Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15

Entertainment

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala

Published

on

JAKARTA, suaraborneo.com – Minggu, 11/7 : Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI tahun ini akan menyediakan 30 piala bagi para pemenang dan piala khusus.

“Banyaknya piala ini sekaligus menjadi salah satu pembeda FFWI dengan berbagai festival film lainnya,” kata ketua panitia FFWI, Wina Armada Sukardi, di Jakarta.

FFWI akan memulai sejarah baru dalam perfilman Indonesia, yakni tidak hanya menilai karya film yang telah ditayangkan di bioskop, tapi juga memberikan penilaian terhadap karya film yang ditayangkan di media over the top atau OTT. Kata Wina, “Saya kira ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia. Arti penting sistem penilian ini, menunjukan FFWI sangat mengadopsi perkembangan teknologi komunikasi.” Wina Armada memprediksi, langkah FFWI bakal diikuti okeh berbagai festival film lainnya di Indonesia.

Selain itu, FFWI juga menilai film peserta berdasarkan genre, atau masing-masing jenis film. Menurut Wina, penilaian berdasarkan genre film akan memunculkan insan film yang dalam festival film “konvensional” sulit menjadi pemenang dan mendapat piala, dalam FFWI hambatan itu dapat diatasi.

“Jadi penilaian film head to head atau apel to apel berdasarkan karya film sejenis. Dengan demikian ini dapat lebih fair,” tandas Wina Armada.

Cara penilaian berdasar genre, tambah Wina Armada, juga akan memberikan dampak positif buat perkembangan perfilman nasional Indonesia.

Pertama, film dari genre apapun punya kesempatan yang sama untuk jadi pemenang. Begitu juga pemain dan crewnya. Padahal selama ini mereka seperti termarginalkan dapat muncul. “Sudah saatnya kita juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada insan film dari semua genre dan tidak hanya didominasi genre tertentu,” tandas Wina Armada.

Kedua, dengan paramenter genre film yang sama, penilaian menjadi lebih fair.

Sementara itu, Ketua Bidang Penjurian FFWI, Yan Widjaya, menerangkan, semula panitia akan menilai empat genre film, masing-masing genre drama, horor, komedi dan laga.

Syarat agar dapat dinilai menjadi satu klaster genre tersendiri, minimal harus ada lima peserta.

“Tetapi diprediksi genre laga, pesertanya tidak sampa lima, sehingga kemungkinan untuk tahun ini genre laga belum dapat dinilai,” kata Yan Wijdaya.

Dalam hal ini peserta genre laga akan dimasukkan ke genre yang paling berkenaan dengan genre karya film tersebut.

Yan Widjaya menjelaskan, dari setiap genre ada sembilan unsur yang akan dinilai oleh Dewan Juri FFWI. Dengan tiga genre film, masing-masing genre dinilai sembilan unsur, jelas Yan Widjaya, hal itu berarti sudah ada 27 piala untuk pemenang.

“Kemudian disiapkan tambahan 3 piala khusus yang akan diberikan kepada tokoh khusus. Berarti total ada 30 Piala,” kata Yan.

Menurut Yan Widjaya, walaupun dalam ajang FFWI disediakan 30 piala, belum tentu semua piala itu akan habis terdistribusikan. “Kalau memang tidak ada yang memenuhi syarat kriteria Dewan Juri, tidak akan dipaksakan ada pemenangnya,” kata Yan Widjaya.

FFWI XI diselenggarakan oleh Wartawan Film dan Kebudayaan bermitra dengan Direktorat Perfilman, Musik dan Seni Baru, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud dan Riset Teknologi.

FFWI telah diluncurkan tanggal 7 Juli lalu, dan malam puncaknya akan diselenggarakan tanggal 28 Oktober..*

Bagikan ke

Entertainment

KOONGWORLD’ Menggelar Acara Mendengarkan Musik Gratis

Published

on

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Platform perdagangan langsung musik global ‘KOONGWORLD’ akan mengadakan acara mendengarkan musik gratis untuk layanan musik seperti K-POP, OST K-Drama, dan K-BGM.

Platform berbagi musik asal Korea Selatan, Koong World, berfokus pada penggunaan tokenisai, alias NFT (token non-fungible), untuk perlindungan hak cipta dari musik di dalamnya.

Dengan tokenisasi ini, para musisi tidak perlu khawatir lagi untuk memasang karya mereka di platform karena pelanggaran hak cipta akan benar-benar dijauhi dari platform ini.

KoongWorld pun telah menjadi andalan para musisi di negeri K-Pop tersebut sejak tahun 2021, dengan membagikan 80 persen royalti secara bersih ke musisi yang menggunakan platform.

Selama acara gratis ini, “KOONGWORLD” mengumumkan bahwa mereka akan membayar layaann streaming yang akan memberikan hak untuk menikmati musik gratis kepada semua pengguna di seluruh dunia.

KOONGWORLD adalah platform musik baru yang menampilkan ‘cara langsung’ di mana pengguna mengunggah musik mereka dan menggunakan penjualan langsung.

Mendengarkan K-POP gratis pada acara tersebut tersedia untuk siapa saja di halaman resmi ‘KOONGWORLD’ (https://koong.world).(Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

Intimate Concert Bunga Bunga Rindu : Dian Piesesha Sukses, Megah dan Meriah Penuh Nostalgia

Published

on

Penyanyi legendaris era 80an, Dian Piesesha, menggelar konser bernama “Intimate Concert Bunga Bunga, 45 Years Bunga Bunga Rindu”. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Penyanyi legendaris era 80an, Dian Piesesha, menggelar konser bernama “Intimate Concert Bunga Bunga, 45 Years Bunga Bunga Rindu” di Ballroom Hotel Acacia Jakarta pada Sabtu, 27 Januari 2024. Acara ini menjadi momen spesial yang mempertemukan penggemar dengan nuansa nostalgia musik Indonesia.

Konser yang digelar Dian Piesesha turut dimeriahkan oleh penyanyi senior seperti Obie Messakh, Eva Solina, dan Wahyu OS, serta diiringi oleh penampilan band Devian Zikri dan Friends, dengan Penyelenggara Konser “HENRY & YOU CHANNEL – KASET80AN”

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembukaan yang khusyuk, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan dilanjutkan dengan pemain saxophone dan band Devian Zikri yang membawakan beberapa lagu hits milik Dian Piesesha.

Penyanyi Obbie Messakh tampil memukau dengan membawakan lagu-lagu populer seperti “Kau Tercipta Bukan Untukku,” “Lebih Baik Sakit Gigi,” dan “Kisah Kasih Di Sekolah.” Penampilannya sukses membangkitkan kenangan dan melibatkan penonton dalam suasana bernostalgia.

Dian Piesesha menggelar Intimate Concert Bunga Bunga, 45 Years Bunga Bunga Rindu

Tidak hanya itu, Obbie Messakh juga berduet dengan penyanyi era 80an, Eva Solina. Mereka membawakan lagu-lagu keemasan seperti “Memory Yang Indah” dan “Melody Memory,” membawa suasana kembali ke era 80an dengan tembang lawas yang menghadirkan kenangan indah.

Sebelum Dian Piesesha tampil, penyanyi Wahyu OS juga memberikan penampilan memukau dengan lagu-lagu populer pada masanya seperti “Senandung Doa” dan “Ingin Memiliki.”

Setelah penampilan ketiga penyanyi senior, suasana konser sempat hening sejenak sebelum muncul video cuplikan perjalanan karir Dian Piesesha. Penyanyi asal Bandung ini memasuki Ballroom Hotel Acacia Jakarta dengan lagu “Tak Ingin Sendiri,” menyapa penggemar, sahabat, dan tamu khusus yang hadir.

Dian Piesesha, yang berusia 63 tahun, menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesehatan untuk menggelar konser tersebut. “Saya tidak tahu, lagi ini seperti ada jalan Tuhan. Saya dikenal orang Dian Piesesha, tapi jika Tuhan sudah berkehendak lain, saya akan menjadi Diah Daniar, itu nama asli saya,” ujarnya dengan penuh emosi.

Konser ini membawa suasana kembali ke era 80an, dihadiri oleh penonton dan tamu undangan dengan usia rata-rata di atas 50 tahun. Dian Piesesha memukau dengan membawakan beberapa lagu populer dari tahun 80 hingga 90an, seperti “Permata Hati,” “Kuncup Hati Layu Pasti,” “Satukan Hati Kami,” “Engkau Segalanya Bagiku,” dan tentu saja “Bunga Bunga Rindu.”

“Intimate Concert Bunga Bunga, 45 Years Bunga Bunga Rindu” ditutup dengan penuh semangat, diiringi oleh lagu-lagu hits seperti “Ingin Hidup Sendiri” dan “Cintamu.” Para penonton terlihat tak lelah untuk terus bernyanyi bersama Dian Piesesha, mengukir kenangan indah dari masa kejayaan musik Indonesia era 80an. (Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

Henry & You Channel dan Kaset80 Gelar Syukuran Konser 45 Dian Pieshesa Berkarya

Published

on

Henry & you Channel dan Kaset 80an menggelar acara syukuran Konser 45 tahun Dian Pieshesa berkarya dengan Pemotongan Tumpeng dan Doa bersama. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Bertempat di Kampoeng Kopi Kemang Jakarta Selatan, Selasa 23 Januari 2024 Henry & you Channel dan Kaset 80an menggelar acara syukuran Konser 45 tahun Dian Pieshesa berkarya dengan Pemotongan Tumpeng dan Doa bersama.

Acara yang juga dihadiri oleh para artis pendukung, pemusik dan para sponsor cukup membuat suasana meriah dan happy,berjalan penuh hikmat dan saling mensupport.

Menurut Refida Herasruti (Refie) acara syukuran sederhana ini digelar semata mata untuk mengucapkan rasa bersyukur kepada Allah SWT, bahwa telah diberi kesehatan dan memohon kepada Allah SWT agar dalam pagelaran konser yang akan berlangsung 27 Januari 2024 di Hotel Acacia nanti berjalan lancar.

“Kami memohon kepada Allah agar acara nanti berjalan dengan lancar” ujar Refie seorang pengusaha Cafee yg rendah hati
Lebih lanjut menurut Refie acara syukuran dengan pemotongan tumpeng ini menurut tradisi para leluhur sudah menjadi bagian dari rasa suka cita kepada Allah agar dijauhkan dari segala mara bahaya dan dilancarkan dalam segala urusan.

“Semoga kegiatan yg akan kami lakukan nanti berjalan lancar dan sukses” kata Refie yang sudah malang melintang membuat event musik baik di Jakarta atau diluar Jakarta.

Acara syukuran pemotongan tumpeng yang juga dihadiri oleh para artis pendukung diantaranya Dian Pieshesa, Obbie Mesakh,Wahyu OS dan Eva Solina, berjalan sangat terharu dan bahagia.

Menurut musisi Obbie Mesakh, dengan diadakan acaran syukuran pemotongan tumpeng ini, dirinya dan kawan kawan merasa dihargai sebagai seorang musisi dan penyanyi.

“Kami merasa bangga dan bersyukur masih ada yang memperhatikan kami untuk ditampilkan dalam acara temu kangen tembang lawas” jelas Obbie Mesakh yg terkenal dengan karyanya “Hati Yang Luka” yang dibawakan oleh artis Betharia Sonata.

Lebih lanjut menurut Obbie Mesakh acara membuat Konser lagu lagu lawas ini perlu didukung dan disupport habis, karena bagaimanapun musik 80an telah menjadi barometer musik dunia.

“Musik lawas khususnya musik 80an masih menjadi bagian dari anjangsana yang tak akan terlupakan” tambah Obbie penuh semangat.

Sementara itu menurut Henry CH acara Konser 45 Tahun Dian Pieshesa berkarya nanti akan dihadiri banyak artis yg menonton, cuma Henry tidak bisa menyebutkan siapa siapa nama namanya, karena ini bagian dari kejutan untuk sang Bintang Konser tersebut.

“Ada kalo sekitar 20 orang artis yang mensupport dan menonton acar Konser DIPI,mereka beli tiket lho…bukan gratis” ujar Henry CH.

“Alhamdulillah tiket Konser DIPI sudah terjual hampir 90% dan In Syaa Allah nanti pada hari H nya bisa habis,” tambah Henry yang juga seorang youtuber ini. (Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

“Icha Yang” Penyanyi Muda Asal Jember dapat sambutan Hangat dari pengunjung Wisata Kota Tua Jakarta

Published

on

Penyanyi muda enerjik berbakat “Icha Yang” asal Jember. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – 20 Desember 2023 Penyanyi muda enerjik berbakat “Icha Yang” asal Jember, Rabu, 20 Desember 2023, datang memenuhi undangan Rangga dari Komunitas musik Akustik Wisata Kota Tua Jakarta (Batavia Old) Wisata Kota Tua merupakan salah satu destinasi populer di Jakarta. Sembari berekreasi, wisatawan bisa mengenal sejarah Jakarta yang kala itu masih bernama Batavia. Ada beragam tempat wisata yang bisa dijumpai di kawasan Kota Tua.

Dalam musim liburan Wisata Kota Tua jadi pilihan masyarakat Jakarta dan luar daerah untuk berekreasi, kulineran, sambil menonton performance para penggiat seni diantaranya pertunjukan musik, kesempatan ini tak disia-siakan oleh penyanyi panggung yang bernama “Icha Yang” tuk menghibur para pengunjung wisata kota tua.
Postur tinggi putih langsing nan cantik “Icha Yang” bertutur kepada wartawan yang meliput, “Pop dan dangdut saya suka. Tapi sekarang lagi konsentrasi menyanyi lagu Mandarin. Sambutannya di masyarakat diterima sangat baik.”Ujarnya.
Performance Icha kali ini adalah cek ombak Icha dengan team management tuk berekspresi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat penggemar Icha, mungkin mereka kenal Icha hanya lewat medsos, pada kesempatan ini Icha kolaborasi dengan Akustik Band nya kak “Rangga”.

Pengunjung wisata kota tua menyambut hangat dan antusias sekali dengan kehadiran “Icha Yang” penyanyi dan pengunjung larut manis bergoyang, berjoget dan bersenandung bersama menyanyikan lagu “Rungkad” yang lagi Viral.

Interaksi antara penyanyi dan pengunjung makin heboh setelah adanya hadiah surprise dari “IchaYang” kepada para pengunjung yang berjoget, bergoyang heboh, suasana makin panas larut dalam keceriaan dan kegembiraan.

Ketika menyanyikan lagu -Seberkas Sinar- “Icha Yang” dapat kejutan dari Tiktokers Bintang dengan aktraksi Salto nya yang memukau dan memberikan surprise bunga tulip putih, entah apa maknanya !? Hanya Bintang yang tau. (Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Wow! SMSI Kalsel Siap Gelar Lomba Nyanyi Antar Wartawan

Published

on

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebuah event menarik dan unik bakal dipersembahkan Serikat Medis Siber Indonesia (SMSI) Kalsel dipenghujung tahun 2023.

Event itu adalah “Lomba Nyanyi Antar Wartawan se – Kalimantan Selatan” yang akan dihelat pada Sabtu, 23 Desember 2023 bertempat di Booze Karaoke, Jalan Veteran Kota Banjarmasin.

Ketua SMSI Kalsel Anang Fadilah mengatakan, tujuan digelarnya lomba tidak lain sebagai ajang silaturahmi antar wartawan dan pemilik media daring di Banua. “Tujuan utama silaturahmi sambil menyalurkan bakat dan kemampuan para wartawan dibidang tarik suara. Acara ini Insya Allah akan menjadi agenda tahunan SMSI Kalsel,” ujar Pimred Harian Barito Post itu kepada wartawan, Ahad (17/12) siang.

Owner beberapa media siber ini menyebut, selain setiap hari berkutat dalam mencari dan menulis berita, wartawan di Kalsel banyak yang punya bakat dalam bidang seni dan budaya. “Terkhusus di bakat menyanyi, kita sama – sama tau tidak sedikit wartawan yang punya suara merdu dan khas. Misalnya Risanta, Ipik, Ariyanto, Roy, Arif, Firdaus, Edy Dharmawan, Sahri Ruslan dan lainnya. SMSI Kalsel berupaya menyalurkan dan mewadahi bakat mereka,” kata Anang Fadilah.

Sekretaris SMSI Kalsel yang juga panitia lomba nyanyi antar wartawan, Anas Aliando menyampaikan, jumlah peserta hingga masa akhir pendaftaran Sabtu 16 Desember 2023 pukul 23:00 Wita sebanyak 28 orang wartawan yang berdomisili tidak hanya di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, namun juga dari Tanjung, Pelaihari, Batulicin dan Kotabaru. “Peserta telah menyatakan siap mengikuti lomba nyanyi dan mempersembahkan suara emasnya. Ini tentu sangat menarik. Mereka (wartawan) tidak hanya piawai dalam menulis berita, namun juga handal dalam olah vokal,” beber wartawan senior Kalsel Pos itu.

Anas mengatakan, ada dua katagori lagu dalam lomba yakni Dangdut dan Pop. Ada tiga juri handal dan berpengalaman yang akan menilai peserta lomba. “Dua diantaranya adalah Hj Emilia Agus dan Bang Dino Sirajuddin. Tentu kita tidak ragu lagi dengan kompetensi mereka. Jadi kita jamin, juri sangat profesional dan hanya yang terbaiklah yang berhak jadi juara,” cetusnya.

Dia jelaskan, pada ajang lomba nyanyi akan memperebutkan juar satu, dua, tiga dan harapan satu dan dua masing – masing katagori. “Masing – masing pemenang akan mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang tunai jutaan rupiah,” kata Anas Aliando. [ad/ril]

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

RAN Lakukan Pemanasan di HI saat CFD Untuk ‘Semangat Baru’ Menuju The Sweet Seventeen Show

Published

on

Anindyo Baskoro alias Nino, personil RAN. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Dua pekan jelang RAN The Sweet Seventeen Show pada 20 Desember 2023, seluruh personil mempersiapkan setiap detailnya dengan sangat teliti dan maksimal. Untuk itu, sebelum berlari menuju gelaran utama, RAN mengajak RANers untuk melakukan pemanasan melalui sebuah live session.

Bertajuk “Temukan Semangat Barumu Bersama RAN”, live session ini merupakan pagelaran bersama Astra yang mendukung perkembangan industri kreatif di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu rangkaian pre-event menuju RAN The Sweet Seventeen Show.

Diselenggarakan di area Halte Transjakarta Bundaran HI Astra pada Minggu (3/12), RAN menyapa langsung seluruh RANers yang sedang semangat CFD-an. Pertunjukan ini disiarkan live stream melalui videotron area Bundaran HI , Menara Astra, dan Ratu Plaza, juga tayang secara online melalui kanal YouTube SATU Indonesia. Dalam live session ini, RAN membawakan sejumlah hits milik mereka yang mungkin akan dibawakan pada RAN The Sweet Seventeen Show.

Anindyo Baskoro alias Nino, personil RAN senang dapat menyapa secara langsung para RANers di Halte Transjakarta Bundaran HI Astra “Pagi ini kami kembali berkolaborasi dengan Astra di wajah baru Halte Transjakarta Bundaran HI Astra. Kami bertiga menyapa seluruh RANers yang sedang CFD-an di area Bundaran HI dengan ‘Semangat Baru’. Keren banget semangatnya, kita sing-a-long bareng. Itung-itung pemanasan menuju acara utama nanti. Jadi semakin gak sabar untuk kasih perform terbaik di RAN The Sweet Seventeen Show dan temu kangen bersama
RANers lainnya.”

Andri Verraning Ayu, CEO Antara Suara membagikan di balik cerita diselenggarakannya live session “Temukan Semangat Barumu Bersama RAN”. “Pre-event ini memang sudah ada di list kita dan menjadi salah satu rangkaian utama juga. Yang bikin unik adalah konsepnya, di mana RAN tampil di deck Halte Transjakarta
Bundaran HI Astra. Dari atas deck itu RAN tampil untuk menyapa seluruh RANers.
Diselenggarakan juga secara live stream di berbagai videotron, juga kanal YouTube SATU Indonesia.”

Selama live session, RAN membawakan 6 lagu. Dibuka dengan ‘Selamat Pagi’ dan ditutup dengan ‘Pandangan Pertama’. Di sela-sela itu, RAN juga membagikan sepenggal cerita tentang lagu dan konser yang akan datang. Berbagai aktivasi seru juga dihadirkan, salah satunya memberikan free tiket kepada RANers yang beruntung untuk dapat merayakan RAN The Sweet Seventeen Show pada 20 Desember 2023 nanti.

RAN The Sweet Seventeen Show akan diselenggarakan di Basket Hall Senayan Jakarta pada 20 Desember 2023. Persedian tiket sudah semakin terbatas, cek berkala melalui loket.com atau info lebih detail melalui Instagram resmi @ranforyourlife dan @antara.suara. [ad/ril]

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

Grand Sahid Jaya Gelar Dinner Malam Tutup Tahun bersama Kla Project

Published

on

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Setelah meraih kesuksesan dan semua tiket terjual habis pada konser Diva Ruth Sahanaya  di pergantian malam Tahun Baru 2022-2023.

GRAND SAHID JAYA  kembali hadir merayakan Tahun Baru 2023-2024. Kali ini band legenda  KLa Project yang akan menjadi bintang utama perayaan malam Tahun Baru 2023-2024 dengan tema “A Starry Night New Year Concert with KLa Project”.

Momen yang indah dan saling sinergi antara  KLa Project  dengan  GRAND SAHID JAYA (GSJ)  ini akan menyatu dalam sebuah gelaran musik yang indah dan elegan. “Magma kolaboratifnya semakin terasa, bersamaan dengan event penting  Grand Sahid Jaya  menuju perjalanan 50 tahun #RoadTo50Years yang akan berlangsung pada 23 Maret 2024. Sedangkan KLa Project memasuki 35 tahun kariernya,” ujar  Venny Artha , General Manager  Grand Sahid Jaya .

Lebih jauh Venny mengungkapkan bahwa kredo penyemangat seluruh persona Grand Sahid Jaya saat ini adalah  #KamiKembaliLebihBaik . Kami bertekad untuk selalu memberikan pelayanan lebih baik dari waktu ke waktu. Tentunya dengan tidak meninggalkan ciri khas dan pencapaian Grand Sahid Jaya sebagai salah satu hotel klasik dan pionir di Indonesia dan Jakarta khususnya.

HARMONI CAHAYA

Antusiasme acara pergantian tahun ini sudah mulai terasa, karena baru memasuki fase soft promo saja, penjualan tiket sudah mencapai 25 persen. Berbeda dengan tahun lalu, persiapan kami tahun ini bisa dibilang lebih matang, dimana tahun lalu dengan persiapan singkat hanya dalam waktu satu bulan, dan kami termasuk hotel bintang lima pertama yang menggelar konser musik lama  & baru . Syukurlah konser Ruth Sahanaya waktu itu lancar dan sukses,” kenang Venny.

Dari KLa Project, sang vokalis  Katon Bagaskara  merasa bersyukur pula, bahwa rangkaian Konser   #HarmoniCahaya , bisa meramaikan acara spesial di malam tahun baru bersama Grand Sahid Jaya ini. “Bertepatan dengan perayaan 35 tahun KLa Project, tentunya ada gigs spesial untuk momen sepesial Old & New,” kata lelaki menawan, pemilik vokal nan merdu ini.

Siapa yang tidak mengenal lagu  Yogyakarta ,  Tak Bisa ke Lain Hati ,  Tentang Kita, Terpurukku Disini  dan hits lainnya yang tak lekang oleh waktu semenjak tahun 1988. Memasuki usia 35 tahun dan kokohnya eksistensi KLa Project menjadi alasan  Grand Sahid Jaya  menggandeng band dengan tiga personal ini . Seiring berjalannya waktu, KLa Project tetap berkarya dan selalu inovatif, seiring dengan semangat Grand Sahid Jaya yang tetap mempertahankan keasliannya namun terus melakukan adaptasi terhadap tuntutan perubahan jaman.

Tiket untuk event sudah tersedia dalam beberapa kategori. Dengan harga mulai dari Rp 1,700,000/ orang dan sudah bisa diperoleh secara eksklusif dengan memesan melalui nomor  0811-1922-1666 . Para tamu bisa menikmati Gala Dinner sambil mendengarkan sajian musik pengiring dari Home Band. Lebih dari itu, akan tampil Stand Up comedy terkenal   Arie Kriting , juga atraksi sensasional dari Bartender dan DJ. “Yang juga spesial akan ada Door Prize berhadiah Mobil ! ungkap Venny yang menunjuk  The Organizer by Danurwenda Karya Utama  untuk menyelenggarakan konser ini. (Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

Asbest : Mengangkat Kain Endek Bali Dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi Menjelang Pemilu 2024

Published

on

Kegiatan fashion pernah digelar di Bali. (Foto/Ist)

DENPASAR, SuaraBorneo.com – Pulau dewata Bali sebagai destinasi wisata berpotensi menjadi pusat industri fashion. Berbagai kegiatan fashion pernah digelar di Bali, baik berkelas nasional maupun dunia. Terlebih Bali memiliki kain yang khas dan ikonik, seperti endek dan tenun Bali khas Sidemen maupun tenun Tenganan pmPagringsingan

Ni Wayan Ria Mariani atau yang akrab disapa Rhea Cempaka salah satu desainer Denpasar yang memiliki hoby membuat pakaian kebaya yang juga sebagai Ketua Asosiasi Bordir Endek dan Songket (ASBEST) Kota Denpasar. Saat ini telah mampu membranding diri mengangkat Endek sebagai tenun ikat Bali yang mampu merambah hingga Internasional.

Owner dari Rhea Cempaka butik ini menyampaikan, sebagai seorang desainer tidak terlepas dari ruang yang terus diberikan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar, hingga binaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan juga BUMN yang ada. Berangkat dari sini, dan terus mengasah diri dalam kegiatan kreatif mencoba mengangkat Endek sebagai pakaian jadi.

“Kain Endek hanya dikenal kalangan tertentu saja, sehingga melihat peluang ini. Saya mencoba menjadikan kain Endek sebagai bahan dasar pakaian formal, casual, dan bebas,” kata Ketua Asosiasi Bordir Endek dan Songket (ASBEST) Kota Denpasar. Saat ditemui Selasa, 14 Nopember 2023.

Binaan yang terus diberikan pemerintah dan Dekranasda yang terus mendorong para perajin menciptakan pakaian jadi berbahan Endek yang dapat dipergunakan seluruh kalangan.

“Gelaran fashion di Kota Denpasar, langkah ini terus digalakan, dan kami sebagai desainer menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk menjadikan ciri khas kami dalam mengangkat Endek itu sendiri. Peluang dan kesempatan terus diberikan hingga mengangkat Endek Denpasar membawanya di tingkat Nasional dan Internasional,” paparnya.

Kain tenun Bali ini memiliki tingkat bahan yang perlu dipelajari karena memiliki tekstur berbeda dari kain yang ada. Terlebih saat ini tantangan kain tenun yang sudah mulai dijiplak, namun tenun Endek tetap memiliki pesona tersendiri.

“Kita menyadari saat ini Endek bisa diserasikan yang tetap melihat motif dari Endek yang juga dapat digunakan disegala usia,” ujarnya.

Pada saat ini, yang masih menjadi tantangan tersendiri bagi kita sebagai perajin untuk tetap dapat eksis. Seperti salah satu kendalanya adalah masalah pemasaran, sehingga dengan adanya berbagai perlombaan memancing kreativitas perajin Denpasar bersama ASBEST yang sangat didukung Pemkot Denpasar serta Dekranasda. Seperti lomba busana adat, sekolah, pakaian kantor, hingga pakaian santai. Kendati nilai mata uang rupiah mengalami fluktuasi terhadap dollar, namun hal tersebut tidak terlalu berdampak significant, karena bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku lokal, sehingga tidak terlalu berpengaruh, imbuhnya. (ril/azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Entertainment

Ayesha Ayyan Kembali Menghiasi Jagat Musik Indonesia, Versi Cover Lagu Klasik Asal Venezuela “Moliendo Café.”

Published

on

Ayesha Ayyan. (Foto/Ist)

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Ayesha Ayyan kembali menghiasi jagat musik Indonesia dengan karya terbarunya, sebuah Versi cover yang memukau dari lagu klasik asal Venezuela, “Moliendo Café.”

Dalam lagu cover “Moliendo Café.” yang dikelola oleh Elsa Music Production, Ayesha Ayyan memberikan sentuhan eklektik yang membuat lagu ini terasa segar dan berbeda.

“Moliendo Café,” yang berasal dari Venezuela di Amerika Selatan dan pertama kali diciptakan pada tahun 1950-an, dipilih oleh Ayesha Ayyan karena ketenarannya yang telah melintasi batas-batas negara.

“Saya sengaja meng-cover lagu ‘Moliendo Café‘ karena lagu ini memang cukup terkenal di dunia, dan juga sudah banyak dibuat dengan versi yang berbeda,” ujar Ayesha Ayyan

Ayesha Ayyan, yang memulai karir musiknya pada tahun 2009, tidak hanya dikenal sebagai penyanyi namun juga sebagai pencipta lagu. Lagu perdananya bertajuk ‘Yang Terluka,’ yang diciptakan oleh Hendry Elsa dan diaransemen oleh Jimmy Titarsole, menandai awal dari perjalanan karirnya. Dengan lebih dari 50 single yang telah diunggah di kanal YouTube pribadinya, Ayesha Ayyan atau lengkapnya bernama RA. Ayesha Putri Kyra RSE, terus memperkaya dunia musik Indonesia dengan berbagai genre, termasuk pop manis, dangdut remix, country, reggae, dan campur sari.

Yang menjadi istimewa, Ayesha Ayyan bukan hanya seorang penyanyi berbakat, tetapi juga merupakan turunan keenam dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono III, dan cicit dari pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro. Sebuah fakta menarik yang memberikan warna keunikan dalam perjalanan musiknya.

Karena itu pula, penyanyi kelahiran Manado 24 Agustus 1980.ini juga pernah mencipta lagu berjudul ‘Pangeran Diponegoro’, yang diakuinya sengaja membuat lagu tersebut akibat diilhami oleh adanya bisikan dari sosok misterius yang menyebut khusus nama pahlawan tanah Jawa tersebut.

Menantikan kolaborasi berikutnya, Ayesha Ayyan sedang menyiapkan rilis lagu terbarunya yang berjudul ‘Ujug Ujug‘ bersama rocker kenamaan Toenk Kenzie. Lagu yang musiknya digarap secara keren oleh Uchie Bagja. Selain itu, dalam cover ‘Moliendo Café,‘ Ayesha Ayyan juga berkolaborasi dengan Toenk Kenzie, yang tidak hanya menjadi gitaris tetapi juga berkontribusi sebagai rapper bersama Ayesha Ayyan.

“Harapannya sih semoga lagu cover Moliendo Café versi Ayesha ini, dapat menghibur sahabat musik tanah air,” pungkas Ayesha Ayyan. (Azis)

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer