Banjarmasin
Laporkan Pertanggungjawaban pada RUPS, Bank Kalsel Berhasil Catat Kinerja Keuangan Solid Pada 2024
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja sepanjang tahun 2024 serta penetapan arah kebijakan tahun 2025, Bank Kalsel menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024 dan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) tahun 2025.
Acara ini berlangsung di Kantor Ex Gubernur 0 Km Banjarmasin pada Kamis, 13 Maret 2025. RUPS kali ini dihadiri oleh para pemegang saham, termasuk Gubernur, Wali Kota, Bupati, dan perwakilan dari 13 Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan selaku pemegang saham, serta turut berhadir Wakil Gubernur dan Pj. Sekda Provinsi Kalimantan Selatan.
RUPS Tahunan
Dalam RUPST, seluruh pemegang saham menyepakati sejumlah agenda penting, termasuk penerimaan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris, Pertanggungjawaban Direksi, Pembagian Laba Bersih atas Hasil Usaha dan CSR termasuk dividen, serta Audit Keuangan, Setoran Modal, dan Rencana Pemulihan (Recovery Plan) yang disampaikan oleh Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan laporan pertanggungjawaban Direksi untuk tahun buku 2024. Ia menegaskan pencapaian kinerja yang solid sepanjang tahun 2024 serta optimisme dalam menghadapi tahun 2025 dengan target pencapaian yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan misi Bank Kalsel untuk terus memperkuat ekonomi daerah di Kalimantan Selatan.
Hal ini terlihat dari pertumbuhan laba bersih yang dibukukan. Berdasarkan Laporan Keuangan per Desember 2024, laba bersih mencapai Rp298,064 miliar atau naik 18,16% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp252,246 miliar.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan kenaikan laba bersih yang positif ini merupakan hasil dari meningkatnya laba operasional yang meliputi pendapat bunga dari kredit, pembiayaan dan efek-efek.
“Bank Kalsel juga memperkuat strategi bisnisnya melalui peningkatan kualitas aset secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi kredit dan penguatan modal inti. Dimana posisi aset per 31 Desember 2024 mencapai Rp26,69 triliun, tumbuh 12,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Disusul Modal Inti yang mencapai Rp3,57 triliun, tumbuh 29,95% dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap
Fachrudin.
Selain itu, Fachrudin menambahkan bahwa dari fungsi intermediasi, Bank Kalsel mencatatkan penyaluran Kredit dan Pembiayaan yang mengalami sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan tahun 2023, mencapai Rp14,63 triliun, turun 0,98% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya penyaluran pada segmen Kredit Investasi dan Sindikasi.
Meski demikian, total penghimpunan Dana Pihak Ketiga mengalami kenaikan yang positif mencapai Rp19,85 triliun, tumbuh 12,91% dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada Giro yang mencapai Rp11,53 triliun, tumbuh 34,64% dibandingkan tahun sebelumnya, disusul Tabungan yang mencapai Rp6,55 triliun, tumbuh 18,62% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hal ini mengindikasikan kepercayaan nasabah yang kuat terhadap Bank Kalsel. Kami akan terus menjaga kualitas layanan secara optimal untuk menjawab kebutuhan nasabah,” jelasnya.
Pencapaian beberapa rasio keuangan utama Bank Kalsel untuk posisi Desember 2024 , yaitu rasio kecukupan modal (CAR/capital adequacy ratio) adalah 29,77%, ROE (Return on Equity) adalah 9,83%, ROA (Return on Asset) adalah 1,44%, NIM (Net Interest Margin) adalah 5,42%, Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) adalah 80,70%, NPL (gross) mencapai 4,54% dan LDR (loan to deposit ratio) mencapai 73,72%.
“Secara umum, bank menunjukkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan asset, DPK dan portofolio kredit yang kuat. Demikian pula dengan rasio-rasio keuangan yang ditunjukkan tetap menunjukkan Tingkat Kesehatan Bank yang baik,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bank Kalsel sebagai BUMD yang berhasil mencapai kinerja yang baik khususnya dari sisi peningkatan setoran modal yang berpengaruh terhadap naiknya dividen yang diberikan kepada pemegang saham.
“Dividen yang diberikan oleh Bank Kalsel tahun 2024 sebesar Rp223.547.833.925 mengalami peningkatan sebesar Rp34,36 miliar atau tumbuh sebesar 18,16% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa kinerja jajaran Direksi Bank Kalsel telah berjalan dengan sangat baik. Ke depan, diharapkan kinerja ini dapat semakin ditingkatkan pada tahun 2025,” harapnya.
RUPS Luar Biasa
Selain itu, dalam RUPS-LB, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan permohonan pengunduran diri dari Dewan Komisaris Bank Kalsel yang terdiri dari Komisaris Utama Independen, Hatmansyah; Komisaris Independen, Syahrituah Siregar; dan Komisaris, Rizal Akbar Sarupi.
“Keputusan ini akan berlaku efektif setelah Dewan Komisaris yang baru resmi menjabat, yakni setelah dinyatakan lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia,” terang H. Muhidin.
Adapun nama Calon yang diusulkan untuk mengisi jabatan Dewan Komisaris Bank Kalsel adalah:
1. Subhan Nor Yaumil, diusulkan sebagai Komisaris Utama Non Independen dengan pengalaman sebelumnya kerja sebagai Kepala Bapenda Provinsi Kalsel dan Pj. Sekda Kota Banjarbaru.
2. Riza Aulia Ibrahim, diusulkan sebagai Komisaris Independen dengan pengalaman sebelumnya sebagai Kepala OJK Regional 9 Kalimantan.
3. Hj. Karmila, diusulkan sebagai Komisaris Non Independen dengan pengalaman sebelumnya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel.
4. Widya Ais Sahla Karsayuda, diusulkan sebagai Komisaris Independen dengan pengalaman sebelumnya sebagai Anggota Komite Audit Dewan Komisaris Bank Kalsel.
“Selanjutnya Calon Dewan Komisaris tersebut akan kami ajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia untuk dilakukan uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test),” ungkapnya.
Optimisme Kinerja di 2025
Memasuki tahun 2025, Bank Kalsel optimis terhadap perkembangan industri perbankan di Indonesia yang semakin kompetitif. Dengan peluang yang terbuka untuk memperluas layanan serta memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam, Bank Kalsel akan terus berinovasi guna menghadapi tantangan industri perbankan nasional. Bank Kalsel juga berharap fundamental dan kinerja keuangan semakin solid, sehingga pencapaian yang diraih dapat terus meningkat di masa mendatang.
“Pencapaian laba dan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan efektivitas strategi serta langkah bisnis yang tepat dalam mendorong Bank Kalsel menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mengutamakan kebutuhan nasabah dalam setiap inovasi, memastikan bahwa Bank Kalsel dapat menghadirkan solusi finansial yang relevan serta layanan yang andal untuk mendukung transaksi nasabah sehari-hari,” tutup Fachrudin. [adv/ad]
Bagikan keBanjarmasin
Manfaat Lain Layanan Bank Devisa dari Bank Kalsel, Portofolio Produk Valas dan Kemudahan Akses Jaringan Kantor
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel tidak hanya membatasi layanan pada pengiriman uang, melainkan turut memperkenalkan variasi produk finansial berbasis valas (Foreign Exchange) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, antara lain:
Tabungan Valas: Simpanan dalam mata uang asing bagi perorangan maupun badan usaha. Produk ini sangat cocok bagi Sobat Aksel yang berencana umrah tahun depan atau kuliah di luar negeri, sehingga kebutuhan dana dalam mata uang asing dapat dipersiapkan secara bertahap tanpa harus melakukan pembelian valas sekaligus menjelang keberangkatan.
– Deposito Valas: Instrumen investasi berjangka dalam mata uang asing dengan imbal hasil yang kompetitif.
– Giro Valas: Solusi rekening koran valas untuk mempermudah likuiditas transaksi bisnis berskala internasional.
– Layanan pembelian dan penjualan uang kertas asing (Banknotes): Layanan penukaran fisik uang kertas asing dengan kurs yang bersaing.
Bagi nasabah yang ingin melakukan pengiriman uang ke luar negeri, caranya sangat mudah. Nasabah cukup menyiapkan data penerima secara lengkap, meliputi: nama penerima, nomor rekening, nama bank tujuan, kode SWIFT (SWIFT Code), dokumen pendukung dan negara tujuan. Setelah data terverifikasi benar, Bank Kalsel akan meneruskan instruksi pembayaran kepada bank koresponden untuk selanjutnya diteruskan ke Bank tujuan & rekening penerima di negara tujuan.
Sebaliknya, bagi nasabah yang memiliki keluarga, teman, atau rekan bisnis di luar negeri yang ingin mengirimkan uang ke Indonesia, nasabah cukup memberikan informasi nama lengkap penerima, nomor rekening, nama Bank Penerima yaitu Bank Kalsel dan menyebutkan SWIFT Code Bank Kalsel: PDKSIDBB kepada pihak pengirim dana. Menerima dana internasional kini menjadi jauh lebih praktis.
Untuk mengawali langkah keuangan global, pembukaan rekening Tabungan Valas maupun konsultasi produk devisa dapat dilakukan dengan mengunjungi langsung Kantor Cabang (KC) Bank Kalsel terdekat yang telah melayani operasional Devisa, yaitu:
1. KC Utama Banjarmasin
2. KC Jakarta
3. KC Batulicin
Petugas layanan (Customer Service) Bank Kalsel di kantor cabang tersebut siap mendampingi proses pembukaan rekening, memberikan edukasi persyaratan, serta menginformasikan pilihan mata uang asing yang tersedia. Kenali layanan Bank Kalsel sebagai Bank Devisa, pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan, dan nikmati kemudahan transaksi internasional yang praktis dan aman. Mari melangkah ke panggung global bersama Bank Kalsel!. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Manfaat Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel Menjadi Solusi Kebutuhan Ibadah, Edukasi, dan Bisnis Global
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kehadiran Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel ini dirancang secara khusus untuk menyasar berbagai segmen masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas finansial lintas negara. Salah satu manfaat utama yang dihadirkan adalah kemudahan bagi masyarakat yang sedang melakukan persiapan ibadah umrah maupun haji. Bagi nasabah yang akan berangkat ke Tanah Suci dan bingung mencari tempat penukaran uang, Layanan Transaksi Devisa dari Bank Kalsel hadir menjadi salah satu solusi utama untuk memenuhi kebutuhan mata uang Riyal (SAR).
Bukan cuma untuk kebutuhan ibadah ke Tanah Suci, layanan Bank Devisa ini juga memberikan manfaat besar bagi kelompok nasabah lainnya, antara lain:
– Mahasiswa di Luar Negeri: Memudahkan orang tua yang memiliki anak kuliah di luar negeri dan memerlukan kiriman biaya hidup maupun biaya pendidikan secara rutin setiap bulan.
– Wisatawan (Traveler): Membantu perencanaan keuangan bagi nasabah yang berencana melakukan liburan ke luar negeri.
– Pelaku Usaha Finansial & UKM: Mendukung para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun korporasi yang melakukan transaksi perdagangan atau ekspor-impor dengan mitra bisnis di luar negeri.
– Penerima Dana Lintas Negara: Memfasilitasi nasabah yang secara berkala menerima atau mengirimkan dana dari dan ke luar negeri.
Aktivitas pengiriman dana berkala tersebut didukung oleh layanan Remittance, yaitu layanan pengiriman dan penerimaan dana dari dan/atau ke luar negeri melalui jaringan perbankan internasional yang terhubung menggunakan sistem SWIFT. Layanan ini memastikan setiap transaksi lintas negara milik nasabah berjalan secara aman, resmi, dan efisien.
Bank Kalsel menjamin bahwa seluruh infrastruktur transaksi internasional, termasuk penggunaan kode identitas unik SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) dengan SWIFT Code: PDKSIDBB, telah terintegrasi dengan ketat dan aman. SWIFT Code merupakan identitas internasional Bank Kalsel dalam jaringan perbankan global yang digunakan untuk memastikan instruksi pembayaran dapat diteruskan kepada bank tujuan secara tepat. Dengan sistem verifikasi berlapis, kami memastikan seluruh transaksi lintas negara berjalan lancar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Resmi Meluncurkan Layanan Perbankan Devisa untuk Kemudahan Transaksi Internasional
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bertepatan dengan komitmen memperluas jangkauan layanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di kancah internasional, PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) secara resmi meluncurkan (launching) status operasional baru sebagai Bank Devisa pada hari ini, Senin, 22 Juni 2026.
Bertempat di Bank Kalsel Kantor Pusat, diawali dengan pembukaan Rekening Valas (Valuta Asing) layanan ini diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin.
Melalui peresmian ini, Bank Kalsel siap untuk melayani berbagai transaksi perbankan dalam mata uang asing (valuta asing/valas), sekaligus membuka pintu bagi nasabah untuk terhubung langsung dengan ekosistem perbankan global secara lebih mudah, aman, dan tepercaya.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan tonggak sejarah baru (milestone) yang sangat strategis bagi pertumbuhan korporasi dan pelayanan masyarakat di Banua.
“Peningkatan status menjadi Bank Devisa ini merupakan jawaban nyata kami atas dinamika kebutuhan nasabah yang kian global, mulai dari pelaku usaha, instansi, hingga masyarakat umum. Melalui status baru ini, kebutuhan transaksi internasional kini bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah dan aman langsung melalui Bank Kalsel. Melalui status Bank Devisa, nasabah kini dapat melakukan transaksi internasional langsung melalui Bank Kalsel tanpa harus menggunakan jasa Bank Devisa lain sebagai perantara layanan,” ujar Fachrudin.
Sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel menghadirkan spektrum layanan yang jauh lebih luas dibandingkan status operasional sebelumnya sebagai Bank Non-Devisa. Perbedaan mendasar terletak pada kapabilitas akomodasi transaksi lintas negara. Jika Bank Non-Devisa umumnya hanya melayani transaksi domestik dalam mata uang Rupiah, kini nasabah baik perorangan maupun korporasi dapat menikmati portofolio produk internasional secara komprehensif di Bank Kalsel, mulai dari pembukaan rekening valas, transfer uang ke luar negeri (remittance), penerimaan dana dari luar negeri, hingga aktivitas jual beli mata uang asing (banknotes).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas peresmian layanan Bank Devisa yang baru saja diluncurkan.
“Alhamdulillah, hari ini kita meluncurkan layanan Bank Devisa Bank Kalsel atas izin dari OJK dan BI. Tentu dengan adanya layanan ini, diharapkan dapat meningkatkan daya saing dengan bank lain, sehingga kita bisa melakukan transaksi langsung ke luar negeri,” ujarnya.
Beliau juga mengimbau seluruh pengusaha, HIPMI, Kadin, ASN, pelaku usaha, asosiasi, UMKM, serta masyarakat luas untuk memanfaatkan transaksi langsung di Bank Kalsel. Dengan beralihnya Bank Kalsel menjadi bank devisa, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan tabungannya di sana demi mendukung kemajuan Bank Kalsel yang lebih baik.
“Selain itu, Bank Kalsel harus terus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh OJK dan BI secara berkesinambungan. Hal ini perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM yang profesional demi kemajuan layanan Bank Devisa Bank Kalsel ke depan,” pungkasnya. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Pemko Banjarmasin Dukung Peluncuran Layanan Devisa Bank Kalsel
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mendukung peluncuran layanan Bank Devisa Bank Kalsel dan berharap kehadiran layanan tersebut dapat memperkuat fasilitas transaksi keuangan internasional, khususnya untuk mendukung aktivitas ekspor-impor masyarakat serta pelaku usaha di daerah.
Dukungan itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin melalui Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, saat menghadiri peluncuran layanan Bank Devisa Bank Kalsel di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Ichrom, mengatakan, hadirnya layanan devisa di Bank Kalsel menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan perbankan daerah. Layanan tersebut dinilai akan memberi kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan transaksi keuangan internasional, termasuk pelaku usaha yang bergerak di sektor ekspor-impor.
“Kami dari Pemerintah Kota Banjarmasin berharap layanan ini dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ekspor-impor. Masyarakat juga diharapkan bisa memanfaatkan layanan yang ada di Bank Kalsel ini dengan sebaik-baiknya,”katanya.
Ia berharap Bank Kalsel mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan layanan perbankan yang berkaitan dengan transaksi internasional dan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga berharap layanan devisa Bank Kalsel dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang sudah mulai menembus pasar internasional.
Ichrom menyebut, di Banjarmasin sudah ada sejumlah UMKM yang produknya dikenal hingga luar negeri, di antaranya perajin biola dan beberapa pelaku usaha kreatif lainnya. Karena itu, kehadiran layanan bank devisa dinilai dapat mempermudah kebutuhan transaksi usaha sekaligus mendorong UMKM lokal semakin berkembang di pasar global.
“Kami berharap layanan devisa Bank Kalsel ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM, khususnya UMKM yang sudah mulai menembus pasar internasional. Mudah-mudahan layanan ini bisa benar-benar membantu kebutuhan transaksi mereka,” harapnya.
Dengan status sebagai bank devisa, Bank Kalsel kini dapat melayani berbagai transaksi dalam valuta asing, seperti pembukaan rekening valas, pengiriman dan penerimaan dana internasional, transaksi ekspor-impor, hingga layanan pendukung perdagangan global lainnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin memandang kehadiran layanan tersebut sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing pelaku usaha, serta membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk masuk ke pasar luar negeri. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Bank Kalsel Resmi Berstatus Bank Devisa, Kembangkan Sektor Usaha Berorientasi Ekspor
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel resmi memasuki babak baru dalam perjalanan institusinya dengan diluncurkannya layanan Bank Devisa, Senin 22 Juni 2026. Status tersebut menjadi tonggak penting yang memungkinkan Bank Kalsel memperluas layanan hingga mencakup berbagai transaksi keuangan internasional.
Peresmian layanan Bank Devisa disambut positif oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin. Menurutnya, kehadiran Bank Kalsel sebagai bank devisa akan memberikan dampak besar bagi penguatan ekonomi daerah dan pengembangan sektor usaha berorientasi ekspor.
“Banyak peluang yang bisa dikembangkan dengan menjadi Bank Devisa. Ini tentu akan membantu pelaku UMKM ekspor agar bisa lebih berkembang,” ujar Muhidin.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, menjelaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan secara bertahap. Berbagai aspek telah dipersiapkan, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan sistem dan infrastruktur, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
“Hari ini merupakan salah satu tonggak sejarah baru bagi Bank Kalsel. Setelah melalui proses persiapan yang panjang, akhirnya Bank Kalsel secara resmi hadir sebagai Bank Devisa yang menghadirkan layanan perbankan dalam valuta asing,” kata Fachruddin.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak yang terlibat selama proses persiapan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, regulator, dewan komisaris, direksi, hingga seluruh pegawai Bank Kalsel dinilai memiliki peran penting dalam mewujudkan status baru tersebut.
“Keberhasilan ini adalah keberhasilan kita bersama. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses ini sejak awal hingga Bank Kalsel resmi menjadi Bank Devisa,” ucapnya.
Dengan status sebagai Bank Devisa, Bank Kalsel kini dapat menyediakan berbagai layanan transaksi internasional. Layanan tersebut meliputi tabungan, giro dan deposito valuta asing, jual beli valuta asing, remittance, bank notes, serta pengembangan layanan internasional lainnya secara bertahap.
Fachruddin menegaskan kehadiran layanan devisa diharapkan mampu memenuhi kebutuhan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pelaku ekspor-impor, investor, jamaah umrah dan haji, hingga pelajar yang menempuh pendidikan di luar negeri.
“Kami berharap layanan Bank Devisa ini menjadi salah satu instrumen yang mampu membuka akses ekonomi Kalimantan Selatan ke pasar global, sehingga ekonomi Banua semakin kuat, modern, dan kompetitif,” pungkasnya. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
CSR Bank Kalsel Bersama Bank Sampah Jaga Kebersihan
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Keterlibatan CSR Bank Kalsel dalam program sedekah sampah botol/cup plastik dan kaleng minuman, kata Firmansyah, selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Bank ini berpartisipasi mendukung penyediaan Tempat Sampah botol plastik tersebut yang merupakan program dari salah satu Pusat Daur Ulang (PDU) Skala RT yakni Bank Sampah Bahe’mart dengan jumlah yang dibantu sebanyak 20 buah.
Dikatakan, tempat Sampah botol plastik tersebut diletakkan di beberapa titik yakni: 7 titik di Lembaga Pendidikan, 3 titik di Mesjid, 1 titik di Kantor Pemerintahan dan 2 titik di lingkungan RT, dimana masing-masing titik diberikan 1 atau 2 buah tempat sampah tersebut sesuai kebutuhan.
Sampai dengan saat ini, menurut Firmansyah, ada beberapa Bank Sampah di Kota Banjarmasin yang pernah dibantu melalui CSR Bank Kalsel sesuai dengan kebutuhan dari Bank Sampah masing-masing.
“Adapun Bank Sampah tersebut antara lain, Kampung Iklim Kelurahan Sungai Miai, Kampung Iklim Pelambuan dan Bank Sampah Bahemart Sungai Andai,” katanya.
Tempat sampah ini sangat membantu dalam menjaga kebersihan seperti terlihat di area halaman Mesjid Ar Rahmah yang berada di Komplek Darma Bakti Lestari, Jalan Padat Karya, Sungai Andai Banjarmasin. Sampah gelas plastik sangat banyak dihasilkan terlihat setelah selesai buka puasa sunah Senin Malam maupun Kemis Malam. [adv]
Bagikan keBanjarmasin
Ini Status Rekening Bank Kalsel Anda Bila Tidak Ada Transaksi Lebih dari 360 Hari
BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bagi nasabah Bank Kalsel yang merasa rekeningnya sudah lama tidak digunakan atau jarang bertransaksi, sebaiknya segera mengecek kembali status keaktifannya.
Pasalnya, sejak 8 Mei 2026, Bank Kalsel menerapkan ketentuan status rekening sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 terkait pengelolaan rekening nasabah.
Dalam ketentuan tersebut, rekening yang tidak memiliki aktivitas transaksi selama lebih dari 360 hari dapat dikategorikan berstatus pasif.
Sementara itu, rekening yang tidak menunjukkan aktivitas selama lebih dari 1.800 hari atau sekitar lima tahun dapat berubah status menjadi dormant.
Pada kondisi tertentu, rekening dengan status pasif maupun dormant dapat mengalami pembatasan penggunaan hingga nasabah melakukan proses aktivasi kembali.
Namun, nasabah tidak perlu khawatir. Untuk mengaktifkan kembali rekening yang berstatus pasif, nasabah cukup mendatangi kantor cabang Bank Kalsel terdekat dengan membawa dokumen persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bank Kalsel mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek aktivitas rekening agar statusnya tetap aktif dan layanan perbankan dapat digunakan secara optimal. [adv]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Kriminal-Hukum1 tahun agoSat Narkoba Polres Sergai Ringkus PNS Pemko Tebing Tinggi Bawa Sabu

