Pengangkatan CASN TA 2024 Tertunda, Ombudsman RI Buka Suara - SuaraBorneo.com
Connect with us

Jakarta

Pengangkatan CASN TA 2024 Tertunda, Ombudsman RI Buka Suara

Published

on

Pimpinan Ombudsman RI, Robert Na Endi. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Seiring berjalannya dinamika seleksi CASN TA 2024, Ombudsman RI telah menerima konsultasi dan pengaduan dari para peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi. Namun sesuai mekanisme kerja Ombudsman, para peserta seleksi diarahkan untuk melapor terlebih dahulu ke instansi terkait (KemenPAN-RB dan BKN). Untuk sementara ini, sebagai bagian dari tugas pengawasan atas pemerintahan, Ombudsman memberikan penyataan awal sebagai bahan evaluatif bagi Pemerintah.

Pimpinan Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng mengatakan, urusan kepegawaian adalah sebentuk pelayananan publik. Penundaan pengangkatan CASN TA 2024 tentu berdampak terhadap pelayanan publik “Penundaan pengangkatan CASN berkaitan dengan efektivitas pelayanan publik. CASN sebagai motor birokrasi sangat penting dalam peningkatan pelayanan publik di instansinya masing-masing. Ribuan CASN tenaga kesehatan di suatu daerah yang belum diangkat dalam kurun waktu yang cukup lama akab berakibat terganggunya layanan kesehatan”, ucapnya di Kantor Ombudsman RI, Jakarta pada Selasa (11/03/2025).

Pertama, pemerintah perlu mengukur unsur kerugian publik akibat penundaan TMT tersebut. “Selain dampak terhadap pelaksanaan layanan publik, juga ada potensi maladministrasi pelayanan bidang kepegawaian (CASN). Untuk itu, pemerintah perlu memikirkan pendekatan solutif untuk mengatasi penundaan berlarut pengangkatan seperti upaya ganti rugi, pendekatan khusus pemerintah ke tempat kerja sebelumnya, dan opsi-opsi lainnya”, terangnya.

Kedua, demi akuntabilitas publik, Ombudsman meminta pemerintah menyampaikan informasi secara transparan terkait alasan penundaan pengangkatan CASN TA 2024. Menurut Robert, kepastian informasi akan membantu peserta untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif agar tidak terganggu kondisi perekonomiannya serta tidak terjebak dalam situasi yang tidak pasti saat masa tunggu dan bahkan menjadi pengangguran sementara.

Ketiga, sebagai exit-strategy, pemerintah menyusun skema penyelesaian melalui mekanisme pengangkatan CASN TA 2024 secara bertahap bagi instansi yang sudah siap secara administratif dan finansial. “Sebanyak 207 dari 602 instansi meminta penundaan pengangkatan atas alasan penataan formasi, pembaharuan administrasi, dan sebagainya. Kemenpan-RB maupun BKN wajib memastikan bahwa 395 instansi yang sudah siap untuk segera melakukan pengangkatan terhadap para CASN yang telah lulus tanpa harus dilakukan sekaligus (serentak).”, tegas Robert

Keempat, pemerintah perlu menerbitkan produk hukum atau regulasi yang berkaitan dengan kepastian pengangkatan CASN TA 2024. Menurut Robert, upaya ini sebagai jaminan kepastian pemerintah bahwa tidak akan penundaan lagi di kemudian hari. “Bahwa pasti para CASN tersebut akan diangkat, serta pasti pula Oktober 2025 menjadi batas akhir pengangkatan CPNS dan Maret 2025 untuk PPPK”, kata Robert.

Kelima, Ombudsman berharap selesainya perbedaan tafsir atas hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi II DPR RI dengan Pemerintah. “Perlu ada inisiatif baru untuk mencari titik temu antara DPR RI dengan Pemerintah sehingga muncul kesepakatan final dan satu tafsiran yang sama atasnya. Hal ini penting untuk memastikan kondusifnya situasi yang relatif kompleks saat ini dan dapat berdampak positif kepada upaya pencarian solusi penundaan pengangkatan CASN TA 2024”, tegas Robert.

Sebagai pintu terakhir bagi para pencari keadilan setelah menempuh mekanisme pengaduan ke internal pemerintah (KemenPAN dan BKN), Ombudsman menghimbau masyarakat untuk menyampaikan pengaduan/laporan atas maladministrasi melalui berbagai kanal resmi di kantor pusat dan kantor-kantor perwakilan di 34 propinsi. Jalur mekanisme kelembagaan resmi seperti ini menjadi pilihan utama dalam memperjuangkan akses keadilan administrasi (administrative-justice) dan ekspresi hak demokarsi warga. (*)

Bagikan ke

Jakarta

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Buka Dialog Nasional SMSI: Media Baru Harus Mengarah pada Pers Sehat

Published

on

Dialog nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat kembali menunjukkan perannya dalam penguatan ekosistem pers nasional dengan menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dialog nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, praktisi media, pejabat negara, hingga tokoh pers nasional.

Hampir seluruh anggota Dewan Pers tampak hadir dalam forum strategis tersebut. Di antaranya Komaruddin Hidayat (Ketua), Totok Suryanto (Wakil Ketua), Muhammad Jazuli (Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers), Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi), serta Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability).

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan peran strategis informasi dalam peradaban modern. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam, namun kreativitas dan respons terhadap situasi menjadi faktor pembeda.

“Perbedaan terletak pada bagaimana kita merespons keadaan dan bergerak dari sekadar hidup menuju solusi,” ujarnya.

Firdaus juga mengungkapkan pandangannya tentang tiga kekuatan utama yang menggerakkan dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Menurutnya, pers nasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas serta demokratisasi ilmu pengetahuan melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Setelah sambutan Ketua Umum SMSI, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Dewan Pembina SMSI Pusat, Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip.

Memasuki agenda utama, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya ide, tulisan, dan etika dalam membangun peradaban. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari kekuatan gagasan.

“Semua gerakan besar dimulai dari the power of ideas. Ketika ide dituangkan menjadi informasi, lalu ditulis dan didiskusikan, itulah yang menjadi panduan bagi masyarakat pers yang maju,” tutur Komaruddin.

Ia juga mengajak insan pers untuk tidak sekadar terbawa arus persoalan, melainkan mampu mengendalikan dan menyelesaikan masalah dengan metodologi yang tepat serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Usai pembukaan, dialog nasional dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan peluang pers digital, termasuk adaptasi teknologi serta penegakan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.

Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., Sos., M.Si, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E (Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat), Nuzula Anggerain (Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas), Hersubeno Arief (praktisi media baru), Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum AMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), Aiman Witjaksono (wartawan senior), serta Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA (Koordinator Wartawan Parlemen).

Fokus diskusi diarahkan pada upaya menjaga kualitas dan kredibilitas media, sekaligus meneguhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru. [ad/rls]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Kalsel Raih Predikat Tertinggi TOP DIGITAL Awards 2025

Published

on

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada Top Digital Awards 2025. (Foto/MCKalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada Top Digital Awards 2025, ajang penghargaan teknologi digital terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh majalah IT Works di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Melalui penilaian ketat para pakar TI nasional, Kalsel dinobatkan sebagai Pemenang TOP DIGITAL Implementation 2025 #Stars 5, sementara Gubernur H. Muhidin meraih TOP Leader on Digital Implementation 2025, dan Kepala Dinas Kominfo, Muhamad Muslim, dianugerahi TOP CIO on Digital Implementation 2025.

Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Adi Santoso menyampaikan penghargaan ini merupakan bukti bahwa transformasi digital yang dijalankan pemerintah daerah benar-benar memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Gubernur Kalsel mengapresiasi sekaligus menjadikan anugerah ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dalam bidang transformasi digital. Seluruh sektor bisnis layanan publik yang ada saat ini berbasiskan data, cyber security juga dijamin, serta peningkatan respon layanan pengaduan guna peningkatan kepercayaan publik di Kalsel,” ujarnya.

Penghargaan ini juga mengukuhkan peran Gubernur dalam mendorong percepatan kebijakan SPBE, keamanan informasi, dan pelayanan publik berbasis data.

Keberhasilan Kalsel meraih predikat bintang lima tidak terlepas dari kekuatan infrastruktur dan inovasi digital yang terus dikembangkan. Sistem seperti TTE SRIKANDI, yang menghemat hingga 75% penggunaan kertas melalui tata naskah elektronik, hingga LAPOR KALSEL yang mempermudah masyarakat menyampaikan aduan langsung kepada pemerintah, menjadi bukti layanan publik semakin efisien dan responsif. Penerapan Ekosistem Data Kalsel dengan chatbot AI juga meningkatkan literasi data masyarakat sekaligus memperkuat transparansi pemerintah.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan komitmen kuat pimpinan.

“Transformasi digital di Kalsel bukan hanya soal teknologi, tetapi perubahan budaya kerja. Kami ingin masyarakat merasakan manfaat nyata, layanan lebih cepat, informasi lebih jelas, keamanan data lebih terjamin, dan pemerintah lebih responsif. Ini yang terus kami kembangkan setiap tahun,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan Kalsel meraih skor 71% Indeks KAMI, melebihi target nasional, dan menjadi provinsi tercepat kedua dalam pembentukan CSIRT.

Dengan rangkaian prestasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan diri sebagai daerah yang serius mendorong pemerintahan digital yang efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui momentum TOP DIGITAL Awards 2025, Kalsel bukan hanya memperkuat posisi sebagai salah satu daerah dengan layanan publik terbaik, tetapi juga memperlihatkan dampak langsung digitalisasi bagi masyarakat, yaitu akses layanan yang dipercepat, pengaduan yang lebih transparan, hingga pengelolaan data yang lebih aman dan terbuka.

Pemerintah memastikan bahwa inovasi digital akan terus diperluas demi menghadirkan layanan yang makin mudah, makin cepat, dan makin dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga Banua. [adv/ad/mckalsel]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Raih Penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik” Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025

Published

on

Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. (Foto/Humas-BankKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia melalui siaran langsung, dengan acara utama terpusat di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran kementerian, lembaga negara, industri keuangan, perbankan, dan pelaku ekonomi nasional. Sedangkan di Kalsel sendiri, diselenggarakan di Hotel Fugo Banjarmasin (28/11).

Pada kesempatan tersebut, Bank Kalsel dianugerahi penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik”, yang diraih oleh Kas Titipan Bank Kalsel Batulicin. Penghargaan ini diberikan oleh Bank Indonesia kepada mitra perbankan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar, khususnya di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), serta mendukung kelancaran distribusi uang rupiah ke masyarakat.

Kas Titipan Batulicin dinilai sebagai unit layanan yang sangat aktif, sigap, dan konsisten dalam menjalankan perannya.Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini sebagai wujud pengakuan terhadap kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, khususnya tim di Kas Titipan Batulicin.

“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Bank Kalsel dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaan dan apresiasi ini. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat layanan kas titipan dan meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki jangkauan luas di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait pengedaran uang rupiah, penguatan layanan kas, dan edukasi ciri keaslian uang. Melalui Kas Titipan Batulicin, Bank Kalsel mampu menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, sehingga distribusi rupiah dapat berjalan lancar dan merata.

Fachrudin menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim serta sinergi yang baik antara Bank Kalsel dan Bank Indonesia. “Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kas Titipan Batulicin telah bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan uang layak edar, memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman. Kami akan terus memperbaiki layanan demi mendukung kelancaran sistem pembayaran dan kenyamanan transaksi masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik” ini semakin menegaskan posisi Bank Kalsel sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia serta menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Pemprov Kalsel Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi di Daerah

Published

on

H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin pada Presentasi Monotoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP). (Foto/MCKalsel)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga keterbukaan informasi di daerah. Penyampaian komitmen tersebut di sampaikan Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin pada Presentasi Monotoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi Pusat RI, Jakarta, Rabu (20/11/2025).

Dalam penyampaian presentasi tersebut Syarifuddin turut didamping oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muhamad Muslim sebagai leading sektor dalam mengawal keterbukaan informasi publik di Kalsel.

Menurutnya, KIP di Provinsi Kalsel sudah sangat baik, hal ini terlihat dari tren menurunnya pelaporan sengketa informasi oleh masyarakat ke Komisi Informasi Provinsi Kalsel.

“Tentunya juga didukung dengan kebijakan dari pimpinan dan kerjasama semua pihak, termasuk Komisi Informasi Provinsi Kalsel yang aktif dan rutin melakukan Monev KIP, asistensi penyusunan laporan tahunan, serta pendampingan Badan Publik Vertikal di daerah,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi ASN di lingkungan Pemprov Kalsel yang terus memberikan inovasi sehingga pelayanan dan keterbukaan informasi publik di Kalsel berjalan dengan baik.

“Pemerintah Provinsi Kalsel selalu berupaya mengedepankan keterbukaan informasi publik ini dengan mempermudah akses informasi kepada masyarakat tentang program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel,” pungkasnya. [adv/ad/mckalsel]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Wali Kota Tarakan H Khairul Bertemu Empat Menteri di Jakarta

Published

on

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., melakukan kunjungan ke beberapa kementerian di Jakarta. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., melakukan kunjungan ke beberapa kementerian di Jakarta dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait Program Strategis Nasional tahun 2026 di Kota Tarakan, Senin (20/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota menyambangi empat kementerian, yakni Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perdagangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Tarakan dan pemerintah pusat dalam pelaksanaan berbagai program prioritas nasional yang mendukung pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (adv/mandu)

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Kemkomdigi: Blokir IMEI bukan untuk Balik Nama, Tapi Perlindungan jika Ponsel Hilang atau Dicuri

Published

on

IMEI juga bermanfaat untuk mencegah peredaran ponsel ilegal (BM), melindungi konsumen dari penipuan, memastikan kualitas dan garansi resmi, serta membantu aparat mengurangi tindak kriminal pencurian ponsel. Hal itu disampaikan Dirketur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Wayan Toni Supriyanto di Jakarta, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Wayan Toni Supriyanto menegaskan bahwa wacana terkait layanan pemblokiran dan pendaftaran ulang International Mobile Equipment Identity (IMEI) bukanlah aturan balik nama ponsel seperti pada kendaraan bermotor.

“Kami perlu meluruskan, tidak benar jika seolah-olah Kemkomdigi akan mewajibkan setiap ponsel memiliki tanda kepemilikan seperti BPKB motor. Ini sifatnya sukarela, bagi yang ingin mendapatkan perlindungan lebih jika ponselnya hilang atau dicuri. Wacana ini adalah tindaklanjut dari aspirasi masyarakat yang identitasnya kerap kali disalahgunakan saat HP hilang atau dicuri,” ujar Wayan Toni di Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

Wayan menjelaskan, IMEI berfungsi sebagai identitas perangkat resmi yang telah terdaftar di sistem pemerintah. Dengan sistem ini, ponsel hasil tindak pidana bisa diblokir sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomis bagi pelaku kejahatan. Sebaliknya, konsumen yang membeli perangkat legal dapat merasa lebih aman dan nyaman.

IMEI juga bermanfaat untuk mencegah peredaran ponsel ilegal (BM), melindungi konsumen dari penipuan, memastikan kualitas dan garansi resmi, serta membantu aparat mengurangi tindak kriminal pencurian ponsel.

“Dengan IMEI, masyarakat bisa lebih tenang. Kalau ponsel hilang atau dicuri, perangkat bisa dilaporkan dan diblokir. Kalau ditemukan kembali, bisa diaktifkan lagi. Jadi ini bukan beban baru, melainkan perlindungan tambahan untuk masyarakat,” tambah Wayan.

Wayan menjelaskan, wacana ini masih dalam tahap menerima masukan dari masyarakat, belum dibahas di level pimpinan

“Direktur kami menyampaikan hal ini dalam forum diskusi akademik di ITB, tujuannya untuk mendengar masukan dari para akademisi, praktisi, dan masyarakat sebelum ada keputusan lebih lanjut,” jelas Wayan

Melalui klarifikasi ini, Kemkomdigi menegaskan kembali bahwa wacana kebijakan blokir IMEI secara sukarela ini adalah upaya melindungi konsumen dan menjaga keamanan ekosistem digital Indonesia, bukan menambah aturan birokratis yang memberatkan masyarakat. [*]

Bagikan ke
Continue Reading

Jakarta

Prestasi Membanggakan, Bank Kalsel Raih Penghargaan “The Best Sharia Banking Business Unit 2024” 

Published

on

Infobank Media Group bersama Kementerian Koperasi menyerahkan penghargaan kepada Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin. (Foto/Humas-BankKalsel) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Bank Kalsel. Pada ajang 14th Infobank Sharia Financial Institution Award 2025, Unit Usaha Syariah Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “The Best Sharia Banking Business Unit 2024”. Penghargaan ini diberikan atas kinerja gemilang yang berhasil ditorehkan oleh Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalsel sepanjang tahun 2024.

Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian acara Indonesia Economic Summit 2025 yang digelar oleh Infobank Media Group bersama Kementerian Koperasi, pada Kamis, 2 Oktober 2025 di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Jakarta. Acara ini mengangkat tema “Sinergi Perbankan, BUMN, dan Swasta untuk Mendukung Asta-Cita Koperasi Desa Merah Putih”, yang selaras dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini merupakan buah kerja keras seluruh jajaran manajemen, karyawan, dan dukungan penuh dari para nasabah setia. Kami akan terus memperkuat layanan perbankan syariah yang inklusif dan berkelanjutan, serta berkomitmen mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” ungkap Fachrudin.

Sebagai informasi, kinerja Unit Usaha Syariah Bank Kalsel pada tahun 2024 mencatatkan hasil positif, dengan rincian sebagai berikut:

Laba: Rp98,07 miliar, tumbuh 15,18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp85,14 miliar.
Aset: Rp3,43 triliun, tumbuh 13,92% dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp3,01 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp1,87 triliun, tumbuh 9,69% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,71 triliun.
Pembiayaan: Rp2,19 triliun, tumbuh 6,12% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Penghargaan ini semakin meneguhkan posisi Bank Kalsel sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus mendukung misi pemerintah dalam pencapaian Asta-Cita dan pemerataan ekonomi untuk menuju Indonesia Emas 2045. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer