Dibuka Gubernur, Reuni Akbar SMPN 1 Banjarbaru Satukan Alumni dalam Kegembiraan - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Dibuka Gubernur, Reuni Akbar SMPN 1 Banjarbaru Satukan Alumni dalam Kegembiraan

Published

on

Pertemuan hangat antar angkatan dalam Reuni Akbar SMPN 1 (Spensa) Kota Banjarbaru yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pertemuan hangat antar angkatan dalam Reuni Akbar SMPN 1 (Spensa) Kota Banjarbaru yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso meriah di Auditorium ULM Banjarbaru, pada Sabtu (28/9) pagi.

Dalam opening ceremony Reuni Akbar SMPN 1 Banjarbaru, kelima siswi perempuan mempersembahkan tarian Baksa Kembang.

Acara pembukaan juga ditandai dengan menempelkan telapak tangan pada layar digital oleh Staf Ahli Gubernur Kalsel Adi Santoso bersama jajaran pengurus panitia Reuni Akbar 2024.

Pada pembukaan Reuni Akbar 2024 itu tampak hadir Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarbaru, Emi Ambarwaty; Pjs Sekda Banjarbaru, Muhammad Farhanie; Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru, Dedy Sutoyo dan jajaran alumni lainnya. Dan diketahui jumlah siswa yang terhimpun dari angkatan pertama hingga sekarang sebanyak 16.866 Alumni Spensa.

“Saya hormati bapak dan ibu dari alumni tahun 1967, para dewan guru, siswi dan panitia penyelenggara kegiatan Reuni Akbar SMPN 1 Banjarbaru Tahun 2024 ini. Dalam rangka silahturahim dan saling sapa kembali sesama angkatannya,” ucap Gubernur Paman Birin yang disampaikan dalam sambutan tertulisnya oleh Staf Ahli Gubernur, Adi Santoso.

Dalam momentum itu, Paman Birin turut bergembira melihat sejumlah alumni berkumpul kembali saling bertegur sapa antar angkatannya. Layaknya kehangatan kekeluargaan yang tergambarkan di sini.

Menurut Paman Birin, bertemu kembali dengan rekan teman semasa sekolah itu betapa bahagianya sekali.

Dan reunian ini, bagi gubernur dua periode tak hanya sekadar ajang pertemuan saja tetapi bagaimana melihat perjuangan diri hingga sampai di titik sekarang.

“Masa sekolah adalah bagian hidup yang membentuk para siswa, tidak hanya dalam hal akademis tetapi nilai-nilai kehidupan lainnya. Hidup sukses dan memiliki kehidupan lebih baik,” tutur Paman Birin.

Oleh karena itu, Paman Birin berpandangan bahwa membangun sebuah dunia pendidikan tidak semata-mata dari kuantitasnya, tetapi dari kemampuan sdmnya.

“Spensa Banjarbaru telah meluluskan alumni yang sukses. Dari latar pekerjaan yang berbeda-beda, serta sosial ekonominya dan di sini, kita dapat juga berbagi cerita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar 2024, Fahriati mengucapkan selamat datang para alumni yang hadir dari berbagai daerah Kalimantan Selatan, bahkan di luar pulau. Menurutnya, kehadiran seluruh alumni pada pagi ini berkat koordinator angkatanlah yang mengajak rekan temannya dapat berkumpul di sini.

“Tak hanya dari Banjarbaru, mulai Sabang sampai Merauke dan para alumni Spensa, Alhamdulillah kita dapat berkumpul bersama-sama. Di sini ada alumni para guru dan kepala sekolah turut hadir,” ungkap Fahriati.

Dalam kesempatan itu, Fahriati mengaku telah lama terpisah yang membuat kerinduan antar alumni, baik itu sesama angkatan dan para guru SMPN 1 Banjarbaru. Ia mengajak agar terus saling menjalin silahturahmi ini agar memperkuat sesama alumni.

Dalam acara itu, proses pemilihan Ketua Ikatan Alumni SMPN 1 Banjarbaru atau IKASMPN 1 Banjarbaru mendapati tiga calon kandidat, yakni Fahriati, Sofian dan Toto Dewanto.

Secara singkat disepakati oleh forum dan kedua calon kandidat bahwa Ibu Fahriati, S.Pd terpilih sebagai Ketua IKASMPN 1 Banjarbaru, Periode 2024-2029.

Dan sebagai informasi bahwa SMPN 1 Banjarbaru berdiri sejak 30 September 1957, artinya tinggal menghitung waktu atau 2 hari ke depan bakal merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 dengan menggelar kembali acara Spensa Party. [ad/adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Bank Kalsel Hadirkan Promo Spesial HUT ke-27 Banjarbaru

Published

on

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel menghadirkan promo spesial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru dengan memberikan voucher belanja senilai Rp50.000 kepada masyarakat.

Promo ini dapat dimanfaatkan dengan dua cara, yakni membuka rekening tabungan Bank Kalsel atau melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program ini berlaku bagi 100 nasabah pertama yang memenuhi persyaratan.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Kantor Cabang Banjarbaru serta area Banjarbaru Expo, mulai 13 hingga 30 April 2026.Jaringan & Stasiun TV

Adapun jenis tabungan yang dapat dibuka dalam program ini meliputi Simpeda, Banua, Banua Bungas, Banua Rencana, hingga TabunganKu. Setiap nasabah yang memenuhi ketentuan berhak memperoleh voucher belanja Indomaret senilai Rp50.000.

Bank Kalsel mengingatkan bahwa kuota promo terbatas, sehingga masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan ini.

Melalui program ini, Bank Kalsel berharap dapat meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan sekaligus mendukung kemudahan pembayaran pajak daerah. [adv]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pengambilan Sumpah 129 ASN Pemprov, Gubernur Kalsel Dorong Semangat Inovasi dan Komitmen Terhadap Pelayanan Publik

Published

on

129 aparatur resmi mengikrarkan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Foto/Naimah Mahmudah/ Biro Adpim) 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Idham Chalid Banjarbaru saat sebanyak 129 aparatur resmi mengikrarkan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/4/2026) siang.

Momentum ini menandai dimulainya pengabdian penuh para abdi negara setelah melewati serangkaian proses seleksi dan pembinaan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalsel H. Muhidin, menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan ikatan moral yang harus dijaga sepanjang karier.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa setiap kata dalam sumpah tersebut mengandung tanggung jawab besar, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, para ASN diminta konsisten menjaga integritas hingga masa purna tugas.

“Menjadi ASN adalah amanah, bukan sekadar profesi. Kesempatan ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan kerja nyata, kedisiplinan, serta integritas,” ujar Syarifuddin.

Gubernur menekankan, aparatur negara wajib mematuhi seluruh ketentuan yang melekat pada status ASN mulai dari disiplin kerja, etika, hingga sikap dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Tak hanya itu, para ASN baru juga didorong untuk tampil sebagai generasi birokrasi yang lebih progresif. Semangat inovasi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen terhadap pelayanan publik menjadi hal yang harus terus dikembangkan.

“Saudara harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, terus belajar, dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyoroti ancaman yang dinilai kian mengkhawatirkan di kalangan aparatur, yakni maraknya praktik judi online. Aktivitas ini disebut tidak hanya berdampak pada kondisi pribadi, tetapi juga berpotensi merusak profesionalitas dan citra institusi.

Syarifuddin mengingatkan bahwa keterlibatan dalam praktik tersebut dapat berujung pada konsekuensi serius, termasuk sanksi disiplin. Ia pun meminta seluruh ASN menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak integritas.

“Jangan sampai hal seperti ini merusak karier yang sudah dibangun. Fokuslah pada tugas sebagai pelayan masyarakat dan jaga kepercayaan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Kalsel, Indera Malik, menjelaskan bahwa para peserta merupakan CPNS formasi 2025 yang kini resmi diangkat menjadi PNS pada 2026.

Menurutnya, pengambilan sumpah ini menjadi tonggak awal dalam perjalanan pengabdian sebagai aparatur sipil negara.

“Ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan publik. Kami berharap mereka mampu bekerja profesional, disiplin, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” tutupnya.

M. Rizky Saputra salah satu peserta mengaku bersyukur dan bangga dapat mencapai tahapan tersebut setelah melalui proses panjang sebagai calon aparatur sipil negara.

“Alhamdulillah, ini adalah momen yang sangat kami nantikan. Setelah melalui berbagai tahapan, akhirnya kami resmi menjadi PNS. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, pesan yang disampaikan pemerintah, khususnya terkait integritas dan profesionalisme, menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya dan rekan-rekan lainnya untuk bekerja lebih baik ke depan.

Rizky juga mengaku sepakat dengan peringatan terkait bahaya judi online yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagai ASN, menjaga perilaku dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak citra diri maupun institusi merupakan hal yang mutlak.

“Kami sadar sebagai ASN harus menjadi contoh yang baik. Jadi hal-hal seperti itu memang harus dijauhi agar tidak berdampak pada pekerjaan maupun kehidupan pribadi,” tutupnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Sekdaprov M Syarifuddin Sidak ke Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel Cek Disiplin dan Kehadiran Pegawai

Published

on

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Usai melaksanakan apel pagi perdana pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (25/3/2026).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan kedisiplinan dan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN), PPPK dan PPPK Paruh Waktu di hari pertama masuk kerja usai libur panjang Idul Fitri, sekaligus menegaskan komitmen peningkatan kinerja pelayanan publik.

Didampingi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Rusma Khazairin, Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Akhmad Fydayeen, Kepala BPKAD Fatkhan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Fahrurazi, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin menyidak beberapa SKPD, antara lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sidak tersebut, Sekda secara langsung memantau absensi kehadiran pegawai, serta memastikan aktivitas perkantoran sudah berjalan normal. Ia juga berdialog dengan sejumlah pegawai untuk memastikan kesiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari pertama kerja ini menjadi tolok ukur kedisiplinan kita. Kehadiran ASN harus maksimal, dan pelayanan kepada masyarakat harus segera berjalan optimal,” tegasnya.

Secara umum, tingkat kehadiran pegawai di beberapa SKPD yang dikunjungi terpantau cukup baik. Meski demikian, Sekda tetap mengingatkan agar seluruh ASN menjaga disiplin, meningkatkan etos kerja, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.

Sidak ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memastikan roda pemerintahan berjalan efektif pasca libur Hari Raya, serta menjaga kualitas pelayanan publik tetap prima.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel dapat terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme dalam mendukung pembangunan daerah. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gerakan Pangan Murah dan Bazaar Murah Dukung Stabilitas Harga Jelang Idulfitri 1447 Hijriah

Published

on

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bazaar Murah di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Banjarbaru, pada Senin (16/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi lintas instansi, antara lain Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, PT Bangun Banua, serta berbagai mitra lainnya. Sinergi ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa kegiatan bazaar murah merupakan langkah strategis untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya saat permintaan bahan pokok meningkat menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah juga mengimbau produsen dan pedagang untuk mematuhi harga acuan yang telah ditetapkan, serta mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara bergiliran oleh perangkat daerah, khususnya pada momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa di antaranya seperti telur itik yang dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp30 ribu, serta ikan patin yang dijual sekitar Rp10 ribu per kilogram dari harga pasar yang dapat mencapai Rp30–40 ribu.

Partisipasi aktif juga ditunjukkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan yang menyediakan ikan segar dan produk olahan hasil perikanan dari pelaku UMKM lokal. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa penyediaan ikan patin murah serta produk olahan UMKM merupakan upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan sumber protein dengan harga terjangkau sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.

Selain penjualan bahan pangan murah, kegiatan ini juga menyalurkan paket sembako sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan. Adapun bantuan tersebut diberikan kepada anak yatim, penyandang tunanetra, pasukan kuning, dan pasukan hijau sebanyak 950 paket, serta kepada masyarakat umum sebanyak 1.000 paket.

Dalam penyaluran paket sembako gratis, sebanyak 500 paket sembako yang disalurkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan diberikan kepada pasukan kuning dan masyarakat umum dengan cara menjawab pertanyaan seputar kebanksentralan dan inflasi serta melakukan scan QRIS Rp1 sebanyak 5 kali. Selain menyalurkan paket sembako, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan juga menghadirkan layanan penukaran uang bagi masyarakat di sekitar lokasi GPM sejumlah 200 paket.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi dan gotong royong seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok secara terjangkau menjelang Idulfitri. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. [rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Puji Semangat dan Antusias Pembakal se-Kalsel

Published

on

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kalimantan Selatan menggelar Silaturahmi bersama Gubernur H. Muhidin

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H Muhidin memuji semangat dan antusiasme ratusan kepala desa (kades) atau pembakal yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kalimantan Selatan menggelar Silaturahmi Daerah, pada Sabtu (07/03/2026) di Hotel Grand Maya Kilometer 21 Banjarbaru.

Para kades/pembakal itu bahkan sukarela patungan dana agar bisa melakukan silaturahmi sekaligus buka puasa bersama dengan Gubernur Kalsel H Muhidin dan Ketua APDESI Pusat, Junaedhi Mulyono serta pejabat lainnya.

“Aku apresiasi luar biasa, tidak ada bantuan apapun, kalau di daerah lain mungkin tidak ada perkumpulan seperti ini. Aku salut, mungkin lain kali akan kita bantu,” ujar Gubernur H Muhidin usai pertemuan.

Atas usulan gubernur juga, panitia silaturahmi daerah APDESI se- Kalsel ini menghadirkan Kepala Kanwil Kementerian Hukum Kalsel, Alex Cosmas Pinem yang menyampaikan penyuluhan seputar hukum dan keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di desa.

“Tadinya aku minta agar dalam pertemuan dihadirkan juga Kepala Kementerian Hukum, supaya kepala desa bisa menanyakan hal-hal yang kurang jelas,” lanjut gubernur.

Disampaikan juga apresiasi Gubernur H Muhidin kepada pemerintah, khusus jajaran Kementerian Hukum yang sudah menyediakan pos bantuan hukum (posbankum) di seluruh desa/kelurahan se Kalsel.

“Kita dengar masyarakat hampir seribu (kasus) sudah terbantu dengan adanya pos bantuan hukum ini,” ujar Gubernur H Muhidin.

Kemudian, disarankan kepada perguruan tinggi atau universitas yang memiliki program studi hukum, untuk menempatkan mahasiswanya dalam program KKN ke desa desa, memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Hal penting lain yang disampaikan kepada pada kepala desa yang merupakan motor pembangunan daerah, agar melakukan langkah-langkah antisipasi menjelang musim kemarau yakni mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Para kades diharapkan mengingatkan warganya agar tidak membakar lahan, karena tindakan ini bisa diancam kurungan penjara.

Sementara itu, Ketua APDESI Kalsel Akhmad Riqjali Nasution melaporkan bahwa pertemuan ini dihadiri lebih dari 700 orang.

Silaturahmi dimaksudkan untuk merekatkan persaudaraan para kepala desa, dan menjadi wahana saling bertukar pikiran, serta bersinergi untuk menjawab tantangan pengelolaan desa masing-masing.

Pada kesempatan itu, Ketua APDESI Pusat Junaedhi Mulyono juga mengingatkan pentingnya kolaborasi kepala desa dengan pemerintah daerah untuk kelancaran pembangunan program pembangunan.

Turtu hadir dalam kegiatan, anggota DPD RI asal Kalsel, Muhammad Hidayatollah, anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PAN, Adrizal, dan Ketua Fraksi PKB DPRD Kalsel, Suripno Sumas serta pejabat lainnya. [adv/adpim]

 

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Sekdaprov Kalsel Sambut Kunker Komisi IX DPR RI

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menerima kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI. (Foto/Teguh)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menerima kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan, yang berlangsung di Aula Rapat H. Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026).

Kedatangan rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi, Muhammad Yahya Zaini ke Kalsel ini dalam rangka pengawasan terhadap program kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan pembangunan keluarga serta kesehatan pangan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya yang disampaikan Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin., Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut baik kunjungan kerja dalam rangka reses Komisi IX ini ke Kalsel, karena kunker ini akan memperkuat hubungan kerja kelembagaan antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPR RI.

“Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Kalsel ini menjadi momen yang tepat bagi kita untuk membangun sinergi dan kemitraan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di daerah kami, Kalimantan Selatan. Kita siap menjalin komunikasi dan transparansi dalam hal apapun dengan DPR demi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik dan untuk kesejahteraan rakyat,” terang Gubernur H. Muhidin.

Ada beberapa hal yang yang digali oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, diantaranya mengenai realisasi program dan kegiatan serta alokasi anggaran yang dibiayai dari APBD. Selain itu pihaknya juga memetakan permasalahan Masyarakat dan memonitor pelaksanaan program-program instansi/badan mitra kerja Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertemuan hari ini sangat tertib dan produktif, sangat interaktif dari pihak-pihak terkait. Memang ada beberapa temuan yang didapatkan, seperti angka-angka terkait ketenagakerjaan di Kalsel masih rendah. Maka solusinya, perlu ada pendidikan vokasi yang intensif yang diselenggarakan pemerinah pusat melalui UPTP BLK maupun UPTD di daerah,” jelas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini usai pertemuan.

Selain itu, disampaikan Yahya pertemuan kali ini juga membahas soal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang perkembangannya cukup signifikan di Kalimantan Selatan.
“Ada satu kasus di Kalsel yang terjadi penolakan untuk MBG ini, terkait ini kami minta kepada pemerintah daerah melakukan pendekatan dan edukasi agar MBG yang merupakan program prioritas Presiden ini, dapat diterima oleh semua pihak,” harap Yahya yang juga merupakan Ketua Tim Kunker.

Dalam kesempatan kunjungan kerja reses oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, juga dilakukan penyerahan Santunan Jaminan Kematian dan Beasiswa, dari BPJS Ketenagakerjaan kepada beberapa penerima yang diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Pempriov Kalsel dengan Komisi IX DPR RI.

Dalam pertemuan ini, selain dihadiri seluruh anggota Komisi IX DPR RI, juga dihadiri pula oleh Kepala SKPD Provinsi Kalsel terkait, instansi vertikal terkait, serta mitra kerja dari Komisi IX seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Tenaga Kerja, BKKBN, BP3MI, Badan POM RI, Badan Gizi Nasional, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Wagub Kalsel Tegaskan Komitmen Pemprov Dukung Penguatan Posbankum dan Paralegal di Desa/Kelurahan

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menyatakan komitmen Pemprov Kalsel mendukung Pos Bantuan Hukum (Posbankum) saat mendampingi Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menyatakan komitmen Pemprov Kalsel mendukung Pos Bantuan Hukum (Posbankum) saat mendampingi Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria yang sekaligus meresmikan Gedung Baru Kanwilkum Kalsel yang berlangsung khidmat di Gedung DR. KH. Idham Chalid Banjarbaru, pada Jum’at (30/1/2026) siang.

‎Tampak sejumlah pejabat tinggi hadir yakni Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Riza Patria, Kepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Selatan Alex Cosmas Pinem; Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta Walikota/Bupati se-Kalsel.

‎Tari Japin Diyang Persembahan oleh Sanggar Idaman Banjarbaru, sembilan penari itu berpakaian adat khas Banjar yang memukau. Selanjutnya, prosesi penandatangan perjanjian kerjasama dan nota kesepakatan bersama jajaran Forkopimda Kalsel.

‎Lalu, penyerahan penghargaan melalui Walikota/Bupati se-Kalsel terkait Non Litigation Peacemaker, adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada Kepala Desa atau Lurah yang memiliki integritas dan prestasi dalam menyelesaikan sengketa di wilayahnya tanpa menempuh jalur hukum formal.

‎Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum, membantu penyelesaian konflik, mencegah pelanggaran hukum, dan menciptakan Paralegal Desa/Kelurahan yang berkompeten. Secara nasional, total paralegal per hari ini sejumlah 15.092 orang.

‎Peninjauan galeri binaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan berlangsung dengan penuh perhatian terhadap pengembangan UMKM lokal.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi, mendampingi Menteri Hukum Supratman bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Patria Riza, dalam meninjau berbagai produk unggulan UMKM. Dalam kesempatan tersebut, rombongan tidak hanya melihat hasil karya pelaku usaha, tetapi juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM, termasuk menanyakan dan memastikan aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan mereka, guna mendorong usaha yang berdaya saing dan taat regulasi.

‎”Provinsi Kalimantan Selatan saat ini dihuni oleh sekitar 4,27 Juta penduduk, yang tersebar di 11 kabupaten dan 2 kota, dengan rentang wilayah pelayanan yang luas dan karakter daerah yang berbeda-beda,” sampai Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman.

‎Lebih dari itu, Wagub Hasnuryadi mengatakan bahwa Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 2.015 desa dan kelurahan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik. Di tingkat inilah, dia menyebut masyarakat pertama kali berinteraksi dengan negara dalam berbagai urusan kehidupan, termasuk ketika menghadapi persoalan hukum.

‎Wagub Hasnuryadi menambahkan, kondisi ini sekaligus mencerminkan tantangan pemerataan akses pelayanan publik, termasuk layanan hukum, khususnya bagi masyarakat desa, wilayah terpencil, dan kelompok rentan.

‎”Berangkat dari kondisi geografis dan demografis tersebut, saya memandang bahwa penguatan akses terhadap keadilan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Diperlukan kehadiran layanan hukum yang lebih dekat, adaptif, dan menjangkau hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tutur dia.

‎Dalam konteks itulah, Wagub Hasnuryadi menyebut keberadaan pos bantuan hukum menjadi sangat relevan sebagai pintu awal layanan hukum bagi masyarakat. Posbankum diharapkan diharapkan mampu memberikan informasi, konsultasi, dan pendampingan hukum secara mudah dan terjangkau.

‎”Paralegal memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan negara dalam memberikan edukasi hukum, pendampingan awal, serta menjembatani masyarakat dengan sistem hukum yang lebih formal,” ungkap Wagub Hasnuryadi.

‎Sebagai kepala daerah, Wagub Hasnuryadi menegaskan komitmen pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung penguatan pos bantuan hukum dan paralegal melalui sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, aparat penegak hukum, serta perguruan tinggi.

‎Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria menegaskan pentingnya penguatan Pos Bantuan Hukum Desa sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses keadilan hingga ke tingkat desa.

‎Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat desa. Atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hukum, para menteri, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang berkomitmen memperluas akses keadilan bagi masyarakat desa.

‎Ia mengingatkan bahwa sejak tahun 2015, desa telah ditempatkan sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Dalam arahan Presiden Republik Indonesia, desa ditegaskan bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama pembangunan.

‎“Seiring dengan semakin besarnya kewenangan desa, maka tanggung jawab dan risiko yang dihadapi pemerintah desa juga meningkat. Karena itu, kepala desa dan perangkat desa membutuhkan dukungan penuh, termasuk dalam menghadapi persoalan hukum di masyarakat,” ujarnya.

‎Menurutnya, Pos Bantuan Hukum Desa memiliki peran strategis dalam mendampingi, melindungi, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat desa maupun aparatur desa. Sebagai bentuk komitmen nyata, pada 24 Januari 2025, Kementerian Desa dan PDT bersama Kementerian Hukum telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembinaan hukum di desa dan daerah tertinggal.

‎Kerja sama tersebut mencakup pembentukan dan penguatan Pos Bantuan Hukum Desa, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pelatihan paralegal desa, serta penguatan peran desa sebagai ruang penyelesaian sengketa secara damai melalui pendekatan non-litigasi.

‎“Seluruh upaya ini bertujuan membangun ekosistem hukum desa yang sehat, di mana persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, keadilan sosial terjaga, dan ketertiban hukum tetap terpelihara,” kata Ahmad Riza.

‎Pendanaan dan pelaksanaan Pos Bantuan Hukum Desa didukung oleh tenaga pendamping profesional dari tingkat provinsi hingga desa. Para pendamping bertugas membantu proses pendampingan hukum sekaligus pelaporan layanan Pos Bantuan Hukum yang diberikan oleh kepala desa dan paralegal.

‎Laporan layanan tersebut menjadi dasar evaluasi agar Pos Bantuan Hukum Desa berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paralegal desa pun dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial yang memahami konteks lokal dan budaya setempat.

‎Kehadiran Pos Bantuan Hukum Desa, lanjutnya, mencerminkan kehadiran negara yang dekat, sederhana, dan nyata bagi masyarakat desa. Kementerian Desa dan PDT terus mendorong sinergi antara pembangunan desa dan penguatan aspek hukum, karena pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud dari desa yang berdaya, tertib, dan produktif.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh kepala desa atas dukungan terhadap pembentukan Pos Bantuan Hukum Desa. Diharapkan kebijakan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang maju dan berkeadilan. [adv/ad/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer