Banjarbaru
Sinergitas BMKG Dan Dinas Kominfo Kalsel Edukasi Masyarakat Melalui Sekolah Lapangan Iklim
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berikan pemahaman kepada masyarakat Kalimantan Selatan untuk mengenali iklim melalui Sekolah Lapangan Iklim (SLI) yang dilakukan kerja sama dengan Dinas Kementerian Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel (Diskominfo Kalsel). Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Goeroeh Tjiptanto menjelaskan pelaksanaan SLI ini untuk memberikan pembelajaran tematik atas pentingnya informasi BMKG kepada 50 peserta yang terdiri dari perwakilan media, instansi terkait, lembaga masyarakat hingga akademisi, yang akan diselenggarakan di aula Diskominfo Kalsel di Banjarbaru, pada Selasa 8 Oktober 2024.
“SLI ini memberikan informasi lebih luas guna meningkatkan pemahaman
masyarakat tentang Informasi BMKG, termasuk sektor layanannya di bidang
transportasi, sumber daya air, penanggulangan bencana, kelautan dan perikanan serta juga pertanian dan perkebunan,” sebut Goeroeh, Senin (7/10/2024).
Menurutnya, berdasarkan UU Nomor 31 tahun 2009 tentang Meteorologi,
Klimatologi dan Geofisika, BMKG sebagai institusi pemerintah yang melaksanakan penyelenggaraan terkait Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika wajib memberikan informasi publik.
Salah satu upaya penyebarluasan diseminasi informasi BMKG di Kalsel, Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel menjalin kerjasama dengan berbagai instansi yang memiliki tupoksi dalam penyebaran informasi maupun dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan SLI.
“Melalui SLI ini, kita berharap masyarakat dapat meningkatkan pemahaman
terkait informasi cuaca dan iklim, meningkatkan pemerintah kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal, dalam penyampaian informasi cuaca dan iklim, serta membangun dukungan dan keterlibatan masyarakat dalam inisiatif penyebaran informasi terkait cuaca dan iklim,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim melalui Kepala Seksi Kemitraan dan Hubungan Media Bidang Komunikasi Publik, Erlinda Puspita Ningrum menyambut positif atas SLI ini guna memberikan informasi dan edukasi kepada warga Banua, Kalsel Babussalam.
“Kita selalu siap sedia untuk berkolaborasi, kerja sama kemitraan publikasi
informasi iklim agar nantinya masyarakat kita bisa akrab dengan iklim dan dapat
mengakses informasi iklim, intinya kita siap dukung, tidak hanya pada SLI ini namun nantinya juga bisa bersinergi dengan media publikasi yang kita miliki,” ujar Puspa. (Ad/MC Kalsel)
Banjarbaru
Wagub Kalsel Tegaskan Komitmen Pemprov Dukung Penguatan Posbankum dan Paralegal di Desa/Kelurahan
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Hasnuryadi Sulaiman menyatakan komitmen Pemprov Kalsel mendukung Pos Bantuan Hukum (Posbankum) saat mendampingi Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria yang sekaligus meresmikan Gedung Baru Kanwilkum Kalsel yang berlangsung khidmat di Gedung DR. KH. Idham Chalid Banjarbaru, pada Jum’at (30/1/2026) siang.
Tampak sejumlah pejabat tinggi hadir yakni Menteri Hukum RI Dr. Supratman Andi Agtas, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. H. Ahmad Riza Patria, Kepala Kanwil Kemenkum Kalimantan Selatan Alex Cosmas Pinem; Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, serta Walikota/Bupati se-Kalsel.
Tari Japin Diyang Persembahan oleh Sanggar Idaman Banjarbaru, sembilan penari itu berpakaian adat khas Banjar yang memukau. Selanjutnya, prosesi penandatangan perjanjian kerjasama dan nota kesepakatan bersama jajaran Forkopimda Kalsel.
Lalu, penyerahan penghargaan melalui Walikota/Bupati se-Kalsel terkait Non Litigation Peacemaker, adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada Kepala Desa atau Lurah yang memiliki integritas dan prestasi dalam menyelesaikan sengketa di wilayahnya tanpa menempuh jalur hukum formal.
Pelatihan Paralegal Desa/Kelurahan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum, membantu penyelesaian konflik, mencegah pelanggaran hukum, dan menciptakan Paralegal Desa/Kelurahan yang berkompeten. Secara nasional, total paralegal per hari ini sejumlah 15.092 orang.
Peninjauan galeri binaan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan berlangsung dengan penuh perhatian terhadap pengembangan UMKM lokal.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi, mendampingi Menteri Hukum Supratman bersama Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Patria Riza, dalam meninjau berbagai produk unggulan UMKM. Dalam kesempatan tersebut, rombongan tidak hanya melihat hasil karya pelaku usaha, tetapi juga berdialog langsung dengan para pelaku UMKM, termasuk menanyakan dan memastikan aspek hukum yang berkaitan dengan kegiatan perdagangan mereka, guna mendorong usaha yang berdaya saing dan taat regulasi.
”Provinsi Kalimantan Selatan saat ini dihuni oleh sekitar 4,27 Juta penduduk, yang tersebar di 11 kabupaten dan 2 kota, dengan rentang wilayah pelayanan yang luas dan karakter daerah yang berbeda-beda,” sampai Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman.
Lebih dari itu, Wagub Hasnuryadi mengatakan bahwa Kalimantan Selatan memiliki lebih dari 2.015 desa dan kelurahan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik. Di tingkat inilah, dia menyebut masyarakat pertama kali berinteraksi dengan negara dalam berbagai urusan kehidupan, termasuk ketika menghadapi persoalan hukum.
Wagub Hasnuryadi menambahkan, kondisi ini sekaligus mencerminkan tantangan pemerataan akses pelayanan publik, termasuk layanan hukum, khususnya bagi masyarakat desa, wilayah terpencil, dan kelompok rentan.
”Berangkat dari kondisi geografis dan demografis tersebut, saya memandang bahwa penguatan akses terhadap keadilan tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Diperlukan kehadiran layanan hukum yang lebih dekat, adaptif, dan menjangkau hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” tutur dia.
Dalam konteks itulah, Wagub Hasnuryadi menyebut keberadaan pos bantuan hukum menjadi sangat relevan sebagai pintu awal layanan hukum bagi masyarakat. Posbankum diharapkan diharapkan mampu memberikan informasi, konsultasi, dan pendampingan hukum secara mudah dan terjangkau.
”Paralegal memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan negara dalam memberikan edukasi hukum, pendampingan awal, serta menjembatani masyarakat dengan sistem hukum yang lebih formal,” ungkap Wagub Hasnuryadi.
Sebagai kepala daerah, Wagub Hasnuryadi menegaskan komitmen pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung penguatan pos bantuan hukum dan paralegal melalui sinergi yang berkelanjutan dengan pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, aparat penegak hukum, serta perguruan tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ir. H. Ahmad Riza Patria menegaskan pentingnya penguatan Pos Bantuan Hukum Desa sebagai bagian dari upaya menghadirkan akses keadilan hingga ke tingkat desa.
Program ini dilaksanakan dengan melibatkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat desa. Atas nama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Hukum, para menteri, pemerintah daerah, serta seluruh mitra yang berkomitmen memperluas akses keadilan bagi masyarakat desa.
Ia mengingatkan bahwa sejak tahun 2015, desa telah ditempatkan sebagai tulang punggung pembangunan nasional. Dalam arahan Presiden Republik Indonesia, desa ditegaskan bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama pembangunan.
“Seiring dengan semakin besarnya kewenangan desa, maka tanggung jawab dan risiko yang dihadapi pemerintah desa juga meningkat. Karena itu, kepala desa dan perangkat desa membutuhkan dukungan penuh, termasuk dalam menghadapi persoalan hukum di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Pos Bantuan Hukum Desa memiliki peran strategis dalam mendampingi, melindungi, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat desa maupun aparatur desa. Sebagai bentuk komitmen nyata, pada 24 Januari 2025, Kementerian Desa dan PDT bersama Kementerian Hukum telah menandatangani nota kesepahaman tentang pembinaan hukum di desa dan daerah tertinggal.
Kerja sama tersebut mencakup pembentukan dan penguatan Pos Bantuan Hukum Desa, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, pelatihan paralegal desa, serta penguatan peran desa sebagai ruang penyelesaian sengketa secara damai melalui pendekatan non-litigasi.
“Seluruh upaya ini bertujuan membangun ekosistem hukum desa yang sehat, di mana persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, keadilan sosial terjaga, dan ketertiban hukum tetap terpelihara,” kata Ahmad Riza.
Pendanaan dan pelaksanaan Pos Bantuan Hukum Desa didukung oleh tenaga pendamping profesional dari tingkat provinsi hingga desa. Para pendamping bertugas membantu proses pendampingan hukum sekaligus pelaporan layanan Pos Bantuan Hukum yang diberikan oleh kepala desa dan paralegal.
Laporan layanan tersebut menjadi dasar evaluasi agar Pos Bantuan Hukum Desa berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paralegal desa pun dinilai memiliki peran penting, tidak hanya sebagai pendamping hukum, tetapi juga sebagai penjaga harmoni sosial yang memahami konteks lokal dan budaya setempat.
Kehadiran Pos Bantuan Hukum Desa, lanjutnya, mencerminkan kehadiran negara yang dekat, sederhana, dan nyata bagi masyarakat desa. Kementerian Desa dan PDT terus mendorong sinergi antara pembangunan desa dan penguatan aspek hukum, karena pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud dari desa yang berdaya, tertib, dan produktif.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh kepala desa atas dukungan terhadap pembentukan Pos Bantuan Hukum Desa. Diharapkan kebijakan ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang maju dan berkeadilan. [adv/ad/adpim]
Banjarbaru
Jelang Peresmian Pos Bantuan Hukum se- Kalsel; Wagub Hasnuryadi Sambut Kedatangan Menteri Hukum RI
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyambut kedatangan Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas dan Sekjen Nico Afinta beserta rombongan yang tiba di VIP Room Lanud Sjamsudin Noor Banjarbaru, Kamis (29/1) sore.
Tampak hadir juga dalam penyambutan tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Adi Santoso, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Suparjo, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem, Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rofiqi, hingga Walikota Banjarmasin HM. Yamin juga tampat hadir dalam acara tersebut.
Disambut dengan pengalungan kain sasirangan berwarna biru muda, Supratman Andi tiba sekitar pukul 16.05 WITA dan langsung memasuki ruang translit ditemani beberapa pejabat lainnya.
“Selamat datang di Kalimantan Selatan, Pak Menteri,” ujar Hasnur seraya menjabat tangan orang nomor satu di Kementerian hukum tersebut.
Semuanya tampak mengalir dalam ruangan, lalu tak lama berselang para rombongan melanjutkan menuju kota Banjarmasin untuk melakukan peninjauan Layanan Posbankum di Kantor Kelurahan Telaga Biru.
Untuk diketahui, kedatangan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas tersebut Adalah untuk meresmikan Pos Bantuan Hukum dan Kick Off Pelatihan Paralegal Provinsi Kalimantan Selatan yang akan berlangsung di Auditorium Idham Chalid pada Jumat (30/1/2026)
Setelah acara tersebut, Menteri Hukum juga dijadwalkan akan melakukan peninjauan gedung Kanwil Kementerian Hukum Kalsel yang letaknya tak jauh dari Kantor Gubernur di Banjarbaru. [adv/ad/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Bank Kalsel Komitmen Perkuat Keamanan Siber dan Tata Kelola Kredit, Serta Akselerasi Operasional Bank Devisa Pasca-Audit BPK
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Menindaklanjuti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Selatan berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004, Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk melakukan penguatan menyeluruh pada sistem keamanan siber dan tata kelola penyaluran kredit.
Dalam acara penyerahan LHP yang berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026 di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memberikan arahan tegas kepada manajemen Bank Kalsel. Terkait hasil evaluasi rutin BPK mengenai ketahanan siber, Gubernur menginstruksikan agar dilakukan penguatan di semua sektor untuk menjamin keamanan data dan sistem informasi perbankan.
“Keamanan siber adalah prioritas utama untuk melindungi kepercayaan nasabah. Saya meminta penguatan dilakukan pada seluruh lini,” ujar H. Muhidin.
Beliau juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit produktif.
“Ekspansi kredit harus dilakukan dengan baik dan wajib memperhatikan seluruh aspek risiko demi menjaga kesehatan bank,” ujar Muhidin.
Disela acara tersebut, Gubernur Muhidin juga memberikan dorongan strategis terkait status Bank Devisa yang telah disetujui oleh otoritas terkait. Beliau mengingatkan bahwa sebagai daerah penghasil sumber daya alam yang melimpah, potensi bisnis internasional melalui Bank Devisa sangatlah besar bagi kemajuan daerah.
“Saya meminta Bank Kalsel segera melengkapi syarat-syarat tambahan yang diminta regulator agar operasional Bank Devisa dapat segera berjalan. Kita harus menangkap peluang dari ekspor sumber daya alam kita,” tegas Gubernur.
Merespons hal tersebut, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyatakan sikap kooperatif dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan berkelanjutan. Bank Kalsel berkomitmen menuntaskan Rencana Aksi (Action Plan) selambatlambatnya 60 hari setelah LHP diterima.
“Kami berkomitmen segera menindaklanjuti hasil evaluasi rutin BPK dengan meningkatkan ketahanan siber pada seluruh aspek operasional. Selain itu, penyaluran kredit akan terus diperkuat melalui analisis prinsip kehati-hatian 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) yang lebih mendalam untuk memitigasi risiko,” ujar Fachrudin.
Mengenai operasional Bank Devisa, Direktur Utama memastikan bahwa proses pemenuhan syarat tambahan dari regulator berjalan sesuai jadwal.
“Kami sedang melakukan percepatan kelengkapan dokumen sesuai permintaan regulator. Kami optimis layanan Bank Devisa akan segera aktif untuk mendukung transaksi internasional para pelaku usaha di Kalsel secara lebih efisien,” ungkap Fahrudin.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Bank Kalsel berkomitmen meningkatkan kualitas operasionalnya sebagai bank pembangunan daerah yang handal, aman, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. [adv]
Bagikan keBanjarbaru
Presiden Prabowo : Pembangunan Harus Disertai Pemerataan untuk Seluruh Rakyat
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Namun, pembangunan tersebut menurut Presiden harus disertai dengan keberanian untuk memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat.
“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengusahakan, mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ucap Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan negara harus berpihak pada seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.
“Tujuan bernegara kita, tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita menggarisbawahi itu,” ujar Kepala Negara, Senin (12/1/2026).
Presiden menyampaikan apresiasi atas peran dan dukungan seluruh pihak termasuk kepala daerah yang turut menjadi faktor penting keberhasilan program Sekolah Rakyat. Melalui peresmian Sekolah Rakyat ini, pemerintah telah membuka harapan baru bagi anak-anak dari keluarga yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan.
“Ini bukti kita berbuat, sehingga anak-anak kita hari ini yang tadinya mungkin sulit sekolah, sekarang mereka punya harapan. Dan saya terkesima hari ini, terus terang saja, terkesima. Bisa ada anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa,” lanjutnya.
Kepala Negara pun berharap Sekolah Rakyat menjadi fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia yang berdaya saing global. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. [adv/ad]
Bagikan keBanjarbaru
Peresmian 166 Sekolah Rakyat se- Indonesia, Gubernur H. Muhidin Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kalsel
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin menyambut kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalsel, Senin (12/1/2026) tepat pukul 10.53 Wita.
Didampingi, Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Pangdam XXII Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin serta Komandan Lanud Syamsudin Noor, Kolonel Pnb. Hilman L. P. Ambarita, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto ke Kalsel untuk pertama kalinya ini, dalam rangka meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, di Lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Tiba di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Presiden Prabowo dari luar sudah disambut oleh warga Kalsel, dengan meriahnya. Seketika memasuki kawasan SRT 9, lebih meriah lagi disambut oleh Para Pelajar Sekolah Rakyat yang sudah berbaris rapi sejak pagi.
Sebelumnya Gubernur H. Muhidin menyampaikan harapannya sembari berbangga Presiden dan beberapa pejabat pusat terkait, bahkan Gubernur dari sejumlah provinsi di Indonesia datang ke Kalsel.
”Kami berharap kunjungan Presiden ini menjadi momen kebanggaan bagi kita semua. Ini merupakan kali pertama Presiden Republik Indonesia berkunjung ke sini untuk meresmikan program Sekolah Rakyat yang berskala nasional. Kehadiran Presiden menunjukkan perhatian dan kepercayaan terhadap daerah ini. Tentu hal ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kita semua,” ucap Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Seperti diketahui, pembangunan 166 sekolah rakyat di seluruh Indonesia ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah dari sektor pendidikan. (adv/ad/adpim)
Banjarbaru
Gubernur Muhidin Instruksikan Seluruh SKPD Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Banjir
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk kembali bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir, khususnya di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat mengumpulkan seluruh kepala SKPD di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (9/1/2026) petang.
Dalam arahannya, Gubernur Muhidin menekankan pentingnya percepatan distribusi bantuan dengan sistem koordinasi yang rapi agar bantuan tepat sasaran, tidak tumpang tindih, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setiap dinas yang memiliki kemampuan dan dukungan anggaran saya minta segera menyiapkan bantuan. Lakukan pengemasan, tentukan isinya, kemudian laporkan kepada BPBD Provinsi Kalimantan Selatan. Nanti BPBD yang akan mengakomodir dan mengoordinasikan penyalurannya,” tegas Muhidin.
Gubernur secara khusus menunjuk Kepala BPBD Kalsel sebagai koordinator utama dalam proses pendataan dan distribusi bantuan dari seluruh SKPD agar tidak terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi dan kekurangan di lokasi lain, sebagaimana pengalaman penyaluran sebelumnya.
“Kalau tidak dikoordinasikan, bisa terjadi satu tempat kelebihan bantuan sementara tempat lain kekurangan. Itu yang harus kita hindari. Semua harus terdata dan terarah,” ujarnya.
Muhidin juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan kegiatan kemanusiaan ini sebagai panggilan nurani dan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Ini perintah langsung. Kita bantu masyarakat. Kita kerjakan dengan ikhlas, supaya membawa keberkahan dan pahala bagi kita semua,” kata Muhidin di hadapan para kepala SKPD.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat terdampak bencana serta memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi warga yang membutuhkan. [adv/ad]
Bagikan keBanjarbaru
Sekdaprov Kalsel Dampingi Menteri PU Dody Tinjau Kawasan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, melakukan peninjauan ke sejumlah kawasan yang akan dibangun Sekolah Rakyat (SR) di Kalimantan Selatan pada Jumat (9/1/2026).
Peninjauan ini dilakukan dalam rangka persiapan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto untuk melaksanakan launching sekaligus ground breaking pembangunan Sekolah Rakyat.
Berdasarkan laporan Kementerian PU, pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan mencakup tiga lokasi, yakni Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru. Total nilai kontrak pembangunan di wilayah tersebut mencapai Rp700 miliar.
Kementerian PU telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat tahap II sejak November 2025, yang dilaksanakan secara bersamaan di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juli 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027.
Di Kalimantan Selatan, pembangunan Sekolah Rakyat salah satunya dilakukan di Kota Banjarbaru dengan kapasitas hingga 1.000 siswa. Selain itu, pembangunan juga direncanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), di mana Kementerian PU telah melakukan peninjauan lahan bersama Bupati setempat pada Juni 2025.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pelaksanaan Visi dan Arah Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yaitu pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
“Sekolah Rakyat ini kita siapkan untuk sistem boarding school. Untuk sekitar 3.000 murid, seluruh fasilitas disiapkan, mulai dari tempat belajar, tempat tinggal, hingga tempat makan. Tugas Kementerian PU adalah membangun fisiknya,” ujar Dody.
Menteri Dody menegaskan bahwa penyelesaian pembangunan ditargetkan paling lambat 30 Juni 2026 agar sekolah dapat langsung beroperasi pada awal tahun ajaran baru. Secara nasional, ditargetkan sebanyak 114 Sekolah Rakyat siap digunakan sesuai jadwal.
Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah (Desil 1 dan 2) tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan akan segera diluncurkan. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam agenda launching pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri PU didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, Kepala BWS Kalimantan III, Kepala BPJN Kalimantan Selatan, Kepala Balai Jasa Konstruksi, Kepala Balai Rawa, Kepala BPPW Kalimantan Selatan, Kepala Dinas PUPR Kalimantan Selatan M. Yasin Toyib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, serta jajaran terkait lainnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai target dan siap digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
“Jadi hari ini kita meninjau persiapan launching pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Saat peresmian nanti, secara nasional sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi,” ujar Dody, pada Kamis (9/1/2026).
Ia menjelaskan, lokasi Sekolah Rakyat di Banjarbaru merupakan pembangunan baru yang berdiri di atas lahan seluas 9,8 hektare. Sementara di Kalimantan Selatan, terdapat tiga lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yakni di Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Bumbu.
“Kapasitas Sekolah Rakyat yang kita bangun ini bisa menampung hingga 3.000 murid. Konsepnya boarding school, sehingga kita siapkan semuanya,” jelasnya.
Dody menegaskan, tugas Kementerian PU adalah memastikan pembangunan fisik dapat selesai tepat waktu, meliputi ruang belajar, lapangan olahraga, asrama atau tempat tidur, hingga ruang makan.
“Targetnya akhir Juni harus selesai, wajib. Karena Juli 2026 sudah masuk tahun ajaran baru. Jadi tanggal 30 Juni harus tuntas. Secara nasional ada 104 Sekolah Rakyat yang harus sudah selesai,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
“Terima kasih, rencananya ada tiga Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Kalimantan Selatan, yaitu di Banjarbaru, Tanah Bumbu, dan Barito Kuala,” ujarnya.
Sekdaprov juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Presiden RI direncanakan akan melakukan agenda kunjungan terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru.
“Kemungkinan hari Senin ini, Pak Presiden akan melakukan kunjungan dalam rangka pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Banjarbaru,” tambahnya.
Sekdaprov juga menerangkan, saat ini terdapat tiga lokasi yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial, yakni BBPPKS, Sentra Budiluhur, dan Balai Latihan Kerja (BLK), yang ke depan masih akan dikaji apakah akan digabung atau dikelola oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.
“Yang jelas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung dan menyediakan fasilitas sesuai kewenangan yang ada,” pungkasnya.
Usai melakukan peninjauan kawasan rencana pembangunan SR, pada Jumat (9/1/2026) sore Menteri Dody bertolak pulang ke Jakarta yang diantar Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman di Bandara Syamsuddin Noor. [adv/ad/adpim]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalsel1 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Balikpapan1 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta1 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin1 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

