Laung Kuning Banjar DPC HSS Silaturahmi Dengan Instansi dan BUMN - SuaraBorneo.com
Connect with us

Budaya

Laung Kuning Banjar DPC HSS Silaturahmi Dengan Instansi dan BUMN

Published

on

Laung Kuning Banjar DPC HSS. (Foto/Azifa)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Pada hari ini, Laung Kuning Banjar DPC HSS, melakukan silaturahmi ke instansi pemerintah dan BUMN kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sekaligus penyerahan piagam penghargaan Rabu 2 Juli 2025

Ketua Laung Kuning Banjar DPC HSS, Indra Maulana menyampaikan, Alhamdulillah Laung Kuning Banjar DPC HSS dapat silaturahmi kepada DPRD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta BUMND yang telah membantu dalam keberangkatan ke Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan berterimakasih mudah-mudahan akan datang Aruh Ganal diKalimantan Timur, dapat membantu lagi untuk keberangkatan di Kalimantan Timur tahun depan,” ungkap Indra Maulana

Silaturahmi berakhir dengan penyerahan piagam dan baju kepada membantu keberangkatan, dan foto bersama. (Azifa)

Bagikan ke

Bengkayang

Borneo Twindo Group Support Beasiswa Bujang Dara di Event Budaya Barape’ Sawa’ 2026 Bengkayang

Published

on

Event budaya tahunan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat, Barape’ Sawa’ 2026. (Foto/Ist)

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Kemeriahan luar biasa menyelimuti Ramin Bantang Bengkayang sepanjang pekan ini. Event budaya tahunan yang paling ditunggu-tunggu masyarakat, Barape’ Sawa’ 2026, sukses digelar sejak 27 Mei hingga resmi ditutup pada Minggu (31/5/2026) malam.

Tahun ini, gawai akbar masyarakat Dayak Bengkayang tersebut tampil beda dan makin memukau lewat tema yang kental dengan kearifan lokal: “Karnaval Kontingen 1.000 Bae’”.

“Ini merupakan kultur budaya kita yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” ungkap Ketua Panitia Pekan Gawai Naik Dabor Barape’ Sawa’ 2026 Kabupaten Bengkayang, Rudi, S.Pd., M.Pd.

Menurut Rudi, pelaksanaan Pekan Barape’ Sawa’ yang rutin digelar setiap tahun ini bukan sekadar pesta adat biasa. Agenda ini memiliki misi penting sebagai perekat persatuan masyarakat, sekaligus wadah konkret untuk mengenalkan dan mewariskan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda agar tidak luntur ditelan zaman.

Suksesnya perhelatan besar ini tentu tidak lepas dari kerja keras panitia dan sinergi berbagai pihak. Rudi secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas dukungan penuh, termasuk kucuran dana hibah yang sangat membantu operasional kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang telah mendukung penuh seluruh kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” tutur Rudi.

Selain Pemkab, kelancaran acara yang menyedot perhatian ribuan warga ini juga disokong penuh oleh jajaran kepolisian dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkayang yang sigap menjaga situasi tetap kondusif.

Panitia juga mengapresiasi para donatur dan pihak swasta yang ambil bagian. Salah satu yang paling menonjol adalah Borneo Twindo Group yang memberikan dukungan total bagi kesuksesan event tahun ini.

Ada satu kejutan menarik yang membuat Barape’ Sawa’ tahun ini terasa makin spesial. Rudi membawa kabar gembira langsung dari panggung pemilihan Bujang dan Dara Barape’ Sawa’ 2026.

Bagi para pemenang yang terpilih, mereka tidak hanya membawa pulang trofi dan kebanggaan, tetapi juga jaminan masa depan pendidikan lewat beasiswa penuh dari Borneo Twindo Group.

“Mereka mendapatkan beasiswa untuk biaya kuliah sejak awal masuk hingga tamat,” kata Rudi.

Direktur Utama PT Borneo Twindo Group, Yulius Aho, berharap beasiswa ini bisa menjamin generasi muda untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Selamat kepada mereka yang mendapat beasiswa lewat event budaya Barape’ Sawa’. Beasiswa ini sebenarnya disiapkan oleh Parpol Perindo juga,” ucap Yulius.

Rudi mewakili seluruh jajaran panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kabupaten Bengkayang, masyarakat adat Dayak Bengkayang, serta sanak saudara masyarakat adat Dayak dari kabupaten tetangga yang turut hadir memeriahkan acara.

Permintaan maaf ini disampaikan secara terbuka sebagai bentuk rasa hormat dan kerendahan hati panitia, bilamana selama pelaksanaan event berlangsung masih terdapat hal-hal maupun pelayanan yang kurang berkenan di hati para pengunjung.(Robin)

Bagikan ke
Continue Reading

Bengkayang

Naik Dango Perkuat Ikatan Silaturahmi Etnis Dayak dan Kerajaan Mempawah

Published

on

Pesta adat Naik Dango yang digelar di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang tahun 2026. (Foto/Ist)

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Pesta adat Naik Dango yang digelar di Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang tahun 2026, menjelma menjadi panggung nyata indahnya toleransi dan kokohnya ikatan antaretnis.

Agenda tahunan ini tidak sekadar menjadi ritual ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah bagi masyarakat Dayak, melainkan juga sebuah refleksi mendalam dari persaudaraan yang telah mengakar kuat dalam sejarah, terutama hubungan harmonis antara etnis Dayak dan Kerajaan Mempawah.

Puncak perayaan yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026, menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan perajut harmoni bangsa.

Pesona keberagaman dan kuatnya tali persaudaraan antaretnis tersebut terpancar nyata sepanjang jalannya pagelaran tradisi Naik Dango.

Nuansa toleransi langsung terasa hangat saat parade seni dimulai. Berbagai etnis lebur dalam kegembiraan, berjalan beriringan dengan penuh rasa bangga mengenakan busana tradisional masing-masing sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan nyata terhadap kelestarian budaya Naik Dango.

Berpusat di Rumah Adat Samalantan, event tahunan ini tetap konsisten merawat keluhuran adat istiadat warisan luhur. Namun, ada hal yang sangat istimewa pada perayaan kali ini. Kehadiran barisan kehormatan dari Kerajaan Mempawah turut mewarnai, memperindah, dan menggenapi kemeriahan pesta adat tersebut.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Samalantan, Zainal, menyatakan bahwa kolaborasi budaya antara etnis Dayak dan Kerajaan Mempawah dalam perayaan Naik Dango tahun ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi pihaknya.

“Kolaborasi budaya antara etnis Dayak dan Kerajaan Mempawah dalam perayaan Naik Dango tahun ini merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar bagi kami. Bagi masyarakat Dayak Samalantan, Kerajaan Mempawah bukan sekadar tamu, melainkan kerabat sekaligus saudara dekat. Ikatan silaturahmi yang telah terjalin lama ini kini kembali kita rawat secara indah dan berkelanjutan melalui jalur kebudayaan,”
ungkap Zainal Ketua DAD Kecamatan Samalantan.

Sementara itu, pentingnya pelestarian nilai-nilai luhur dan kebersamaan ini juga ditegaskan oleh pihak kesultanan. Raja Mempawah ke-XIV menegaskan agenda budaya seperti Naik Dango memiliki esensi yang sangat besar dalam membangun fondasi persaudaraan bangsa di tengah dinamika modernisasi.

“Agenda budaya seperti Naik Dango ini memiliki esensi yang sangat besar dalam membangun fondasi persaudaraan bangsa. Kami berharap melalui momentum ini, kita mampu mendorong kemajuan bersama sekaligus membentuk generasi muda yang mencintai akar budayanya sendiri. Dengan demikian, nilai-nilai tradisi luhur dapat menjadi benteng pertahanan yang kokoh di tengah kemajemukan masyarakat yang ada saat ini,” tegas Mohammad Hafijh Adinugraha, Raja Mempawah ke-XIV

Lebih dari sekadar perayaan spiritual dan kebudayaan, kemeriahan Naik Dango di Kecamatan Samalantan juga membawa berkah nyata bagi masyarakat setempat. Perputaran roda ekonomi di kawasan tersebut berdenyut positif seiring melimpahnya rezeki bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pedagang dan pengrajin lokal tampak ikut andil memadati kawasan sekitar Rumah Adat Samalantan, memanen berkah ekonomi dari antusiasme pengunjung yang membeludak.(Robin)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Peringati Hari Wayang Sedunia, UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Taman Budaya Kalsel kembali menghadirkan pertunjukan seni tradisi melalui pergelaran Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong, yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, melalui Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Nitta Aulia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia.

“Selain pergelaran, kami juga akan menggelar dialog dengan tema ‘Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong’ pada tanggal 24–25 November 2025, yang akan menghadirkan narasumber dari kalangan dalang lokal serta dalang tamu dari Provinsi DI Yogyakarta,” ujar Nitta di Banjarmasin, Selasa (4/11/2025).

Ia menambahkan, peringatan Hari Wayang Sedunia di Kalsel juga akan dimeriahkan dengan Festival Wayang Kulit Banjar yang dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2025. Festival ini akan menampilkan dalang-dalang asli Banua, mulai dari dalang junior hingga senior.

“Saat ini sudah ada tujuh grup dari beberapa kabupaten/kota di Kalsel yang mendaftar untuk mengikuti festival tersebut. Ini merupakan festival Wayang Kulit Banjar pertama yang diselenggarakan oleh Taman Budaya Kalsel,” jelasnya.

Pertunjukan Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gong ini akan digelar terbuka untuk umum di halaman Taman Budaya Kalsel. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukatif untuk memperkenalkan kekayaan seni tradisi Banjar yang sarat makna dan pesan moral kepada masyarakat luas. [adv/ad/mckalsel]

Bagikan ke
Continue Reading

Budaya

Pagelaran Seni Budaya Banjar oleh Laung Kuning Banjar DPC HSS

Published

on

Laung Kuning Banjar DPC Hulu Sungai Selatan menggelar Pagelaran Seni Budaya Banjar di halaman Kantor Desa Durian Rabung. (Foto/Azifa)

PADANG BATUNG, SuaraBorneo.com – Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali warisan budaya Banjar kepada generasi muda, organisasi Laung Kuning Banjar DPC Hulu Sungai Selatan menggelar Pagelaran Seni Budaya Banjar di halaman Kantor Desa Durian Rabung, Kecamatan Padang Batung, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.

Acara ini menampilkan berbagai kesenian tradisional khas Banjar seperti musik panting, tarian persembahan Kuda Gipang, serta bela diri Kuntau yang menjadi kebanggaan masyarakat Banua.

Dalam wawancara dengan media, Ketua Laung Kuning Banjar DPC HSS, Indra Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

“Kami ingin anak muda Banjar kembali mencintai budaya sendiri. Melalui seni, tarian, dan bela diri tradisional seperti Kuntau, kita bisa menumbuhkan rasa bangga sebagai urang Banua,” ujar Indra Maulana dengan semangat.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Laung Kuning Banjar dengan pemerintah desa Durian Rabung serta dukungan dari berbagai tokoh masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di desa-desa lain di Hulu Sungai Selatan,” tambahnya.

Suasana acara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Penampilan musik panting mengiringi para penari Kuda Gipang yang menampilkan atraksi memukau. Tak kalah menarik, para pendekar muda Kuntau juga memperlihatkan keahlian bela diri tradisional yang menjadi simbol keteguhan dan keberanian masyarakat Banjar.

Pagelaran ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya Banjar masih hidup dan tetap dijaga oleh generasi penerusnya.

Turut hadir kegiatan tersebut, kepala desa durian rabung, ketua Laung Kuning Banjar DPC HSS, perwakilan Koramil, dan perwakilan Polsek Padang batung, seluruh anggota Laung Kuning Banjar SE Banua 6 dan masyarakat sekitar. (Azifa)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Festival Kayutangi Hidupkan Semangat Seni Budaya di HUT Ke-80 RI dan Hari Jadi Ke-75 Kalsel

Published

on

Kegiatan dimeriahkan oleh ratusan seniman dari berbagai daerah di Kalsel ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. (Foto/MCKalsel)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Kegiatan yang berlangsung selama empat hari dan dimeriahkan oleh ratusan seniman dari berbagai daerah di Kalsel ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, di Halaman UPTD Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin, Sabtu (16/8/2025).

Dalam sambutannya, Galuh menyampaikan komitmen Gubernur Kalsel, H. Muhidin, untuk mendorong seni dan budaya agar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Banua.

“Seni dan budaya adalah cerminan jati diri kita. Bagi masyarakat Banua, warisan ini bukan sekadar kenangan masa lalu, tetapi nafas kehidupan yang mengalir dari generasi ke generasi,” ujar Galuh.

Ia menegaskan, Pemprov Kalsel melalui Disdikbud terus menggenjot peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan, salah satunya dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan seni dan budaya yang diinisiasi pemerintah.

“Seperti kegiatan kita hari ini yang melibatkan ratusan pegiat seni dan budaya di Banua. Kegiatan ini juga sebagai bentuk penghargaan kita kepada mereka yang sudah melestarikan ragam budaya dan seni di Banua,” tukasnya.

Galuh juga berpesan agar seniman dan budayawan Banua terus menjaga semangat juangnya untuk terus berkarya dan saling mendukung guna memastikan seni dan budaya Banua tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan. [adv/ad/mckalsel]

Bagikan ke
Continue Reading

Budaya

DPC Laung Kuning HSS Hadiri Acara Aruh Ganal Budaya Banjar di Gorogot Kaltim

Published

on

Aruh Ganal budaya Banjar, Sabtu (31/5/2025). (Foto/Azifa)

GOROGOT, SuaraBorneo.com – Bertempat di MTQ di tanah Gorogot kabupaten Paser Kalimantan Timur, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Laung Kuning Banjar Hulu Sungai Selatan (HSS), menghadiri acara Aruh Ganal budaya Banjar, Sabtu (31/5/2025).

Dalam wawancaranya, “Alhamdulillah kami hari ini DPC Laung Kuning Banjar HSS, ikut memeriahkan dan menghadiri acara aruh ganal budaya banjar, di tanah Gorogot pada hari ini, yang berjumlah 30 orang,” ungkap ketua laung kuning Banjar DPC HSS, Indra Maulana.

Diketahui acara berlangsung sejak Sabtu pagi sampai Minggu tanggal 1 Juni 2025

Turut hadir acara aruh ganal budaya banjar, ketua umum laung kuning Banjar, dan seluruh DPC se-Kalimantan Selatan-Tengah dan undangan lainnya. (Azifa)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarbaru

Festival Gerbang Nusantara Ditutup, Gubernur Kalsel Apresiasi Pelestarikan Budaya Banjar

Published

on

Festival Gerbang Nusantara bertajuk Pekan Budaya Banua 2024 resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. (Foto/Adpim)

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Festival Gerbang Nusantara bertajuk Pekan Budaya Banua 2024 resmi ditutup oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso di lapangan Murdjani, pada Kamis (24/10) malam.

Dimulai dengan penampilan maulid habsyi dari grub Irsyadul Fata, kemudian pertunjukan Tari Ba’ayun Maulid dari Sanggar Spen Gatra, sejumlah siswi SMPN 3 Martapura itu tampil memukau dengan gemerlap lampu sorot.

Lalu, ada beberapa penampilan seperti Nasyid dan pembacaan puisi religi dari santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri. Kegiatan yang mengusung tema Bergerak, Bersama, Berkarya, Berdaya dan Berbudaya itu dalam rangka Festival Gerbang Nusantara 2024.

Penutupan juga dihadiri oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan (PPK) Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu; Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati; Ustadz Supian Al-Banjari dan sebagainya.

“Pekan Budaya Banua ini bagian dari Festival Gerbang Nusantara 2024 yang hari ini berakhir. Terimakasih atas kerjasama semua pihak dalam penyelenggaraan ini, sehingga terlaksana dengan rutin tiap tahunnya,” ucap Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Dalam kesempatan itu, Adi Santoso menyampaikan bahwa festival ini tak sekadar penyelenggaraan seni dan budaya saja, tetapi upaya kita dalam melestarikan budaya Nusantara Indonesia, khususnya budaya dan kesenian daerah yang ada di Bumi Kalsel Babussalam.

“Saya rasa bangga dan terhormat melihat antusiasme seluruh elemen masyarakat yang aktif dalam memelihara dan menjaga kesenian daerah. Ini merupakan identitas kita,” ungkap Adi Santoso.

Selama empat hari, Adi Santoso menyebut banyak rangkaian seni yang disuguhkan kepada masyarakat Banua. Dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, bahkan pameran kebudayaan.

“Dan kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda, sehingga hal ini menunjukkan bahwa budaya merupakan pondasi bagi kita,” sampainya.

Lewat festival ini, Adi Santoso merasa akan melahirkan generasi yang unggul dalam menghadapi tantangan zaman sekarang. Dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terkait kesenian dan kebudayaan daerah yang merupakan warisan budaya dunia.

Adi Santoso juga mengapresiasi atas kolaborasi antar pemerintah provinsi dan daerah, serta kelompok masyarakat yang terlibat dalam event tahunan ini.

“Festival Gerbang Nusantara dalam program jalur rembah ini diharapkan dapat meriah lagi ke depannya. Dan tentunya, sinergitas terus ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu menerangkan bahwa program jalur rempah telah dicanangkan sejak 2020. Dan kegiatan di Kalsel, menurutnya tidak pertama kali tetapi kunjungannya telah banyak melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak seperti komunitas, budayawan dan sebagainya.

“Di sini sangat kental dengan budaya islamnya. Dan ini juga momentum dalam meningkatkan UMKM di masyarakat agar kita semua dapat belajar bersama tentang budaya,” jelasnya.

Yayuk juga melihat banyak penulis-penulis handal di Kalsel, serta melahirkan tokoh budayanya. Lewat bentuk buku sejarah yang ditulis oleh mereka, maka diwariskan oleh generasi muda.

Di Kalsel, Yayuk menyoroti objek kemajuan budaya maupun cagar budayanya yang terus dilestarikan. Pewarisan yang baik, baginya lewat keluarga dan sekolah-sekolah.

“Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih banyak atas pelaksanaan Pekan Budaya Banua ini. Kegiatan ini sangat baik, karena kebudayaan itu adalah kerja kolaboratif,” tandasnya.

Pada penutupan dengan pelabuhan rebana itu juga diakhiri dengan penyerahan Mandau, senjata tradisional khas Kalimantan kepada Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Yayuk Sri Budi Rahayu oleh Staf Ahli Gubernur, Adi Santoso.

Malam itu juga turut dihadiri oleh Direktur Bangku Panjang Mingguraya, HE Benyamine; Pendiri Teater Kita Kalsel, Yadi Muryadi; Pimpinan Pondok Pesantren Irsyadul Fata, Supian Al-Banjari dan Ketua Yayasan Dr. H Abdul Karim dan sebagainya. [ad/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Populer