Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Bengkayang

Pemkab Bengkayang Diminta Gandeng Generasi Milenial Gali Potensi Komoditas Pangan Lokal

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dapat menggandeng generasi milenial untuk pengembangan potensi komoditas pangan lokal di Kabupaten Bengkayang.

Pasalnya, kehadiran kaum milenial di nilai bisa memberikan sentuhan baru disektor pertanian dengan upaya inovasi serta kreasi yang baru.

Fransiskus menilai, dalam rangka pemulihan ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan. Ia meminta agar pemerintah daerah lakukan lebih langkah inovatif dan kreatif dalam mengejar peluang yang ada.

Terlebih jika di lihat Bengkayang memiliki kultur tanah subur, sangat potensial untuk pengembangan sektor pertanian.

“Selain jagung. Ada juga potensi komoditas pangan lokal lainnya,”Jelasnya, Jumat (1/10)

Selanjutnya dengan adanya kehadiran generasi milineal, olahan komoditas jangung dapat dikreasikan, sehingga tak monoton.

menurut Fransiskus, selama ini jangung hanya digunakan untuk pakan ternak saja. Harapannya lewat generasi milineal tersebut, komoditas jagung dapat dikreasikan dengan banyak hal.

Fransiskus menambahkan, pihak legislatif siap mendorong dan mendukung hal tersebut agar lebih maksimal.

“kita di legislatif selalu siap mendukung pemda Bengkayang dalam hal penganggaran, “tutupnya. (rbn)

Bengkayang

9 Tersangka PETI Di Bengkayang Diamankan Polisi

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Kepolisian Resor Bengkayang mengungkap Sejumlah barang Bukti Hasil tambang Emas atau PETI beserta 9 Orang Tersangka pada Tahun 2021.

Kasus PETI tersebut di Sampaikan Kapolres Bengkayang, Polda Kalbar, AKBP Arif Agung Winarto, S.I.K dalam sebuah press release di Polres Bengkayang, Jumat (22/10/2021).

Dalam Konferensi Pers Rilis, Kapolres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto, S.I.K menerangkan 9 orang tersangka pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di berbagai titik di wilayah Kabupaten Bengkayang.

“Dari Hasil Pengungkapan peti Sampai saat ini kita sudah berhasil mengamankan 9 orang tersangka PETI,” ucapnya.

Dijelaskan Kapolres, saat petugas melakukan pengecekan izin usaha kegiatan penambangan tersebut, penanggung jawab kegiatan penambangan tidak bisa menunjukan dokumen legalitas kegiatan penambangan sehingga petugas melakukan upaya hukum dengan mengamankan para pelaku beserta barang bukti.

Mengenai tempat TKP operasi PETI Kapuas tersebut, dijelaskannya ada beberapa titik wilayah, yaitu di Kecamatan Monterado, satu Kecamatan Sungai Betung Masing masing satu Tkp.

“Memang ada juga satu kasus dalam hal ini sudah melanggar pasal 161 undang-undang nomor 3 Tahun 2020, yaitu sebagai penadah, dan menyalurkan hasil dari PETI tersebut,” papar Kapolres Bengkayang.

Adapun barang bukti yang disita pihak kepolisian Polres Bengkayang pada pengungkapan kasus tersebut, adalah uang senilai 25 juta, hasil PETI dan penadah berupa emas puluhan gram, alat pengolahan, serta alat berat yang masih berada di gudang penyitaan.

“Kini pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolres Bengkayang. Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku diancam dengan pasal Tindak Pidana undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana penjara 5 Tahun,” pungkas Kapolres Bengkayang. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Legislatif dan Eksekutif Bengkayang Bahas Tiga Raperda

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten Bengkayang bersama Pemkab Bengkayang melaksanakan rapat paripurna usulan inisiatif eksekutif raperda usulan inisiatif, di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bengkayang, Selasa (19/10/2021).

Rapat paripurna raperda dengan agenda penyampaian nota pengantar bupati bengkayang ini menghadirkan Forkopimda Para kepala OPD dan Para Anggota Dprd kabupaten Bengkayang.

Terkait pembahasan raperda tersebut, Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, tujuan inisiatif raperda tersebut untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dan sebagai payung hukum.

“Raperda tersebut untuk mendongkrak PAD dan juga sebagai salah satu pemberdayaan untuk para nelayan,” katanya.

Bupati Darwis menyebut, landasan usulan raperda tersebut adalah sebagai pemanfaatan dan pengembangan, serta melestarikan peningkatan sumber daya ikan di Kabupaten Bengkayang.

Kemudian, perlu adanya peningkatan wawasan dan paradigma baru di bidang perikanan. Karena penyelenggaraan perikanan diharapkan dapat mewujudkan peningkatan sosial ekonomi masyarakat.

“Lingkungan sumber daya ikan dapat dilakukan Secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Serta Pembinaan pengawasan harus dilakukan dengan terpadu,” ujarnya.

Bupati Darwis berharap, pembahasan usulan raperda tersebut berjalan lancar hingga ditetapkan menjadi perda.

Sementara itu, dalam rapat paripurna tersebut dibahas pula rancangan usulan raperda mengenai Badan Penyelenggaraan Desa, dan Pengendalian Menara Komunikasi. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Pemkab Bengkayang dan PT MSI Resmi Mou Pinjaman Dana PEN 250 Milyar

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Kabupaten Bengkayang Telah Melakukan MOU peminjaman dana anggaran PEN untuk sejumlah pembangunan infrastruktur di beberapa titik di kabupaten Bengkayang.

Dana dengan nilai fantastis, senilai Rp 250 Miliar. Saat resmi ditandatangani Mou antara pemerintah kabupaten Bengkayang dan pihak PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI), di Jakarta, pada Kamis (14/21).

MoU penandatanganan perjanjian pinjaman dana PEN Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional ini dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, dan didampingi oleh Wakil Bupati, serta disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Esidorus, termasuk pejabat terkait.

Dana Pinjaman PEN Sebelum nya melalui Proses tahap pengajuan oleh Pemda Bengkayang kepada PT SMI melalui Kemendagri.

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis memaparkan, tujuan pinjaman akan di pergunakan untuk percepatan pembangunan infrastruktur Sekaligus sebagai Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah Kabupaten Bengkayang.

” MOU pinjaman PEN antara PT SMI dan Pemkab Bengkayang melalui Kemendagri saat ini sudah disetujui,” Tegas Darwis

Menurut Darwis, Pinjaman PEN daerah akan dilunaskan pembayaran nya selama dalam jangka waktu 8 tahun.

Dengan program PEN Darwis berharap dana Pinjaman Memberikan dampak besar bagi pembangunan infrastruktur terutama sasaran pembangunan infrastruktur jalan. Dan mengejar ketertinggalan di Kabupaten Bengkayang.

Kabupaten Bengkayang Salah satu Daerah dari beberapa daerah kabupaten lainnya di Kalbar,yang mendapat pinjaman PEN.

” Semoga apa yang kita rencanakan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan kita bersama,”ucapnya.

pinjaman dana pembangunan infrastruktur jalan Tahun 2021 tersebut,sempat menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat. Bahkan susunan daftar dana kegiatan tersebut beredar luas di sosial media.

Berdasarkan data kegiatan, dana tersebut tertulis rekonstruksinya dengan nilai, yakni penggantian jembatan Keraso sebesar Rp 7 Milyar, jembatan Sekayok Rp4,2 milyar, pembangunan jembatan BBI Rp 4,2 milyar, dan pembangunan jembatan Sungai Karangan Rp8,4 milyar.

Sehingga total untuk pembangunan dan penggantian jembatan sebesar Rp 23,8 milyar.

Sementara kegiatan jalan untuk tujuh titik/ruas jalan yakni Jalan Pangkalan Makmur-Capkala sebesar Rp 42,6 Milyar, Jalan Capkala-Monterado Rp 52,2 milyar, Jalan Monterado-Samalantan Rp30,4 milyar, Jalan Puaje-Monterado Rp25,5 milyar, Jalan Sayung-Temu Rp16,5 milyar, Jalan Sanggau Ledo-Dawar Rp51 milyar, dan Jalan Sujah-Nibung Rp16,5 milyar.

Kemudian, biaya untuk pengawasan jalan dan jembatan (11 paket) sebesar Rp9,6 Milyar. Sehingga jumlah total pinjaman PEN sebesar Rp250 milyar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang menanggapi Pinjaman PEN daerah yang diajukan Pemkab Bengkayang Kepada PT SMI sebesar Rp 250 Milyar.

Menurut Fransiskus, sistem pinjaman tersebut tidak melalui DPRD dan sifatnya hanya pemberitahuan.

Kata Frans, mulanya pinjaman tersebut diajukan sebesar RP 500 Milyar. Namun, karena APBD tak mampu menutupi pembiayaan setiap tahunnya. Angka pinjaman yang diberikan menjadi Rp 250 milyar.

“Hal tersebut sudah diajukan Bupati dan sudah disetujui pihak yang bersangkutan,”terangnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang tersebut menegaskan, DPRD dalam hal ini tidak ada hak menolak ataupun menerima. Pasalnya, dalam hal ini sifatnya hanyalah pemberitahuan yang disampaikan oleh Pemkab Bengkayang kepada lembaga DPRD Bengkayang.

Dikatakan Frans, pinjaman 250 milyar dana PEN tersebut, direncanakan pengembalian hutang atau pinjaman dalam kurun waktu 8 tahun melalui dana APBD dengan berbagai ketentuan dan kesepakatan yang telah ditentukan.

Dirinya menginginkan, dengan langkah Pemkab Bengkayang tersebut. Tak hanya hutang yang ditanggung oleh semua masyarakat. Melainkan manfaatnya dapat dirasakan jua.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengatakan, pinjaman PEN daerah yang diajukan pemkab tersebut dengan dasar hukumnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020. Dan Tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Menangani Pandemi Covid-19.

Serta Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Untuk Pemerintah Daerah.

“Semoga keputusan dan langkah pemkab dalam membangun infrastruktur di Kabupaten Bengkayang dapat terealisasi dengan baik, dan lancar,” tutupnya. (robin)

Continue Reading

Bengkayang

Gencarkan UMKM, Masyarakat di Minta Maksimal Potensi Daerah

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com –Dinas Koperasi UKM dan Transmigrasi Kabupaten Bengkayang meminta masyarakat jeli memaksimalkan potensi daerah masing-masing. Guna meningkatkan UMKM di Kabupaten Bengkayang.

Kasi Pengembangan dan penguatan UMKM Dinkopukmnakertrans Kabupaten Bengkayang, Ferly mengatakan demografis wilayah Kabupaten Bengkayang sangat beragam. Baik dari daerah pesisir Kecamatan Sungai Raya, hingga daerah perbatasan Kecamatan Jagoi Babang.

“Peluang usaha mestinya lebih maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat. Serta inovasi dan kreativitas “paparnya.

Dedek Ferly menjelaskan, daerah pantai atau pesisir Bengkayang,di Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan identik sekali dengan produk hasil laut. Diantaranya seperti ikan asin ikan, kerupuk,dan lainnya

Sementara , untuk di wilayah tengah Bengkayang, banyak kerajinan yang menonjol, misalnya dodol dan makanan lainnya. Hingga merambah daerah perbatasan terkenal kearifan lokal seperti Bidai.

“Potensi-potensi produk usaha lainnya mesti ditimbulkan untuk mendongkrak penghasilan masyarakat. Dan yang sudah ada, agar dikembangkan lagi menjadi lebih baik,”katanya.

Saat ini pihaknya telah melakukan penguatan-penguatan dan pembinaan kepada para pelaku usaha agar dapat diarahkan sesuai kemahirannya. Sebab, kata dia, bimbingan tersebut sangat penting dilakukan. Kucuran bantuan besar diberikan. Namun tak dibarengi dengan pembinaan, hasilnya tak akan sesuai ekspektasi pemerintah.

Ia juga menambahkan, para pelaku usaha di masa pandemi juga harus jeli melakukan pemasaran online untuk menjual produk yang dihasilkan. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Pemkab Bengkayang Jemput Bola Vaksinasi Pelajar

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Kabupaten Bengkayang menerapkan pelayanan vaksinasi covid-19 terhadap pelajar secara door to door atau dari rumah ke rumah di setiap Rukun Tetangga (RT).

Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, vaksinasi door to door pelajar di laksanakan secara berkolaborasi antara Dinkes dan Disdikbud Kabupaten Bengkayang.

“Sistem dor to dor ini langkah kita untuk mempercepat pelayanan vaksinasi kepada para pelajar di Kabupaten Bengkayang lebih maksimal,”katanya, Selasa (28/9/2021).

Kata dia, pelaksanaan vaksinasi pelajar tersebut, saat ini sedang berlangsung dan sudah dimulai dari tingkat kecamatan hingga rt, sejak sepekan terakhir.

Percepatan vaksinasi pelajar itu dipercepat mengingat sejumlah sekolah sudah mengadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas.

Darwis berharap, pelaksanaan vaksin pelajar dapat berjalan maksimal sehingga tidak terjadi klaster covid-19 di lingkungan sekolah pada saat pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Semoga langkah dan upaya menyasar sasaran vaksinasi pelajar dapat dilakukan dengan maksimal, agar sektor pendidikan dapat berjalan dengan optimal,” tutupnya. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Pelaku Seni Bengkayang Siap Bangkit dan Berkarya

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Dewan Kesenian Kabupaten Bengkayang (DKKB) Soft Launching Kepengurusan sekaligus mendeklarasikan kesenian di aula paroki Santo Pius x Bengkayang (25/09) Sabtu pagi.

Dewan Kesenian Bengkayang ini akan menjadi wadah bagi insan pelaku seni lokal di kota bumi sebalo.

Soft Launching DKKB turut di hadiri Ketua Dprd kabupaten Bengkayang,Fransiskus,kepala dinas pemuda olahraga dan pariwisata I Made Putra Negara mewakili Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis,Camat Bengkayang.

Termasuk sejumlah pelaku seni di kabupaten Bengkayang.

DKKB di bentuk resmi pada tahun 2021 dan di dirikan Tujuh orang pendiriannya yakni

Drs . Hendrikus Clement,Ricky Hamonangan Silalahi, Ardi Djatmiko, , Fransiskus Sukardi, Beni Projasa ,Tatang Tarsani dan Irwan Saputra.

Mereka mencetus DKKB ini sebagai wujud untuk mendorong peningkatan dan perkembangan Kehidupan kesenian sejalan kebutuhan masyarakat, Mendorong dan meningkatkan mutu karya seni,sejalan dengan meningkatnya apresiasi masyarakat Terhadap Kesenian, Meningkatkan , mengembangkan dan menampung peran serta masyarakat di bidang pembangunan kesenian,kemudian Meningkatkan pembinaan dan mengembangan kesenian sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pelaku seni dan Memfasilitasi hak perlindungan hukum Terhadap para pelaku seni.

“ kita Patut bersyukur DKKB sudah di Lounching,ini adalah wadah wadah kita untuk membangkitkan kembali para pelaku seni” ungkap Ketua dewan kesenian kabupaten Bengkayang,
Ricky Hamonangan Silalahi.

Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Bengkayang Ricky Hamonangan Silalahi Mengatakan setelah DKKB terbentuk Pihaknya akan mendata Para pelaku seni di kabupaten Bengkayang.

“ nanti langkah pertama untuk mendata para seniman ,kami akan menyebarkan lembaran form ke seluruh kecamatan dan ini adalah bentuk komitmen DKKB supaya kedepan Pelaku seni tetap bangkit bersatu kembali,kita timbulkan lagi event Seperti Festival budaya bumi sebalo” Jelasnya

Menurut Ricky Hamonangan Silalahi, Event festival budaya bumi sebalo adalah satu kegiatan yang sangat besar memberikan dampak positif menyatukan seluruh seniman yang menyebar di 17 kecamatan yang ada di kabupaten Bengkayang.

“Moment event Festival budaya Bumi sebalo mewadah untuk mengumpulkan para seniman dan menyatukan kebersamaan untuk bertukar pendapat ,seluruh pelaku seni dapat menyampaikan seluruh ide kreatif nya,” kata Ricky Hamonangan Silalahi.

Ricky Hamonangan Silalahi berharap
Kedepan Pelaku seni kabupaten Bengkayang terus bangkit berkarya.

“Melalui DKKB ini ,upaya kami untuk membangkitkan kembali para pelaku seni ,Dewan Kesenian Bengkayang akan membuka pelatihan khusus,melalu lima dewan komite kesenian di masing masing bidangnya seperti komite tari,musik,seni rupa dan Kesenian lainnya,” beber Ketua ISSI kabupaten Bengkayang itu

Sementara itu,Ketua Dprd kabupaten Bengkayang yang sekaligus sebagai pembina dewan kesenian kabupaten Bengkayang , Fransiskus mengapresiasi dan mendukung penuh upaya DKKB tersebut.

“Pertama saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada DKKB yang sudah di soft Lounching secara resmi,” ucap Ketua Dprd kabupaten Bengkayang, Fransiskus

Menurut Fransiskus, pemerintah daerah kedepan Harus memberi dukungan penuh dan perhatian khusus kepada Pelaku seni melalui Dewan Kesenian Bengkayang.

“Pelaku seni Bengkayang harus di dukung penuh oleh pemerintah daerah,karena pelaku seni bagian dari untuk mendorong pembangunan daerah lebih baik kedepan,” ungkap Fransiskus

Fransiskus Berharap setelah soft Lounching dewan kesenian kabupaten segera mengali terus seluruh potensi pelaku seni Secara maksimal.

“Saya berharap DKKB mengali terus potensi seni yang ada di kabupaten Bengkayang untuk di wadahi secara baik,” harapnya. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Kriminalisasi Terhadap Peladang Terjadi Lagi Di Bengkayang

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Satu orang peladang Bernama Edi Warga Sebalos, kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Telah memenuhi panggilan undangan Klarifikasi terkait dugaan Tindak pidana pembukaan lahan dengan cara membakar berlokasi di dusun param,Desa sango, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang
Berdasarkan isi laporan polisi 23 September 2021.

Edi di mintai Keterangan menghadap langsung Penyidik pembantu yang menangani perkara nya AIPTU.ZULKARNAIN ,S.H.

“Saya sudah selesai memberikan klarifikasi di polsek sanggau Ledo terkait bakar lahan untuk keperluan ladang sekitar jam 7.30 pagi hingga pukul 10.00 tadi pagi,” ungkap Edi Peladang

Sebelum nya ,dalam pembukaan lahan ladang menurut Edi, dia sempat di datangi Mahasiswa dan Polhut Bengkayang kelokasi Ladang, dan Selang dua hari kemudian datang Juga Babin dan kepala Dusun ke lokasi yang sama guna di teruskan Ke pemerintah desa Sango.

“Pada saat ke lokasi mereka menyarankan kami supaya api bakar ladang di jaga sehingga tidak merembet ,saat bakar ladang kami kami ada 7 orang sesuai prosedur pembakaran Ladang kami bawa beberapa peralatan lengkap Air dan alat semprot untuk antisipasi jika sewaktu-waktu Api merembet,” tegas Edi

Edi Menambahkan pemeriksaan juga terkait pembukaan lahan ada juga dari desa bengkilu pada tanggal 21 September 2021 ,

“Ya benar ada pemeriksaan peladang juga dari Bengkilu ,tapi saya tidak tau mereka siapa,” kata Edi

Edi Menjelaskan luasan lahan ladang yang di bakar untuk kepentingan bertani hanya lebih dari satu hektar.

“Sekitar 1 hektar lahan saya untuk buka lahan ladang dan sudah ada sertifikat selain padi lahan juga di tanam jagung,” beber Edi

Undangan Klarifikasi terkait dugaan Tindak pidana Pembukaan dengan cara membakar Tersebut sesuai rujukan :

a.Pasal 7 ayat (1) g Pasal 11,Pasal 112,Ayat ( 1) dan (2) dan pasal 113 undang-undang RI no 8 Tahun 1981 tentang Hukum acara pidana

b. Pasal 13, Pasal 14 ayat (1) huruf g dan Pasal 16 ayat (1), (2) undang undang RI nomor 2 Tahun 2002 Tentang kepolisian Negara republik Indonesia.

c. Laporan Polisi nomor .LP/ 91/A/VII/2021/SPKT.SATRESKRIM BENGKAYANG/POLDA KALIMANTAN BARAT Tanggal 23 Juli 2021 Tentang tindakan setiap orang yang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar , sebagaimana di maksud Pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan atau pasal 10 ayat (1) Jo pasal 6 dan pasal 7 peraturan bupati Bengkayang nomor 34 tahun 2020 tentang pembukaan areal lahan pertanian berbasis kearifan lokal bagi masyarakat di kabupaten Bengkayang.

Terkait Undangan Klarifikasi media ini mencoba Mengkonfirmasi Kasat Reskrim polres Bengkayang Melalui Via WhatsApp AKP.Antonius Trias Kuncorojati Mengatakan dengan bhasa Singkat Hasil Undangan Klarifikasi tersebut akan menjadi dasar di terapkan Aturan Perbup.

“Kan Nanti di terapkan aturan Perbup, Ungkap AKP.Antonius Trias Kuncorojati, lewat Pesan singkat Via WhatsApp. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Ibu Hamil dan Menyusui Di Bengkayang Divaksinasi Covid-19

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemberian Vaksinasi Covid-19 Mulai Menyasar Ibu Hamil dan Menyusui perdana atau Pertama kali di Kabupaten Bengkayang

Pelaksanaan Vaksinasi ibu hamil dan menyusui di Laksanakan di kantor Dinkes dan KB Kabupaten Bengkayang Kamis (16/21)

Salah satu Ibu Hamil Warga Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Ervina Jotin merupakan salah satu peserta vaksinasi kalangan ibu hamil. Dirinya mengajak kalangan ibu hami tak takut untuk vaksin.

Hal itu diutarakan Ervina, agar kelompok masyarakat yang rentan khususnya ibu hamil dapat disasar dengan maksimal.

“Kami kelompok bumil mesti diprioritaskan dan diperhatikan juga oleh pihak terkait, agar Herd immunity dan kesehatan janin dapat terjamin di masa pandemi,”terangnya, Kamis (16/9/2021).

Ervina mengaku, saat ini usia kandungannya sudah menginjak 19 Minggu. Untuk sampai ke tahap vaksinasi hari ini. Mulanya perasaan khawatir dirasakannya. Namun, demi keselamatan dan kesehatan dirinya, serta bayi hal tersebut harus dilakukannya.

“Setelah vaksin tahap 1, tak ada gejala yang signifikan dirasakan dan saya rasa aman untuk bumil, karena sudah dilakukan riset pada pihak terkait,”ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk sasaran kalangan ibu hamil, pihak provinsi dan daerah lainnya sudah melakukan. Dan Kabupaten Bengkayang hari ini melakukan pencanangannya tersebut.

Ia berharap, para bumil di Kabupaten Bengkayang khususnya, untuk tidak takut vaksin dan segera mendaftar diri pada puskesmas terdekat untuk melakukan vaksinasi. (RB)

Continue Reading

Bengkayang

Pandemi Covid-19, Jurnalis Beri Pelatihan UMKM untuk Strategi Pemasaran Online

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tengah bergeliat di Desa Subgai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang. Guna mengatur strategi pemasaran lewat online dari berbagai aplikasi dan platform sosial media saat ini.

Pemasaran sistem online tersebut terus digencarkan sebagai langkah yang dinilai lebih efektif di situasi pandemi covid-19 melanda.

Salah satunya Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang saat ini tengah mengembangkan UMKM di Kabupaten Bengkayang lewat UMKM kelompok perempuan.

Kepala Desa Sungai Duri, Reza Herlambang mengatakan, untuk mendukung UMKM diwilayah Desa Sungai Duri. Pihaknya telah mengambil langkah inisiatif menyediakan galeri dan produk khas Bengkayang.

“Kita sediakan tempatnya, kemudian kreatifitas dan inovasi UMKM akan disalurkan ditempat tersebut,”terangnya. Senin (13/9/2021).

Kata Reza, UMKM setempat terus berjuang menampilkan berbagai jenis produk usaha, termasuk di sektor kuliner bernilai ekonomis di masa pandemi.

Tak hanya itu, pengadaan berbagai pelatihan juga disokong. Salah satunya manajemen pemasaran lewat aplikasi online. Marketplace Facebook misalnya.

“Kita adakan pelatihan strategi marketing online, agar masyarakat segmen pasarnya beragam, tak hanya andalkan lapak,”tegasnya.

Ditambahkannya, kegiatan tersebut didorong agar produk UMKM tetap mampu bersaing dan menjadi percontohan di era digitalisasi pada masa pandemi covid-19.

Situasi pandemi covid-19 berpengaruh sangat besar pada perekonomian keluarga. Baik finansial bahkan pendapatan penghasilan menurun. Tak jarang peralihan profesi dilakukan untuk bertahan menyambung hidup dikala pandemi.

Kabid Koperasi dan UMKM Kabupaten Bengkayang. Yustina Ita Wurni mendorong kaum perempuan lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha, serta memanfaatkan potensi yang ada lingkungan disekitar.

Dikatakan Yustina, Kelompok Perempuan diharapkan mampu mendukung selain berperan dalam urusan keluarga juga bisa lebih aktif dalam mambantu ekonomi keluarga.

“Kaum perempuan mesti kreatif dan mahir melihat peluang usaha didepan mata,”ungkapnya selepes mengisi acara kegiatan pelatihan UMKM Perempuan.

Dirinya mengapreasiasi kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh pihak Desa Sungai Duri beserta Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) dan Program Citradaya Nita 2021, dalam memberikan pemahaman kepada Kelompok UMKM perempuan terhadap mekanisme strategi pemasaran online pada produk UMKM.

Hal itu dikatakannya, sangat penting dilakukan. Melihat segmentasi pasar online sangat menjanjikan. Tinggal bagaimana mengemas produk UMKM lebih menarik versi digital. Agar memikat konsumen.

“Saya mendorong kepada pemerintah daerah lain, untuk melakukan hal yang sama kepada masyarakat agar lebih produktif dan mampu memaksimalkan potensi daerah yang dimiliki,”ucapnya.

Dirinya menyampaikan, pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bengkayang telah menyiapkan KUR yang berjumlah besar yaitu senilai 76,1 Milyar untuk Tahun 2021. Diimbaunya kepada masyarakat untuk segera memanfaatkan dana tersebut. Karena telah difasilitasi oleh pemerintah dalam mendorong UMKM di Kabupaten Bengkayang.

“Semoga UMKM di Kabupaten Bengkayang dapat tumbuh dan berkembang, sehingga mampu menopang perekonomian didaerah,” tutupnya. (RB)

Continue Reading

Populer