Pemkab Bengkayang Diminta Gandeng Generasi Milenial Gali Potensi Komoditas Pangan Lokal – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-12

Bengkayang

Pemkab Bengkayang Diminta Gandeng Generasi Milenial Gali Potensi Komoditas Pangan Lokal

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dapat menggandeng generasi milenial untuk pengembangan potensi komoditas pangan lokal di Kabupaten Bengkayang.

Pasalnya, kehadiran kaum milenial di nilai bisa memberikan sentuhan baru disektor pertanian dengan upaya inovasi serta kreasi yang baru.

Fransiskus menilai, dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan. Ia meminta agar pemerintah daerah lakukan lebih langkah inovatif dan kreatif dalam mengejar peluang yang ada.

Terlebih jika di lihat Bengkayang memiliki kultur tanah subur, sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian.

“Selain jagung. Ada juga potensi komoditas pangan lokal lainnya,”Jelasnya, Jumat (1/10)

Selanjutnya dengan adanya kehadiran generasi milineal, olahan komoditas jangung dapat dikreasikan, sehingga tak monoton.

menurut Fransiskus, selama ini jangung hanya digunakan untuk pakan ternak saja. Harapannya lewat generasi milineal tersebut, komoditas jagung dapat dikreasikan dengan banyak hal.

Fransiskus menambahkan, pihak legislatif siap mendorong dan mendukung hal tersebut agar lebih maksimal.

“kita di legislatif selalu siap mendukung pemda Bengkayang dalam hal penganggaran, “tutupnya. (rbn)

Bengkayang

Dayak Bakati Benua Lumar Dusun Baremada Gelar Ritual Ngahap Paniu

Published

on

Dayak Bakati Benua Lumar Gelar Ritual Adat Ngahap Pinau. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo com – Masyarakat Sub Suku Dayak Bakati, di Kampung Baremada Binua Lumar, Desa Lamolda, Kecamatan Lumar, Kabupaten Bengkayang mengadakan ritual khusus Ngahap Paniu Lingak di tempat Panyungu (Pantak), pada Jumat (29/4). Ritual Ngahap Paniu sendiri dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai wujud penghormatan wajib dan hanya bisa dilakukan saat mendapat pesanan melalui bisikan roh leluhur.

Salah satu Tokoh Masyarakat setempat, Mardirius Lope menjelaskan, bahwa ritual Ngahap Paniu merupakan giat adat yang sangat sakral yang tidak bisa ditentukan seperti ritual adat lainnya. Dimana kata dia, ritual ini adalah adat penghormatan terhadap roh dan peninggalan leluhur yang berjuang dalam meraih kemenangan di masa lampau (masa ngayau).

“Setelah prosesi ritual di halaman kampung, masyarakat Kampung Baremada berjalan kaki menuju Pantak Sakral. Itu jarak tempuh kurang lebih 2 Kilometer, dengan dipimpin oleh tetua adat,” ucapnya.

Sementara terkait pelaksanaan ritual berdasarkan pesanan atau lewat bisikan roh leluhur yang dibisikkan melalui warga yang tergolong masih keturunan leluhur tersebut. Dia mengungkapkan, bahwa hal itu bisa terjadi melalui mimpi atau roh yang memasuki jiwa siapapun dari masyarakat yang merupakan satu keturunan.

“Pada saat pelaksanaan, beberapa sesajian pendukung ritual adat tariu juga jadi hal yang wajib disuguhkan. Seperti yang utama, diantaranya Tangkin sebagai alat perang mengayau yang merupakan peninggalan nenek moyang,” terangnya.

“Selain itu kita juga meletakkan kepala tengkorak yang merupakan peninggalan hasil mengayau, tayok yang berbahan dasar tepung campur kunyit, telur, bawang, kucai, sungke, cucur, amping sagon, poe salikat, gula madu, sipa, sengkotop, atau biama. Semua harus serba memenuhi angka tujuh,” timpalnya.

Setelah pelaksanaan ritual adat di Pantak selesai dilakukan, lanjutnya, masyarakat diperbolehkan pulang dan seluruh rumah di kampung juga turut dibersihkan dan di cuci menggunakan air tawar. Rumah tersebut nantinya diharapkan memberikan kedamaian dan dipenuhi dijauhkan dari segala sakit penyakit.

“Selain itu masyarakat Dayak Bakati Benua Lumar juga diminta untuk mematuhi pantangan setelah ritual. Yakni tak boleh beraktivitas selama sembilan hari bagi pemilik rumah yang menyelenggarakan adat, dan tujuh hari (tak boleh beraktivitas) bagi warga pendatang atau warga kampung,” ungkapnya.

Lebih jauh, dirinya juga berharap agar ritual adat semacam ini bisa terus dilestarikan secara terus menerus hingga ke generasi penerus, secara estafet. Ini dilakukan sebagai komitmen untuk mempertahankan tradisi adat peninggalan leluhur.

“Ritual ini kita harapkan juga dapat menjadi simbol dan identitas suku dayak, khususnya Dayak Bakati Benua Lumar,” pungkasnya. [RB]

Continue Reading

Bengkayang

Disdikbud Bengkayang dan FIM Launching, Bedah Buku Hasil Karya Guru

Published

on

Pemerintah kabupaten Bengkayang Lounching dan Bedah Buku Hasil Karya Guru di aula kantor Disdikbud. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Jelang memperingati Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Bengkayang ke-23, yang jatuh pada Tanggal 27 April 2022,

Forum Indonesia Menulis (FIM) Kabupaten Bengkayang yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang menyelenggarakan kegiatan Launching dan Bedah Buku yang dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Rabu (20/4).
Giat launching dan Bedah buku tersebut diikuti oleh guru, akademisi dan praktisi serta pemerhati pendidikan melalui zoom meeting.

Acara Launching dan Bedah Buku ini dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Bengkayang, Drs H Syamsul Rizal, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heru Pujiono, Ketua PGRI PK Bengkayang, Rudi, Pembedah Buku Drs. Hendrikus Clemen, dan Perwakilan Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi ( pendamping dan mentor Wisata Literasi Guru).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono menyampaikan, kegiatan ini sendiri merupakan puncak dari Program Wisata Literasi Guru yang telah menghasilkan tidak kurang dari 61 judul Buku hasil karya Guru-guru di Kabupaten Bengkayang baik jenjang SD maupun jenjang SMP. Kegiatan ini diharapkan kemampuan literasi masyarakat khususnya pendidik dan peserta didik semakin baik dan meningkat sehingga dapat mewujudkan Bengkayang sebagai Kabupaten Literasi.

Kata Heru, program Wisata Literasi Guru masih akan terus dilanjutkan tahun 2022 dimana diharapkan para guru bukan hanya selesai menulis satu buku, namun akan berkelanjutan dimana tahun 2022 melalui Sekolah Literasi Guru bukan hanya melibatkan guru dalam menulis tetapi juga selibatkan murid / siswa dalam menulis untuk menghasilkan sebuah karya.

“Pada kesempatan ini buku yang dibedah berjudul “Jiwaku Untuk Anak Negeri” karya Drs Agnes Krismarini ( Kepala Sekolah SMP 3 Samalantan) dan “ Pengrajin Handal si Kampung Kreatif” karya Heryanti, ( guru SD N 01 Jagoi Babang) dengan pembedah buku praktisi pendidikan Drs, Hendrikus Clemen,” ungkap Heru.

Heru sendiri sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh FIM (Forum Indonsia Menulis) Kabupaten Bengkayang. Harapannya, dalam upaya mewujudkan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Bengkayang khususnya misi kesatu mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Cerdas dan Religius juga sekaligus dapat menginspirasi.
Sebagaimana motto yang dikembangkan yaitu GeMBIRA Bergerak ( Gigih, Empati, Bijak, Inspiratif, responsive dan Akseleratif), Pelajar KUAT (kreatif, ulet, Aktif dan terampil) dab Bangga SekolahKU dengan Kearifan Lokal, maka guru-guru yang sudah berhasil menulis dan dilaunching hasil karyanya ini dapat menginspirasi bagi guru-guru lainnya. Sehinga katanya, akan semakin mempercepat Ekosistem Pendidikan yang Akseleratif terwujudnya Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Organisasi Penggerak dan persiapan pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar.

“Dan pada gilirannya akan terwujud Profil Pelajar Pancasila,” ucapnya.

Secara terpisah. Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan, pemerintah sendiri menyambut baik dan berterima kasih atas terselenggaranya launching dan Bedah buku Karya Peserta Wisata Literasi Guru Kabupaten Bengkayang Tahun 2022.

Seperti diketahui bersama, visi dan misi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tahun 2020-2024 adalah untuk mewujudkan “Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan global”.

Strategi utamanya untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila antara lain; Pendidikan Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, Program Organisasi Penggerak, Kebijakan merdeka belajar, Kurikulum Merdeka, dan lain sebagainya.

Kata Darwis, program ini sangat relevan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bengkayang Tahun 2021 – 2026 yaitu dengan misi pertama Mewujudkan kualitas Sumber Daya Manusia Yang Sehat, Cerdas dan Religius serta Motto : ” SDM Unggul Bengkayang MANTAP: Maju, Adil, Nasionalis, Terdepan, Amanah, dan Peduli”.

Lebih jauh ia menyampaikan, program Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang dimiliki oleh Organisasi Kemasyarakatan Bidang Pendidikan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
“Tujuan program organisasi penggerak adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa di seluruh Indonesia dan mendorong hadirnya berbagai best practice (praktik baik) yang dihasilkan oleh organisasi penggerak,” kata Darwis.

Organisasi-organisasi ini akan menggerakkan komunitas pada sekolah menjadi ekosistem yang menjamin siswa beraklak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan berkebhinekaan global. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah harus dilibatkan dalam program organisasi penggerak yang secara khusus di Kabupaten Bengkayang melalui Forum Indonesia Menulis yang bergerak dibidang literasi.

“Sebagai bagian dari sekolah yang terlibat dalam Program Organisasi Penggerak kita harus terus berbagi, berinovasi dan beradaptasi di era disrupsi ini khususnya terhadap perubahan standar kompetensi kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru melalui kurikulum merdeka, perencanaan berbasis data, dan percepatan digitalisasi sekolah,” jelasnya.

“Mari kita terus merawat hati, pola pikir, intelengensi dan spirit untuk terus bergerak menciptakan Profil Pelajar Pancasila melalui keterlibatan kita Gembira Bergerak dan berkarya bersama menginspirasi dunia di Kabupaten Bengkayang ini sehingga terwujudnya SDM Unggul Bengkayang MANTAP,” tutupnya. (RB)

Continue Reading

Bengkayang

Sungai Betung Peringkat Tertinggi Kasus Kekerasan Perempuan Dan Anak

Published

on

Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Prempuan Dinas sosial Pemberdayaan dan perlindungan Anak Kabupaten Bengkayang, Liberty Nungkat. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Kecamatan Sungai Betung masih mendominasi terjadi Kasus angka tertinggi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Bengkayang Hingga Tahun 2022.

Berdasarkan data dalam 5 tahun Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Bengkayang, tercatat 47 kasus yang terjadi di wilayah tersebut.

“Kecamatan Sungai Betung angka tertinggi kekerasan terhadap anak dan perempuan, sesuai data masih didominasi di kabupaten Bengkayang,” terang Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan, Liberti Nungkat.

Kasus kekerasan anak dan perempuan itu di susul Kecamatan Bengkayang
berada diurutan kedua, yaitu 33 kasus hingga kini. Dan disusul oleh Kecamatan Seluas dengan 9 kasus.

Liberti menyampaikan kasus-kasus tersebut yakni mulai kasus persetubuhan terhadap anak, KDRT, Penelantaran, Pencabulan, hingga korban media sosial dan lain sebagainya.

“Tingkat kekerasan disetiap kecamatan merata, Namun sesuai data, Kecamatan Sungai Betung masih satu tingkat diatas wilayah yang lainnya,” Jelas Liberty

Liberti Nungkat menyebut, selama wabah pandemi covid-19 juga berdampak pada tingkat kekerasan pada anak dan perempuan di Kabupaten Bengkayang khususnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya juga berupaya membuat program-program untuk mengatasi perihal kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Bengkayang. Salah satunya seperti sosialisasi di desa-desa, edukasi digital parenting dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder desa dan swasta.

“Semoga tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan terutama Bengkayang di wilayah perbatasan tak terus berulang dan tak meningkat setiap tahunnya,” tutup Liberti. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

KNPI Bengkayang Berbagi Kasih dengan Panti Asuhan

Published

on

KNPI Kabupaten Bengkayang Menyerahkan Bantuan sembako di panti asuhan Abdi Agape di desa Darma Bakti kecamatan Teriak, Kalbar. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bengkayang memberikan bantuan Sejumlah Paket Sembako dan Beras Kepada anak-anak panti Asuhan Abdi Agape di desa Dharma Bhakti Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

Bantuan Sembako berupa Mie instan ,,Beras ,Telur dan Alat Tulis belajar diterima langsung pengelola dan antusias Sejumlah anak Panti Asuhan Abdi Agape.

Penyerahan Bantuan turut di ikut sertakan dari Kepolisian Polres Bengkayang.

Selain Membantu sembako ke masyarakat, KNPI Bengkayang juga Melakukan diskusi Bersama kepolisian setempat Untuk mempererat dan memperkuat tali silaturahmi, untuk menggali informasi -informasi publik terkait situasi KAMTIBMAS.

Ketua KNPI kabupaten Bengkayang Mengatakan Bantuan Kepada Warga terutama Panti Asuhan adalah Bentuk rasa kepedulian Terhadap Sesama terlebih di situasi wabah Pandemi.

“Kita tahu Pandemi masih belum berkahir sudah hampir dua Tahun , tentunya akan mempersulit Masyarakat beraktivitas , Karena itu Lewat berbagai Kasih ini semoga Bantuan dapat meringankan sedikit beban masyarakat terutama Panti Asuhan ,” ungkap Albert Pandur Sae Pidana, Ketua KNPI kabupaten Bengkayang.

Ketua KNPI kabupaten Bengkayang Albert Pandur Sae Pidana Juga mengungkapkan bukan Hanya Menghadapi Wabah Pandemi, namun situasi Daerah juga harus tetap Aman.

Pasalnya , menurut dia ,jika keamanan daerah tidak di jaga ,bukan tidak mungkin kejadian tak terduga yang dapat memecah belah persatuan bisa timbul.

“KAMTIBMAS harus kita jaga bersama , termasuk Protokol Kesehatan selama pandemi harus kita Terapkan sesuai apa yang menjadi Anjuran Pemerintah demi Kebaikan bersama, ” tegas Pandur. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Menang di Laga Perdana, One Piece FC Siap Tumbangkan Lawan di Laga Berikutnya

Published

on

Tim pemain One Piece FC Futsal Competition 2022. (Foto : Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Competition Fun Friendly Match Futsal 2022 Se-kabupaten Bengkayang telah bergulir. Sejumlah pertandingan telah dilakukan. Tak sedikit, beberapa tim pulang dengan harapan pupus dipenuhi dengan kucuran keringat basah penuh asa.

Namun, hal itu tak seperti One Piece FC rasakan. Di laga pertamanya. Tim dengan didominasi bapak satu dan dua anak tersebut berhasil menumbangkan lawan permainannya.

Kapten One Piece FC, Robin Mandagi menuturkan, ia beserta rekan setimnya sangat optimis mampu memberikan permainan yang menarik diatas lapangan.

“Meski diatas kertas tim kami masih nihil prestasi, tapi diatas lapangan kami optimis mampu menumbangkan tim lawan,” tegasnya. Kamis (9/3/2022).

Pemuda yang kerap di sapa Robin itu juga sangat meyakini, tim baru dibentuknya tersebut dapat bersaing dengan tim lawan yang telah berkecimpung lama di ajang turnamen di Kabupaten Bengkayang.

“Jangan kan bersaing, juara pun mampu,” ucapnya sambil menggaruk kepala.

Diketahui, One Piece FC sendiri dijadwalkan bertanding, di tanggal 11/3/2022, pukul 17.00 Wib mendatang, di Lapangan Futsal Angkasa. Jalan Sanggau Ledo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang. (rb)

Continue Reading

Bengkayang

Ops Bina Karuna 2022, Kapolres Bengkayang Minta Petugas Patroli Proaktif

Published

on

Kapolres Bengkayang Pimpin Apel operasi Bina Karuna Tahun 2022 di halaman Mapolres Bengkayang. (Foto : Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Polres Bengkayang Polda Kalbar akan melaksanakan Operasi Bina Karuna-2022, selama 21 Hari yang akan dimulai tanggal 09 hingga 29 Maret 2022. Operasi dimuldengan dilaksanakannya Apel Gelar Pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto, S.I.K, Selasa (08/03/2022).

Dalam amanatnya, Kapolres Bengkayang membacakan Amanat dari Kapolda Kalbar bahwa Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi yang rawan kebakaran hutan, kebun dan lahan, dimana faktor pemicu terjadinya kebakaran adalah pembakaran lahan perkebunan dengan cara dibakar dan tidak terkendali sehingga membakar lahan gambut lainnya.

“Pada tahun 2022 selama bulan Januari hingga bulan Maret telah terjadi 60 kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah yang ada di Kalimantan Barat. Kebakaran hutan, kebun dan lahan di areal yang luas dapat menimbulkan dampak yang besar, munculnya kabut asap dapat merusak saraf otak, menghambat kecerdasan dan pertumbuhan anak-anak, menggangu aktifitas belajar anak di sekolah menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan, menghambat transportasi penerbangan, lalu lintas di darat dan di laut dan menghambat pertumbuhan ekonomi, ” kata Kapolres Bengkayang.

Adapun data luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat lima tahun terakhir sbb :

1. TAHUN 2017 (7.467,33 HEKTAR)
2. TAHUN 2018 (68.422,03 HEKTAR)
3. TAHUN 2019 (151.070,00 HEKTAR)
4. TAHUN 2020 (7.646,00 HEKTAR)
5. TAHUN 2021 (11.670,00 HEKTAR)

“Dari data tersebut di Kalimantan Barat mengalami kenaikan hampir di setiap tahunnya dan paling sedikit ditahun 2017, dan itu merupakan upaya kita bersama yang bersinergi untuk mencegah hal tersebut terjadi,” tutur Kapolres Bengkayang.

Upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preemtif antara lain pemetaan hotspot, deteksi dini, melakukan himbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran bhabinkamtibmas, memberdayakan peran tomas dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

“Upaya preventif antara lain dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, mendatangi TKP dan melakukan pemadaman bersama sama serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran. Upaya penegakkan hukum hendaknya menjadi upaya terakhir kita untuk melakukan penanggulangan karhutla yang ada, seperti dengan mendatangi TKP, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum,” jelas Kapolres Bengkayang.

“Yang menjadi perhatian kita adalah masyarakat yang melakukan kegiatan perkebunan, pertanian, persawahan, pembangunan areal komplek perumahan, masyarakat/perusahaan yang melakukan kegiatan berkaitan dengan membuka hutan dan lahan dengan cara membakar, serta masyarakat yang melakukan pembakaran lahan dengan mengatasnamakan tradisi atau adat,” tambah Kapolres.

Kapolres Bengkayang meminta untuk berdayakan petugas patroli desa untuk cegah karhutla dan giat patroli dititik beratkan pada titik hot spot, jika menemukan titik api segera dipadamkan laksanakan patroli terpadu TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api serta mapping desa-desa yang berpotensi terjadinya karhutla.

“Masyarakat dalam membuka ladang berpindah dengan cara membakar harus dicarikan solusinya bagaimana mereka tetap dapat bercocok tanam dengan tidak membakar lahan. Berikan solusi yang berkaitan dengan sistem tanam dan permodalan yang tepat dan efisien. Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat tokoh pemuda dan instansi terkait, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di kalimantan barat yang dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari,” pintanya.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, bersatu padu bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan karhutla di provinsi Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” tutup Kapolres Bengkayang.

Apel gelar pasukan dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang diikuti oleh personel TNI, Sat Pol PP, Pemadam Kebakaran serta kendaraan operasional yang akan digunakan untuk pelaksanaan operasi. (rbn/rls)

Continue Reading

Bengkayang

Pemuda Dayak Bengkayang Gelar FGD dan Serahkan Bantuan Sembako di Panti Asuhan

Published

on

Ketua pemuda Dayak kabupaten Bengkayang menyerahkan bantuan ke Panti Asuhan Hidayatullah Bengkayang. (Foto : Ist)

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang Mengadakan Kegiatan Forum Grup Discussion Bersama Kepolisian dari Polres Bengkayang Setiap Awal Tahun 2022.

FGD ini adalah bagian dari meningkatkan tali Silahturahmi dan Persamaan Persepsi Organisasi Masyarakat seperti yang di lakukan Pemuda dayak bersama kepolisian.

dalam upaya Menjaga bersama Situasi KAMTIBMAS Aman, Damai dan kondusif di Bengkayang.

Forum Diskusi di prakarsai langsung ketua pemuda Dayak Kabupaten Lipus Beserta Anggotanya, turut Serta di rangkai dengan Penyerahan sejumlah Sembako kepada Lembaga Insan Bumi sebalo Panti Asuhan HIDAYATULLAH Bengkayang di wilayah Kecamatan Bengkayang Kota, Kamis (3/3/2022).

Sembako tersebut berupa Beras,Mie instan, kelengkapan Alat Tulis dan lain-lain

“FGD pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang bersama Pihak Kepolisian ini adalah bentuk silahturahmi serta kepedulian Pemuda dayak terhadap masyarakat di kabupaten Bengkayang” , ungkap Lipus.

Ketua Pemuda Dayak Kabupaten, Lipus Berharap Beberapa Bantuan yang di terima Panti Asuhan HIDAYATULLAH dapat bermanfaat serta memberikan Motivasi bagi para anak-anak panti Asuhan.

“Harapan saya sembako dan alat tulis untuk anak panti asuhan yang juga ikut merasakan dampak wabah bencana non alam seperti COVID-19 yang belum kunjung berakhir hingga saat ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan,” harapnya.

Lipus menambah kan aksi sosial yang di lakukan nya bersama kepolisian dari Polres Bengkayang sudah sering di lakukan

Dengan harapan dapat menjadi alat Komunikasi ampuh menciptakan Situasi KAMTIBMAS di kabupaten Bengkayang

“KAMTIMBAS tanggung Jawab kita semua,karena itu saya mengajak Masyarakat tetap menjaga Kesehatan ,menerapkan Prokes selama Pandemi terlebih pemerintah juga sedang gencar menghimbau masyarakat supaya tetap waspada karena ada Kasus varian baru Omnicron,” tutupnya. [rbn]

Continue Reading

Bengkayang

Gerbang Batas Kota Bengkayang-Singkawang Tama ka’Lawakng Dibangun Sekitar Rp 2,8 Miliar

Published

on

Bupati Bengkayang Darwis peletakan batu pertama pembangunan Gerbang Batas Kota Bengkayang-Singkawang Tama ka'Lawakng. (Foto : Ist)

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Gerbang batas kota di wilayah Singbebas (Singkawang, Bengkayang dan Sambas) akhirnya terealisasi.

Salah satunya pintu masuk batas kota di perbatasan antara Singkawang Timur dengan Kabupaten Bengkayang yang di beri nama Tama ka’lawakng.

Gerbang batas kota tersebut terealisasi dimulai dengan peletakan batu pertama dan simbolis oleh setiap kepala daerah di wilayah Singbebas. Tepatnya di perbatasan Kecamatan Monterado (28/2). Senin

Bupati Bengkayang Darwis Mengatakan nama Tama Ka’ Lawakng diberikan untuk gerbang batas kota filosofi berasal dari bahasa Suku Dayak, yang artinya selamat datang atau masuk ke pintu.

“Kita sesuaikan desainnya dengan budaya dan estetika Kabupaten Bengkayang,” ungkapnya.

Darwis Memastikan pembangunan gerbang Tama kalawang akan memakan biaya sebesar Rp 2,8 Miliar yang menggunakan dana Corporate Sosial Respon perusahaan untuk realisasi pembangunan tiga gerbang batas kota di wilayah Singbebas.

“Harapan kita bersama pembangunan Gerbang berjalan lancar sesuai rancangan. Dan gerbang tersebut menjadi identitas disetiap Kabupaten,” tutupnya.

Pembangunan Gerbang Batas kota ini juga di apresiasi , Ketua Pemuda Dayak Kabupaten Bengkayang, Lipus mendukung upaya pemda dalam merealisasi pembangunan gerbang batas kota di perbatasan Bengkayang-Singkawang, tepatnya di Kecamatan Monterado.

Menurutnya, gerbang batas kota tersebut baik untuk identitas Kabupaten Bengkayang.

“Saya apresiasi, dan dukung upaya pembangunan tersebut,” tegasnya.

Lipus menyebut banyak masyarakat baik dalam maupun luar kabupaten tak mengetahui tapal batas wilayah yang paten disetiap perbatasan.

Gerbang tersebut juga katanya, akan membuat bangga masyarakat dengan dimunculkannya nilai-nilai simbol dan budaya suku Dayak di Kabupaten Bengkayang.

“Tak hanya itu, para wisatawan yang mengunjungi Kabupaten Bengkayang juga akan mengetahui batas-batas dan wilayah wisata yang dimiliki oleh Bengkayang, agar tak salah kaprah,” tutupnya. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Puslitbang Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat di Polres Bengkayang

Published

on

Tim Puslitbang Polri dipimpin oleh Kombespol Safeudin Mohammad, S.I.K tiba di Polres Bengkayang dengan didampingi oleh Kapolres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto, S.I.K. (Foto : Ist)

BENGKAYANG, Suara Borneo.com – Polres Bengkayang Polda Kalbar mendapat kunjungan dari Tim Puslitbang Polri dalam rangka penelitian tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri TA. 2022 di Polres Bengkayang, Rabu (23/02/22).

Tim Puslitbang Polri dipimpin oleh Kombespol Safeudin Mohammad, S.I.K tiba di Polres Bengkayang dengan didampingi oleh Kapolres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto, S.I.K.

Penelitian dari Puslitbang Polri menghadirkan para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat serta para anggota pengempan fungsi pelayanan.

Dalam sambutannya, Kapolres Bengkayang berharap penelitian yang dilakukan oleh Puslitbang Polri dapat memberikan masukan untuk peningkatan pelayanan Polri kedepan.

“Kami berharap apa yang diteliti di Kabupaten Bengkayang ini tentang kepecayaan masyarakat terhadap Polri tercapai sehingga kami Polres Bengkayang kedepan mendapatkan masukan dan mendapatkan predikat sehingga kedepan kami akan lebih baik bekerja, lebih profesional dalam bekerja”, kata Kapolres Bengkayang.

Sementara itu, Kombespol Safeudin Mohammad mengatkan salah satu tugas Puslitbang Polri adalah melakukan penelitian, pengkajian, dan riset terkait operasional maupun pembinaan dengan harapan Puslitbang Polri dapat memberikan support untuk mewujudkan Polri yang Presisi.

“Kita ketahui bersama bahwa pelayanan Kepolisian kepada masyarakat sering menjadi sorotan dari berbagai bidang, baik masyarakat, akademisi, praktisi, media massa dan lain sebagainya. Hal ini menunjukan bahwa kepercayaan masyarakat menjadi instrument penting untuk mengukur sejauh mana Polri memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, kata Kombespol Safeudin Mohammad .

Keberhasilan-keberhasilan Polri dalam pengungkapan kasus-kasus Narkoba, Terorisme dan lain sebagainya pada prinsipnya sudah bisa diterima masyarakat bahkan dunia internasional pun mengakuinya.

“Namun disisi lain pelayanan kepada masyarakat belum baik dianggap masyarakat, oleh sebab itu Puslitbang Polri mengadakan penelitian kepercayaan masyarakat dari tahun 2015 hingga 2021, begitu juga eksternal Kepolisian juga melakukan penelitian kepercayaan masyarakat. Hal ini menunjukan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat merupakan program prioritas Kapolri untuk mengetahui sejauhmana Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat”, tutur Kombespol Safeudin Mohammad .

Menurut Kombespol Safeudin Mohammad Nilai tingkat kepercayaan masyarakat di Polres Bengkayang sebesar 84,1 dengan kategori sangat baik dengan rincian Fungsi Binmas 83,43, Fungsi Intelkam 82,92, Fungsi Lantas 88,37, Fungsi Reskrim 82,41 dan Fungsi Sabhara 84,93.

“Dari hasil ini kita akan melakukan pendalaman internal Kepolisian petugas pelayanan itu sendiri dan ekternal masyarakat yang mendapatkan pelayanan dari Kepolisian”, paparnya.

“Saya berharap, didapakan informasi , masukan yang benar-benar valid yang dapat kami jadikan kajian untuk memberikan masukan kepada pimpinan Polri sehingga Polri dapat menentukan arah kebijakan guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat sehingga tingkat kepercayaan masyarakat menjadi lebih baik”, tutupnya. (rbn)

Continue Reading

Umum

Populer