek SLIK OJK, dan Cinta-Bangga-Paham Rupiah, serta sekaligus menjadi bagian dari ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini dihadiri hampir 2.000 pengunjung, dengan transaksi penjualan UMKM mencapai Rp200 juta dengan lebih dari 5.000 transaksi QRIS. Semangat berbagi masyarakat turut tercermin dari transaksi wakaf digital yang terhimpun dengan lebih dari Rp27,4 juta, yang akan disalurkan untuk tiga proyek sosial: dapur produksi daging olahan untuk kemandirian pondok pesantren, kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat, dan dana abadi pendidikan. Selain itu, lebih dari 500 warga mengikuti penguatan literasi keuangan digital, dengan lebih dari 94% peserta menunjukkan tingkat pemahaman baik, serta lebih dari 50 pengunjung memanfaatkan layanan konsultasi Pelindungan Konsumen dan cek SLIK bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Antusiasme masyarakat turut menjalar hangat di ranah digital. Konten seputar Festival Kuliner Banua yang dibagikan melalui akun Instagram Bank Indonesia Kalimantan Selatan menjangkau lebih dari 140 ribu impression dan 79 ribu reach, dengan lebih dari 3.100 interaksi masyarakat berupa likes, komentar, share, dan save. Gaung digital ini bahkan meluas dari warganet secara mandiri: puluhan akun turut membagikan momen festival dengan total tayangan lebih dari 600 ribu views dan 2.500 repost, mencerminkan masyarakat Kalimantan Selatan yang sangat antusias menjadi bagian dari pengalaman baru dan positif di daerahnya sendiri.
Festival ini juga menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Daerah, lembaga/instansi pembina UMKM dan Ekonomi Keuangan Syariah, Perbankan, Dunia Usaha, Praktisi dan Akademisi. Lebih jauh kegiatan ini juga di sambut baik oleh berbagai komunitas/penghobi di Kalimantan Selatan.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W, menyampaikan bahwa festival ini digelar untuk memperluas eksposur UMKM kuliner khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas. “Festival Kuliner Banua kami hadirkan agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencicipi, dan mencintai kuliner khas Banua, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk naik kelas dan memperluas pasarnya,” ujarnya.
Aloysius Donanto H.W., menambahkan bahwa capaian selama tiga hari penyelenggaraan menjadi bukti nyata manfaat ekonomi bagi masyarakat. “Ketika UMKM, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama, sebuah kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan mendekatkan masyarakat pada layanan keuangan digital yang aman dan andal,” ujarnya.
Salah satu daya tarik festival ini adalah kehadiran Gembur Labu Juai langsung dari Balangan, sentra produsen labu di Kalimantan Selatan dan Paiwakan Banua dari Hulu Sungai Tengah, yang membawa apam khas asli Barabai, menjadi bukti bahwa kuliner khas daerah dari berbagai penjuru Bumi Banua dapat hadir dan dinikmati bersama masyarakat Banjarmasin dan sekitarnya di satu tempat.
Ke depan, capaian Festival Kuliner Banua dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 diharapkan menjadi tolok ukur bagi penyelenggaraan kegiatan serupa, sekaligus mendorong semakin banyak UMKM kuliner Kalimantan Selatan naik kelas dan masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital dalam keseharian. Dengan sinergi yang terus terjalin antara UMKM, komunitas, pemerintah daerah, dan seluruh mitra, Bumi Banua diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi kuliner dan wisata yang membanggakan. [ad/sb]
Bagikan keBanjarmasin
SMSI Kalsel Bangun Kolaborasi dengan Pemkot Banjarmasin, Perkuat Peran Media Siber
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah dalam rangka mendorong penyebaran informasi publik yang berkualitas dan mendukung pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi pengurus SMSI Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin yang diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, di Ruang Sekda Pemko Banjarmasin, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membahas berbagai peluang kolaborasi antara SMSI Kalsel dan Pemerintah Kota Banjarmasin, khususnya dalam mendukung keterbukaan informasi publik, penyampaian program pembangunan, serta menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
Ketua SMSI Kalsel, Anang Fadilah, mengatakan audiensi ini merupakan bagian dari upaya organisasi membangun komunikasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah sebagai mitra strategis media siber.
“SMSI Kalsel berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat. Kami ingin membangun sinergi yang positif agar media siber dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga kualitas informasi di ruang digital,” ujar Anang Fadilah.
Menurutnya, kerja sama yang baik antara pemerintah dan media merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan keterbukaan informasi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.
Sementara itu, Wali Banjarmasin, H. M Yamin HR melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menyambut baik kunjungan jajaran pengurus SMSI Kalsel.
Ia menilai media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah Kota Banjarmasin terbuka untuk terus bersinergi dengan SMSI. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat penyebaran informasi yang objektif, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui audiensi tersebut, SMSI Kalsel berharap hubungan baik dengan Pemerintah Kota Banjarmasin semakin erat dan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kolaborasi dalam mendukung penyampaian informasi publik yang profesional, menangkal penyebaran hoaks, serta memperkuat ekosistem media siber yang sehat di Kalimantan Selatan. (SMSI Kalsel)
Bagikan keBanjarmasin
Aksel OTW, Bank Kalsel Ajak Masyarakat Lihat Berbagai Potensi Daerah
BANJARMASIN – Bank Kalsel terus berkomitmen dalam mendukung pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Selatan.
Pada keterangan tertulis yang diterima di Banjarmasin, Selasa, melalui Aksel OTW, Bank Kalsel mengajak masyarakat untuk melihat lebih dekat berbagai potensi daerah, salah satunya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Dalam episode terbarunya, duo host Aksel OTW mengajak Sobat Aksel (sapaan untuk nasabah dan penonton setia Bank Kalsel) menikmati destinasi wisata belanja lokal yang sangat unik, yakni Galeri UMKM Bakul Nyiru yang berlokasi persis di samping Islamic Center HSS.
Saat memasuki galeri, pengunjung langsung disuguhkan dengan konsep berbelanja yang tidak biasa dan sangat kental dengan kearifan lokal. Jika biasanya swalayan menggunakan keranjang plastik, di Galeri Bakul Nyiru, pengunjung menggunakan nyiru (nampan anyaman bambu tradisional) sebagai tempat menaruh barang belanjaan.
“Di sini uniknya konsep belanja kita memakai nyiru sebagai pengganti keranjang. Sesuai nama tokonya, Bakul Nyiru,” jelas pengelola galeri saat menyambut kedatangan tim Aksel OTW.
Galeri ini menawarkan berbagai macam produk unggulan khas HSS. Mulai dari jajanan khas seperti Dodol Kandangan, hingga berbagai kerajinan tangan, sangat cocok untuk dijadikan souvenir.
.
Selain kuliner, Galeri Bakul Nyiru juga memamerkan kekayaan wastra dan kriya lokal. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah koleksi kain Sasirangan terbaru dengan motif Bunga Kecombrang.
Motif cantik ini diketahui merupakan hasil karya dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Ibu Hj. Mustaidah Syafruddin Nur. Kain ini sukses mengangkat tema flora lokal menjadi karya seni bernilai tinggi.
Tak hanya itu, galeri ini juga menjual berbagai kerajinan bambu, seperti tas anyaman, yang diproduksi langsung oleh para pengrajin di kawasan wisata Loksado, yang juga merupakan binaan dari Dekranasda setempat.
Sebagai bank daerah yang terus berinovasi di era digital, tayangan Aksel OTW juga mengedukasi masyarakat tentang kemudahan bertransaksi di UMKM lokal.
Setelah puas memilih suvenir, host Aksel OTW melakukan pembayaran dengan sangat praktis tanpa menggunakan uang tunai. Transaksi di Galeri Bakul Nyiru sudah sepenuhnya mendukung pembayaran digital menggunakan QRIS.
Hanya dengan memindai barcode melalui ponsel pintar, transaksi langsung berstatus sukses. Hal ini membuktikan bahwa UMKM di pedaerah Kalimantan Selatan kini semakin modern dan melek digital.
Selain Galeri Bakul Nyiru, tim Aksel OTW juga menyoroti area food court di sekitar lokasi yang menjajakan beragam jajanan UMKM, memberikan paket lengkap bagi wisatawan yang ingin berbelanja sekaligus bersantai.
Melalui program Aksel OTW, Bank Kalsel berharap dapat terus mempromosikan destinasi wisata dan produk UMKM Banua agar semakin dikenal luas, sekaligus mendorong digitalisasi transaksi keuangan di seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kriminal-Hukum1 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir

