Banjarbaru
Pengawasan Penyaluran BBM, Gubernur H. Muhidin dan Kapolda Audensi Bersama Jajaran PT Pertamina Patra Niaga Area Kalsel
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H Muhidin didampingi Plh Sekdaprov Subhan Noor Yaumil dan Kepala Dinas Pariwisata Iwan Fitriady, turut menghadiri pertemuan Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dengan jajaran PT Pertamina Patra Niaga Area Kalsel, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang Kapolda Kalsel di Banjarbaru itu membahas masalah kelangkaan BBM serta pengawasan penyaluran BBM bersubsidi di Kalsel.
Turut hadir petinggi Polda Kalsel diantaranya, Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, Dir Krimum, Dir Krimsus, Wadir Polair, dan Kasubdit Ekonomi Dit Intelkam.
Sedangkan pihak PT. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, dihadiri Isfahani (Executive General Manager) dan Bondan Tri Wibowo selalu ales Area Manager PT. Pertamina Patra Niaga Kalsel.
Dalam pertempuran, dibahas beberapa permasalahan utama kelangkaan BBM bersubsidi, bahwa terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab terjadinya antrean dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Kalsel.
Antara lain, adanya indikasi penimbunan BBM oleh pihak-pihak tertentu, dan masih terdapat praktik premanisme di lingkungan depo maupun dalam rantai distribusi BBM.
Kemudian, berdasarkan kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan, secara perhitungan seharusnya tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang di Kalsel.
Dalam hal ini, diperlukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan distribusi BBM subsidi agar penyaluran tepat sasaran.
Iswahani selalu Executive General Manager Pertamina Balikpapan menyampaikan bahwa penyaluran BBM subsidi, khususnya Solar, telah menggunakan mekanisme QR Code sebagai instrumen pengendalian pembelian.
Dijelaskan, terdapat pembatasan volume pembelian BBM subsidi yang terintegrasi dalam sistem QR Code dan dalam pelaksanaannya, petugas SPBU memiliki peran penting untuk melakukan verifikasi langsung terhadap pengguna QR Code saat transaksi pembelian.
Implementasi pengawasan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan pengawasan terhadap penggunaan QR Code dan kepatuhan pengguna.
Adapun Gubernur H Muhidin dalam arahannya, menyampaikan bahwa perlu dilakukan penguatan sistem pengendalian dalam penggunaan QR Code, termasuk kajian penerapan mekanisme yang lebih ketat dengan mengintegrasikan data kendaraan melalui STNK sehingga dapat meminimalisasi penyalahgunaan BBM subsidi.
Gubernur juga meminta Pertamina menjelaskan secara rinci mekanisme pengendalian dan pengawasan penggunaan barcode/QR Code BBM subsidi serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Dalam proses pengisian dan distribusi BBM dari depo, perlu dilakukan pengaturan yang lebih terkoordinasi dan serentak guna menghindari terjadinya antrean panjang maupun keterlambatan pasokan di wilayah Kalsel.
Arahan gubernur berikutmya adalah diperlukan sinergi yang lebih kuat antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pengelola SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Pertemuan ini menghasilkan kesimpulan bahwa kelangkaan dan antrean BBM yang terjadi perlu ditelusuri lebih lanjut mengingat kuota BBM subsidi yang tersedia secara data mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pengawasan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk indikasi penimbunan dan praktik premanisme dalam distribusi BBM, perlu ditingkatkan melalui koordinasi lintas instansi.
Kemudian, Pertamina diminta melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem pengendalian QR Code agar lebih efektif dalam memastikan BBM subsidi diterima oleh pihak yang berhak.
Hal penting lain, perlu dilakukan pengaturan distribusi dan pengisian BBM dari depo secara lebih terencana dan merata untuk mencegah antrean serta gangguan pasokan di daerah.
Terakhir, hasil pembahasan akan menjadi bahan tindak lanjut bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Selatan, dan PT Pertamina Patra Niaga. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Gubernur H Muhidin Temui Demo dan Berdialog Dengan Aliansi Badan Esekutif Mahasiswa (BEM) se- Kalsel
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel, H. Muhidin menemui dan mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel dalam aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel Banjarbaru pada Jumat (5/6/2026).
Dalam suasana dialog yang terbuka dan penuh kekeluargaan, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, serta kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, menyimak dengan seksama berbagai aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.
Beragam isu menjadi perhatian, mulai dari pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup dan sektor pertambangan, penguatan ekonomi daerah, hingga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.
Menurut Gubernur H. Muhidin, aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah yang patut dihargai.
Gubernur H. Muhidin memandang kritik dan masukan sebagai bagian penting dalam proses perbaikan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menghargai kepedulian adik-adik mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan tentu menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan,” ujar H. Muhidin.
Selain memberikan penjelasan terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan, H. Muhidin juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai kalangan.
Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru menjadi bahan evaluasi yang sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalsel sangat terbantu dengan kritik, masukan maupun saran dari siapa pun. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Kritik bukan untuk dijauhi, tetapi menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Selain itu, Gubernur H. Muhidin menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel yang mengusung slogan ‘Bekerja Bersama, Merangkul Semua’.
Karena itu, pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami ingin merangkul semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mahasiswa, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan masukan serta mengawal pembangunan. Dengan bekerja bersama dan merangkul semua, Insya Allah Kalimantan Selatan akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkas H. Muhidin.
Melalui dialog yang berlangsung kondusif tersebut, Gubernur H. Muhidin berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjalin dengan baik.
Gubernur H. Muhidin menilai perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar dan dapat menjadi energi positif untuk melahirkan solusi serta mendorong pembangunan Kalsel yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Sinergi Pemprov Kalsel dan BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional di Banua
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalsel bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Banua.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Komunikasi dengan Para Pemangku Kepentingan Utama Tahap I Tahun 2026 yang digelar BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel, di ruang Rapat Sekda lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kalsel Banjarbaru, Rabu (3/6/2026) pagi.
Forum komunikasi ini digelar sebagai wadah koordinasi antara BPJS Kesehatan dan para pemangku kepentingan di daerah dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Melalui forum tersebut, berbagai tantangan dan strategi peningkatan kepesertaan serta keaktifan peserta JKN dibahas bersama guna mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalsel, Hj. Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa Kalsel telah berhasil mencapai target Universal Health Coverage (UHC).
Namun demikian, masih diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat keaktifan peserta serta mendorong seluruh kabupaten/kota mencapai target yang ditetapkan.
“Secara capaian, Kalsel sudah mencapai target UHC. Namun masih ada beberapa kabupaten dan kota yang belum mencapai target yang diharapkan. Karena itu, diperlukan strategi bersama agar harapan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Kalsel dapat tercapai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Galuh Tantri menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui sejumlah SKPD terkait telah melakukan audiensi bersama BPJS Kesehatan untuk membahas pelaksanaan UHC di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Dari pertemuan tersebut, berbagai masukan dan langkah strategis telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Dari hasil audiensi yang telah dilakukan, kami sudah melaporkannya kepada Bapak Sekda dan telah mendapatkan beberapa arahan. Mudah-mudahan setelah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji, akan ada keputusan-keputusan yang dapat mendukung program dan kegiatan yang diharapkan BPJS Kesehatan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Selain itu, Menurut Hj. Galuh Tantri , forum komunikasi ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung keberlanjutan Program JKN dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Hj. Galuh Tantri berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan sehingga berbagai tantangan yang masih dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Kegiatan ini merupakan tahap pertama. Kami berharap melalui forum ini dapat terbangun diskusi yang baik antara BPJS Kesehatan dan seluruh SKPD terkait, sehingga langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan semakin terarah dan efektif,” tuturnya.
Sementara itu, Sementara itu, Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Ivan Rafian, mengapresiasi capaian Kalsel yang telah memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) dan tingkat keaktifan peserta JKN sesuai target nasional.
Menurutnya, tantangan ke depan adalah mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan sinergi dan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
“Alhamdulillah Kalsel dari sisi UHC maupun keaktifan peserta sudah mencapai target RPJMN. Yang perlu kita jaga sekarang adalah bagaimana capaian ini dapat terus dipertahankan melalui koordinasi dan komitmen bersama,” ujarnya.
Forum komunikasi tersebut turut dihadiri, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Barabai, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, serta perwakilan sejumlah SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, Tekankan Generasi Muda Jadikan Pancasila Ideologi Hidup
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (1/6/2026).
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Komandan Upacara, Pasi Komsos Korem 101/Antasari, Mayor Cke Mukhlisun. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pimpinan instansi vertikal di Kalsel, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Selatan serta undangan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Yudian Wahyudi, yang menyatakan, momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia,” demikian amanat Kepala BPIP RI.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Pancasila telah membuktikan kemampuannya menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.
Sesuai amanat tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil berharap seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.
“Diharapkan generasi muda, dengan momen hari lahir Pancasila ini, dapat lebih mendalami ideologi bangsa kita ini, sehingga dapat diimplementasikan oleh para generasi penerus ini kedepan, bahwa segala tindakan dan apa yang akan dilakukan, dapat berpedoman dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila,” tegas Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Jaga Inflasi di Kalsel, Pemprov Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Idul Adha
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Konsisten perhatikan dinamika inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, melalui Kepala Biro Perekonomian yang diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (18/5/2026) pagi.
Rakor rutin yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta ini, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan diikuti perwakilan badan dan instansi terkait, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia atau yang mewakili.
Dalam kesempatan ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tito menyampaikan bahwa kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 year-on-year 2,26 persen, yang disampaikan Tito sebagai angka yang bagus.
“BPS sudah merilis untuk inflasi kita year-on-year April 2026 2,26 persen, angka ini menurun, dan cukup bagus dibanding sebelumnya yang pernah mencapai 3,48 hingga 4 persen. Ini angka yang paling bagus dan relatif bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” sampai Tito.
Selanjutnya, Tito menyampaikan untuk inflasi month-to-month April 2026 terhadap April 2025 adalah sebesar 0,13 persen, relatif menurun dari sebelumnya di angka 0,41 persen.
Untuk inflasi di Kalsel, sesuai data BPS awal Mei 2026, diketahui bahwa inflasi year-on-year April 2026 ada di angkaa 3,67 persen dan minus 0,04 persen, atau deflasi untuk month-to-month.
Sedangkan untu Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel pada minggu kedua Mei 2026 adalah minus 0,92 persen dengan komoditas daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras.
Kabag Kebijakan Perekonomian, Idris, ditemui usai rakor menyampaikan bahwa angka inflasi year-on-year April 2026 ini berhasil turun 4 peringkat dari posisi sebelumnya.
“Alhamdulillah untuk bulan April 2026 kemarin inflasi kita 3,67 persen, kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya kita selama ini untuk menurunkan inflasi cukup berhasil, yang merupakan hasil kerjasama SKPD dan juga badan serta instansi terkait,” sampainya.
Selanjutnya, jelang perayaan hari besar keagamaan yang akan datang, yakni Hari Raya Idul Adha, Idris menyampaikan kemungkinan terjadinya gejolak harga pada sejumlah bahan pokok, yang memang lumrah terjadi.
“Yang akan kita hadapi di minggu depan, yaitu Hari Raya Idul Adha, ada kemungkinan akan terjadi gejolak inflasi yang perlu kita perhatikan. Untuk itu, kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan konsumi yang berlebihan, secukupnya sesuai kebutuhan saja,” pesannya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Adilla Redhayanti, yang turut berhadir pada rakor ini juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel, melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel juga sedang melaksanakan Pasar Murah yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebagai sebuah instrumen pengendalian inflasi di Kalsel.
“Kami saat ini melaksanakan Pasar Murah yang sedang berjalan menyambut momen Hari Raya Idul Adha dan dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Saat ini tim sedang bergerak ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan setelah ini masih ada 3 kabupaten lagi jelang Idul Adha,” sampainya.
Adapun komoditas yang dijual adalah bahan-bahan pokok, yakni minyak goreng, dalam hal ini MinyaKita, gula, tepung hingga teh.
“Juga bertepatan dengan situasi global yang sedang memanas saat ini, Pemprov Kalsel hadir dalam bentuk memberikan barang-barang pokok yang lebih terjangkau, berupa MinyaKita, gula, tepung dan teh yang kami ambil dari distributor, dan kami jual dengan harga yang persis sama yang diberikan distributor, tidak ada kenaikan harga sama sekali untuk dijual ke Masyarakat,” ujarnya.
Rakor pengendalian inflasi ini turut dihadiri SKPD, serta badan dan instansi terkait, seperti dari Dinas Permukiman dan Perumahan serta perwakilan BPS Provinsi Kalsel. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Pemprov Mantapkan Peringatan Harjad ke-76 Provinsi Kalsel, Konsep Sederhana dan Tertata Serta Dirasakan Manfaat Oleh Masyarakat
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel yang diperingati pada 14 Agustus mendatang, Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor memimpin Rapat Pembentukan Tim Pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel Tahun 2026 di Ruang Rapat H. Maksid Lantai 3 Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru, Senin (18/5/2026).
Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H. Ahmad Bagiawan dan Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya dan dihadiri yang dihadiri sejumlah Tenaga Ahli Gubernur, sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel serta sejumlah perwakilan instansi tersebut guna membahas finalisasi draft Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait pembentukan panitia pelaksana Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.
Dalam arahannya, Ariadi Noor menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari cerminan pelayanan dan kinerja Pemerintah Provinsi kepada masyarakat.
“Peringatan hari jadi ini sangat penting karena menjadi bagian dari penilaian terhadap performa Pemerintah Provinsi Kalsel. Baik buruknya pelaksanaan kegiatan ini tentu menjadi cerminan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Ariadi Noor.
Ariadi Noor. juga menyampaikan pesan Gubernur Kalsel, H. Muhidin agar pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel tahun ini dilaksanakan secara sederhana, menyesuaikan kondisi saat ini, namun tetap memiliki makna dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bapak H. Mihidin berpesan agar pelaksanaan hari jadi disesuaikan dengan kondisi yang ada. Jangan sampai terkesan berlebihan atau pemborosan, namun makna kebersamaan dan keberpihakan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama,” kata Ariadi Noor.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus menjadi ruh utama dalam seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Provinsi Kalsel. Karena itu, pemerintah daerah didorong menghadirkan kegiatan yang sederhana, tertata, namun tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Rapat kemudian difokuskan pada dua agenda utama, yakni pembahasan draft SK Gubernur tentang pembentukan panitia pelaksana Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel serta penyisiran tugas masing-masing seksi agar lebih efektif dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsi perangkat daerah.
Dalam pembahasan struktur kepanitiaan, Ariadi Noor memimpin langsung penyempurnaan susunan pengarah, pelaksana, hingga seksi-seksi teknis pelaksanaan kegiatan.
Ariadi juga membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh peserta rapat untuk memberikan masukan dan koreksi terhadap draft yang disusun.
“Silakan disampaikan masukan atau usulan agar pembagian tugas ini benar-benar sesuai tupoksi dan memudahkan koordinasi di lapangan,” katanya.
Sejumlah usulan dan penyesuaian pun disepakati dalam rapat tersebut, termasuk penguatan pada Seksi Konsumsi guna mendukung penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang menjadi salah satu ciri khas peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel.
Ariadi Noor menekankan agar koordinasi antar-SKPD dilakukan sejak awal, terutama dalam pengaturan menu, jumlah porsi, hingga penataan stan konsumsi agar lebih tertib, merata, dan mampu melayani masyarakat dengan baik.
“Koordinasi konsumsi harus disiapkan dari awal supaya pembagian tugas jelas, menu tidak menumpuk pada jenis yang sama, dan seluruh SKPD mengetahui tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Selain sektor konsumsi, rapat juga membahas kesiapan sektor kesehatan dan kelistrikan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman.
Untuk bidang kesehatan, rapat menyepakati pembentukan Seksi Kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan serta sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel guna menyiapkan posko medis dan ambulans selama kegiatan berlangsung.
Sementara pada sektor kelistrikan, Dinas ESDM ditugaskan melakukan koordinasi intensif dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap aman serta menyiapkan genset cadangan guna mengantisipasi gangguan teknis saat acara berlangsung.
“Kita tidak ingin ada kendala teknis saat acara berlangsung, terutama terkait listrik. Karena itu koordinasi dengan PLN harus dikawal sejak awal,” ujar Ariadi.
Di akhir rapat, Ariadi Noor menyampaikan bahwa seluruh hasil pembahasan, penyesuaian nomenklatur, hingga penyempurnaan struktur kepanitiaan telah dicatat untuk segera difinalisasi dalam draft SK Gubernur sebelum diajukan kepada Sekretaris Daerah dan Gubernur Kalsel.
Ariadi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel tidak hanya bergantung pada susunan kepanitiaan, tetapi terutama pada komitmen, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh SKPD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Substansi utama dari peringatan Hari Jadi ini adalah kebersamaan dan gotong royong. SK hanya menjadi dasar koordinasi, sedangkan keberhasilan kegiatan ditentukan oleh komitmen dan kerja sama seluruh SKPD,” pungkasnya. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Wagub Hasnuryadi Sulaiman Pimpin Peringatan HUT ke-77 Proklamasi Tentara ALRI
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuriyadi Sulaiman memimpin ziarah sekaligus upacara peringatan HUT Ke-77 Tahun Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI DIVISI IV Pertahanan Kalimantan tahun 2026 di kawasan Makam Pahlawan Nasional Brigjen TNI Purn Hassan Basry, Jalan Ahmad Yani kilometer 19 Liang Anggang Banjarbaru pada Minggu (17/05/2026).
Wagub Hasnuriyadi hadir didampingi istri, Ketua BKOW Hj Ellyana Tresya Hasnuriyadi, lengkap dengan pakaian dan baret warna krem, khas pakaian pejuang zaman dulu.
Atribut serupa juga dikenakan asisten, staf ahli gubernur, tenaga ahli gubernur, dan para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel turut rapi berjejer diantara deretan jajaran TNI, anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalsel, Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri Sahbirin Noor (Paman Birin)/mantan Gubernur Kalsel, dan anggota, DHD Angkatan 45, pelajar dan mahasiswa.
Pada kesempatan itu, Wagub Hasnuriyadi mengajak generasi sekarang untuk meneladani tekad dan semangat para pejuang pahlawan bangsa seperti Brigjen H Hasan Basri ini.
“Kita semua harus mengerti dan memahami bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan nyawa beliau untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Wagub usai memimpin ziarah.
Sekarang tugas yang diemban adalah mengisi kemedekaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” pesan Wagub Hasnuriyadi.
Upacara ziarah diisi penyampaian sejarah perjuangan Gubernur Tentara ALRI DIVISI IV Pertahanan Kalimantan yang dipimpin Brigjen TNI Purn H. Hassan Basry, dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Tentara ALRI oleh pimpinan ziarah dan peletakan karangan bunga, penghormatan dan tabur bunga di atas Makam Brigjen TNI Purn Hassan Basry.
Usai upacara, Wagub Hasnuriyadi didampingi istri, menyerahkan tali asih kepada Ketua LVRI Kalsel Letkol Inf (Purn) Sandimin dan anggota lainnya.
Dari biografi yang dibacakan dalam upacara ziarah, Brigjen H Hasan Basry yang dijuluki sebagai “Bapak Gerilya Kalimantan” ini lahir di kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 17 Juni 1923 dan wafat di Jakarta, 15 Juli 1984.
Ia merupakan tokoh dalam sejarah di Kalimantan yakni telah memproklamasikan bahwa pulau ini bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia pada 17 Mei 1949.
Hasan Basri memulai karir pergerakannya dengan memimpin Laskar Syaifullah secara rahasia di Kalsel dan aktif terlibat dalam pertempuran melawan Jepang dan agresi militer Belanda. [adv/adpim]
Bagikan keBanjarbaru
Gubernur H Muhidin Buka Seri Pembuka Kejurnas Rally Indonesia, Momentum Kalsel ke Level Nasional dan Internasional
BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Deru mesin dan semangat adrenalin membakar Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin resmi membuka Banua Rally 2026, seri pembuka Putaran 1 dan 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally Indonesia, di kawasan Food Village Citra Mitra City, Palam, Banjarbaru, pada Jumat (8/5/2026) sore.
Ajang balap bergengsi ini langsung mencuri perhatian nasional. Sebanyak 45 pereli terbaik Tanah Air turun bertarung di lintasan ekstrem sepanjang lebih dari 400 kilometer yang membentang dari Martadah hingga Pelaihari.
Tak sekadar balapan biasa, Banua Rally 2026 menghadirkan atmosfer rally kelas dunia. Mobil-mobil Rally berspesifikasi internasional seperti Toyota GR Yaris, Skoda RS, hingga Hyundai i20 N tampil garang menaklukkan kombinasi lintasan gravel dan aspal khas Kalimantan Selatan yang dikenal cepat, penuh lompatan (jump), dan crest menantang.
Pembukaan event turut dihadiri tokoh-tokoh penting nasional, di antaranya Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto dan Wakil Ketua IMI Ananda Mikola, serta Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman selaku Ketua Penyelenggara Banua Rally dan bersama jajaran Forkopimda Kalsel yakni Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kabinda Kalsel, Danlanal Banjarmasin dan Walikota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa rally bukan hanya ajang adu kecepatan, tetapi juga momentum untuk mengangkat nama Kalimantan Selatan di level nasional bahkan internasional.
“Kami berharap para pembalap dapat mengharumkan nama daerah sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Gubernur H. Muhidin juga optimistis, kesuksesan Banua Rally 2026 bisa membuka jalan bagi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah event otomotif berskala lebih besar di masa depan.
“Jika kegiatan ini sukses, insya Allah ke depan dapat kembali dilaksanakan dengan skala yang lebih besar, bahkan hingga tingkat internasional,” katanya.
Selain menekankan sportivitas kepada para pereli, Gubernur H. Muhidin juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan selama perlombaan berlangsung.
“Jangan melintasi area lintasan karena hal tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun para pembalap,” pungkasnya.
Tak hanya menjadi panggung pereli nasional, Banua Rally 2026 juga menjadi kesempatan emas bagi pembalap lokal Kalimantan Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing di level elite.
Lebih dari sekadar olahraga otomotif, event ini diyakini memberi efek positif bagi sektor pariwisata, ekonomi, hingga promosi daerah. Ribuan pasang mata kini tertuju ke Banua membuktikan Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah sport tourism berkelas nasional. [adv/adpim]
Bagikan ke-
Kaltara2 tahun agoAcara Apel Digelar di Islamic Center Bitul Izzah
-
Kalsel2 tahun agoDibuka Jokowi dan Iriana, Acil Odah Turut Hadiri Hari Anak Nasional di Papua
-
Kalbar2 tahun agoReses Ke Melawi, Yessy Lakukan Pelatihan Bagi Masyarakat Peduli Api
-
Kalsel2 tahun agoKalsel Raih Penghargaan Komunitas Informasi Masyarakat Terinovatif 2024
-
Balikpapan2 tahun agoMulai 1 September 2024, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series dan Dex Series
-
Jakarta2 tahun agoBMKG: Waspada Potensi Hujan Deras Angin Kencang dan Petir
-
Banjarmasin2 tahun agoJelang Nataru, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Lakukan Sidak SPBU di Wilayah Kalsel

