Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Nusa Tenggara Timur

SMA PGRI SoE Gelar IHT dan Sosialisasi AKM

Published

on

NTT, suaraborneo.com – Persiapan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab merupakan salah satu hal penting dalam proses pembelajaran sehingga tidak terjadi hal-hal yang menyimpang atau jauh dari harapan.

SMA PGRI SoE menggelar kegiatan In House Training (IHT) dan sosialisasi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di ruang laboratorium sekolah tersebut, Senin (2/8) hingga Rabu, (4/8/2021).

Joni Keza, ketua panitia pelaksana kegiatan tersebut, sebelum menyampaikan laporannya, mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan ini terlaksana pada 19 – 21 juli namun baru terlaksana hari karena ada kesalahan teknis.

Kemudian dalam laporan panitianya, menandaskan, IHT dimaksudkan sebagai sarana untuk menambah ilmu pengetahuan dan keahlian pendidik untuk membuat perangkat pembelajaran yang bermutu dan menarik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan guru dan peserta didik menjadi sangat penting untuk memandang kelengkapan dan kesesuaian perangkat pembelajaran dalam persiapan KBM untuk tenaga pendidik di lingkungan SMA PGRI SoE.

Selain itu, dikatakan bahwa, tujuannya agar guru dapat membuat administrasi mengajar yang sesuai dengan kurikulum 2013 revisi pada mata pelajaran yang diampuh sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan mutu pendidikan yang memenuhi standar akreditasi nasional.

Kegiatan ini diikuti seluruh guru di sekolah tersebut dan yang menjadi nara sumber adalah kordinator pengawas dan pengawas binaan sekolah tersebut, tandasnya.

Sementara itu, Marintje, kepala sekolah tersebut, dalam arahannya, menuturkan bahwa kegiatan ini untuk mempersiapkan para pendidik sehingga dapat melaksanakan kegiatan tatap muka terbatas.

Selain itu, ditegaskan, para pendidik perlu dipersiapkan terlebih dahulu sehingga dapat membimbing dan menuntun peserta didik ke arah yang lebih baik baik, tegasnya.

Sedangkan, Ngelu Njudang, Kordinator pengawas tingkat SMA kabupaten TTS, dalam arahannya sebelum membuka kegiatan secara b resmi, menjelaskan, apa yang dilakukan hari ini dan selanjutnya sebagai pedoman untuk mengelola pendidikan, perangkat pembelajaran sebagai pedoman.

Selain itu, dijelaskan, ada pedoman yang dipegang oleh guru dan ada yang dipegang oleh sekolah. Guru boleh mengajar kalau memiliki perangkat pembelajaran sebagaimana halnya sopir harus memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM), jelasnya.

Secara terpisah, Sartje Ton, mengaku senang dengan kegiatan ini karena dapat mengetahui dengan jelas apa itu asesmen nasional, ungkapnya. (Albert Baunsele)

 208 kali dilihat

Umum

Populer