Upaya Sinergi Pengendalian Inflasi Kalimantan Melalui Rapat Koordinasi Wilayah TPID Tahun 2024 - SuaraBorneo.com
Connect with us

Ekonomi

Upaya Sinergi Pengendalian Inflasi Kalimantan Melalui Rapat Koordinasi Wilayah TPID Tahun 2024

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Wilayah Kalimantan dengan tema ā€œPenajaman Rancangan Roadmap TPID 2025-2027. (Foto/Ist)

PONTIANAK, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalimantan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar acara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Wilayah Kalimantan dengan tema ā€œPenajaman Rancangan Roadmap TPID 2025-2027 Berdasarkan Mekanisme Hulu-Hilir yang Terintegrasiā€. Acara ini bertujuan untuk memperkuat strategi dan sinergi pengendalian inflasi di wilayah Kalimantan serta mendukung kesejahteraan masyarakat melalui stabilitas harga.

Dalam sambutannya, Fadjar Majardi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Koordinator Wilayah Kalimantan, menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia melalui TPID serta Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Menurut Fadjar, sinergi ini sangat penting untuk memastikan stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Kalimantan.

ā€œSinergi ini akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas harga dan mendorong ekonomi yang lebih tangguh,ā€ ujar Fadjar.

Ia juga menambahkan bahwa inflasi di wilayah Kalimantan pada September 2024 tercatat sebesar 1,92% (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5%±1%. Seiring dengan kebijakan pengendalian inflasi yang konsisten, Bank Indonesia memperkirakan inflasi di wilayah Kalimantan akan tetap terkendali hingga akhir tahun 2024. Prospek pertumbuhan ekonomi Kalimantan juga diperkirakan tetap positif, didukung oleh transformasi ekonomi di sektor pertanian dan hilirisasi sumber daya alam.

Selanjutnya, dr. H. Harisson, M.Kes, Pj. Gubernur Kalimantan Barat, dalam sambutannya, menyatakan dukungannya terhadap berbagai upaya pengendalian inflasi di Kalimantan. Beliau juga mengapresiasi keberhasilan langkah-langkah pengendalian inflasi yang telah dilakukan, seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah, yang membantu menjaga stabilitas harga. Harisson menekankan pentingnya inovasi kebijakan untuk menghadapi tantangan-tantangan baru seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

ā€œUpaya bersama ini sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko yang disebabkan oleh faktor eksternal,ā€ ujar Harisson.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari kementrian terkait yang diawali dengan pemaparan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang dalam paparannya menyampaikan bahwa sinergi dan integrasi antar provinsi dalam optimalisasi pengendalian inflasi di Kalimantan menjadi fokus strategi dalam penyusunan roadmap TPID 2025-2027.

Dengan strategi tersebut, diharapkan tercipta efektivitas kebijakan yang lebih kuat guna menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan di seluruh wilayah Kalimantan. Selain itu, Kemenko Perekonomian menekankan perlunya memetakan arus komoditas pangan di pasar-pasar utama untuk mengantisipasi kenaikan harga dan memastikan ketersediaan pangan di setiap daerah.

Kementerian pertanian menambahkan bahwa proyeksi produksi padi pada 2024 diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan nasional sampai dengan akhir tahun.

Sementara itu, produksi jagung diperkirakan juga akan meningkat. Program intensifikasi pertanian dan penggunaan bibit unggul akan terus dioptimalkan untuk meningkatkan produktivitas pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Badan Pangan Nasional juga menyoroti beberapa komoditas pangan yang mengalami fluktuasi harga di tingkat produsen dan konsumen. Misalnya, beras dan minyak goreng mengalami kenaikan harga di tingkat konsumen, sementara cabai dan bawang merah menunjukkan penurunan harga di tingkat produsen. Meski demikian, proyeksi neraca pangan nasional menunjukkan bahwa stok beras dan jagung masih cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga akhir tahun, meskipun tantangan seperti perubahan iklim dan alih fungsi lahan tetap perlu diantisipasi. Selain itu, optimalisasi cadangan pangan pemerintah melalui BUMD pangan menjadi penting untuk stabilisasi pasokan dan harga dari hulu ke hilir.

Pada sesi utama Rakor, para peserta juga membahas penajaman Rancangan Roadmap TPID 2025-2027 yang akan fokus pada integrasi antara mekanisme hulu dan hilir dalam pengendalian inflasi. Roadmap ini diharapkan mampu menjawab tantangan inflasi yang akan datang, terutama terkait dengan ketahanan pangan dan stabilitas harga di masa mendatang.

Melalui forum ini, Bank Indonesia dan TPID Kalimantan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pengendalian inflasi yang terintegrasi diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global dan domestik yang akan datang, sehingga mendukung perekonomian Kalimantan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. [ad/ril]

Bagikan ke

Ekonomi

Bank Kalsel Raih TOP BUMD Awards 2026, Empat Tahun Berturut-Turut Bintang 5

Published

on

Penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026. (Foto/Humas-BankKalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih sejumlah penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (I-OTDA) serta berbagai lembaga dan konsultan bisnis nasional.

Acara puncak penghargaan yang berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah, direksi BUMD, serta pemangku kepentingan sektor keuangan daerah, Senin (13/4/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Firmansyah, serta Kepala Divisi Perencanaan & Kinerja Deddy Setiawan.Keikutsertaan Bank Kalsel dalam ajang ini tidak berlangsung secara instan, melainkan melalui serangkaian tahapan penilaian yang komprehensif dan independen.

Proses tersebut meliputi seleksi administrasi, pengisian kuesioner kinerja, hingga sesi presentasi dan wawancara penjurian yang diikuti langsung oleh jajaran manajemen Bank Kalsel .Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, Bank Kalsel berhasil meraih sejumlah penghargaan, yaitu:

• Medali Golden Trophy (Bintang 5 selama 4 tahun berturut-turut)

• TOP Pembina BUMD 2026 (Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin)

• TOP BUMD Awards 2026 BPD Bintang 5 (Bank Kalsel)

• TOP CEO BUMD 2026 (Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin)

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Kalsel serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebagai pemegang saham.

ā€œPenghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi layanan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,ā€ ujar Fachrudin.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut meraih penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2026.

Penghargaan tersebut menjadi kado istimewa dalam peringatan Hari Jadi ke-76 Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Sekdaprov Syarifuddin menilai capaian ini sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.

ā€œPenghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah, serta meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan,ā€ pungkasnya.

Ia juga mengharapkan penghargaan ini dapat semakin mendorong peningkatan kontribusi BUMD terhadap pembangunan daerah, serta menekankan pentingnya terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan.

Ajang TOP BUMD Awards 2026 mengangkat tema ā€œInovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutanā€, yang menekankan pentingnya peran BUMD dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi bisnis dan inovasi layanan.

Partisipasi Bank Kalsel dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat positioning dan meningkatkan brand awareness di tingkat nasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.

Dengan capaian ini, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai bank daerah yang kompetitif, inovatif, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Siapkan AKSELerasi Pembayaran Pajak Daerah Berbasis Digital

Published

on

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. (Foto/Humas-BankKalsel)Ā 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pengelolaan keuangan serta peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dalam mendorong implementasi sistem pembayaran yang aman, mudah, dan terintegrasi. Sejalan dengan upaya tersebut, Forum Komunikasi Pengelola Pendapatan Daerah (FKPPD) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan menggelar kegiatan gathering dengan mengusung tema ā€œSinergi Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah melalui Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), Optimalisasi Pemungutan Opsen PKB, BBNKB, dan MBLB serta Penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)ā€.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini Jumat, 30 Januari 2026 di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, merupakan wujud Bank Kalsel dalam berkoordinasi dan kolaborasi lintas pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan serta optimalisasi pendapatan daerah berbasis digital. Turut berhadir, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel), Subhan Nor Yaumil, SE., M.Si; Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair; Ketua FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan yang merupakan Ketua BPKAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo; Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin; Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor dan seluruh Kepala Dinas ataupun yang mewakili dari Kabupaten Kota se’Kalsel.

Dalam sambutannya, Ketua FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan yang merupakan Ketua BPKAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, menyampaikan bahwa transformasi digital pengelolaan pendapatan daerah membutuhkan dukungan infrastruktur dan sistem perbankan yang andal. Dalam hal ini, peran Bank Kalsel dinilai sangat strategis dalam menyediakan layanan dan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi.

ā€œFKPPD memandang Bank Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran pendapatan daerah. Dukungan Bank Kalsel melalui penguatan ETPD, implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta pengembangan kanal pembayaran digital telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah. Melalui forum ini, kami mendorong adanya kesamaan langkah dan komitmen antar pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan agar pemanfaatan sistem yang telah disiapkan Bank Kalsel dapat dioptimalkan secara berkelanjutan,ā€ ujar Edy.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah. Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Kalsel merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.

ā€œPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel. Sehingga, Sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Kalsel diharapkan mampu mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), mendukung optimalisasi pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat,ā€ ucap Miftahul.

Pada sesi pemaparan utama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan komitmen Bank Kalsel dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui penguatan ekosistem pembayaran digital daerah.

ā€œBank Kalsel melihat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki komitmen yang kuat dalam mendorong transformasi digital pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah. Melalui implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), optimalisasi pemungutan opsen PKB dan BBNKB, serta penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi AKSELerasi strategis bagi pemerintah daerah secara berkelanjutan,ā€ ungkap Fachrudin.

Selain itu, Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sharing session yang menghadirkan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel), Subhan Yaumil serta Perwakilan dari Divisi Komersial & Korporat Bank Kalsel, Fajri. dengan Rini Muliana sebagai moderator. Diskusi ini, membahas praktik terbaik, tantangan implementasi, serta peluang optimalisasi pendapatan daerah melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.

Melalui forum ini, FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel dapat semakin diperkuat, sehingga pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah dapat berjalan lebih optimal, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Indonesia Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025

Published

on

Bank Indonesia pada Rabu (28/1) meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. LPI 2025 mengangkat tema ā€œTangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan". (Foto/Humas-BI)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Indonesia pada Rabu (28/1) meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025. LPI 2025 mengangkat tema ā€œTangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”. Laporan ini mengulas evaluasi dan prospek ekonomi global dan domestik, serta pelaksanaan kebijakan Bank Indonesia pada 2025 dan arah bauran kebijakan pada 2026.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan 3 hal penting, yaitu Optimisme, Komitmen, dan Sinergi. Optimisme perlu terus dibangun dan diperkuat sehingga dapat memperkuat prospek perekonomian. Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, dan akan meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026 dan terus naik menjadi 5,1-5,9% pada 2027. Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

KomitmenĀ perlu diperkuat untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi nasional. Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas. Sementara itu, sinergiĀ juga perlu terus diperkuat untuk 5 area penting; i) memperkuat stabilitas perekonomian, ii) mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan industrialisasi; iii) memperkuat ekonomi kerakyatan; iv) meningkatkan pembiayaan perekonomian; dan v) mengakselerasi digitalisasi.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap waspada terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian serta dampak rambatannya ke perekonomian domestik.

Sejalan dengan pesan utama LPI 2025, penguatan transformasi ekonomi daerah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan nasional yang lebih tinggi dan berdaya tahan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan memiliki peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui transformasi struktural yang berbasis produktivitas dan peningkatan nilai tambah.

Menurut Fadjar, perekonomian Kalimantan Selatan memiliki keunggulan komparatif pada sektor sumber daya alam, khususnya pertambangan (29,47%) dan pertanian (11,55%). Keunggulan tersebut perlu ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif melalui penguatan hilirisasi. Di sisi lain, kontribusi industri pengolahan yang sebesar 10,9% mencerminkan masih terbukanya ruang penguatan struktur ekonomi daerah guna mendorong pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Indonesia merupakan produsen batu bara terbesar ketiga dunia pada 2023, dengan Kalimantan sebagai wilayah dengan cadangan dan sumber daya terbesar yang mencapai 62,73% dari total nasional, termasuk Kalimantan Selatan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa umur cadangan batu bara di Kalimantan mencapai sekitar 90 tahun, sehingga berpotensi menopang pengembangan hilirisasi dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, hilirisasi batubara menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah perekonomian daerah. Melalui hilirisasi, batubara tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas primer, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah tinggi yang mampu memperkuat struktur industri dan meningkatkan kontribusi sektor pengolahan. Dalam konteks ini, Pemerintah pada awal tahun 2026 berencana melakukan groundbreaking proyek hilirisasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) di tiga lokasi di Kalimantan, termasuk di Kalimantan Selatan. Rencana ini menjadi momentum penting yang implementasinya memerlukan dukungan aktif Pemerintah Daerah, khususnya dalam mengoptimalkan dampak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 8,1%, diperlukan strategi baru agar investasi tumbuh lebih efisien dan produktif, melampaui tren jangka panjang. Saat ini, struktur investasi Kalimantan Selatan masih didominasi oleh sektor-sektor dengan ICOR (Incremental Capital Output Ratio) yang relatif tinggi, yaitu rasio yang menggambarkan besarnya tambahan modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan tambahan output ekonomi, dengan nilai tambah yang masih terbatas.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pergeseran orientasi investasi menuju peningkatan kualitas dan nilai tambah, yang salah satunya ditempuh melalui penguatan hilirisasi industri. Hilirisasi mendorong pengolahan lanjutan sumber daya alam, memperpanjang rantai nilai di dalam daerah, serta meningkatkan keterkaitan antarsektor, sehingga mampu menurunkan ICOR, meningkatkan efisiensi dan produktivitas investasi, serta memperkuat basis industri pengolahan. Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas investasi dan penguatan Total Factor Productivity (TFP) menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi daerah.

Fadjar juga menekankan pentingnya reformasi struktural melalui penguatan tata kelola, kelembagaan, dan kebijakan sebagai prasyarat peningkatan produktivitas per kapita dan efektivitas investasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci transformasi ekonomi Kalimantan Selatan. Selain itu, penguatan aglomerasi ekonomi melalui pengembangan Kawasan Industri/Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), seperti KEK Setangga dan KI SIIP, serta pengembangan infrastruktur pertanian melalui program cetak sawah dan Optimalisasi Lahan Pertanian (OPLA), diarahkan untuk memperkuat produktivitas sektoral.

LPI 2025 merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Laporan ini diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel dan berkualitas mengenai perkembangan dan prospek perekonomian Indonesia, sinergi bauran kebijakan nasional, serta arah kebijakan Bank Indonesia ke depan.

Selengkapnya LPI 2025 dapat diunduh dalam format digital melaluiĀ https://www.bi.go.id/id/LPI/default.aspx.

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Festival Antasari 2026 Resmi Dimulai, Bank Indonesia Dorong Perluasan Digitalisasi di Kalsel

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, S.Sos., MM, secara resmi melakukan Kick-Off Festival ANTASARI 2026. (Foto/Humas-BI)Ā 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, S.Sos., MM, secara resmi melakukan Kick-Off Festival ANTASARI 2026 sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam memperluas akseptasi pembayaran digital serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi vertikal, Pemerintah Daerah se-Kalimantan Selatan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), serta mitra strategis terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi sekaligus mendorong efisiensi ekonomi. Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus memperkuat sistem pembayaran yang terintegrasi, interoperable, dan saling terhubung untuk menjawab dinamika ekonomi yang semakin cepat.
Di Kalimantan Selatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, PJP, dan mitra strategis dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS. Sinergi ini menjadi kunci percepatan ekonomi digital yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi masyarakat Banua.

Capaian digitalisasi daerah menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Tahun 2025, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan telah berada pada kategori Pemda Digital. Prestasi ini diperkuat dengan raihan Kabupaten Tanah Laut sebagai TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan pada Championship TP2DD 2025.

Dari sisi transaksi ritel, hingga November 2025 tercatat sekitar 524 ribu merchant QRIS dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 790 ribu orang. Sepanjang Januari–November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai.

Festival ANTASARI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-6 sejak tahun 2021 akan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Festival ini dirancang sebagai satu rangkaian kegiatan yang utuh dan berkesinambungan, bukan kegiatan yang berdiri sendiri, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten sepanjang tahun. Rangkaian kegiatannya mencakup kompetisi bagi PJP dan TP2DD, Banua QRIStival yang memadukan edukasi, promosi, dan hiburan, QRIS Jelajah Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT RI.
Seluruh rangkaian Festival ANTASARI 2026 akan ditutup pada akhir tahun dengan pemberian apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas proses, kolaborasi, dan kontribusi seluruh pihak dalam mendorong transformasi perekonomian Kalimantan Selatan yang semakin berdaya tahan, berdaya saing, dan semakin digital.

Bank Indonesia menegaskan bahwa akselerasi pembayaran digital akan terus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembayaran tunai. Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dilaksanakan pada Februari 2026.
Melalui Festival ANTASARI 2026, Bank Indonesia mendorong sinergi berkelanjutan untuk memperkuat literasi digital, inklusi keuangan, serta daya saing ekonomi Kalimantan Selatan. Festival ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi digital Banua yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan. [ad/rls-bi]

Bagikan ke
Continue Reading

Daerah

#ASNbanggapakaiQRIS, Bank Kalsel Dorong Digitalisasi ASN Lewat Jalan Sehat di HSU

Published

on

Bank Kalsel bersama Bupati Hulu Sungai Utara menggelar Jalan Sehat #ASNbanggapakaiQRIS. (Foto/Humas-Bank-Ksl)Ā 

AMUNTAI, SuaraBorneo.com – Dalam rangka mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran / QRIS dari Bank Indonesia, Bank Kalsel bersama Bupati Hulu Sungai Utara menggelar Jalan Sehat #ASNbanggapakaiQRIS untuk mendorong peningkatan penggunaan transaksi digital QRIS Bank Kalsel melalui aplikasi AKSEL by Bank Kalsel di lingkungan ASN Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Januari 2026 ini dihadiri langsung oleh Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani; Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan; Sekretaris Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara serta Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, bersama jajaran Direksi Bank Kalsel, Kepala Divisi, Kepala Cabang serta ASN di lingkup Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Adapun rangkaian kegiatan Jalan Sehat #ASNbanggapakaiQRIS juga diramaikan dengan berbagai promo dan aktivasi layanan digital Bank Kalsel, di antaranya :

Melalui promo transaksi menggunakan QRIS AKSEL by Bank Kalsel, masyarakat dapat menikmati beragam kuliner UMKM hanya dengan nominal Rp62. Promo ini dapat dinikmati dengan mudah, di mana peserta cukup melakukan registrasi melalui QR Code yang telah disediakan, kemudian dapat langsung bertransaksi dan menikmati sajian kuliner dari para pelaku UMKM.

Aktivasi Ready Cash dalam hal ini mengisi form aktivasi dengan hadiah voucher Indomaret bagi 50 peserta pertama di lokasi kegiatan Pembagian doorprize menarik untuk seluruh peserta dengan total hadiah 25juta rupiah.

Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, Bank Kalsel berharap pemanfaatan QRIS Bank Kalsel yang terintegrasi dengan aplikasi AKSEL by Bank Kalsel dapat semakin meningkat di kalangan ASN, sekaligus memperkuat dan memperluas ekosistem transaksi non-tunai di Kalimantan Selatan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam Sambutannya, Bupati Hulu Sungai Utara, H. Sahrujani memberikan apresiasi atas inisiatif Bank Kalsel yang dinilai tidak hanya berorientasi pada layanan perbankan, tetapi juga edukatif dan berdampak langsung bagi ASN serta masyarakat.

ā€œKami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Kalsel. Jalan sehat ini bukan hanya menjadi sarana mempererat kebersamaan ASN, tetapi juga menjadi media edukasi yang efektif dalam mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital dan tata kelola keuangan yang lebih modern, efisien, dan transparan,ā€ ujar Sahrujani.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel dalam mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah, khususnya di lingkungan ASN sebagai penggerak dan teladan dalam pemanfaatan layanan keuangan digital.

ā€œPemanfaatan transaksi digital menjadi kebutuhan di era saat ini. Melalui #ASNbanggapakaiQRIS, Bank Kalsel berharap ASN untuk menjadi pelopor penggunaan transaksi non-tunai melalui QRIS Bank Kalsel yang terintegrasi melalui AKSEL by Bank Kalsel, sebagai bagian dari akselerasi ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan berkelanjutan,ā€ pungkas Fachrudin. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Daerah

Bank Kalsel Gelar Performance Review Meeting (PRM) Triwulan IV 2025 di Amuntai Konsolidasi Kinerja Positif, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Published

on

Bank Kalsel menggelar Performance Review Meeting (PRM) Triwulan IV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Hulu Sungai Utara, Amuntai. (Foto/Humas-Bank-Ksl)Ā 

AMUNTAI, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menggelar Performance Review Meeting (PRM) Triwulan IV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Hulu Sungai Utara, Amuntai, sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja konsolidasi sekaligus menyelaraskan langkah organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang ke depan. Kegiatan ini dihadiri jajaran Direksi, kepala divisi, serta kepala cabang Bank Kalsel, Kamis (8/1/2026).

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, Bank Kalsel berhasil mencatatkan kinerja konsolidasi yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan nasional.

Total aset Bank Kalsel mencapai Rp28,59 triliun, tumbuh 7,15% (YoY), sementara laba bersih tercatat Rp423,10 miliar atau tumbuh 11,01% (YoY). Capaian ini menunjukkan fundamental keuangan Bank Kalsel tetap kuat dan solid.Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp21,77 triliun atau tumbuh 9,69% (YoY).

Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat Rp14,15 triliunmengalami sedikit kontraksi 3,29% (YoY).Rasio permodalan Bank Kalsel juga tetap kokoh dengan CAR 32,77%, serta kualitas aset yang terjaga dengan NPL Gross 3,54% dan NPL Nett 1,11%, berada dalam batas aman sesuai ketentuan regulator.

Dalam rangkaian kegiatan PRM, turut diselenggarakan sharing session yang disampaikan oleh Supian H.K., Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Supian H.K. menekankan pentingnya integritas seluruh insan Bank Kalsel, termasuk kehati-hatian dalam menjaga integritas, serta komitmen bersama untuk menjaga Bank Kalsel sebagai aset daerah dari berbagai hal negatif yang berpotensi merusak dan merugikan institusi.

Fachrudin menegaskan bahwa PRM menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan konsistensi seluruh insan Bank Kalsel.

ā€œPerformance Review Meeting ini bukan hanya evaluasi angka, tetapi ruang konsolidasi untuk memastikan Bank Kalsel tetap adaptif, hati-hati, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Kami optimistis, dengan fondasi yang kuat dan kerja bersama, Bank Kalsel siap melangkah lebih jauh di tahun 2026,ā€ ujarnya.

Melalui forum ini, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kinerja, meningkatkan kualitas layanan, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah Kalimantan Selatan. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Daerah

QRIS Mudah, Tapi Bisa Menjebak, Bank Kalsel Ajak SMKN 2 Amuntai Cinta Bangga Paham Rupiah

Published

on

Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan Inklusi & literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi bertajuk ā€œSCAN, PAY, DONE.. Aman Gak Sih?. (Foto/Humas-Bsnk-Ksl)Ā 

AMUNTAI, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan Inklusi & literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi bertajuk ā€œSCAN, PAY, DONE.. Aman Gak Sih? Menghadapi Digitalisasi Pembayaran di Era Modernā€ yang dilaksanakan pada hari ini, 8 Januari 2026 bertempat di SMK Negeri 2 Amuntai. Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Fakhruzin Ahyani; Kepala SMK Negeri 2 Amuntai, Herry Fitriyadi; Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor; Kepala Divisi Dana & Digital Banking; Guru serta pelajar SMK Negeri 2 Amuntai.

Dalam kegiatan tersebut, Bank Kalsel memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai kemudahan transaksi non-tunai berbasis QRIS dan e-wallet yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mengedukasi potensi risiko yang dapat muncul, seperti penipuan QR palsu, phishing, serta kebocoran data pribadi apabila tidak digunakan secara bijak.

Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor disela kegiatan juga menyampaikan bahwa literasi keamanan transaksi digital merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi muda yang cakap secara finansial dan bertanggung jawab.

ā€œDi Zaman Sekarang, Digitalisasi pembayaran memberikan banyak kemudahan, khususnya bagi generasi muda. Namun, pemahaman tentang keamanan transaksi harus berjalan seiring dengan menanamkan kesadaran sejak dini agar pelajar mampu bertransaksi secara aman, tidak mudah tertipu, serta menggunakan layanan keuangan digital secara bijak dan cerdas,ā€ ungkap Fauzi.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Amuntai, Herry Fitriyadi sangat mengapresiasi kehadiran Bank Kalsel yang secara langsung memberikan edukasi perbankan dan literasi keuangan kepada para pelajar.

ā€œKami menyambut baik kehadiran Bank Kalsel di SMK Negeri 2 Amuntai. Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi, tidak hanya untuk mengenal dunia perbankan dan transaksi digital, tetapi juga untuk menanamkan pemahaman program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kecintaan terhadap Indonesia sejak dini,ā€ ungkap Herry Fitriyadi.

Sebagai Informasi, Adapun penyampaian materi sosialisasi disampaikan oleh Ubaidillah Alkaff dan Tina, yang membahas literasi keuangan, keamanan bertransaksi digital, serta penguatan program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Materi ini bertujuan menumbuhkan pemahaman dan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, sekaligus mengajak seluruh pelajar SMK Negeri 2 Amuntai untuk menjadi Smart User, yakni pengguna yang cerdas, berhati-hati, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan layanan keuangan digital sejak dini. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer