Bank Kalsel Relokasi Kantor Cabang Pembantu Pemprov Banjarbaru, Tingkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan - SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarbaru

Bank Kalsel Relokasi Kantor Cabang Pembantu Pemprov Banjarbaru, Tingkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Layanan

Published

on

Kantor Cabang Bank Kalsel Pembantu Pemprov Banjarbaru ke lokasi baru. (Foto/Humas-BankKalsel) 

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Bank Kalsel merelokasi Kantor Cabang Pembantu Pemprov Banjarbaru ke lokasi baru yang lebih strategis dan representatif. Efektif mulai Senin 4 Agustus 2025, seluruh operasional kantor resmi berpindah dari:

Alamat Lama :
Komplek Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Jl. Dharma Praja No. 1, Kota Banjarbaru (Kantor Gubernur Provinsi Kalsel)

Alamat Baru:
Jl. Dharma Praja, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru (Bersebelahan dengan Kantor Bappenda Provinsi Kalsel) Relokasi ini merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan nasabah.

Kantor baru yang ditempati memiliki area yang mudah dijangkau serta lebih representatif untuk mendukung kelancaran aktivitas perbankan.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah, menyampaikan bahwa relokasi ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun mitra pemerintah.

“Lokasi baru berada di pusat aktivitas pemerintahan provinsi dan berdampingan langsung dengan Kantor Bappenda. Dengan fasilitas yang lebih baik dan akses yang lebih mudah, kami berharap nasabah dapat merasakan pengalaman layanan yang lebih nyaman dan efisien,” ujar Firmansyah.

Seluruh layanan perbankan termasuk transaksi keuangan, pembukaan rekening, layanan kredit dan pembiayaan, hingga akses terhadap produk digital Bank Kalsel telah sepenuhnya beroperasi di lokasi baru, tanpa perubahan pada jam layanan. [adv/ad]

Bagikan ke

Banjarbaru

Sinergi Pemprov Kalsel dan BPJS Kesehatan Tingkatkan Kualitas Program Jaminan Kesehatan Nasional di Banua

Published

on

BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel, di ruang Rapat Sekda lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kalsel Banjarbaru. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Pemerintah Provinsi Kalsel bersama BPJS Kesehatan terus memperkuat sinergi dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta mempertahankan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Banua.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Komunikasi dengan Para Pemangku Kepentingan Utama Tahap I Tahun 2026 yang digelar BPJS Kesehatan dan dihadiri sejumlah perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Kalsel, di ruang Rapat Sekda lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kalsel Banjarbaru, Rabu (3/6/2026) pagi.

Forum komunikasi ini digelar sebagai wadah koordinasi antara BPJS Kesehatan dan para pemangku kepentingan di daerah dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui forum tersebut, berbagai tantangan dan strategi peningkatan kepesertaan serta keaktifan peserta JKN dibahas bersama guna mendukung keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalsel, Hj. Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa Kalsel telah berhasil mencapai target Universal Health Coverage (UHC).

Namun demikian, masih diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan tingkat keaktifan peserta serta mendorong seluruh kabupaten/kota mencapai target yang ditetapkan.

“Secara capaian, Kalsel sudah mencapai target UHC. Namun masih ada beberapa kabupaten dan kota yang belum mencapai target yang diharapkan. Karena itu, diperlukan strategi bersama agar harapan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Kalsel dapat tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Galuh Tantri menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalsel melalui sejumlah SKPD terkait telah melakukan audiensi bersama BPJS Kesehatan untuk membahas pelaksanaan UHC di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dari pertemuan tersebut, berbagai masukan dan langkah strategis telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan.

“Dari hasil audiensi yang telah dilakukan, kami sudah melaporkannya kepada Bapak Sekda dan telah mendapatkan beberapa arahan. Mudah-mudahan setelah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji, akan ada keputusan-keputusan yang dapat mendukung program dan kegiatan yang diharapkan BPJS Kesehatan di Kalimantan Selatan,” katanya.

Selain itu, Menurut Hj. Galuh Tantri , forum komunikasi ini menjadi langkah awal yang penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mendukung keberlanjutan Program JKN dan peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Hj. Galuh Tantri berharap forum tersebut dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan sehingga berbagai tantangan yang masih dihadapi dapat diselesaikan secara bersama-sama.

“Kegiatan ini merupakan tahap pertama. Kami berharap melalui forum ini dapat terbangun diskusi yang baik antara BPJS Kesehatan dan seluruh SKPD terkait, sehingga langkah-langkah yang akan ditempuh ke depan semakin terarah dan efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Sementara itu, Asisten Deputi Kepesertaan dan Mutu Layanan Kedeputian Wilayah VIII BPJS Kesehatan, Ivan Rafian, mengapresiasi capaian Kalsel yang telah memenuhi target Universal Health Coverage (UHC) dan tingkat keaktifan peserta JKN sesuai target nasional.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah mempertahankan capaian tersebut melalui penguatan sinergi dan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah Kalsel dari sisi UHC maupun keaktifan peserta sudah mencapai target RPJMN. Yang perlu kita jaga sekarang adalah bagaimana capaian ini dapat terus dipertahankan melalui koordinasi dan komitmen bersama,” ujarnya.

Forum komunikasi tersebut turut dihadiri, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Barabai, Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin, serta perwakilan sejumlah SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Kalsel Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila, Tekankan Generasi Muda Jadikan Pancasila Ideologi Hidup

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, diwakili Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Senin (1/6/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Komandan Upacara, Pasi Komsos Korem 101/Antasari, Mayor Cke Mukhlisun. Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan, Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pimpinan instansi vertikal di Kalsel, pimpinan BUMN dan BUMD, serta pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Selatan serta undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Prof. Yudian Wahyudi, yang menyatakan, momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang majemuk, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia,” demikian amanat Kepala BPIP RI.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila merupakan “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Pancasila telah membuktikan kemampuannya menyatukan keberagaman Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.

Sesuai amanat tersebut, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil berharap seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) yang diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Diharapkan generasi muda, dengan momen hari lahir Pancasila ini, dapat lebih mendalami ideologi bangsa kita ini, sehingga dapat diimplementasikan oleh para generasi penerus ini kedepan, bahwa segala tindakan dan apa yang akan dilakukan, dapat berpedoman dengan ideologi bangsa, yakni Pancasila,” tegas Plh. Sekdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komponen bangsa dalam menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Jaga Inflasi di Kalsel, Pemprov Gelar Pasar Murah di 13 Kabupaten/Kota Jelang Idul Adha

Published

on

Kepala Biro Perekonomian yang diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Konsisten perhatikan dinamika inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, melalui Kepala Biro Perekonomian yang diwakili Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian, Idris, hadiri secara daring Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, dari Command Center, Kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (18/5/2026) pagi.

Rakor rutin yang berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta ini, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan diikuti perwakilan badan dan instansi terkait, serta seluruh Kepala Daerah se-Indonesia atau yang mewakili.

Dalam kesempatan ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tito menyampaikan bahwa kondisi inflasi Indonesia pada April 2026 year-on-year 2,26 persen, yang disampaikan Tito sebagai angka yang bagus.

“BPS sudah merilis untuk inflasi kita year-on-year April 2026 2,26 persen, angka ini menurun, dan cukup bagus dibanding sebelumnya yang pernah mencapai 3,48 hingga 4 persen. Ini angka yang paling bagus dan relatif bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen,” sampai Tito.

Selanjutnya, Tito menyampaikan untuk inflasi month-to-month April 2026 terhadap April 2025 adalah sebesar 0,13 persen, relatif menurun dari sebelumnya di angka 0,41 persen.

Untuk inflasi di Kalsel, sesuai data BPS awal Mei 2026, diketahui bahwa inflasi year-on-year April 2026 ada di angkaa 3,67 persen dan minus 0,04 persen, atau deflasi untuk month-to-month.

Sedangkan untu Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalsel pada minggu kedua Mei 2026 adalah minus 0,92 persen dengan komoditas daging ayam ras, bawang merah dan telur ayam ras.

Kabag Kebijakan Perekonomian, Idris, ditemui usai rakor menyampaikan bahwa angka inflasi year-on-year April 2026 ini berhasil turun 4 peringkat dari posisi sebelumnya.

“Alhamdulillah untuk bulan April 2026 kemarin inflasi kita 3,67 persen, kita sudah turun dari bulan sebelumnya. Ini menggambarkan upaya-upaya kita selama ini untuk menurunkan inflasi cukup berhasil, yang merupakan hasil kerjasama SKPD dan juga badan serta instansi terkait,” sampainya.

Selanjutnya, jelang perayaan hari besar keagamaan yang akan datang, yakni Hari Raya Idul Adha, Idris menyampaikan kemungkinan terjadinya gejolak harga pada sejumlah bahan pokok, yang memang lumrah terjadi.

“Yang akan kita hadapi di minggu depan, yaitu Hari Raya Idul Adha, ada kemungkinan akan terjadi gejolak inflasi yang perlu kita perhatikan. Untuk itu, kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan konsumi yang berlebihan, secukupnya sesuai kebutuhan saja,” pesannya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Adilla Redhayanti, yang turut berhadir pada rakor ini juga menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel, melalui Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel juga sedang melaksanakan Pasar Murah yang dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel, sebagai sebuah instrumen pengendalian inflasi di Kalsel.

“Kami saat ini melaksanakan Pasar Murah yang sedang berjalan menyambut momen Hari Raya Idul Adha dan dilaksanakan di 13 kabupaten/kota di Kalsel. Saat ini tim sedang bergerak ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan setelah ini masih ada 3 kabupaten lagi jelang Idul Adha,” sampainya.

Adapun komoditas yang dijual adalah bahan-bahan pokok, yakni minyak goreng, dalam hal ini MinyaKita, gula, tepung hingga teh.

“Juga bertepatan dengan situasi global yang sedang memanas saat ini, Pemprov Kalsel hadir dalam bentuk memberikan barang-barang pokok yang lebih terjangkau, berupa MinyaKita, gula, tepung dan teh yang kami ambil dari distributor, dan kami jual dengan harga yang persis sama yang diberikan distributor, tidak ada kenaikan harga sama sekali untuk dijual ke Masyarakat,” ujarnya.

Rakor pengendalian inflasi ini turut dihadiri SKPD, serta badan dan instansi terkait, seperti dari Dinas Permukiman dan Perumahan serta perwakilan BPS Provinsi Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Pemprov Mantapkan Peringatan Harjad ke-76 Provinsi Kalsel, Konsep Sederhana dan Tertata Serta Dirasakan Manfaat Oleh Masyarakat

Published

on

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor memimpin Rapat Pembentukan Tim Pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel Tahun 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel yang diperingati pada 14 Agustus mendatang, Gubernur Kalsel, H. Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor memimpin Rapat Pembentukan Tim Pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel Tahun 2026 di Ruang Rapat H. Maksid Lantai 3 Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru, Senin (18/5/2026).

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, H. Ahmad Bagiawan dan Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya dan dihadiri yang dihadiri sejumlah Tenaga Ahli Gubernur, sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel serta sejumlah perwakilan instansi tersebut guna membahas finalisasi draft Surat Keputusan (SK) Gubernur terkait pembentukan panitia pelaksana Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

Dalam arahannya, Ariadi Noor menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari cerminan pelayanan dan kinerja Pemerintah Provinsi kepada masyarakat.

“Peringatan hari jadi ini sangat penting karena menjadi bagian dari penilaian terhadap performa Pemerintah Provinsi Kalsel. Baik buruknya pelaksanaan kegiatan ini tentu menjadi cerminan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Ariadi Noor.

Ariadi Noor. juga menyampaikan pesan Gubernur Kalsel, H. Muhidin agar pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel tahun ini dilaksanakan secara sederhana, menyesuaikan kondisi saat ini, namun tetap memiliki makna dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bapak H. Mihidin berpesan agar pelaksanaan hari jadi disesuaikan dengan kondisi yang ada. Jangan sampai terkesan berlebihan atau pemborosan, namun makna kebersamaan dan keberpihakan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama,” kata Ariadi Noor.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial harus menjadi ruh utama dalam seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Provinsi Kalsel. Karena itu, pemerintah daerah didorong menghadirkan kegiatan yang sederhana, tertata, namun tetap dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Rapat kemudian difokuskan pada dua agenda utama, yakni pembahasan draft SK Gubernur tentang pembentukan panitia pelaksana Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel serta penyisiran tugas masing-masing seksi agar lebih efektif dan sesuai dengan tugas pokok serta fungsi perangkat daerah.

Dalam pembahasan struktur kepanitiaan, Ariadi Noor memimpin langsung penyempurnaan susunan pengarah, pelaksana, hingga seksi-seksi teknis pelaksanaan kegiatan.

Ariadi juga membuka ruang seluas-luasnya kepada seluruh peserta rapat untuk memberikan masukan dan koreksi terhadap draft yang disusun.

“Silakan disampaikan masukan atau usulan agar pembagian tugas ini benar-benar sesuai tupoksi dan memudahkan koordinasi di lapangan,” katanya.

Sejumlah usulan dan penyesuaian pun disepakati dalam rapat tersebut, termasuk penguatan pada Seksi Konsumsi guna mendukung penyediaan makanan gratis bagi masyarakat yang menjadi salah satu ciri khas peringatan Hari Jadi Provinsi Kalsel.

Ariadi Noor menekankan agar koordinasi antar-SKPD dilakukan sejak awal, terutama dalam pengaturan menu, jumlah porsi, hingga penataan stan konsumsi agar lebih tertib, merata, dan mampu melayani masyarakat dengan baik.

“Koordinasi konsumsi harus disiapkan dari awal supaya pembagian tugas jelas, menu tidak menumpuk pada jenis yang sama, dan seluruh SKPD mengetahui tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Selain sektor konsumsi, rapat juga membahas kesiapan sektor kesehatan dan kelistrikan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman.

Untuk bidang kesehatan, rapat menyepakati pembentukan Seksi Kesehatan yang melibatkan Dinas Kesehatan serta sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalsel guna menyiapkan posko medis dan ambulans selama kegiatan berlangsung.

Sementara pada sektor kelistrikan, Dinas ESDM ditugaskan melakukan koordinasi intensif dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap aman serta menyiapkan genset cadangan guna mengantisipasi gangguan teknis saat acara berlangsung.

“Kita tidak ingin ada kendala teknis saat acara berlangsung, terutama terkait listrik. Karena itu koordinasi dengan PLN harus dikawal sejak awal,” ujar Ariadi.

Di akhir rapat, Ariadi Noor menyampaikan bahwa seluruh hasil pembahasan, penyesuaian nomenklatur, hingga penyempurnaan struktur kepanitiaan telah dicatat untuk segera difinalisasi dalam draft SK Gubernur sebelum diajukan kepada Sekretaris Daerah dan Gubernur Kalsel.

Ariadi kembali mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel tidak hanya bergantung pada susunan kepanitiaan, tetapi terutama pada komitmen, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh SKPD dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Substansi utama dari peringatan Hari Jadi ini adalah kebersamaan dan gotong royong. SK hanya menjadi dasar koordinasi, sedangkan keberhasilan kegiatan ditentukan oleh komitmen dan kerja sama seluruh SKPD,” pungkasnya. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Wagub Hasnuryadi Sulaiman Pimpin Peringatan HUT ke-77 Proklamasi Tentara ALRI

Published

on

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuriyadi Sulaiman memimpin ziarah sekaligus upacara peringatan HUT Ke-77 Tahun Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI DIVISI IV Pertahanan Kalimantan tahun 2026. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuriyadi Sulaiman memimpin ziarah sekaligus upacara peringatan HUT Ke-77 Tahun Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI DIVISI IV Pertahanan Kalimantan tahun 2026 di kawasan Makam Pahlawan Nasional Brigjen TNI Purn Hassan Basry, Jalan Ahmad Yani kilometer 19 Liang Anggang Banjarbaru pada Minggu (17/05/2026).

Wagub Hasnuriyadi hadir didampingi istri, Ketua BKOW Hj Ellyana Tresya Hasnuriyadi, lengkap dengan pakaian dan baret warna krem, khas pakaian pejuang zaman dulu.

Atribut serupa juga dikenakan asisten, staf ahli gubernur, tenaga ahli gubernur, dan para kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel turut rapi berjejer diantara deretan jajaran TNI, anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kalsel, Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri Sahbirin Noor (Paman Birin)/mantan Gubernur Kalsel, dan anggota, DHD Angkatan 45, pelajar dan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, Wagub Hasnuriyadi mengajak generasi sekarang untuk meneladani tekad dan semangat para pejuang pahlawan bangsa seperti Brigjen H Hasan Basri ini.

“Kita semua harus mengerti dan memahami bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dengan darah dan nyawa beliau untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Wagub usai memimpin ziarah.

Sekarang tugas yang diemban adalah mengisi kemedekaan, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, cinta tanah air dan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa ini,” pesan Wagub Hasnuriyadi.

Upacara ziarah diisi penyampaian sejarah perjuangan Gubernur Tentara ALRI DIVISI IV Pertahanan Kalimantan yang dipimpin Brigjen TNI Purn H. Hassan Basry, dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Tentara ALRI oleh pimpinan ziarah dan peletakan karangan bunga, penghormatan dan tabur bunga di atas Makam Brigjen TNI Purn Hassan Basry.

Usai upacara, Wagub Hasnuriyadi didampingi istri, menyerahkan tali asih kepada Ketua LVRI Kalsel Letkol Inf (Purn) Sandimin dan anggota lainnya.

Dari biografi yang dibacakan dalam upacara ziarah, Brigjen H Hasan Basry yang dijuluki sebagai “Bapak Gerilya Kalimantan” ini lahir di kota Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tanggal 17 Juni 1923 dan wafat di Jakarta, 15 Juli 1984.

Ia merupakan tokoh dalam sejarah di Kalimantan yakni telah memproklamasikan bahwa pulau ini bagian tak terpisahkan dari Republik Indonesia pada 17 Mei 1949.

Hasan Basri memulai karir pergerakannya dengan memimpin Laskar Syaifullah secara rahasia di Kalsel dan aktif terlibat dalam pertempuran melawan Jepang dan agresi militer Belanda. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Gubernur H Muhidin Buka Seri Pembuka Kejurnas Rally Indonesia, Momentum Kalsel ke Level Nasional dan Internasional

Published

on

Gubernur Kalsel H. Muhidin resmi membuka Banua Rally 2026, seri pembuka Putaran 1 dan 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally Indonesia. (Foto/Ist)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Deru mesin dan semangat adrenalin membakar Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin resmi membuka Banua Rally 2026, seri pembuka Putaran 1 dan 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rally Indonesia, di kawasan Food Village Citra Mitra City, Palam, Banjarbaru, pada Jumat (8/5/2026) sore.

Ajang balap bergengsi ini langsung mencuri perhatian nasional. Sebanyak 45 pereli terbaik Tanah Air turun bertarung di lintasan ekstrem sepanjang lebih dari 400 kilometer yang membentang dari Martadah hingga Pelaihari.

Tak sekadar balapan biasa, Banua Rally 2026 menghadirkan atmosfer rally kelas dunia. Mobil-mobil Rally berspesifikasi internasional seperti Toyota GR Yaris, Skoda RS, hingga Hyundai i20 N tampil garang menaklukkan kombinasi lintasan gravel dan aspal khas Kalimantan Selatan yang dikenal cepat, penuh lompatan (jump), dan crest menantang.

Pembukaan event turut dihadiri tokoh-tokoh penting nasional, di antaranya Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto dan Wakil Ketua IMI Ananda Mikola, serta Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman selaku Ketua Penyelenggara Banua Rally dan bersama jajaran Forkopimda Kalsel yakni Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kabinda Kalsel, Danlanal Banjarmasin dan Walikota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menegaskan bahwa rally bukan hanya ajang adu kecepatan, tetapi juga momentum untuk mengangkat nama Kalimantan Selatan di level nasional bahkan internasional.

“Kami berharap para pembalap dapat mengharumkan nama daerah sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin juga optimistis, kesuksesan Banua Rally 2026 bisa membuka jalan bagi Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah event otomotif berskala lebih besar di masa depan.

“Jika kegiatan ini sukses, insya Allah ke depan dapat kembali dilaksanakan dengan skala yang lebih besar, bahkan hingga tingkat internasional,” katanya.

Selain menekankan sportivitas kepada para pereli, Gubernur H. Muhidin juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan selama perlombaan berlangsung.

“Jangan melintasi area lintasan karena hal tersebut sangat membahayakan diri sendiri maupun para pembalap,” pungkasnya.

Tak hanya menjadi panggung pereli nasional, Banua Rally 2026 juga menjadi kesempatan emas bagi pembalap lokal Kalimantan Selatan untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing di level elite.

Lebih dari sekadar olahraga otomotif, event ini diyakini memberi efek positif bagi sektor pariwisata, ekonomi, hingga promosi daerah. Ribuan pasang mata kini tertuju ke Banua membuktikan Kalimantan Selatan siap menjadi tuan rumah sport tourism berkelas nasional. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Momentum Bersejarah, Gubernur Kalsel Dampingi Wakasad dan Pangdam Resmikan Pemancangan Pertama Pembangunan Makodam Lambung Mangkurat

Published

on

Gubernur Kalsel H. Muhidin mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) TNI, Muhammad Saleh Mustafa, dan Pangdam XXII Tambun Bungai, Zainal Arifi. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Muhidin mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) TNI, Muhammad Saleh Mustafa, dan Pangdam XXII Tambun Bungai, Zainal Arifi, melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) X Lambung Mangkurat.

Pemancangan tiang pertama yang menandai dimulainya pembangunan makodam di wilayah Kalsel ini diadakan di kawasan lapangan tembak Korem 101/Antasari, Banjarbaru, pada Rabu (6/5/2026)

Dalam sambutannya, Wakasad Saleh Mustafa menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Kalsel serta Pemda di wilayah Kalsel, yang membuat pembangunan makodam di wilayah Kalsel terlaksana.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Kalsel beserta seluruh stakeholder terkait atas kerjasama dan inisiasinya sehingga dapat mewujudkan pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat,” sampai Wakasad.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan harapan agar keberadaan Kodam X Lambung Mangkurat ini nantinya akan membawa nilai manfaat bagi masyarakat dan Pemprov serta Pemda di wilayah Kalsel.

“Momen penting pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat ini bukan hanya pembangunan secara fisik, tapi juga langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah. Kita harapkan nantinya juga mudah-mudahan dapat membawa nilai manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat dan Pemprov serta Pemda di Kalsel,” harap Wakasad.

Gubernur Kalsel, H Muhidin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemancangan tiang pertama ini menandai dimulainya babak baru dalam pertahanan wilayah di Kalsel.

“Hari ini adalah sebuah momentum bagi Kalimantan Selatan yang menandai dimulainya babak baru dalam sistem pertahanan wilayah, sekaligus juga simbol semakin kokohnya kehadiran negara di tengah masyarakat Kalimantan Selatan,” sampai Gubernur.

Dukungan penuh Pemprov Kalsel terhadap pembangunan makodam ini ujar H Muhidin, juga menjadi investasi jangka panjang bagi daerah.

“Dorongan penuh Pemprov Kalsel terhadap pembangunan markas komando militer ini, tidak hanya dalam bentuk kebijakan tapi juga fasilitas, koordinasi dan sinergi lintas sektor. Kami meyakini pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah, tidak hanya dari sisi pertahanan tapi juga sisi ekonomi dan sosial,” ujar H Muhidin.

Pembangunan makodam ini sampai Gubernur, juga adalah bentuk kolaborasi antara kabupaten/kota se-Kalsel, Provinsi Kalsel dengan Kementerian Pertahanan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati/Walikota, karena kami setiap melaksanakan beberapa kegiatan selalu berkolaborasi antara daerah, provinsi dan pusat.
Inilah kita di Kalsel, selalu menjalankan kolaborasi,” ujar Gubernur H Muhidin.

Di akhir sambutan, H Muhidin menyampaikan harapan yang selaras dengan harapan yang disampaikan Wakasad, terkait pembangunan Makodam X Lambung Mangkurat.

“Harapan kami, mudah-mudahan pemasangan pancang pertama Makodam X Lambung Mangkurat ini, akan membawa kebaikan bagi Kalsel,” sampai Gubernur, H Muhidin.

Pada kegiatan ini, juga diserahkan penghargaan kepada Gubernur Kalsel H Muhidin, dan 13 Bupati/Walikota se-Kalsel sebagai dedikasi atas dukungan pembangunan di wilayah Kalimantan Selatan.

Pembangunan Kodam X Lambung Mangkurat pada 2026-2027 ini merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) TNI Angkatan Darat, yang menargetkan setiap provinsi di Indonesia memiliki markas komando daerah masing-masing.

Turut berhadir pada kegiatan ini, Forkopimda Kalsel, Sekdaprov Kalsel H M Syarifuddin, Bupati/Walikota se-Kalsel, Pejabat TNI/POLRI se-Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Perusahaan Daerah dan Swasta, Pimpinan Perbankan serta Tokoh Masyarakat di wilayah Kalsel. [adv/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer