Dipimpin Mendagri, Pemprov Kalsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Penyerahan Penghargaan Insentif Fiskal - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Dipimpin Mendagri, Pemprov Kalsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Penyerahan Penghargaan Insentif Fiskal

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas Perdagangan, Sulkan, hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan Insentif Fiskal TA 2024. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala Dinas Perdagangan, Sulkan, hadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan Insentif Fiskal TA 2024 Kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode Pertama, pada Senin (8/5) pagi secara daring dari Command Center Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru.

Kegiatan diawali dengan Penyerahan Penghargaan Insentif Fiskal untuk kinerja tahun berjalan periode pertama tahun anggaran 2024 yang bernilai total 300 milyar rupiah untuk 50 daerah.

Dengan rincian penerima 216 milyar untuk 36 pemerintah kabupaten, 60 milyar untuk 10 pemerintah kota dan 24 milyar untuk 4 pemerintah provinsi.

Penghargaan berupa insentif fiskal ini kemudian diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara kepada para kepala daerah penerima penghargaan ataupun yang mewakili.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum kita bersama untuk memperkuat komitmen dalam menjaga stabilitas perekonomian dan menurunkan angka inflasi di Indonesia,” sampai Tito usai penyerahan.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Lucky Al Firman saat menyampaikan Laporan Penetapan Alokasi Insentif Fiskal menyampaikan bahwa alokasi insentif fiskal tahun anggaran 2024 secara keseluruhan adalah sebanyak 8 triliyun rupiah.

Dirinya juga menyampaikan dua tujuan utama diadakannya penyerahan penghargaan ini adalah untuk mendorong partisipasi pemda dalam mengendalikan tingkat inflasi di daerah masing-masing.

Kemudian untuk memberikan penghargaan kepada daerah yang telah berkinerja baik dalam pengendalian inflasi daerah, serta memacu daerah-daerah lain yang belum mendapatkan penghargaan agar semakin meningkatkan kinerjanya.

“Insentif fiskal dapat digunakan untuk kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas daerah, berupa dukungan infrastruktur, pelayanan publik, peningkatan perekonomian, pelayanan kesehatan dan Pendidikan. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan seluruh daerah akan termotivasi untuk terus memperbaiki kinerjanya untuk Indonesia yang lebih baik,” sampainya.

Acara kemudian dilanjutkan Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang di awal dipimpin langsung oleh Mendagri, Tito Karnavian sebelum pamit undur diri untuk menghadiri rapat dengan presiden di Istana Negara.

Tito dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk inflasi year-on-year Juli 2024 terhadap Juli 2023 adalah 2,13 persen, trend menurun dibandingkan year-on-year pada bulan sebelumnya dengan penyumbang terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Sedangkan untuk month-to-month Juli 2024 terhadap Juni 2024 terjadi deflasi sebesar -0,18 persen dengan penyumbang deflasi oleh kelompok yang sama yakni makanan, minuman dan tembakau.

“Angka ini masih berada dalam range target, yakni 2,5 persen plus-minus 1 persen (1,5-3,5 persen), meskipun tidak semua daerah berada dalam range tersebut. Tolong yang masih tinggi menjadi perhatian, dan untuk yang rendah dijaga jangan sampai terlalu rendah,” ujar Tito.

Untuk inflasi year-on-year Kalimantan Selatan sendiri berada di angka 1,85 persen, yang juga termasuk dalam 10 provinsi dengan inflasi terendah dengan indeks perkembangan harga (IPH) sebesar -1,49 persen.

Angka yang relatif rendah ujar Tito, disatu sisi menunjukkan tidak ada kenaikan harga barang dan jasa, tapi pemda juga harus berhati-hati jangan sampai turun karena demand atau konsumsi rumah tangga yang menurun dan daya beli yang menurun.

Selain dipimpin dan dihadiri Mendagri, Wamenkeu, turut dihadiri juga Kepala Badan Pangan Nasional, perwakilan dari Badan Pusat Statistik, Kementarian Pertanian, Kepala Staf Presiden, Danlanud Halim Perdana Kusuma, Mabes TNI serta gubernur dan bupati/walikota se-Indonesia. [ad/adpim]

Bagikan ke

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Tingkatan Sinergi dengan MUI Perkuat dan Merawat Nilai- Nilai Kebangsaan

Published

on

Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel. H. Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso menghadiri Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalsel Masa Khidmat 2026–2031 di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menjadi forum strategis bagi MUI Kalsel dalam menjabarkan hasil Musyawarah Daerah ke dalam program kerja yang lebih operasional, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan, serta menyusun langkah-langkah strategis organisasi untuk masa mendatang.

Mengusung tema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian” Mukerda MUI Kalsel dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq; Ketua DPRD Kalsel, H. Supian HK; Wakil Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol. Noviar; serta Kepala Staf Korem 101/Antasari, Kolonel Inf. Roy Fahrur Rozi.

Hadir pula Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Marsudi Syuhud, M.M.; Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kalsel, Prof. Dr. KH. Hafiz Anshary; beserta jajaran pengurus MUI provinsi dan kabupaten/kota se-Kalsel.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti para pejabat di lingkungan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota se-Kalsel, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, tokoh agama, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat yang turut berpartisipasi dalam Musyawarah Kerja Daerah dan Dialog Kebangsaan MUI Kalimantan Selatan.

Membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalsel. H. Muhidin, Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, Gubernur H. Muhidin mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI Kalsel atas terselenggaranya Mukerda pertama dan Dialog Kebangsaan yang dinilai menjadi bukti eksistensi MUI sebagai organisasi keagamaan yang aktif berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah.

“Kegiatan ini menegaskan bahwa MUI Kalsel eksis sebagai organisasi keagamaan dan sekaligus hadir untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan daerah yang kita cintai, Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Menurutnya, keberadaan MUI Kalsel juga memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain menjadi wadah pemersatu umat, MUI Kalsel juga berperan dalam mencegah perpecahan, menjaga toleransi, membangun harmoni kehidupan beragama, serta memberikan fatwa dan nasihat keagamaan yang menjadi pedoman masyarakat.

Gubernur H. Muhidin menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan MUI perlu terus diperkuat, terutama dalam merawat nilai-nilai kebangsaan yang saat ini menghadapi berbagai tantangan di era keterbukaan informasi.

Selain itu Gubernur H. Muhidin menyampaikan maraknya penyebaran fitnah, ujaran kebencian, paham yang memecah belah, hingga isu-isu intoleransi yang beredar melalui berbagai platform media sosial. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi dengan memperkuat pemahaman kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat.

“Nilai-nilai kebangsaan harus kita perkuat di semua generasi. Ruang dialog kebangsaan seperti yang digagas MUI Kalsel ini perlu kita sebarkan lebih luas di berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap program-program yang dihasilkan dalam Mukerda mampu menjawab berbagai persoalan umat sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan melalui langkah-langkah nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, GubernurH. Muhidun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalimantan Selatan yang maju, sejahtera, dan bermartabat dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

“Pemerintah dan ulama kiranya saling merangkul untuk memperkuat soliditas kebangsaan ini, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama,” pesannya.

Sementara itu, Ketua MUI, K.H. Ahmad Syairazi menegaskan bahwa MUI harus menjadi rumah besar umat Islam yang mampu merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa memandang perbedaan pandangan.

“Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, sebaliknya keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kolaborasi demi kepentingan umat yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, K.H. Ahmad Syairazi berharap Mukerda mampu menghasilkan program kerja yang realistis, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, K.H. Ahmad Syairazi juga mendorong penguatan sinergi antara MUI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Tantangan umat saat ini tidak dapat dihadapi sendiri-sendiri sehingga kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjalankan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.” pungkas K.H. Ahmad Syairazi. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Rakor Bersama Mendagri, Pemprov Kalsel Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026

Published

on

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusma Khazairin, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 secara virtual dari Command Center Setda Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (15/06/2026).

Usai mengikuti rakor, Khazairin mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai upaya menghadirkan data yang akurat dan komprehensif untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah maupun nasional.

“Data ekonomi yang akurat sangat penting sebagai dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan. Karena itu, Pemprov Kalimantan Selatan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan siap bersinergi dengan BPS agar pelaksanaannya berjalan optimal di daerah,” ujarnya.

Menurutnya, hasil sensus nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi ekonomi, menyusun program pembangunan yang tepat sasaran, serta memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menandatangani Surat Edaran Bersama (SEB) yang menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Menurutnya, semakin akurat data yang dimiliki, maka semakin tepat pula kebijakan yang dapat dirumuskan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita tahu bahwa data itu sangat-sangat penting sekali. Dengan data, berbasis data kita bisa membuat kebijakan. Makin data makin akurat maka kebijakan juga akan makin baik,” ujar Tito Karnavian.

Mendagri menjelaskan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menugaskan BPS untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian masyarakat Indonesia. Hasil sensus tersebut nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi nasional maupun daerah.

Mendagri juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan sensus. Menurutnya, data yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah pusat, tetapi juga menjadi referensi strategis bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Jadi tolong sekali lagi proaktif rekan-rekan kepala daerah, undang BPS. Segera. Bicarakan secara teknis bagaimana agar kegiatan sensus ini di daerah masing-masing hasilnya optimal,” tegasnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Temui Demo dan Berdialog Dengan Aliansi Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) se- Kalsel

Published

on

Gubernur Kalsel, H. Muhidin menemui dan mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel, H. Muhidin menemui dan mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dalam aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Banjarbaru pada Jumat (5/6/2026).

Dalam suasana dialog yang terbuka dan penuh kekeluargaan, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, menyimak dengan seksama berbagai aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.

Beragam isu menjadi perhatian, mulai dari pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup dan sektor pertambangan, penguatan ekonomi daerah, hingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

Menurut Gubernur H. Muhidin, aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah yang patut dihargai.

Gubernur H. Muhidin memandang kritik dan masukan sebagai bagian penting dalam proses perbaikan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menghargai kepedulian adik-adik mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan tentu menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar H. Muhidin.

Selain memberikan penjelasan terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan, H. Muhidin juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai kalangan.

Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi bahan evaluasi yang sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalsel sangat terbantu dengan kritik, masukan maupun saran dari siapa pun. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Kritik bukan untuk dijauhi, tetapi menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.

Selain itu, Gubernur H. Muhidin menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel yang mengusung slogan ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua’.

Karena itu, pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

“Kami ingin merangkul semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mahasiswa, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan masukan serta mengawal pembangunan. Dengan bekerja bersama dan merangkul semua, Insya Allah Kalimantan Selatan akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas H. Muhidin.

Melalui dialog yang berlangsung kondusif tersebut, Gubernur H. Muhidin berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjalin dengan baik.

Gubernur H. Muhidin menilai perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar dan dapat menjadi energi positif untuk melahirkan solusi serta mendorong pembangunan Kalsel yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pengawasan Penyaluran BBM, Gubernur H. Muhidin dan Kapolda Audensi Bersama Jajaran PT Pertamina Patra Niaga Area Kalsel

Published

on

Gubernur Kalsel H Muhidin turut menghadiri pertemuan Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga Area Kalsel. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Plh Sekdaprov Subhan Noor Yaumil dan Kepala Dinas Pariwisata Iwan Fitriady, turut menghadiri pertemuan Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga Area Kalsel, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang Kapolda Kalsel di Banjarbaru itu membahas masalah kelangkaan BBM serta pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Kalsel.

Turut hadir petinggi Polda Kalsel diantaranya, Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, Dir Krimum, Dir Krimsus, Wadir Polair, dan Kasubdit Ekonomi Dit Intelkam.

Sedangkan pihak PT. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, dihadiri Isfahani (Executive General Manager) dan Bondan Tri Wibowo selalu ales Area Manager PT. Pertamina Patra Niaga Kalsel.

Dalam pertempuran, dibahas beberapa permasalahan utama kelangkaan BBM bersubsidi, bahwa terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya antrean dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Kalsel.

Antara lain, adanya indikasi penimbunan BBM oleh pihak-pihak tertentu, dan masih terdapat praktik premanisme di lingkungan depo maupun dalam rantai distribusi BBM.

Kemudian, berdasarkan kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan, secara perhitungan seharusnya tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang di Kalsel.

Dalam hal ini, diperlukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan distribusi BBM subsidi agar penyaluran tepat sasaran.
Iswahani selalu Executive General Manager Pertamina Balikpapan menyampaikan bahwa penyaluran BBM subsidi, khususnya Solar, telah menggunakan mekanisme QR Code sebagai instrumen pengendalian pembelian.

Dijelaskan, terdapat pembatasan volume pembelian BBM subsidi yang terintegrasi dalam sistem QR Code dan dalam pelaksanaannya, petugas SPBU memiliki peran penting untuk melakukan verifikasi langsung terhadap pengguna QR Code saat transaksi pembelian.

Implementasi pengawasan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan pengawasan terhadap penggunaan QR Code dan kepatuhan pengguna.

Adapun Gubernur H Muhidin dalam arahannya, menyampaikan bahwa perlu dilakukan penguatan sistem pengendalian dalam penggunaan QR Code, termasuk kajian penerapan mekanisme yang lebih ketat dengan mengintegrasikan data kendaraan melalui STNK sehingga dapat meminimalisasi penyalahgunaan BBM subsidi.

Gubernur juga meminta Pertamina menjelaskan secara rinci mekanisme pengendalian dan pengawasan penggunaan barcode/QR Code BBM subsidi serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Dalam proses pengisian dan distribusi BBM dari depo, perlu dilakukan pengaturan yang lebih terkoordinasi dan serentak guna menghindari terjadinya antrean panjang maupun keterlambatan pasokan di wilayah Kalsel.

Arahan gubernur berikutmya adalah diperlukan sinergi yang lebih kuat antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pertemuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa kelangkaan dan antrean BBM yang terjadi perlu ditelusuri lebih lanjut mengingat kuota BBM subsidi yang tersedia secara data mencukupi kebutuhan masyarakat.

Pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk indikasi penimbunan dan praktik premanisme dalam distribusi BBM, perlu ditingkatkan melalui koordinasi lintas instansi.

Kemudian, Pertamina diminta melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengendalian QR Code agar lebih efektif dalam memastikan BBM subsidi diterima oleh pihak yang berhak.

Hal penting lain, perlu dilakukan pengaturan distribusi dan pengisian BBM dari depo secara lebih terencana dan merata untuk mencegah antrean serta gangguan pasokan di daerah.

Terakhir, hasil pembahasan akan menjadi bahan tindak lanjut bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Selatan, dan PT Pertamina Patra Niaga. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Sinergi Pemprov Kalsel dan BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional di Banua

Published

on

BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel, di ruang Rapat Sekda lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kalsel Banjarbaru. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalsel bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Banua.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Komunikasi dengan Para Pemangku Kepentingan Utama Tahap I Tahun 2026 yang digelar BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel, di ruang Rapat Sekda lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kalsel Banjarbaru, Rabu (3/6/2026) pagi.

Forum komunikasi ini digelar sebagai wadah koordinasi antara BPJS Kesehatan dan para pemangku kepentingan di daerah dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui forum tersebut, berbagai tantangan dan strategi peningkatan kepesertaan serta keaktifan peserta JKN dibahas bersama guna mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalsel, Hj. Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa Kalsel telah berhasil mencapai target Universal Health Coverage (UHC).

Namun demikian, masih diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat keaktifan peserta serta mendorong seluruh kabupaten/kota mencapai target yang ditetapkan.

“Secara capaian, Kalsel sudah mencapai target UHC. Namun masih ada beberapa kabupaten dan kota yang belum mencapai target yang diharapkan. Karena itu, diperlukan strategi bersama agar harapan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Kalsel dapat tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Galuh Tantri menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui sejumlah SKPD terkait telah melakukan audiensi bersama BPJS Kesehatan untuk membahas pelaksanaan UHC di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dari pertemuan tersebut, berbagai masukan dan langkah strategis telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Dari hasil audiensi yang telah dilakukan, kami sudah melaporkannya kepada Bapak Sekda dan telah mendapatkan beberapa arahan. Mudah-mudahan setelah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji, akan ada keputusan-keputusan yang dapat mendukung program dan kegiatan yang diharapkan BPJS Kesehatan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain itu, Menurut Hj. Galuh Tantri , forum komunikasi ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung keberlanjutan Program JKN dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hj. Galuh Tantri berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan sehingga berbagai tantangan yang masih dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Kegiatan ini merupakan tahap pertama. Kami berharap melalui forum ini dapat terbangun diskusi yang baik antara BPJS Kesehatan dan seluruh SKPD terkait, sehingga langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan semakin terarah dan efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Sementara itu, Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Ivan Rafian, mengapresiasi capaian Kalsel yang telah memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) dan tingkat keaktifan peserta JKN sesuai target nasional.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan sinergi dan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah Kalsel dari sisi UHC maupun keaktifan peserta sudah mencapai target RPJMN. Yang perlu kita jaga sekarang adalah bagaimana capaian ini dapat terus dipertahankan melalui koordinasi dan komitmen bersama,” ujarnya.

Forum komunikasi tersebut turut dihadiri, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Barabai, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, serta perwakilan sejumlah SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, Tekankan Generasi Muda Jadikan Pancasila Ideologi Hidup

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (1/6/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Komandan Upacara, Pasi Komsos Korem 101/Antasari, Mayor Cke Mukhlisun. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pimpinan instansi vertikal di Kalsel, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Selatan serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Yudian Wahyudi, yang menyatakan, momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia,” demikian amanat Kepala BPIP RI.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Pancasila telah membuktikan kemampuannya menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

Sesuai amanat tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil berharap seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Diharapkan generasi muda, dengan momen hari lahir Pancasila ini, dapat lebih mendalami ideologi bangsa kita ini, sehingga dapat diimplementasikan oleh para generasi penerus ini kedepan, bahwa segala tindakan dan apa yang akan dilakukan, dapat berpedoman dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila,” tegas Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Jaga Inflasi di Kalsel, Pemprov Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Idul Adha

Published

on

Kepala Biro Perekonomian yang diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Konsisten perhatikan dinamika inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, melalui Kepala Biro Perekonomian yang diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (18/5/2026) pagi.

Rakor rutin yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta ini, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan diikuti perwakilan badan dan instansi terkait, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia atau yang mewakili.

Dalam kesempatan ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tito menyampaikan bahwa kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 year-on-year 2,26 persen, yang disampaikan Tito sebagai angka yang bagus.

“BPS sudah merilis untuk inflasi kita year-on-year April 2026 2,26 persen, angka ini menurun, dan cukup bagus dibanding sebelumnya yang pernah mencapai 3,48 hingga 4 persen. Ini angka yang paling bagus dan relatif bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” sampai Tito.

Selanjutnya, Tito menyampaikan untuk inflasi month-to-month April 2026 terhadap April 2025 adalah sebesar 0,13 persen, relatif menurun dari sebelumnya di angka 0,41 persen.

Untuk inflasi di Kalsel, sesuai data BPS awal Mei 2026, diketahui bahwa inflasi year-on-year April 2026 ada di angkaa 3,67 persen dan minus 0,04 persen, atau deflasi untuk month-to-month.

Sedangkan untu Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel pada minggu kedua Mei 2026 adalah minus 0,92 persen dengan komoditas daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras.

Kabag Kebijakan Perekonomian, Idris, ditemui usai rakor menyampaikan bahwa angka inflasi year-on-year April 2026 ini berhasil turun 4 peringkat dari posisi sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk bulan April 2026 kemarin inflasi kita 3,67 persen, kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya kita selama ini untuk menurunkan inflasi cukup berhasil, yang merupakan hasil kerjasama SKPD dan juga badan serta instansi terkait,” sampainya.

Selanjutnya, jelang perayaan hari besar keagamaan yang akan datang, yakni Hari Raya Idul Adha, Idris menyampaikan kemungkinan terjadinya gejolak harga pada sejumlah bahan pokok, yang memang lumrah terjadi.

“Yang akan kita hadapi di minggu depan, yaitu Hari Raya Idul Adha, ada kemungkinan akan terjadi gejolak inflasi yang perlu kita perhatikan. Untuk itu, kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan konsumi yang berlebihan, secukupnya sesuai kebutuhan saja,” pesannya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Adilla Redhayanti, yang turut berhadir pada rakor ini juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel, melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel juga sedang melaksanakan Pasar Murah yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebagai sebuah instrumen pengendalian inflasi di Kalsel.

“Kami saat ini melaksanakan Pasar Murah yang sedang berjalan menyambut momen Hari Raya Idul Adha dan dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Saat ini tim sedang bergerak ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan setelah ini masih ada 3 kabupaten lagi jelang Idul Adha,” sampainya.

Adapun komoditas yang dijual adalah bahan-bahan pokok, yakni minyak goreng, dalam hal ini MinyaKita, gula, tepung hingga teh.

“Juga bertepatan dengan situasi global yang sedang memanas saat ini, Pemprov Kalsel hadir dalam bentuk memberikan barang-barang pokok yang lebih terjangkau, berupa MinyaKita, gula, tepung dan teh yang kami ambil dari distributor, dan kami jual dengan harga yang persis sama yang diberikan distributor, tidak ada kenaikan harga sama sekali untuk dijual ke Masyarakat,” ujarnya.

Rakor pengendalian inflasi ini turut dihadiri SKPD, serta badan dan instansi terkait, seperti dari Dinas Permukiman dan Perumahan serta perwakilan BPS Provinsi Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer